Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Berbagai Pandangan mengenai Penciptaan Manusia


Asal-Usul Manusia
Manusia dari kata antropologi dari kata Yunani anthropos, dan logos artinya “kata” atau “pembicaraan”. Jadi antropologi artinya pembicaraan tentang manusia. Bagi orang non-kristen mereka mempercayakan pada ajara evolusi ateistik atau humanistik. Evolusi Ateistik ini dimulai oleh Charles Darwin “The Origin of Species” 1. Hasil dari variasi sebagai keturunan yang lebih superior dan orang tuanya, 2.Suatu perjuangan untuk tetap menghilangkan yang lemah, 3. Suatu proses dari pemilahan alamiah adalah suatu perkerjaan yang konstan dimana yang lebih kuat bisa bertahan untuk hidup, 4. Melalui keturunan dengan kualitas yang baru  dan lebih baik dihasilkan oleh variasi dan diteruskan dengan cara bertahap berakumulasi, 5. Jenis yang baru akan ada setelah melalui suatu kurun waktu yang panjang.

Teori Evolusi Teistik adalah pengajaran yang mengatakan bahwa tumbuh-tumbuhan dan binatang-binatang dan manusia secara bertahap berevolusi dari bentuk yang lebih rendah dan proses itu di supervisi oleh Allah. Penemuan-penemuan ilmiah dia harmonisasikan dengan Alkitab. Masalahnya jika Adam bukan merupakan pribadi yang historis dan Alkitabiah maka analogi tentang Kristus dan Adam adalah salah (Rom. 5:12-21). Ajaran ini menafsirkan Kejadian pasal 1 dengan memakai pendekatan puisi dan alegoris. Dan manusia bukan berasala dari nenek moyanngnya manusia, melawan pandangan Kejadian 2:7.

Penciptaan yang bersifat progresif (teori masa dan hari),berdasarkan Mazmur. 90:4 dan 2 Petrus 3:8 dalam penolakan atas enam hari penciptaan secara harafiah. Berusaha merekonsiliasi Alkitab dengan ilmu pengetahuan. Teori kesenjangan. Menempatkan periode waktu yang panjang antara Kejadian 1:1 dengan ayat 2, penciptaan terjadi dua kali, kalimat “gelap gulita belom berbentuk dan kosong” itu adalah hukuman Allah atas pemberontakan Iblis (Gap Theory).

Sehari dua puluh empat jam – harafiah, penciptaan selama dua puluh empat jam disebut penciptaan fiat. Dasar penciptaan selama 24 jam adalah Kejadian 1 dan 2. (1) Allah menciptakan manusia secara langsung (Kej. 1:@7, 2:7, 5:1, Ul. 4:32). (2) Allah menciptakan laki-laki dan perempuan dan langsung memberikan gender bagi mereka. (3) tiap kali Allah menciptakan Dia menggunakan waktu selama 24 jam perhari. (4)Allah menciptakan manusia sebagai keberadaan yang unik. 

Bagian Materi Dari Manusia
Struktur tubuh. 2 Kor. 5:1 dan I Tes. 5:23, Kej. 2:7. Kata Adam “Adamah” artinya tanah: kalsium, besi, potasium dan lain-lain. Setelah kematian (Kej. 3:19, Mzm. 104:29, Pkh. 12:7). Pandangan yang berkaitan tujuan dari tubuh. Tubuh adalah penjara jiwa. Jiwa: non materi dan baik. Materi: materi dan jahat, hal ini tidak Alkitabiah atau salah. Tubuh adalah satu-satunya yang terpenting dari manusia (hedonisme), hal ini menyangkali adanya jiwa. Tubuh adalah partner jiwa. Tubuh untuk mempermuliakan Allah (I Kor. 6:19).

Bagian Non-Materi Dari Manusia
Dalam Alkitab menjelaskan bahwa Allah menciptakan manusia menurut gambar darupaNya (Kej. 1:26-27). Apakah gambar Allah dalam diri manusia?? Hal ini tidak dapa dilihat karena Allah adalah Roh (Yoh. 4:24). Ini harus dilihat secara non-materi:
a. Personalitas. Manusia memiliki kesadaran diri, kehendak bebas, dann mengangkat dirinya diatas binatang (Kej. 1:28 dan 2:15).
b. Keberadaan spiritual. Allah adalah Roh. Jiwa manusia adalah suatu roh. Esensi suatu roh adalah penalaran, hati nuarani dan kehendak. Suatu roh adalah rasional, moral dan makhluk bebas.
c. Natur moral. Telah diciptakan dalam “kebenaran original” menunjuk pada pengetahuan, kebenaran dan kekudusan.

Asal mula bagian non-materi manusia. 1. Teori praeksistensi: mengajarkan bahwa manusia telah ada sebelumnya dan hal ini berakar dalam filsafat non-Kristen diajarkan oleh Hinduisme dan oleh Plato, Philo dan Origes. Teori ini mengajarkan bahwa keberadaan manusia terdahulu adalah roh malaikat kemudian dihukum karen dosa. 2. Teori penciptaan: setiap manusia diciptakan langsung oleh Allah dan hanya tubuh saja ditirunkan dari orang tua. Teori ini dipegang oleh Roma Katolik dan Kristen Reformasi seperti Charles Hodge. 3. Teori traducian: dipegeng oleh William G. T. Shedd menegaskan bahwa jiwa dan tubuh diturunkan dari orang tua.

Komposisi dari bagian non-materi manusia: 1. Pandangan dikotomi. Dari bahasa Yunani dicha “dua” dan temno “memotong”. Jadi manusia adalah keberadaan yang terdiri dari dua bagian yaitu tubuh dan jiwa. Nonmateri adalah jiwa dan roh yang memiliki substansi yang sama tapi memiliki fungsi yang berbeda. Ayat dukungan (Kej. 2:7) ada dua bagian manusia dari debu tahah dan nafas dari Allah. Ayub 27:3: jiwa dan roh digunakan secara bergantian. 2. Pandangan trikotomi: dari bahasa Yunani tricha “tiga” dan temno “memotong”. Manusia terdiri dari tiga bagian yaitu tubuh, jiwa dan roh memiliki fungsi dan substansi yang berbeda. 3. Pandangan multi-segi:manusia memiliki banyak bagian dan fungsinya. Menjabarkan natur non-materi manusia yaitu: pertama hati: menjabarkan intelektual manusia (Mat. 15:19-20). Kedua hati nurani: Allah menjadikan mereka sebagai saksi, hati nurani dipengaruhi oleh kejatuhan karena dosa dan tidak dapat dpercaya (1 Tim. 4:2 dan Rom. 2:15). Katiga akal budi: orang percaya telah dicemari oelh dosa (Rom. 1:28). Keempat kehendak: orang yang tidak percaya selalu cenderung untk mengikuti kehendak daging (Ef. 2:2-3).

Kejatuhan Manusia

Dalam kejadian 3 menjabarkan bagaimana kejatuhan manusia dalam dosa. Apa bila Adam bukan suatu kenyataan dalam sejarah maka penebusan yang dilakukan oleh Kristus tidak ada gunanya. Ada berbagai pandangan tentang komposisi manusia: pertama dikotomi: dalam materi yaitu tubuh: non-materi jiwa dan roh. Kedua trikotomi: dalam materi yaitu tubuh dan dalam non-materi: jiwa dan roh. Ketiga multi-segi: dalam materi ada tubuh dan non-materi ada: jiwa, roh, hati, kehendak, hati nurani dan pikiran. Ujian: dalam Kejadian Allah menguji Adam dan Hawa berkaitan dengan ketaatan mereka. Mereka bebas makan buah pohon manapun yang ada ditaman itu tetapi terkecuali buah pohon pengetahuan yang baik dan yang jahat. Ujian itu sederhana apakah mereka percaya dan taat kepada Tuhan atau tidak. Namun karena ketidaktaatan mereka akibatnya sangat fatal yaitu kematian rohani dan jasmani. Pencobaan: datang dari Setan. Iblis memberikan inspirasi yang salah kepada Kain untuk membunuh adeknya. Setan memberikan keraguan akan firman Allah (Kej. 3:1), berdusta (Kej. 3:4, Yoh. 8:44), mengatakan sebagian dari kebenaran (Kej. 3:5). Akibat dari dosa: 1. Penghakiman atas Ular (Kej. 3:14), 2. Penghukuman atas Setan (Kej. 3:15), 3. Penghukuman atas perempuan (Kej. 3:16), 4. Penghukuman atas laki-laki (Kej. 3:17-19), 5. Penghukuman atas umat manusia (Rom. 5:12), 6. Penghakiman atas ciptaan (Kej. 3:17-18).

Posting Komentar untuk "Berbagai Pandangan mengenai Penciptaan Manusia"