Berbagai Pandangan mengenai Penciptaan Manusia
Teori Evolusi
Teistik adalah pengajaran yang mengatakan bahwa tumbuh-tumbuhan dan
binatang-binatang dan manusia secara bertahap berevolusi dari bentuk yang lebih
rendah dan proses itu di supervisi oleh Allah. Penemuan-penemuan ilmiah dia
harmonisasikan dengan Alkitab. Masalahnya jika Adam bukan merupakan pribadi
yang historis dan Alkitabiah maka analogi tentang Kristus dan Adam adalah salah
(Rom. 5:12-21). Ajaran ini menafsirkan Kejadian pasal 1 dengan memakai
pendekatan puisi dan alegoris. Dan manusia bukan berasala dari nenek moyanngnya
manusia, melawan pandangan Kejadian 2:7.
Penciptaan yang bersifat progresif (teori masa dan hari),berdasarkan
Mazmur. 90:4 dan 2 Petrus 3:8 dalam penolakan atas enam hari penciptaan secara
harafiah. Berusaha merekonsiliasi Alkitab dengan ilmu pengetahuan. Teori
kesenjangan. Menempatkan periode waktu yang panjang antara Kejadian
1:1 dengan ayat 2, penciptaan terjadi dua kali, kalimat “gelap gulita belom
berbentuk dan kosong” itu adalah hukuman Allah atas pemberontakan Iblis (Gap
Theory).
Sehari dua puluh empat jam – harafiah, penciptaan
selama dua puluh empat jam disebut penciptaan fiat. Dasar
penciptaan selama 24 jam adalah Kejadian 1 dan 2. (1) Allah
menciptakan manusia secara langsung (Kej. 1:@7, 2:7, 5:1, Ul. 4:32). (2) Allah
menciptakan laki-laki dan perempuan dan langsung memberikan gender bagi
mereka. (3) tiap kali Allah menciptakan Dia menggunakan waktu
selama 24 jam perhari. (4)Allah menciptakan manusia sebagai
keberadaan yang unik.
Bagian Materi Dari Manusia
Struktur tubuh. 2 Kor. 5:1 dan I Tes. 5:23,
Kej. 2:7. Kata Adam “Adamah” artinya tanah: kalsium, besi,
potasium dan lain-lain. Setelah kematian (Kej. 3:19, Mzm. 104:29, Pkh.
12:7). Pandangan yang berkaitan tujuan dari tubuh. Tubuh adalah
penjara jiwa. Jiwa: non materi dan baik. Materi: materi dan jahat, hal ini
tidak Alkitabiah atau salah. Tubuh adalah satu-satunya yang terpenting
dari manusia (hedonisme), hal ini menyangkali adanya
jiwa. Tubuh adalah partner jiwa. Tubuh untuk mempermuliakan
Allah (I Kor. 6:19).
Bagian Non-Materi Dari Manusia
Dalam Alkitab
menjelaskan bahwa Allah menciptakan manusia menurut gambar darupaNya (Kej.
1:26-27). Apakah gambar Allah dalam diri manusia?? Hal ini tidak dapa dilihat
karena Allah adalah Roh (Yoh. 4:24). Ini harus dilihat secara non-materi:
a. Personalitas. Manusia
memiliki kesadaran diri, kehendak bebas, dann mengangkat dirinya diatas
binatang (Kej. 1:28 dan 2:15).
b. Keberadaan spiritual. Allah
adalah Roh. Jiwa manusia adalah suatu roh. Esensi suatu roh adalah penalaran,
hati nuarani dan kehendak. Suatu roh adalah rasional, moral dan makhluk bebas.
c. Natur moral. Telah
diciptakan dalam “kebenaran original” menunjuk pada pengetahuan, kebenaran dan
kekudusan.
Asal mula bagian
non-materi manusia. 1. Teori praeksistensi: mengajarkan bahwa
manusia telah ada sebelumnya dan hal ini berakar dalam filsafat non-Kristen
diajarkan oleh Hinduisme dan oleh Plato, Philo dan Origes. Teori ini
mengajarkan bahwa keberadaan manusia terdahulu adalah roh malaikat kemudian
dihukum karen dosa. 2. Teori penciptaan: setiap manusia
diciptakan langsung oleh Allah dan hanya tubuh saja ditirunkan dari orang tua.
Teori ini dipegang oleh Roma Katolik dan Kristen Reformasi seperti Charles
Hodge. 3. Teori traducian: dipegeng oleh William G. T. Shedd
menegaskan bahwa jiwa dan tubuh diturunkan dari orang tua.
Komposisi dari bagian
non-materi manusia: 1. Pandangan dikotomi. Dari bahasa Yunani
dicha “dua” dan temno “memotong”. Jadi manusia adalah keberadaan yang terdiri
dari dua bagian yaitu tubuh dan jiwa. Nonmateri adalah jiwa dan roh yang
memiliki substansi yang sama tapi memiliki fungsi yang berbeda. Ayat dukungan
(Kej. 2:7) ada dua bagian manusia dari debu tahah dan nafas dari Allah. Ayub
27:3: jiwa dan roh digunakan secara bergantian. 2. Pandangan trikotomi: dari
bahasa Yunani tricha “tiga” dan temno “memotong”. Manusia
terdiri dari tiga bagian yaitu tubuh, jiwa dan roh memiliki fungsi dan
substansi yang berbeda. 3. Pandangan multi-segi:manusia memiliki
banyak bagian dan fungsinya. Menjabarkan natur non-materi manusia yaitu: pertama
hati: menjabarkan intelektual manusia (Mat. 15:19-20). Kedua
hati nurani: Allah menjadikan mereka sebagai saksi, hati nurani
dipengaruhi oleh kejatuhan karena dosa dan tidak dapat dpercaya (1 Tim. 4:2 dan
Rom. 2:15). Katiga akal budi: orang percaya telah dicemari oelh
dosa (Rom. 1:28). Keempat kehendak: orang yang tidak percaya selalu cenderung
untk mengikuti kehendak daging (Ef. 2:2-3).
Kejatuhan Manusia
Dalam kejadian 3 menjabarkan bagaimana kejatuhan manusia dalam dosa. Apa bila Adam bukan suatu kenyataan dalam sejarah maka penebusan yang dilakukan oleh Kristus tidak ada gunanya. Ada berbagai pandangan tentang komposisi manusia: pertama dikotomi: dalam materi yaitu tubuh: non-materi jiwa dan roh. Kedua trikotomi: dalam materi yaitu tubuh dan dalam non-materi: jiwa dan roh. Ketiga multi-segi: dalam materi ada tubuh dan non-materi ada: jiwa, roh, hati, kehendak, hati nurani dan pikiran. Ujian: dalam Kejadian Allah menguji Adam dan Hawa berkaitan dengan ketaatan mereka. Mereka bebas makan buah pohon manapun yang ada ditaman itu tetapi terkecuali buah pohon pengetahuan yang baik dan yang jahat. Ujian itu sederhana apakah mereka percaya dan taat kepada Tuhan atau tidak. Namun karena ketidaktaatan mereka akibatnya sangat fatal yaitu kematian rohani dan jasmani. Pencobaan: datang dari Setan. Iblis memberikan inspirasi yang salah kepada Kain untuk membunuh adeknya. Setan memberikan keraguan akan firman Allah (Kej. 3:1), berdusta (Kej. 3:4, Yoh. 8:44), mengatakan sebagian dari kebenaran (Kej. 3:5). Akibat dari dosa: 1. Penghakiman atas Ular (Kej. 3:14), 2. Penghukuman atas Setan (Kej. 3:15), 3. Penghukuman atas perempuan (Kej. 3:16), 4. Penghukuman atas laki-laki (Kej. 3:17-19), 5. Penghukuman atas umat manusia (Rom. 5:12), 6. Penghakiman atas ciptaan (Kej. 3:17-18).

Posting Komentar untuk "Berbagai Pandangan mengenai Penciptaan Manusia"