Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Sosiologi Sejarah Dan Kenyataan Keselarasan Sosial

 

Sosiologi sejarah dapat dianggap sebagai reaksi penting atas penggunaan sejarah secara tradisional yang sangat khas dilakukan oleh para pendiri ilmu sosiologi dahulu. Disatu pihak dapat dikatakan bahwa sosiologi semula lahir karena minat besar terhadap proses atau kejadian sejarah tetapi di lain pihak dapat pula dikatakan bahwa sosiologi lahir dari studi ilmiah terhadap sejarah.Setiap studi sosial yang cermat memerlukan konsepsi yang bercakupan sejarah dan menggunakan bahan sejarah. 


Penekanan terhadap proses dan ciri historis masyarakat juga ditemukan dalam pemikiran beberapa filosof kontemporer antara lain :

1.  Nobert Elias mengatakan bahwa tak ada otomatisme atau kualitas perubahan yang tak terelakkan, prosesnya diaktifkan oleh manusia dalam berbagai antar hubungan yang kompleks dan saling tergantung yang disebut figurasi.

2.  Philip Abrams mengatakan bahwa sosiologi dan sejarah keduanya tak berkaitan karena dilihat dari kajian mendasarnya keduanya membahas masalah yang sama. Keduanya berupaya memahami masalah agen manusia dan keduanya memerhatikan proses struktur sosial.

3.   Charles Tilly berpendapat bahwa sebagai fenomena sejarah adalah efek kumulatif dari masa lalu atas kejadian masa kini. Situasi masa sekarang adalah hasil proses historis khusus yang lambat dan lama bukan merupakan satu fase yang menentukan perkembangan selanjutnya.

4.  Christopher Lloyd berpendapat bahwa masa kini selalu menjadi masa lalu dan proses terus ada di kedua arah itu. Karena struktur senantiasa berubah maka ia harus selalu dikaji secara historis. Tindakan individu dan kolektif merupakan agen fundamental sejarah.

     

Karena perkembangan penekanan pada dimensi sejarah, realitas sosial makin sering dilihat sebagai semacam koefisien sejarah.Sekarang ini aliran sosiologi sejarah telah bertambah deras menjadi sungai dan arusnya menyebar ke seluruh bagian kegiatan studi sosiologi. Proses historis mulai dilihat sebagai pengaruh akumulatif dari upaya produktif dan reproduktif actor manusia, yang dilakukan dibawah kondisi structural yang dibentuk oleh generasi sebelumnya.

 

Kesatuan sosial ditafsirkan bukan sebagai kumpulan semata dan bukan pula sebagai kesatuan metafisik tetapi sebagai struktur dan individu sosial tidak dilihat sebagai objek pasif atau subjek yang sepenuhnya otonom tetapi sebagai agen yang dibatasi.Ada dua bentuk keberadaan realitas sosial yaitu secara potensial dan secara actual.Kedua bentuk realitas sosial itu dapat diambil oleh setiap komponen utama kehidupan sosial.Struktur dapat dipandang sebagai potensi yang mengaktualkan dirinya dalam beroperasi. Meski sistem sosial yang kompleks mempunyai landasan yang lebih sederhana, ia memiliki dinamika dan sifatnya sendiri.


Setelah menetapkan tingkat struktur dan tingkat agen sebagai sesuatu yang berbeda dan terpisah kini akan dicoba mengoonseptualisasikan hubungannya. Ini adalah langkah penting dalam menyusun model pada sisi-sisi hubungan antara struktur dan agen antara operasi dan tindakan inilah teka-teki keselarasan sosial itu dapat dibaca.Dualitas struktur tercermin dari kesalingtergantungan antara struktur dan agen.


Kehidupan sosial memiliki kekhasan kesatuannya, mengandung proses dan hubungan timbal balik dari dan dibentuk oleh tindakan anggotanya dan inilah gambaran yang mereka punyai dari waktu ke waktu. Sistem sosial adalah citra dalam arti anggotanya menyadari bahwa dirinya adalah bagian penting dari dinamika sistem mereka sendiri dan karena itu menyadari sistem.


Agen atau actor memiliki aspek bewaan tentang apa yang ia kerjakan, yakni kemampuan untuk memahami apa yang ia kerjakan ketika ia mengerjakannya. Manusia adalah agen yang memiliki tujuan mempunyai alasan atas aktifitasnya dan jika ditanya ia mampu menjelaskan alasan secara terpisah.


Agar dalam studi masyarakat tetap memerhatikan dimensi waktu karena struktur, tindakan dan perilaku saling berkaitan secara dinamis, berubah dan menentukan urutan kelahiran tiga aspek berikut :

1.   Keadaan tertentu yang memungkinkan dan yang tak memungkinkan dilakukannya tindakan.

2.   Tindakan yang disengaja dalam arti yang mempunyai makna historis.

3.  Akibat tindakan yang diharapkan dan yang tak diharapkan, yang berubah menjadi objek dan yang merupakan persyaratan tindakan dan pikiran yang tak dapat diubah.


Masyarakat dipandang bergerak tanpa henti. Apapun komponen yang dipilih akan terlihat beroperasi. Setiap agen berubah menjadi tindakan. Dan salah satu keadaan tertentu hanyalah sebuah fase dari proses tanpa henti.

Posting Komentar untuk "Sosiologi Sejarah Dan Kenyataan Keselarasan Sosial "