Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Pengantar Ringkas Terhadap Kitab-Kitab Sejarah Perjanjian Lama

Kitab Yosua

Kitab Yosua, kitab keenam dalam Alkitab, melanjutkan riwayat bangsa Israel yang terhenti oleh kematian Musa. Sifat dan Tema Kitab: Kitab Yosua adalah sebuah sebuah kitab yang militan, yang melaporkan kemenangan-kemenangan bangsa Israel dalam usaha menaklukan dan memiliki negeri perjanjian. Pengarang Kitab: Yosua bin Nun dinyatakan sebagai “pengganti Musa” dan dapat disimpulkan bahwa ia diperkenalkan sebagai orang yang mengumpulkan dan mencatat data yang dimuat kitab ini. Beberapa fakta relevan yang berhubungan dengan pengarang kitab Yosua adalah sebagai berikut: Yosua berarti “Yahwe adalah keselamatan” dan nama itu terdapat dalam Alkitab dalam berbagai bentuk. Yosua berusia 80 tahun ketika mulai memangku jabatannya, dan ia merupakan pemimpin nominal atas umat Israel sampai kematiannya pada usia 110 tahun. Yosua selalu digambarkan sebagai seorang pemimpin idaman dari umat Allah, ia berhasil secara efektif dalam mempertahankan teokrasi. Lingkup Pembicaraan Kitab Yosua: Kitab Yosua memaparkan sejarah Israel selama kurang lebih tiga puluh tahun. Kata kunci dari kitab ini adalah “warisan”, yang terdapat dalam pada pasal 1:2 dan pasal 3.

Kitab Hakim-Hakim

Sifat dan tema kitab, Para pemimpin Israel selama masa ini disebut “hakim-hakim” karena inilah kata yang dipilih sebagai terjemahan untuk judul kitab tersebut dalam versi Septuaginta. Daur-daur peristiwa ini berlangsung seperti berikut: 1) suatu generasi yang saleh, 2) keturunan yang bersikap acuh tak acuh secara rohani, 3) kemurtadan secara terang-terangan, 4) hukuman Allah, 5) pertobatan nasional dan suatu masa kesalehan yang baru, dan 6) seorang pelepas (hakim) yang disediakan Allah. Pengarang dan kronologi Kitab: Menurut tradisi Yahudi Samuel yang menulis kitan ini. Jabatan Hakim: Gelar “hakim” (yang dalam bahasa Ibraninya shophet) mengandung arti seorang yang berperan untuk “membawa ke dalam hubungan yang benar”. Nilai dan keaslian kitab: Kitab hakim-hakim menyingkapkan banyak sekali data sejarah yang berharga. Kitab ini menggambarkan bangsa Israel yang mulai dengan sikap rendah hati yang sepenuhnya bergantung pada Allah.

Kitab Rut

Kisah ini dikemukan tidak menyebut-nyebut perselisihan dan peperangan, tetapi memaparkan berbagai pengalaman manusia yang normal dan emosi manusia yang dasar. Sifat dan Tema Kitab: Kitab Rut adalah kisah cinta yang tidak begitu banyak membicarakan hubungan antara seorang pemuda dengan seorang pemudi, tetapi antara seorang wanita muda dengan ibu mertuanya. Pertalian Khusus Kitab ini: Kitab Rut ditempatkan dalam Alkitab Ibrani pada “bagian tulisan-tulisan” (yang dalam bahasa Ibrani disebut Kethubim, atau dalam bahasa Yunani Hagiographa). Pengarang Kitab: Tradisi Yahudi menetapkan bahwa penulisan kitab ini dilakukan oleh Samuel. Waktu Penulisan dan Lingkup Pembicaraan: Kitab ini ditulis sesudah Daud menjadi raja, karena hanya sesudah saat inilah terdapat cukup minat untuk mencatat latar belakang silsilah Daud dalam bentuk roman yang menarik ini. Kata Kunci dan Ayat Kunci: Kata kunci dari kitab Rut adalah “perlindungan”. Dianggap bahwa 1:9 merupakan ayat kunci.

Kitab 1 Samuel

Sifat dan Tema Kitab, Kitab I Samuel pada dasarnya adalah sebuah laporan sejarah, sejarah yang ditulisnya dengan menekankan kebutuhan dasar akan kerohanian sejati untuk menjamin kesejahteraan jasmaniah. Penekanan utama kitab ini adalah status rohani para pemimpin dan rakyat mereka. Pengarang Kitab: Persetujuan bahwa Samuel yang menulis kitab ini merupakan tradisi rabi, dan didukung oleh Perjanjian Lama dan oleh Kristus. Waktu Penulisan dan Lingkup Pembicaraan: Kitab ini mungkin ditulis dalam tahun-tahun terakhir kehidupan Samuel, pada waktu Daud bersiap-siap untuk menerima tahkta kerajaan. Nilai Kitab: Pertama Samuel merupakan satu-satunya laporan tentang peristiwa-peristiwa di Israel yang membuka jalan untuk berdirinya kerajaan dan terpilihnya keluarga penguasa yang diakui. Samuel yang mengurapi Saul maupun Daud telah disebut “Pembuat Raja”.

Kitab II Samuel

Kitab II Samuel kurang bersifat sejarah, dan lebih bersifat biografi dibandingkan dengan kitab I Samuel. Sifat dan Tema II Samuel: Kitab ini disebut “Kitab Raja” karena hampir seluruhnya mengenai raja Daud. Kata “raja” ditemukan kira-kira sebanyak 278 kali dalam kitab ini. Pengarang Kitab: Para pengarang kitab II Samuel mungkin adalah Natan dan Gad. Waktu Penulisan dan Lingkup Pembicaraan: Kitab II Samuel dihimpun segera sesudah kematian Daud. Dalam 5:5 terdapat suatu petunjuk mengenai lamanya pemerintahan Daud secara keseluruhan, dan diduga bahwa hal ini hanya dapat dilakukan sesudah kematiannya. Frase Kunci dan Ayat Kunci: Frase kunci kitan ini adalah “di hadapan Tuhan”. Ayat kuncinya ditemukan dalam 5:12. Nilai Kitab: Kitab ini terutama berfaedah karena pelajaran-pelajaran moral yang dikemukakannya. Dua kebenaran yang terutama menonjol: Dampak dosa seorang beriman jauh melebihi dampak dosa orang lain. Meskipun dosa diampuni, dosa itu dapat juga dihukum.

Kitab I Raja-Raja

Ciri-ciri umum Kitab-kitab I & II Raja-raja

1.      Kitab Tawarikh Raja-raja Israel (yang digunakan sebanyak 17 kali)

2.      Kitab Tawarikh Raja-raja Yehuda (yang digunakan sebanyak 15 kali)

3.      Kitab riwayat Salomo (yang digunakan sekali dalam I Raja-raja 11:41)

Sifat dan Tema I Raja-raja Kitab I Raja-raja adalah sebuah laporan sejarah tentang kerajaan Israel dari saat kematian Daud sampai pemerintahan Ahab dan Yosafat. Maksud utama dari kitab I dan II Raja-raja agar dari sejarah itu dapat dibuktikan kenyataan bahwa tangan Allah yang memelihara sedang bekerja dalam kehidupan umatNya. Pengarang Kitab: Seorang terkemuka yang memenuhi syarat dan yang disokong sebagai pengarang oleh tradisi, yang termasuk Talmud, adalah Yeremia. Alasan: 1) Ada alasan untuk percaya bahwa Yeremia meninggal dunia di Mesir 2) Tidak tentu Yeremia hidup sampai pertengahan masa pembuangan dan pembebasan Yoyakhin yang dipaparkan dalam II Raja-raja. Lingkup Pembicaraan Kitab: Kitab I Raja-raja mencatat sejarah Israel dan Yehuda selama kira-kira 125 tahun. Frase Kunci: Adalah “seperti Daud, ayahnya”. Kata-kata ini, atau yang setara dengan itu, terdapat sekurang-kurangnya 25 kali dalam I Raja-raja. Nilai Kitab: Kitab I Raja-raja, dengan rincian yang teliti merunut sejarah bangsa Israel dan nasib takhta Daud yang mempunyai hubungan penting dengan perjanjian Ilahi.

Kitab I Raja-Raja

Sifat dan Tema Kitab: Meneruskan kisah sejarah dengan pemerintahan Ahazia (pengganti Ahab) dari kerajaan Israel dan kelanjutan kisah Yosafat dan Yehuda. Pengarang Kitab: Seorang raja yang memilki sikap dan keadaan yang sama dengan Yeremia. Lingkup Pembicaraan Kitab: Meliputi lebih dari dua setengah abad waktu sejarah tokoh-tokoh dalam kitab ini dihubungkan dengan penanggalan sekular yang diterima. Frase Kunci dan Ayat Kunci: Frase kunci, “sesuai dengan firman Tuhan”, menyingkapkan minat dan perhatian Allah dalam semua kejadian yang dialami bangsa Israel. Nilai Kitab: Mencatat riwayat hidup dua puluh tujuh raja Israel dan Yehuda, dan dalam kebanyakan hal melaporkan tingkat dan pengaruh dari tindakan-tindakan Allah terhadap diri mereka.

Kitab-Kitab Tawarikh

Latar Belakang, Tawarikh dalam bahasa Ibrani dapat diterjemahkan dengan berbagai cara sebagai “Tawarikh Zaman” atau “Peristiwa-peristiwa Zaman” atau “kata-kata (peristiwa) zaman”. Kanon bahasa Ibrani menghubungkan Tawarikh dengan Ezra-Nehemiadan dan Daniel. Sifat dan Tema Kitab: Laporan sejarah tentang jalannya peristiwa-peristiwa dalam kehidupan bangsa pilihan sejak kematian Saul sampai akhir pembuangan di bawah Nebukadnezar. Lingkup Pembicaraan Kitab: Terlepas dari laporan silsilah yang dirunut sejauh Adam, kitab ini mencakpu hampir 500 tahun dari sejarah Yehuda. Pemikiran utama dan ayat kunci: Penulis ingin mengagungkan Allah dan memberiNya tempat yang pantas di antara umatNya. Nilai Kitab, Merupakan suatu penyingkapan berharga tentang kata-kata dan pemikiran Ilahi yang mendasari fakta-fakta sejarah yang telah diketahui, mendaftarkan rangkaian dan pembagian para imam dan orang Lewi.

Kitab Ezra

Penghormatan luar biasa terhadap taurat Allah, minat terhadap upacara di bait suci, perhatian terhadap kelompok-kelompok musik di antara kaum Lewi dan penyebutan secara cermat nama peserta dalam berbagai peristiwa keagamaan. Sifat dan Tema Kitab: Sejenis catatan harian atau laporan jurnal tentang duakali pemulangan orang-orang Yahudi yang menjadi tawanan ke tanah air mereka. Memperlihatkan cara Tuhan Allah menggenapi janjiNya melalui pembebasan umatNya dari Babel, pembangunan bait suci di Yerusalem, dan pemulihan ibadah di bait suci. Pengarang Kitab: Ditulis dan dihimpun oleh Ezra sendiri. Lingkup Pembicaraan Kitab: Masa yang diliputi kitab Ezra adalah sekitar 80 tahun, tetapi kisahnya tidaklah berkesinambungan. Frase kunci Kitab Ezra: Menekankan bahwa peristiwa-peristiwa yang dipaparkannya adalah hasil dari penggenapan firman Tuhan. Jadi, frase kunci kitab ini adalah 1:1. Nilai Kitab, Ezra dengan sangat hidup memperlihatkan kesetiaan Allah dalam mempertahankan FirmanNya; dengan wajar mengemukakan keperluan mutlak untuk taat pada Firman Allah dalam segala situasi kehidupan.

Kitab Nehemia

Kitab Nehemia khususnya menceritakan riwayat hidupnya. Sekalipun keberuntungan sisa umat Yahudi yang ada di Palestina berkaitan erat dengan kehidupannya. Sifat dan Tema Kitab: Kitab Nehemia khususnya memperhatikan laporan tentang pendirian tembok-tembok kota Yerusalem. Pengarang kitab ini adalah Nehemia. Lingkup Pembicaraan Kitab Nehemia: Peristiwa-peristiwa yang dipaparkan dalam Kitab Nehemia menguraikan dua belas tahun sejarah Yahudi, meskipun Nehemia sendiri masih melanjutkan selama dua puluh empat tahun lagi. Ayat Kunci dan Kata Kunci: Ayat-ayat kunci ditemukan dalam 1:4 dan 6:3, kata kunci yang mungkin dipertimbangkan adalah berdoa dan bekerja. Nilai Kitab, Kita Nehemia merupakan mata rantai penting dalam sejarah alkitabiah. Laporan tentang pembangunan kembali tembok Yerusalem dan pemukiman kota itu melatari peristiwa-peristiwa sejarah pada masa Perjanjian Baru.

Kitab Ester

Sifat dan Tema Kitab, Menceritakan kembali bagaiman Allah membebaskan umatNya pada waktu mereka terancam pembinasaan fisik. Kitab ini khususnya bersifat patriotik dan bukan keagamaan. Pengarang kitab: Penulis menurut fakta situasi adalah Mordekhai. Pilihan ini disokong oleh Yosefus da nada contoh yang dapat ditiru pada Ezra, Nehemia dan Daniel yang juga menulis tentang kejadian-kejadian dimana mereka secara pribadi berperan serta dalam istana Persia. Lingkup Pembicaraan Kitab: Kejadian-kejadian dalam Kitab Ester diperkirakan telah terjadi selama waktu dua belas tahun. Ayat Kunci: Ayat kunci adalah 4:14c, karena menaruh perhatian pada pembentangan pemeliharaan Allah. Nilai Kitab: Memberikan kepada orang Yahudi laporan tentang asal mula mereka merayakan Masa Raya Purim.

Posting Komentar untuk "Pengantar Ringkas Terhadap Kitab-Kitab Sejarah Perjanjian Lama"