Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Gereja Yang Berhasil Memudahkan Terciptanya Ibadah Sejati

Hampir setiap gereja Kristen memberikan pengalaman ibadah bagi jemaatnya. Pada umumnya, ibadah kebaktian mingguan menjadi pusat dari pelayanan gereja. Dalam beberapa hal, ibadah kebaktian adalah satu-satunya kegiatan pelayanan yang nyata dari gereja. Kabar baiknya ialah bahwa gereja-gereja yang sangat efektif tidak hanya memprioritaskan ibadah, mereka juga menciptakan cara-cara untuk menyakini bahwa yang terjadi ialah ibadah yang sesungguhnya.

Gereja-gereja yang sangat efektif sering kali memasukkan satu atau lebih dari cara-cara berikut ini dalam upaya mereka mengajarkan soal ibadah kepada jemaat yaitu:

1.      Menanamkan bahwa ibadah adalah soal memfokuskan diri pada Allah

2.      Membrikan alasan yang kuat kepada orang dewasa untuk terlibat dalam ibadah

3.      Ibadah adalah suatu sikap sekaligus suatu tindakan

4.      Memudahkan orang untuk dapat akrab dengan Allah

5.      Mendorong orang datang ke acara ibadah dan siap beribadah

6.      Bebankan keberhasilan ibadah pada perorangan, bukan pada lembaga

Di kalangan gereja yang sangat efektif, mengadakan memasukkan ibadah sebagai salah satu upaya yang tak dapat ditawar lagi oleh orang Kristen adalah suatu kebiasaan yang penting. Selain mengupayakan agar orang berkomitmen untuk beribadah untuk beribadah karena menyadari betapa pentingnya ibadah itu bagi Allah dan karena rasa syukur mereka pribadi kepada Allah atas semua yang telah dilakukan-Nya untuk mereka, gereja-gereja yang sangat menantang jemaat untuk mengharap berjumpa Allah. Adapun empat faktor yang secara bersama-sama menentukan banyaknya musik yang harus didalam suatu pelayanan ibadah yaitu:

1.      Memfokuskan perhatian orang pada Allah dan pada pelaksanaan ibadah

2.      Menenangkan jemaat dan melembutkan hati mereka terhadap Allah

3.      Mendorong timbulnya rasa dekat dengan Allah

4.      Mengobarkan jiwa mereka

Gereja-gereja yang sangat efektif selalu mengajarkan bahwa gereja harus mengajar jemaat bagaimana mendengarkan kebenaran. Langkah pertama dalam proses tersebut sering kali menantang pandangan orang terhadap Alkitab. Gereja-gereja yang sangat efektif selalu mengajarkan bahwa Alkitab adalah sumber kebenaran dan dapat diandalkan untuk memberi hikmat bagi semua ukuran/jenis usia.

Gereja-gereja yang sangat efektif sangat menyoroti pentingnya doa dalam ibadah dan mereka mencamtukan doa dalam empat cara ialah: Pertama, mereka memiliki tim doa yang terdiri dari warga jemaat, yang berdoa memohon agar Allah memberikan rasa menghayati ibadah, baik sebelum ibadah dimulai maupun selama ibadah berlangsung.

Di gereja-gereja yang sangat efektif, isi pelajaran ditentukan secara bersama-sama dengan para pimpinan gereja. Tujuannya bukan untuk mengontrol atau pun untuk mendapatkan kesempurnaan, melainkan supaya konsisten dengan strategi pelayanan yang lebih luas yang sedang dilaksanakan oleh gereja tersebut. Pendidikan yang dipilih mencerminkan tujuan yang hendak dicapai oleh gereja, falsafah pengembangannya, serta pemahaman yang luas dari jemaat dan keberhasilan serta kegagalan dalam proses pengembangan tersebut. Berikut ini ada beberapa pandangan yang diikuti oleh banyak gereja yang sangat efektif:

1.    Menghafalkan ayat-ayat Alkitab memang penting tetapi tidak cukup untuk menghasilkan orang-orang Kristen yang dewasa dalam iman

2.      Membaca Alkitab dan buku-buku mengenai Alkitab dan iman kristiani memang bermanfaat tetapi bukan cara yang cukup untuk mengembangkan rohani.

3.  Menumpuk pengetahuan Alkitab itu terbatas nilainya, kecuali orang tersebut memahami cara menerapkannya.

4.   Informasi keagamaan yang diberikan tanpa menggunakan suatu kerangka kerja yang teratur dan pandangan hidup yang rohani sistematis menghasilkan kerancuan intelektual dan kelumpuhan perilaku.

Orang-orang Kristen di gereja-gereja yang sangat efektif mengalami perubahan pribadi karena gereja mereka berkomitmen memberikan pengalaman-pengalaman perkembangan sistematis yang telah dipikirkan secara seksama, diterapkan secara strategis, dan dievaluasi secara sangat teliti. Dalamnya rohani perorangan yang menandai orang-orang yang menjadi jemaat gereja-gereja ini bukanlah suatu kebetulan, melainkan merupakan hasil yang telah direncanakan, diinvestasikan dan dipertimbangkan.

Posting Komentar untuk "Gereja Yang Berhasil Memudahkan Terciptanya Ibadah Sejati"