Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Ide Sebagai Kekuatan Sejarah Dan Penyingkiran Inovasi

     Pemahaman sepenuhnya terhadap peran faktor yang tak teraba dalam proses perubahan sosial hanya mungkin jika sosiologi beralih dari perspektif historicism atau developmentalism ke orientasi individu. Menurut perspektif historicism masyarakat sebagai kesatuan holistik bersifat menentukan dengan sifat dan keteraturannya sendiri yang tak dapat direduksi.Individu dipandang pasif, tergantung dan merupakan komponen yang dibentuk.Pendekatan paling mencolok dari pendekatan diatas adalah interpretasi mengenai asal usul kapitalisme.

     Kapitalisme identic dengan mengejar keuntungan dengan cara berusaha terus-menerus, rasional dengan perusahaan kapitalis dan organisasi kapitalis rasional tenaga kerja bebas. Ciri-ciri kapitalisme rasional itu sendiri adalah organisasi kewirausahaan capital, teknologi rasional, tenaga kerja bebas, pasar bebas dan hukum yang dapat diperkirakan.

     Sedemikian jauh telah meneliti peran positif gagasan, ideologi dan sikap mental sebagai penyebab atau sekurangnya sebagai faktor yang menyumbang pertumbuhan dan perkembangan kemajuan ekonomi.Tetapi berdasarkan kondisi tertentu faktor yang sama bisa memainkan peran berlawanan menjadi perintang dan penghambat perubahan. Signifikansi disfungsional pola-pola mental dalam proses perubahan sosial akhir-akhir ini telah cukup terdokumentasi melalui kajian-kajian.

     Dikalangan mayoritas yang tak mapan atau bahkan yang kehilangan taraf hidup semula dalam kerusuhan perubahan revolusioner berkembang nonstalgia tentang tatanan lama yang paternalistic dan diiringi dengan tuntutan kenaikan upah. Harapan yang berkembang dikalangan mereka bahwa pemerintah tentu akan menyediakan kebutuhan dasar. Agaknya tak banyak orang ingin kembali ke komunisme tetapi banyak yang memimpikan jalan ketiga yaitu kapitalisme yang berperikemanusiaan atau kapitalisme berwajah manusia.

     Kehidupan sosial diatur oleh aturan.Norma, nilai dan institusi yang mengatur perilaku manusia oleh sejumlah pakar dianggap sebagai aspek sentral masyarakat.Penekanan pada sisi normative yang serupa terdapat dalam gagasan mengenai tatanan aksionormatif. Arti penting norma sosial dan posisi kuncinya dalam kehidupan sosial telah diakui oleh semua ilmuwan sosial. Konsep norma merupakan konsep sentral dalam sosiologi.

     Pada pembahasan ini akan merinci dua cara norma mengalami perubahan yakni melalui proses penyingkiran norma yang dilembagakan dan melalui penciptaan norma baru. Perubahan norma yang dimaksud adalah kemunculan, penggantian atau modifikasi komponen struktur normative dari norma, nilai, peran, institusi dan kompleks institusional. Sedangkan pada tahap awal inovasi masih milik pribadi yang belum menjadi milik umum atau dikenal luas.Inovasi yang masih milik pribadi ini mempunyai konsekuensi sosial selanjutnya. Bukan kebetulan bahwa salah satu norma institusional fundamental termasuk dalam etika ilmu membutuhkan publikasi temuan dicetak dan didiskusikan.

     Jika inovasi berhasil menghancurkan semua mekanisme penyaringan dan menjangkau masyarakat, maka tahap penyebarannya juga ikut mulai berjalan. Penyebaran melalui banyak kemungkinan seperti : 

1. Kompensasi bila umpan balik negative, ia cenderung mengurangi arti penting inovasi norma dan berakibat dilenyapkan sama sekali melalui cara perubahan tandingannya.

2. Kompensasi berlebihan terjadi bila perlawanan yang dimobilisasi terhadap inovasi norma sedemikian kuat.

3. Isolasi perubahan terjadi bila inovasi awal tidak mampu menimbulkan reaksi berikutnya. 

4. Tersebar apabila perubahan awal menyebabkan transformasi serampangan sejumlah komponen struktur norma tertentu. 

5. Memperkuat perubahan berdasarkan umpan balik positif.

     Bila struktur norma yang baru terbentuk terbatas keabsahannya dan hanya bersandar pada paksaan atau ancaman penggunaan kekerasan dari elite penguasa atau dari kelompok penekan dominan, maka struktur norma baru itu menimbulkan potensi ledakan perbedaan pendapat, persaingan, pertentangan dan pemberontakan. Inovasi norma seperti itu takkan berumur panjang dan penolakannya cenderung menghasilkan lingkaran baru perubahan norma.

Posting Komentar untuk "Ide Sebagai Kekuatan Sejarah Dan Penyingkiran Inovasi"