Teologi Perjanjian Lama dan Sejarah Perkembangannya
Teologi PL adalah pembelajaran dan penyajian
terhadap apa yang dinyatakan Allah dalam PL
(Old Testament Teology is the study and presentation of what is revealed in Old Testament).
Asumsi
Terbentuknya Teologi Perjanjian Lama:
1. Sejarah eksistensi agama
2. Nilai keyakinan yang mutlak
3. Eksistensi ke-Tuhanan sebagai kebenaran yang
utama
4. Kemampuan untuk mengetahui kebenaran ilahi
5. Fakta tentang penyataan
6. Pembatasan penyataan yang efektif terhadap
Alkitab
7. Pengidentifikasian seluruh Alkitab dengan penyataan
Pernyataan Allah dalam Perjanjian Lama:
a. The Primeval Period: pernyataan diberikan kepda
mc yg telah jatuh ke dalam dosa. Pernyataan ini dijelaskan secara khusus di
dalam Kej. 1:11. Pernyataan disampaikan dalam bentuk yg sederhana kpd
pribadi-pribadi. Pernyataan periode pertama ini menjadi dasar bagi seluruh
penyataan2 berikutnya
b. The Patriarchal Period: Dimulai dari zaman
Abraham s/d kelahiran Musa (Kej. 11-50). Penyataan Allah terbatas kpd orang-orang
yg dipilih oleh Allah (para patriakh dan yg bergabung dgn mereka). Allah
menyatakan diri melalui Theofani, juga secara langsng atau
melalui lambang dan melalui mimpi. Selain itu juga alam menjadi alat
penyataan-Nya. Dalam Perjanjian Lama
ada 3 kelompok manusia yg dipakai sbg mediator bagi penyataan Ilahi yaitu Imam,
Nabi dan Orang Bijaksana, yang ketiga-tiganya diperkenalkan dalam periode
patriakh.
c. The Mosaic Period: Penyataan iini dicatat dalam
keluaran s/d Ulangan dan Mz. 90. Penyataan Allah Nampak dalam tindakan2
pemeliharaan-Nya secara khusus dalam pembebasan Israel dari Mesir. Allah
menyatakan diri melalui ujian2 tanda-tanda mujizat dan peperangan (ul. 4:34-40).
Penampakan Allah secara spektakuler adalah penyataan-Nya di atas gunung Sinai
untuk mengadopsi Israel sebagai anak-Nya (Kel. 19:16-19). Ada empat media dari
teofani yg muncul dalam periode Musa: Kavodh-the glory of God (tiang awan dan
tiang api – Kel. 24:16); Panim – God’s face (wajah Allah – Kel. 33:14-20; Ul.
4:37 – Musa sebagai mediator Kel. 20:19-21); names & angels of God (Kel.
14:19; Bil. 6:25-27).
d. The Reign Of David Period: Dlm tulisan2 daud
dibedakan antara penyataan umum (media ciptaan – non verbal) dan khusus
(hokum-Nya) Mz. 10:1-6; Mz. 19:8-15. Pengetahuan akan Allah jg diterima dari
kehadiran Allah melalui pemeliharaan—Nya dalam sejarah umat manusia (Mzm.
8:6-9). Penyataan umum tdk dapat menyelamatkan atau menyediakan suatu
pengenalan Allah yg sesungguhnya dalam menyediakan suatu dasar bagi agama.
e. The Disruption Period. Mediator penyataan Allah
dalam periode ini adalah “orng bijaksana” yg memiliki fungsi memimpin dan
menasehati manusia agar tdk mengulangi kesalahan yg sama. Contoh orng bijak
antara lain adalah Etan & Heman orang Efraim (1 Raj. 4:31). Seorang
bijaksana juga seseorang yg memiliki pengaruh (2 Sam. 14:2-20; 20:16-22) tetapi
orng yg paling berhikmat adl Salomo sendiri (Ams. 1:6; 24:23), pengetahuannya
dibebarkan oleh Allah sendiri (1 Raj. 3:12; 4:29-34).
f. The Period Of The Eight Century: di periode ini
para nabi menjd mediator penyataan Allah. Mereka dipanggil secara khusus (Amos
7:14; Yer. 1:15) untuk tugas khusus juga. Allah secara aktif menyatakan
diri-Nya dalam sejarah umat mansuai (Sejarah Perjanjian Lama - dalam waktu yg sangat panjang) melalui berbagai
cara (dlm peristiwa2, lingkungan Perjanjian
Lama, pengalaman2) dan melalui orng2 pilihan-Nya (umat dan pribadi2) utk
mengkomunikasikan kehendak-Nya. Saat Allah menyatakan diri dlm periode PL,
beberapa hal penting harus diperhatikan bahwa Allah telah menyatakan diri-Nya
sendiri, kerajaan-Nya, hukum-Nya, dan keselamatan-Nya kepada manusia.
g. The Hiddeness Of God: Allah telah menyatakan diri sehga Ia dpt dikenal oleh mereka, namun pribadi Allah tetap memiliki dimensi ketertutupan atau ketersembunyian. Sebab manusia hanya dapat mengenal Allah sejauh apa yg Allah nyatakan sdngkan hal2 yg tersembunyi ttg Allah tetap menjadi misteri. Pada sisi lain ketersembunyian Allah jg diungkapkan secara subjektif yg diakibatkan oleh respon yang tidak sesuai kehendak Allah. (bndk. ekspresi ketersembunyian Allah terlihat dominan dalam ratapan2 pemazmur.
Sejarah
Perkembangan Teologi Perjanjian Lama
a. Sejarah teologi Perjanjian Lama telah ada sejak masa Perjanjian Lama itu sendiri
b. Komunitas Qumran menafsirkan bahan2 dari Perjanjian Lama secara teologis
c. Perjanjian Baru memakai Perjanjian Lama secara teologis (Perjanjian Baru menunjukkan
hubungan secara langsung antara Perjanjian
Lama dan Perjanjian Baru)
d. Perkembangan sejarah teologi Perjanjian Lama nampak jelas dalam
teologi bapa-bapa gereja
e. Pada abad pertengahan (abad 4 s/d 16), minat terhadap Perjanjian Lama ditandai dengan munculnya 4 sistem penafsiran yaitu arti literal atau historical, allegorical, moral atau tropological dan spiritual atau analogical.
Zaman
Reformasi sampai Zaman Pencerahan
a. Para reformator abad 16 menerapkan prinsip “sola
scriptura” dan “sui ipsius interpres – Alkitab menafsirkan dirinya sendiri”
yang menjadi semboyan reformasi dan sekaligus menjadi dasar teologi biblika
b. Pada zaman ortodoksi teologi biblika bertugas
untuk mendukung teolg sistematika
c. Zaman pietisme membawa perkembangan teolog biblika dengan semboyan “back to the bible”.
Zaman
Pencerahan
Zaman ini terdapat pendekatan yang baru thdp teolog biblika à metode hermeneutic historis kristis. Teologi biblika bertentangan dengan teologi sistematika. Perkembangan ini disebabkan oleh ciri2 zaman yg menolak inspirasi ilahi Alkitab (alkitab sbg dokumen historis saja) dan lebih menekankan rasio.
Zaman
Pencerahan sampai Dialekstis
Teologi Perjanjian Lama dipengaruhi atau dikuasai oleh beberapa sistem filsafat. Teologi Perjanjian Lama yang rasional dan filosofis ditentang oleh para sarjana Alkitab konservatif. Teologi Perjanjian Lama digelapkan oleh sarjana agama (evolusi agama). Perjanjian Lama dihidupkan kembali oleh teolog dari aliran dialektis.
Gerakan
Teologi Biblika
Teologi Perjanjian Lama memasuki masa keemasan sebab gerakan ini
mencapai suatu kesadaran:
a. Penemuan kembali dimensi teologia
b. Kesatuan seluruh Alkitab
c. Penyataan adalah bersifat sejarah
d. Pendekatan terhadap Alkitab melalui studi
linguistic (Ibrani)
e. Perjanjian Lama bersifat kontra dengan lingkungannya (ANE)
f. Penekanan kepada sejarah sebagai arena wahyu ilahi

Posting Komentar untuk "Teologi Perjanjian Lama dan Sejarah Perkembangannya"