Introduksi Komprehensif Terhadap Studi Teologi Kristen
Defenisi
Ilmu Teologi [1]
Istilah “teologi berasal dari akar kata dua
istilah bahasa Yunani, theos dan logos. Theos berarti Allah atau
ilah dan logos berarti kata, pemikiran, uraian ilmu (Daniel Lukas
Lukito). Jadi makna istilah teologi adalah ilmu tentang Allah atau
pelajaran dan penjelasan tentang Allah.
Millard J. Ericson mengatakan Teologi adalah ajaran tentang Allah
dan karya-karya-Nya, teologi adalah bidang studi untuk menyatakan suatu pernyataan yang
berhubungan secara logis ttg doktrin2 ttg iman Kristen yg terutama berdasarkan Alkitab, di tempatkan
dalam kontekskebudayaan
pada umumnya, dikalimatkan dalam bahasa masa kini dan berhubungan dengan
masalah2 kehidupan.
Thomas Aquinas Teologi adalah Ilmu yang diajar oleh Allah,
mengajar tentang Allah dan membimbing kepada Allah. Henry Clarence
Thiessen Teologi adalah teologi didefinisikan sebagai ilmu Tuhan dan
hubungan2-Nya dengan semesta alam. Geoffrey W. Bromiley Teologi adalah teologi
dipahami ke dalam dua pengertian yaitu arti sempit (teologi didefinisikan sbg suatu ilmu ttg Allah)
dan luas (teologi
didefinisikan sbg usaha untuk memikirkan, mengatakan dan merumuskan mengenai
Allah.
Leon Morris (1914-2006) teologi adalah studi ilmu mengenai
hakekat dan sifat-sifat Allah serta hubungan-Nya dengan manusia dan semesta
alam. Louis Berkhof (1873-1957) teologi adalah pengetahuan sistematis ttg
Allah yg dari-Nya, oleh-Nya, melalui-Nya dan bagi-Nya segala sesuatu berada. Schleiemacher
(1768-1834) teologi sebagai usaha menganalisis pengalaman kesadaran
religious yaitu perasaan ketergantungan kepada yg mutlak.
Charles L. hodge (1797-1878) teologi adalah ilmu yg mengetengahkan
fakta kitab suci dalam urutan dan hubungan yg terdapat dengan prinsip2 atau
kebenaran2 umum yg ada dalam fakta itu sendiri dan yg meliputi dan
menyelaraskan seutuhnya.
Eka Damaputra (1942-2005) teologi adalah: upaya utk mempertemukan secara dialektis, kreatif dan esensial antara teks dan konteks antara kerygma yg universal dan kenyataan hidup yg kontekstual dan upaya utk merumuskan penghayataan iman Kristen pada konteks, ruangan dan waktu yg tertentu. Harun Hadiwijono teologi merupakan usaha manusia dgn pikirannya utk meneliti Alkitab dgn menggunakan alat-alat ilmu pengetahuan agar dapat mengetahui kebenaran2 ilahi. Teologi dapat dipahami sbg suatu usaha manusia yg menyelidiki ttg Allah dalam hubungannya dengan alam semesta yang mendasarkan studinya pada penyataan Allah melalui interpretasi teks ke dalam konteks kehidupan umat manusia.
Mengapa
Theologi disebut sebagai Ilmu
Ilmu adalah seluruh usaha sadar untuk menyelidiki, menemukan
dan meningkatkan pemahaman manusia dari berbagai kenyataan dalam alam manusia. Syarat
dan kriterianya: Objektif, Metodis, Sistematis dan Universal
Teologi disebut sebagai Ilmu: Definisi ilmu teologi tidak terbatas
pada ilmu alam saja. Teologi bersifat ilmiah. Teologi memiliki argumentasi yang
sama dengan ilmu pada umumnya. Teologi itu unik (hubungan Allah dengan manusia).
Pembagian Teologi[2]
1.
Teologi Eksegetis
Teologi
eksegetis langsung berurusan dengan penelaahan naskah alkitabiah dan
pokok-pokok bahasan yang berkaitan, seperti usaha-usaha untuk pemugaran,
orientasi, memberi ilustrasi, dan penafsiran naskah tersebut. Teologi eksegetis
meliputi penelaahan bahasa-bahasa, arkeologi, pengantar, hermeneutika, dan
teologi alkitabiah.
2.
Teologi Historis
Teologi historis merunut sejarah umat Allah
dalam Alkitab dan gereja sejak zaman Kristus. Teologi historis membahas awal
mula, perkembangan, dan penyebaran agama yang sejati dan juga semua doktrin,
organisasi dan kebiasaannya. Di dalamnya termasuk juga sejarah Alkitab, sejarah
gereja, sejarah pekabaran Injil, sejarah ajaran, dan sejarah pengakuan iman.
3.
Teologi Sistematika
Teologi sistematika mempergunakan bahan-bahan
yang disajikan oleh teologi eksegetis dan teologi historis lalu menatanya
menurut suatu tatanan yang logis sesuai dengan tokoh-tokoh besar dalam
penelitian teologis. Tetapi sumbangan yang diberikan oleh kedua bagian teologi
ini harus dipisahkan dengan saksama. Teologi eksegetis merupakan satu-satunya
sumber teologi yang nyata dan tidak mungkin salah; sedangkan teologi historis,
dalam menguraikan perkembangan pemahaman gereja tentang ajara-ajaran iman yang
akbar, sering menyumbangkan pemahaman tentang penyataan alkitabiah. Teologi
dogmatis sesungguhnya, merupakan penataan dan pembelaan ajaran-ajaran yang
terungkap dalam simbol-simbol gereja, sekalipun teologi dogmatis sering kali
dianggap sama dengan teologi sistematika. Telogi sistematika membahas
apologetik, polemik, dan etika alkitabiah.
4.
Teologi Praktis
Teologi praktis membahas penerapan teologi
terhadap pembaharuan, pengudusan, pembinaan, pendidikan, dan pelayanan manusia.
Teologi praktis berusaha menerapkan pokok-pokok yang disumbangkan oleh ketiga
bagian teologi lainnya kepada kehidupan praktis. Teologi praktis meliputi
pokok-pokok seperti homiletika, organisasi dan administrasi gereja, ibadat,
pendidikan agama Kristen, dan penginjilan.
Macam-macam Teologi[3]
1. Berdasarkan era: teologi patristik para bapak
gereja, teologi abad pertengahan, teologi reformasi, teologi modern.
2. Berdasarkan sudut pandangang:
teologi Arminian, teologi Calvinis. Teologi Katolik, teologi Barth, teologi
Pembebasan dan sebagainya.
3. Berdasarkan fokus: teologi historis teologi
Alkitab, teologi sistematika, teologi apologetis, teologi eksegetis dan lain
sebagainya.
Sifat Teologi
1. Teologi bersifat alkitabiah
Sumber utama teologi ialah kitab-kitab kanonik
yaitu Perjanjian Lama dan Perjanjian Baru. ini tidak berarti bahwa teologi
hanya mengambil kebenaran-kebenaran yang tampak di permukaan tanpa mengadakan
penelitian. berbagai sarana dan metode riset alkitabiah digunakan. teologi juga
menggunakan wawasan-wawasan dari berbagai cabang pengetahuan lainnya, yang
dalam teologi dianggap sebagai penyataan Allah yang umum.
2. Teologi bersifat sistematis.
Maksudnya, teologi menggunakan kebenaran dari
seluruh Alkitab. Bidang studi ini tidak mengambil ayat seenaknya untuk
dipisahkan dan disendirikan dari ayat-ayat lainnya, melainkan berusaha untuk
menghubung-hubungkan berbagai bagian Alkitab, sambil menggabungkan
bermacam-macam ajaran menjadi satu keutuhan yang selaras atau logis.
3. Teologi bersifat kontekstual
Teologi berusaha untuk mengaitkan pandangannya
tentang asal usul alam semesta dengan konsepsi-konsepsi yang dikemukakan oleh
ilmu pengetahuan (atau lebih tepat lagi, oleh bidang studi seperti kosmologi),
dan pandangannya tentang sifat manusia dengan pemahaman psikologi mengenai
kepribadian, serta pemahamannya tentang pemeliharaan Tuhan dengan karya
filsafat sejarah.
4. Teologi bersifat kontemporer
Sekalipun ia membicarakan masalah-masalah yang
brsifat abadi, teologi harus melakukannya dengan memakai bahasa, konsep, serta
istilah dan ungkapan yang dapat dimengerti dalam konteks masa kini. Persoalannya
bukan sekadar menyangkut pemakaian istilah dan ungkapan masa kini untuk
mengungkapkan amanat Kristen. Amanat Kristen itu harus menghadapi
masalah-masalah dan tantangan-tantangan masa kini. Namun, dalam hal ini pun
perlu berhati-hati agar tidak terlalu terikat pada masalah-masalah tertentu.
apabila masa kini merupakan pergeseran dari masa lampau, maka tidaklah mustahil
kalau masa depan juga akan berbeda dengan masa kini. teologi yang terlalu
berpadu dengan keadaaan dan persoalan-persoalan yang berlaku pada saat ini akan
segera menjadi ajaran yang kadaluwarsa sebelum waktunya.
5. Teologi bersifat praktis
Teologi harus ada kaitannya dengan kehidupan dan
bukan hanya dengan kepercayaan. Iman Kristen mempuyai amanat yang dapat
membantu untuk mengatasi masalah-masalah yang praktis. Paulus, misalnya memberi
kepastian tentang kedatangan Kristus yang kedua kalinya lalu mengatakan,
“karena itu hiburkanlah seorang akan yang lain dengan perkataan-perkataan ini”
(I Tes. 4:18). Namun, harus dicamkan bahwa teologi tidak terutama menaruh
perhatian pada aspek-aspek yang praktis. Efek atau penerapan praktis dari suatu
ajaran merupakan akibat dari kebenaran ajaran tersebut, dan bukan sebaliknya.
Beberapa
keterbatasan yang harus disadari di dalam mempelajari Teologi:
1. Thinking
Limitation: keterbatasan manusia dalam berpikir (keterbatasan pemikiran
manusia)
2. Knowledge
Limitation: keterbatasan pengetahuan yang dimiliki oleh manusia.
3. Language
Limitation: keterbatasan bahasa manusia.
4. Hermeneutic
Skill: kemampuan manusia dalam menafsir.
5. Mans Sinful Nature: Keberadaan manusia yang berdosa (natur manusia yang berdosa)
Finitum
non capax infiniti: yang terbatas tidak sebanding dengan yang tidak
terbatas.
(1) Kenapa manusia
terbatas karena kita adalah manusia yang diciptakan. dan
(2) Kejatuhan manusia
dalam dosa
Hal-hal
yang memungkinkan studi teologi:
1. God
is exist.
2. God
has revealed Himself in the Bible.
3. God
created man in His image.
Bible (primer), Tradition (sekunder), Reason (akal) & Culture
Teologi Perlu dan Berguna:
1. Teologi itu penting karena kepercayaan doktrin
yang tepat sangatlah penting dalam hubungannya antara orng prcy dgn Allah
2. Teologi itu perlu karena kebenaran dan
pengalaman berkaitan
3. Teologi itu diperlukan karena dewasa ini ada
banyak pilihan dan tantangan
Teologi
Berfungsi:
1. Melayani gereja dalam setiap generasinya dan
dalam setiap konteks kehidupannya
2. Mencari keimbangan antara dua sisi kebenaran ALkitab tttg Allah yang transenden dan Allah yg imanen
[1] Pdt.Drewes B.F, M.Th., Pdt. Julianus, M.Th., Apa itu Teologi ? (Jakarta:BPK Gunung Mulia, 2005) 16
[2] Henry C. Thiessen Teologi Sistematika (Malang:Gandum Mas, 2003), p.31-32.
[3]Dr. Charles C. Ryrie,Teologi Dasar 1 (Yogyakarta: Andi, 2012) 1

Posting Komentar untuk "Introduksi Komprehensif Terhadap Studi Teologi Kristen"