Penjelasan Teologis Yesus Kristus sebagai Anak Allah
Latar Belakang Penggunaan Gelar Anak Allah
Anak Allah adalah gelar yang telah digunakan dalam dunia Timur Tengah purba, sebagai suatu penandaan terhadap raja-raja pada waktu itu. Di Mesir, para Firaun dipandang sebagai anak dari dewa matahari: Re, karena mereka dikenal sebagai „anak-anak Allah‟. Gelar Anak Allah ini biasanya dikenakan pada waktu dilakukan ritus pengangkatan sebagai raja. Dalam pemikiran Yahudi-Palestina Anak Allah mengacu kepada setiap orang dari anak-anak Israel atau kepada seorang Yahudi yang berbudi, kharismatik yang suci, raja Israel, mesias rajani, tokoh malaikat atau oknum surgawi namun bagi mereka pemakaian gelar ini tidak pernah dipakai sebagai penyandang yang mengambil bagian dalam kodrat ilahi.
Gelar Anak Allah dalam Perjanjian Lama
Ungkapan Anak Allah berasal dari Perjanjian Lama. Orang yang dekat dengan Allah dan mempunyai relasi yang istimewa dengan-Nya sering digambarkan di dalam PL sebagai Anak Allah. di dalam kitab suci Yahudi sebutan tersebut diterapkan pada malaikat di Surga, bangsa Israel, para Hakim, dan Pemerintah. Lebih spesifik dalam Perjanjian Lama pemakaian gelar Anak Allah dipakai untuk berbagai tujuan:
• Bagi bangsa Israel yang adalah Umat pilihan Allah sendiri (Keluaran 4:22; Yeremia 31:9; Hosea11:1)
• Para pemimpin Israel terutama para raja dibawah keturunan Daud (II Samuel 7:14; Mazmur 89:27)
• Para malaikat yang melayani Tuhan yang maha Kudus (Ayub 1:6; 2:1; 38:7; Mazmur 29:1; 89:6)
• Orang-orang yang sangat setia dan taat kepada Allah secara umum (Kejadian 6:2; Mazmur 73:15; Amsal 14:26)
Gelar Anak Allah dalam Perjanjian Baru
Dalam Perjanjian Baru juga kata Anak Allah banyak dicatat terutama dalam kitab Injil. Kitab Injil mencatat kata Anak Allah secara khusus menunjuk kepada Yesus yang adalah Anak Allah itu sendiri. Yesus memakai nama/gelar ini dalam 4 pengertian yang berbeda:
1. Menunjuk pada Jabatan dan Mesianik, sebagai penjabar jabatan Yesus dan bukan untuk menunjuk naturNya. Sang Mesias dapat disebut sebagai Anak Allah sebagai ahli waris dan wakil Allah di bumi.
2. Menunjuk kepada Tritunggal, menunjukkan keilahian Yesus yang menunjukkan Yesus sebagai Allah Putra yang kekal, yang secara mutlak mengatasi segala keberadaan manusiawi Kristus dan panggilan jabatanNya sebagai Mesias.
3. KelahiranNya. Berkenaan dengan kelahiranNya yang supranatural.
4. Etis-religius. Diterapkan pada orang percaya dalam Perjanjian Baru (Matius 17:24-27)
Adapun kitab Injil yang menuliskan Yesus sebagai Anak Allah sebagai berikut:
A. Injil Matius
Penulisan gelar Yesus sebagai Anak Allah dalam Injil matius sebanyak 16 kali (2:15; 3:17; 4:3,6; 8:29; 11:27; 14:33; 16:16; 17:5; 24:36; 26:63; 27:40,43, 54; 28:19). Matius menuliskan Yesus sebagai Anak Allah dengan tujuan:
• Matius menggambarkan hubungan yang unik antara Yesus sebagai Anak dan Allah sebagai Bapa.
• Menampilkan hubungan tipologis antara Yesus sebagai “Anak Allah” dengan Israel sebagai yang juga sebagai “anak-anak Allah” contohnya:Matius kutipan Hos 11:1
Injil Markus
Gelar Yesus sebagai Anak Allah ditampilkan dalam Injil Markus sebanyak 4 kali (1:1; 3:11; 5:7; 15:39):
• Mrk. 1:1, Yesus diperkenalkan sebagai Mesias Anak Allah.
• Mrk. 1:11, Allah menyatakan bahwa Yesus adalah Anak-Nya yang kekasih (1:11).
• Mrk. 3:11;5:7, Roh jahat mengetahui bahwa Yesus Anak Allah. Dari data di atas dapat dikatakan bahwa Injil Markus jelas percaya bahwa sebutan itu meringkaskan misteri sesungguhnya dari pelayanan Yesus bahwa Allah hadir di bumi. Hal itu terdapat dalam kata-kata pembukaan Injil Markus (inilah permulaan Injil tentang Yesus Kristus, Anak Allah) dan pengakuan perwira Romawi di bawah salib setelah kematian Yesus :”sungguh, orang ini adalah Anak Allah” Sebagai Anak Allah Yesus mempunyai suatu peran khusus yang diberikan secara ilahi untuk dilaksanakan di bumi dan suatu relasi yang unik dengan Allah, BapaNya sebagaimana diuraikan oleh keempat Injil.
Injil Markus menuliskan Yesus sebagai Anak Allah dengan tujuan:
§ Untuk menampilkan Pribadi Yesus yang memiliki kuasa keanakanNya melalui ketundukan, ketaatan, penderitaan dan kematianNya.
§ Untuk memberi penegasan terhadap identitas Yesus yang menggema dalam seluruh isi dari Injil Markus.
Injil Lukas
Pemakaian gelar Anak Allah dalam Injil Lukas sebanyak 25 kali. Namun penggunaan gelar ini sulit untuk dijelaskan secara tuntas karena Lukas mengaitkannya dengan gelar lain. Menurut para teolog tema dari Injil Yohanes adalah Anak Allah (Yoh.20:3031). Dan semua juga kitab kita di dalam Perjanjian Baru menuliskan bahwa Yesus adalah Allah.
Kesimpulan
Gelar Anak Allah yang sering diberikan pada Yesus di dalam Injil mengungkapkan kedudukan-Nya dalam Trinitas dan kedekatan relasi-Nya dengan Allah, Bapa-Nya.
Isu: apakah Allah beranak...???
Jawaban:
Yesus bukan Anak Allah dalam konteks hubungan antara ayah dan anak. Allah bukannya menikah lalu kemudian memiliki seorang anak. Yesus itu Anak Allah dalam konteks Ia sebagai Allah yang menjadi manusia (Yohanes 1:1, 14). Selain itu, dalam budaya pada masa itu, pemakaian gelar Anak Allah adalah sama dengan Allah itu sendiri (Yoh. 5:17-18). Yesus itu Anak Allah dalam konteks Ia dikandung oleh Roh Kudus. Lukas 1:35 mengatakan, “Jawab malaikat itu kepadanya: "Roh Kudus akan turun atasmu dan kuasa Allah Yang Mahatinggi akan menaungi engkau; sebab itu anak yang akan kaulahirkan itu akan disebut kudus, Anak Allah.”

Posting Komentar untuk "Penjelasan Teologis Yesus Kristus sebagai Anak Allah"