Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Kekuatan Gerakan Revolusi Sebagai Puncak Perubahan Sosial

Banyak pakar yang menyimak peran khas gerakan sosial. Mereka melihat gerakan sosial sebagai salah satu cara utama untuk menata ulang masyarakat modern sebagai pencipta masyarakat sosial, actor historis, agen perubahan kehidupan politik atau pembawa proyek historis. Ada pula yang menyatakan bahwa gerakan masa dan konflik yang ditimbulkannya adalah agen utama perubahan sosial. Definisi yang memadai gerakan sosial harus terdiri dari komponen berikut :

1.   Kolektifitas orang yang bertindak bersama.

2.  Tujuan bersama tindakannya adalah perubahan tertentu dalam masyarakat mereka yang didapatkan partisipan menurut cara yang sama.

3.   Kolektifitasnya relative tersebar namun lebih rendah derajatnya dari pada organisasi sosial.

4.  Tindakannya mempunyai derajat spontanitas relative tinggi namun tak terlembaga dan bentuknya tak konvensional.

     

Jadi gerakan sosial adalah tindakan kolektif yang diorganisir secara longgar tanpa cara terlembaga untuk menghasilkan perubahan dalam masyarakat mereka.Secara historis gerakan sosial adalah fenomena universal.Rakyat di seluruh masyarakat manusia tentu mempunyai alasan untuk bergabung dan berjuang untuk mencapai tujuan kolektif merata dan menantang orang yang menghalangi mereka mencapai tujuan itu.Masyarakat yang sangat modern cenderung menjadi masyarakat gerakan.

Ada beberapa alasan yang menyebabkan gerakan sosial di zaman modern lebih menonjol dan lebih signifikan. Sebagian alasannya telah dikenal dalam analisis pakar klasik abad 19 tentang ciri modernitas sebagai berikut :

1.  Kecenderungan kepadatan penduduk di kawasan sempit terjadi bersamaan dengan urbanisasi dan industrialisasi dan menghasilkan kepadatan moral penduduk yang besar.

2.   Atominasi dan isolasi individu dalam Gesellschaft yang bersifat impersonal.

3.   Peningkatan ketimpangan sosial yang belum pernah terjadi sebelumnya.

4.   Transformasi demokratis sistem politik membuka peluang bagi tindakan kolektif massa rakyat.

5.  Penaklukan, control, dominasi dan manipulasi realitas yang pada mulanya alam dan akhirnya masyarakat.

6.   Masyarakat modern mengalami peningkatan pendidikan dan mempunyai kultur umum.

7.   Kemunculan dan penyebaran media massa.

     

Gerakan sosial muncul dalam segala bentuk dan ukuran. Untuk memahami berbagai jenis fenomenan ini diperlukan sebuah tipologi yang menggunakan beberapa kriteria seperti :

1.   Gerakan sosial yang berbeda menurut bidang perubahan yang dinginkan.

2.   Gerakan sosial yang berbeda dalam kualitas perubahan yang diinginkan.

3.   Gerakan yang berbeda dalam target perubahan yang diinginkan.

4.   Gerakan sosial yang berbeda mengenai arah perubahan yang diinginkan.

5.   Gerakan sosial yang berbeda dalam strategis yang melandasi atau logika tindakan mereka.

6.   Perbedaan tipe gerakan sosial yang ditemukan sangat menonjol dalam epos sejarah berlainan.

7.   Bila orang melihat pada masyarakat konkret, pada waktu historis konkret, disitu akan selalu tampak susunan gerakan sosial yang kompleks dan heterogen mencerminkan perbedaan tipe seperti yang dibahas di atas.

 

Jadi gerakan sosial muncul sebagai komponen penting bidang sosio-individu dalam proses transformasi dirinya yang berlangsung terus menerus. Studi gerakan sosial menyediakan bukti yang menguatkan bagi teori keselarasan sosial.

 

Revolusi adalah wujud dari perubahan sosial paling spektakuler sebagai tanda perpecahan mendasar dalam proses historis, pembentukan ulang masyarakat dari dalam dan pembentukan ulang manusia. Revolusi tak menyisakan apapun seperti keadaannya sebelumnya.Revolusi menutup epos lama dan membuka epos baru.Disaat revolusi, masyarakat mengalami puncak agennya, meledakkan potensi transformasi dirinya sendiri.Segera sesudah revolusi, masyarakat dan anggotanya seperti dihidupkan kembali, hampir menyerupai kelahiran kembali.Dalam artian ini revolusi adalah tanda kesejahteraan sosial.Revolusi terjadi secara tidak merata disepanjang sejarah.


Seperti kebanyakan konsep sosial, revolusi mempunyai kehidupan ganda yang tampak dalam dua samara.Pertama, revolusi menjadi bagian wacana sehari-hari dan kedua adalah revolusi menjadi bagian diskursus sosiologi, muncul dalam pemikiran ilmiah.Konsep revolusi modern berasal dari dua tradisi intelektual yaitu filsafat dan sosiologi.Konsep filsafat tentang sejarah revolusi bararti terobosan radikal terhadap kontinuitas jalannya sejarah. Konsep sosiologi tentang revolusi mengacu kepada penggunaan gerakan massa atau ancaman paksaan dan kekerasan terhadap penguasa untuk melaksanakan perubahan mendasar dan terus menerus dalam masyarakat.


Klasifikasi paling umun dari teori-teori revolusi dapat didasarkan pada citra atau model yang digunakan.Teori tertentu menekankan pada agen, mobilisasi actor. Teori lain menekankan pada kondisi, structural, kondisi di tempat terjadinya revolusi.Revolusi berkobar dari bawah sebagai akibat akumulatif ketegangan, keluhan dan ketakpuasan yang melampaui ambang batas tertentu.Di sini terdapat citra tentang ledakan periodic ketegangan psikologi sosial yang memanaskan kelompok manusia seperti lava di kerak bumi.


Revolusi paling besar peluang terjadinya jika perkembangan sosial dan ekonomi objektif selam periode panjang disusul oleh krisis tajam dalam periode singkat. Pengaruh terpenting terhadap pemikiran rakyat dalam masyarakat tertentu adalah timbulnya harapan bahwa kebutuhan akan tetap terpenuhi tetapi kemudian dalam periode berikutnya muncul kegelisahan dan kekecewaan karena kenyataan yang terwujud jauh berbeda dari yang dibayangkan. Dalam revolusi di masa mendatang seperti dimasa lalu, bidang kehidupan negara tetap akan menjadi pusat perhatian.


Studi revolusi banyak kesamaannya dengan studi gempa bumi.Bila peristiwanya terjadi, penelitiannya mencoba memahami tumpukan data yang telah dikumpul dan membangun teori untuk menganalisis peristiwa berikutnya. Secara bertahap, makaakan mendapat pemahaman makin lengkap terhadap peristiwa itu dan tentang kondisi sebelum terjadinya, namun demikian peristiwa yang terjadi kemudian masih tetap mengherankan. Pengetahuan mengenai revolusi sebagaimana mengenai gempa bumi masih terbatas.Peristiwa yang telah terjadi mungkin dapat dirinci, namun pemahaman yang lebih baik tentang kepastian kapan peristiwa itu akan terjadi masih saja terletak pada masa depan.

Posting Komentar untuk "Kekuatan Gerakan Revolusi Sebagai Puncak Perubahan Sosial"