
Peristiwa ini ditunjuk dalam terminologi Kristen sebagai kebangkitan Yesus Kristus, yang diperingati dan dirayakan oleh seluruh umat Kristen setiap tahun yaitu Paskah. 1 Kebanyakan umat Kristen, menerima Perjanjian Baru sebagai peristiwa sejarah dari kejadian nyata yang merupakan pusat dari kepercayaan mereka, meskipun begitu ada beberapa Kristen liberal yang tidak menerima kebangkitan badan.2 Walaupun demikian, umumnya tidak ada umat Kristen yang memandang cerita ini sebagai legenda atau alegori. Banyak yang mengatakan bahwa Yesus tidak benar-benar bangkit dan hal ini menjadi kontroversi yang masih diguncingkan hingga saat ini.3 Ada pula yang mengatakan Yesus hanya dibius saja. Yesus bukan hanya sungguh-sungguh mati tetapi juga Ia bangkit dengan tubuh fisik yang sama ketika Ia mati.4 Perikop kita merupakan pembicaraan antara Yesus dan Marta di pinggir desa Betania5 (± 3 Km ke Yerusalem). Dari seluruh cerita yang secara logika sulit dipahami, bagian ini yang paling teologis. Ungkapan Yesus dalam ayat 25 dan 26 tidak sekedar ucapan basa-basi penghiburan sehubungan dengan kebangkitan akhir zaman, sebagaimana dijelaskan oleh jawaban Marta (ay. 24).
Namun pernyataan yang luar biasa karena menyingkapkan suatu rahasia besar mengenai siapa Yesus dan misinya di dunia ini. “Akulah kebangkitan dan hidup; barangsiapa percaya kepada-Ku, ia akan hidup walaupun ia sudah mati dan setiap orang yang hidup dan yang percaya kepada-Ku, tidak akan mati selama-lamanya”. Dari ayat 25 dan 26, hal penting dikemukakan ialah mengenai “hidup”. Misi Yesus ke dunia ini tidak lain untuk memberikan hidup kepada orang yang percaya kepadaNya, yakni orang yang ditebus oleh darahNya. Hidup yang diberikan Yesus tidak dapat dikurangi atau diputuskan oleh kamatian jasmani. Hidup itu diperoleh melalui kematian, lalu sampai kepada kebangkitan dan kemenangan. Kebangkitan hasil dari pada “hidup” itu. Jadi hidup yang diberikan Yesus bukan hidup yang biasa saja, tetapi hidup rohani yang mengatasi kematian jasmani. Selanjutnya uangkapan “yang percaya kepadaKu”, ungkapan yang disebutkan 2 kali dalam ayat 25 dan 26 harus kita perhatikan betul. Ungkapan ini mengingatkan pentingnya kesempatan hidup di dunia ini. Dengan kata lain setelah mati tidak ada lagi kesempatan merubah nasib, atau bertobat agar tidak masuk neraka. Selama hidup di dunia, itulah yang menentukan kita akan kemana.
Defenisi Kebangkitan dan Hidup
Yohanes 11:25 LAI, Jawab Yesus: "Akulah kebangkitan dan hidup; barangsiapa percaya kepada-Ku, ia akan hidup walaupun ia sudah mati. KJV, Jesus said unto her, I am the resurrection, and the life: he that believeth in me, though he were dead, yet shall he live: , ειπεν αυτη ο ιησους εγω ειμι η αναστασις και η ζωη ο πιστευων εις εμε καν αποθανη ζησεται. Translit interlinear, eipen (berkata) autê (kepadanya) ho iêsous (Yesus) egô (Aku) eimi (adalah) hê anastasis (kebangkitan) kai (dan) b]ê zôê (hidup) ho pisteuôn (orang yang percaya) eis (kepada) eme ( Ku) kan (bahkan jika) apothanê (ia sudah mati) zêsetai (akan hidup) Kebangkitan dalam bahasa Yunani adalah “ἀνάστασις “ Kata benda, nominatif, tunggal. Dalam Alkitab memang banyak kebangkitan diungkapkan namun kebangkitan yang dimaksud di sini adalah Yesus adalah kebangkitan dan hidup. Yohanes 11:25 Jawab Yesus: "Akulah kebangkitan dan hidup; barangsiapa percaya kepada-Ku, ia akan hidup walaupun ia sudah mati, Sedangkan Hidup dalam bahasa Yunani adalah “ζωή” Kata benda, nominatif , tunggal.
Landasan Biblica Yesus Sebagai Kebangkitan dan Hidup
Bukti kebangkitan Yesus adalah penampakan yang Yesus lakukan kepada banyak orang8 Ia bangkit secara fisik bukan hanya rohani. Yesus memiliki daging dan tulang Lukas 4:39, makan ikan Lukas 24:42-43 dan menantang Tomas yang meragukan Dia bangkit untuk menusukkan jarinya ke lubang-lubang bekas paku di tangan dan kaki, serta bekas tusukan tombak di lambung-Nya (Yohanes 20:27).9 Rasul Paulus, walaupun bukan seorang saksi mata di kubur yang kosong, telah mendengar sendiri kesaksian banyak orang yang telah melihat Yesus yang sudah bangkit, bahkan ia sendiri telah bertemu dengan Yesus. Penampakan-penampakan Yesus yang dicatat dalam Alkitab Perjanjian Baru adalah kepada: 1. Maria Magdalena di dekat kubur (Markus 16:9; Yohanes 20:11-18)
2. Perempuan-perempuan lain yang ke kubur (Matius 28:8-10)
3. Dua murid yang berjalan ke Emaus (Markus 16:12-13; Lukas 24:13-35)
4. Simon Petrus (Lukas 24:34; 1 Korintus 15:5)
5. Sepuluh murid (tanpa Tomas) (Lukas 24:36-43; Yohanes 20:19-25)
6. Sebelas murid, termasuk Tomas (Markus 16:14; Yohanes 20:26-29)
7. Sejumlah murid di Galilea (Matius 28:16-20; Yohanes 21:1-24)
8. Lima ratus orang sekaligus (1 Korintus 15:6)
9. Yakobus (saudara Yesus) dan semua rasul (1 Korintus 15:7)
10. Sejumlah murid pada waktu Yesus akan terangkat naik ke sorga (Markus 16:19-20; Lukas 24:50-53; Kisah Para Rasul 1:4-12)
11. Saulus, yang kemudian bernama Paulus, dalam perjalanan ke Damaskus (Kisah Para Rasul 9:1-6; Kisah Para Rasul 22:1-10; Kisah Para Rasul 26:12-`8; 1 Korintus 15:8). Ini terjadi setelah Yesus sudah terangkat naik ke sorga.
"Akulah kebangkitan dan
hidup" menyatakan bahwa Tuhan Yesus adalah kebangkitan itu sendiri,
sehingga setiap orang hidup dan percaya kepada-Nya, tidak akan mengalami
kematian kekal. Yesus membuktikan ucapan-Nya dengan membangkitkan saudara laki-laki
Marta, yakni Lazarus, dari kematian. Ketika Tuhan Yesus mengatakan kepada
Marta: "Saudaramu akan bangkit" (Yohanes 11:23), Marta tidak memahami
arti perkataan ini. Ia bahkan menanggapinya hanya sebagai ucapan penghiburan
dari Tuhan Yesus saja, sehingga ia mengantisipasinya dengan kebangkitan akhir
zaman. Oleh karena itu dengan kecewa yang mendalam Marta menjawab perintah
Yesus: "Aku tahu bahwa ia akan bangkit pada waktu orang-orang bangkit pada
akhir zaman" (Yohanes 11:24). Bahkan Marta tampaknya seakan-akan meragukan
dan membatasi kekuasaan Yesus ketika Dia memerintahkan: "Angkat batu
itu" (Yohanes 11:39) yang dijawab oleh Marta: "Tuhan ia sudah berbau,
sebab sudah empat hari mati" (Yohanes 11:39). Yesus mengerti perasaan
kecewa Marta karena emosinya yang terganggu. Untuk menghapus kekecewaannya,
Yesus memberikan jaminan dengan mengatakan: "Akulah kebangkitan dan Page |
6 hidup; barangsiapa percaya kepada-Ku, ia akan hidup walaupun ia sudah
mati" (Yohanes 11:25).
Penegasan dari Tuhan Yesus ini membebaskan Marta
dari jalan pikirannya yang keliru dan membawanya pada satu keyakinan, bahwa
Tuhan Yesus adalah Mesias, anak Allah yang layak dipercaya (Yohanes 11:27). Hal
ini juga mengandung pengertian bahwa bagi setiap orang yang percaya kepada
Tuhan Yesus, kematian jasmaniah bukanlah merupakan akhir perjalanan hidup yang
mengerikan, melainkan merupakan jalan untuk meneruskan hidup kekal dalam
persekutuan dengan Allah. Dengan membangkitkan Lazarus dari kematiannya, Tuhan
Yesus membuktikan bahwa Dia berkuasa atas kematian, baik jasmani maupun rohani.
Percaya kepada Tuhan Yesus, berarti hidup atas kematian, sebagaimana
dikatakan-Nya: "Barangsiapa percaya kepada-Ku, ia akan hidup walaupun ia
sudah mati" (Yohanes 11:25). Perkataan ini bermakna tidak hanya berkaitan
dengan hidup masa kini (sekarang) tetapi juga kehidupan yang akan datang
(sesudah kematian). Ini adalah kata-kata ‘I am’ yang ke 5 yang diucapkan Yesus,
karena di sini Ia berkata ‘I am the resurrection and the life’ (= Akulah
kebangkitan dan hidup). ‘Akulah kebangkitan dan hidup’ mempunyai arti jasmani,
karena kalau tidak ada arti jasmani, maka ay 25-26 ini tidak akan cocok dengan
jalur ceritanya. Jadi, karena Yesus adalah ‘kebangkitan dan hidup’, Ia bisa
membangkitkan secara jasmani, baik pada akhir jaman nanti seperti yang
dipercaya oleh Marta (ay 24), maupun pada saat itu juga, dan ini Ia buktikan
dengan membangkitkan Lazarus secara jasmani. Tetapi jelas bahwa pada waktu
Yesus menyatakan diriNya sebagai ‘kebangkitan dan hidup’, Ia juga
memaksudkannya secara rohani.
1. Kepercayaan orang Yahudi tentang Kebangkitan
Orang-orang yahudi mempercayai kebangkitan itu ada, tetapi kebangkitan yang mereka percayai itu hanya terjadi saat kiamat telah tiba. Melalui hal ini bisa dilihat bahwa orang Yahudi tidak menerima kebangkitan Yesus dari kematian. Hal ini juga menjadi pandangan yang aneh pada masa sekarang ini. Pemikiran orang-orang pada masa duaribu tahun yang lalu sudah berbeda dengan padangan sekaran ini. Di mana orang Kristen ada yang menerima tentang kebangkitan Yesus Kristus dari kematian dan hal ini dilihat melalui suratsurat yang diberikan Paulus kepada jemaat-jemaat Allah pada masa itu yang ada di tempattempat yang berbeda. Setelah pengabaran injil oleh Paulus maka orang percaya dapat melihat tentang kebangkitan Yesus Kristus dari kematian itu dapat mereka terima. Dan pemahaman mereka pada abad yang pertama dan pada masa sekarang telah berubah dan mereka telah menerima kebangkitan Yesus yang nyata dalam kehidupan setiap orang percaya.
Murid-murid Yesus yang tidak mengharapkan Yesus dibangkitkan
Peristiwa penyaliban seolah-olah menjadi yang terakhir bagi murid-murid di mana mereka tidak tahu apa yang akan terjadi dikemudian dan peristiwa yang mereka lihat adalah peristiwa yang tidak diduga-duga. Kebangkitan Yesus dari kematian merupakan kemenangan-Nya dari maut, dan oleh karena hal ini orang-orang Kristen tidak takut ketika menghadapi kematian. Seperti yang dialami oleh para murid, yang tadinya mereka sepertinya tanpa pengharapan dan ketika kebangkitan Yesus Kristus mereka kembali lagi bersemangat dan mereka tidak ciut lagi seperti yang mereka alami sebelum kebangkitan Yesus Kristus. Sebelum Yesus Kristus mengalami semuanya itu, Dia telah memberitahukan kepada muridmuridn-Nya bahwa Ia akan bangkita dari kematian tetapi para murid tidak memahami apa yang dimaksudkan Yesus pada saat itu. Sanggahan: Kebangkitan Yesus Itu Tidak Masuk Akal. karenanya injil yang sederhana itu tidak dapat diterima Kebangkitan Yesus Kristus merupakan pembuktian bahwa Dia adalah anak Allah. Kebangkitan ini adalah keunikan Yesus Kristus dimana Dia tidak hanya sekedar guru rohani dari orang-orang percaya tetapi itu menandakan keilahian-Nya yang menyatakan bahwa Dia adalah anak Allah.
Isu-Isu Yesus sebagai Kebangkitan dan Hidup
Issu tentang kebangkitan
Yesus Kristus merupakan suatu issu yang mungkin sudah lama terdengar. Tetapi
issu ini bisa mempengaruhi kehidupan orang-orang percaya yang mudah tergoyah.
Di mana bisa saja ada orang-orang yang datang membawa kabar ini kepada
orang-orang percaya sehingga menimbulkan orang-orang percaya yang dulunya
percaya kepada Tuhan menjadi goyah dan mempertanyakannya juga. Ada issu yang
mengatakan bahwa kebangkitan Yesus Kritus itu hanyalah dogeng, hanyalah asumsi
orang-orang. Dia tidak bangkita melainkan mayat-Nya dicuri orang, atau mayat
yang dikunjungi oleh orang-orang percaya dan pengikut Yesus itu bukanlah mayat
Yesus tetapi mayat orang lain. Jadi dari issu-issu ini dapat kita mengatakan
dan menyimpulkan bahwa Yesus itu tidak benar bangkit dari kematian. Jika
kebangkitan bukan peristiwa sejarah, maka kuasa kematian tetap tidak dikalahkan;
Kematian Kristus menjadi tidak ada artinya, dan umat yang percaya kepada-Nya
tetap mati dalam dosa; Keadaannya akan tidak berbeda dengan sebelum mendengar
nama-Nya. Apakah kebangkitan Kristus hanya sekedar ajaran saja? Apakah
kebangkitan Kristus hanya legenda saja? Ataukah kebangkitan Kristus benar-benar
terjadi dalam sejarah? Dalam paper ini penulis akan mencoba menjelaskan sedikit
tentang kebangkitan yang dimaksudkan disini dan apakah benar Yesus itu bangkit
dari kematian, ataukah itu hanya iluminasi murid-murid Yesus.
Yesus tidak benar-benar bangkit karena:
1. Yusuf dari Arimatea, pemilik kubur, mencuri mayat-Nya. Sanggahan:Yusuf adalah seorang Yahudi yang saleh dan tidak mau melanggar hari Sabat, terutama hari Paskah Yahudi (Lukas 23:50-56). Lagi pula, setelah kematian Yesus, ada sepasukan tentara Romawi yang menjaga makam Yesus. Mereka tidak akan mau menerima suap untuk membiarkan orang Yahudi membuka meterai dan memindahkan mayat10 Jadi, Yusuf dari Arimatea tidak mungkin mencuri tubuh Yesus. Ini juga berlaku untuk Nikodemus maupun murid-murid Yesus lain.
Penguasa Romawi atau pemuka agama Yahudi mengambil tubuh Yesus. Sanggahan: Para penguasa tersebut sangat menentang kehadiran Yesus, apalagi mereka mengetahui pemberitahuan Yesus bahwa Ia akan bangkit. Hilangnya mayat malah akan menimbulkan kesan nubuat Yesus itu benar terjadi 11 Lagi pula, jika mayat itu ada pada mereka, mereka hanya perlu menunjukkannya kepada masyarakat umum untuk membuktikan bahwa Yesus tidak bangkit. Jadi, penguasa Romawi maupun pemuka agama Yahudi tidak mungkin mencuri tubuh Yesus.
3.
Perempuan-perempuan pergi ke kubur yang salah.
Sanggahan: Para perempuan itu mengikuti penguburan dan tinggal beberapa lama di kubur saat orang-orang lain sudah pergi. Maria Magdalena paling sedikit 2 kali pulang pergi ke kubur. Petrus dan Yohanes berlari mendahului ke kubur yang sama tanpa diantar oleh para perempuan. Jadi, tidak mungkin mereka semua mengunjungi kubur yang salah.
A. Kesimpulan
Kebangkitan Kristus adalah fakta sesungguhnya dari iman Kristiani. Peristiwa itu sendiri terjadi di dalam sejarah, dan sampai hari ini bukti-bukti terus berbicara dan membuat para skeptik dan ateis berbalik untuk mempercayai-Nya. Walaupun ada sekian banyak orang yang terus menentang dan menolak kebangkitan Kristus, perlahan tetapi pasti akan menemukan kebenaran sejati itu. Tanpa peristiwa kebangkitan Kristus, kekristenan akan kehilangan esensi dari suatu keyakinan iman yang sejati. Kebangkitan Yesus Kristus memberikan pengharapan kepada orang-orang percaya. Kebngkitan Yesus Kristus memberi dampak yang luar biasa bagi orang-orang percaya pada masa sekarang ini, di mana kebangkitan Yesus Kristus tidak hanya sekedar sejarah yang terjadi pada masa lampau tetapi menjadi suatu inti dari kekristenan sampai pada masa sekarang ini. Di mana kekristenan itu akan terasa kosong jika tidak ada pekabaran tentang kebangkitan Yesus Kristus. Jika kekristenan hanya sampai kematian Yesus di kayu salib, maka orang-orang percaya tidak memiliki harapan kemudian hari. Dimana melalui kebangkitan Yesus Kristu memberikan pengharapan kepada orang-orang percaya. Dengan bangkitnya Yesus Kristus dari kematian menunjukkan kepada semua orang harapan di dalam Yesus itu, di mana Yesus Kristus telah mengalahkan kematian dan telah memenangkan hidup. Dan kemenangan itu diberikan kepada semua orang-orang percaya
Implikasi
Kebangkitan Kristus tidak hanya terjadi pada masa itu tetapi kebangkitan itu memiliki dampak bagi orang percaya dalam segala zaman bahkan sampai pada zaman sekarang ini. Walaupun banyak pendapat tentang kebangkitan yang menggoncangkan iman orang-orang percaya, tetapi orang-orang percaya dapat mempertahankan imannya karena memiliki bukti yang kuat terhadap kebangkitan yaitu Alkitab yang adalah Firman Allah. Beberapa yang dapat dilihat dari kebangkitan Yesus Kristus, yaitu:
· Kebangkitan Kristus menyatakan kuasa dari Allah yang benar. Dengan membangkitkan Yesus dari kematian telah membuktikan bahwa Allah sungguhsungguh berdaulat atas segala hal, termasuk kematian. Kristus berkuasa di atas segalanya, Dia adalah yang berkuasa dan kuaqsa yang Dia miliki adalah kuasa yang benar yang berasal dari Allah sendiri.
· Kebangkitan Kristus menyatakan identitas-Nya sebagai Allah. Roma 1:4 dengan jelas menyatakan bahwa Yesus Kristus yang telah dibangkitkan adalah Anak Allah. Dia memiliki kuasa setara dengan Allah Bapa. Kebangkitan Yesus Kristus menyatakan kepada kita bahwa apa yang dikatakan-Nya benar, bahwa Dia adalah Allah.
· Kebangkitan Kristus menjamin keselamatan kita. Paulus dalam Roma 10:9 untuk menunjukkan kepada orang-orang percaya bahwa percaya kepada Kristus, bahwa Allah telah membangkitkan Dia dari antara orang mati, merupakan jaminan akan keselamatan dari Allah.
· Kebangkitan Kristus menjamin regenerasi kita. Petrus dalam suratnya menghubungkan kebangkitan Kristus dengan kelahiran baru setiap orang percaya. Seseorang tidak dapat lahir baru ketika dia menjadi Kristen. Kelahiran baru hanya mungkin terjadi melalui karya Kristus, yaitu kematian dan kebangkitan-Nya.
· Kebangkitan Kristus menjamin pembenaran kita. Paulus di dalam surat Roma menjelaskan bahwa kebangkitan Kristus berkaitan dengan pembenaran orang percaya. Allah menerima pembenaran kita di hadapan-Nya melalui kematian dan kebangkitan Kristus. Pembenaran orang percaya menjadi sempurna ketika Kristus telah dibangkitkan.
· Kebangkitan Kristus menjamin pengudusan kita. Dalam Roma 6:4 Rasul Paulus menjelaskan bahwa melalui kematian dan kebangkitan-Nya, orang percaya akan hidup dalam hidup yang baru. Dalam proses kehidupan di dalam Dia, kita mungkin lemah dan bisa jatuh dalam dosa. Namun Dia yang hidup akan memberikan kekuatan dan kemenangan kepada orang-orang percaya. Hal dapat terjadi, karena orang-orang percaya telah disatukan di dalam kematian dan kebangkitan-Nya.
Posting Komentar untuk "Penjelasan Teologis Yesus Kristus sebagai Kebangkitan dan Hidup"