Pengertian Dosa menurut Alkitab
Pengertian Dosa
Dosa adalah pelanggaran terhadap hukum Allah. Dalam bahasa Yunani parabasis berarti “melewati atau melanggar”. Dosa adalah kegegelan untk selaras dengan standar Allah. Kata hamartia artinya “|meleset dari sasaran”, “meninggalkan jalan kebenaran”. Dosa adalah suatu prinsip dari dalam diri manusia (Rom. 7:14, 17-25). Semua manusia memiliki natur dosa (Gal. 3:22). Dosa adalah suatu pemberontakan kepada Allah. Kata Yunani lain untuk dosa adalah anomia“tanpa hukum atau penahan” (1 Yoh. 3:4). Dosa adalah tindakan yang salah terhadap Allah dan manusia. Dalam Roma 1:18 adalah menunjuk pada “segala kefasikan dan kelaliman manusia”.
Asal Mula Dosa
Defenisi:status berdosa dan kondisi dimana manusia dilahirkan. Hal itu berasal dari akar oroginal dari umat manusia (Adam), setiap orang dari sejak kelahirannya. Akibat: pertama: manusia secara total tercemar, dari seluruh tindakan-tindakannya bukan berarti setiap yang dilakukan adalah dosa dan tidak ada sama sekali kebaikan didalamnya. Kedua: manusia memiliki natur dosa adalah kapasitas untuk melakukan segala sesuatu (baik dan jahat) yang tidak dapat diarahakan kepada Allah. Setiap bagian dari manusia telah tercemar: intelek (2 Kor. 4:4), hati nurani (1 Tim. 4:2), kehendak (Rom. 1:28), hati (Ef. 4:18). Dan keberadaannya secara total (Rom. 1:18-3:20).
Imputasi Dosa
Imputasi dosa:dari kata Latin “imputare” artinya memperhitungkan, mendakwakan pada seseorang (Rom. 5:12) yang mengatakan bahwa dosa masuk kedalam dunia karena Adam. Pandangan pelagian: Pelagius adalah seorang biarawan Inggris yang lahir kira-kira tahun 370 AD yang mengajarkan dokrin asingnya di Roma pada tahun 409 AD, dan ajaran ini dilanjutkan oleh Unitarian Modern. Pelagius mengajarkan bahwa Allah menciptakan setiap jiwa secara langsung (ia menyangkali doktrin teori traducian) dan setiap jiwa karena itu manusia tanpa salah dan cela. Tidak ada jiwa yang diciptkan atau yang lahir memiliki hubungan dengan Adam. Ajaran ini dinyatakan salah pada Konsili Carthage tahun 418 AD. Hal ini berlawanan dengan Alkitab, pada hal Alkitab mengajarkan yang sebaliknya (Yeh. 18:20). Pandangan Arminian: Jakobus Arminius (1560-1609) seorang teolog Belanda. Ajaran ini sama dengan Pelagianisme dan dipresentatifkan oleh (gereja Methodis, Wesley, Pentakosta dll). Pandangan Federal: berasala dari Cocceius (1603-1669) dan menjadi standar bagi teologi Reformasi dan hal ini diajarkan oleh Harles Hodge, J. Oliver Buswell, Jr, dan Louis Berkhof mereka memandang bahwa Adam adalah wakil dari seluruh umat manusia tapi ketidaktaatan tersebut penderitaan dirasakan oleh seluruh umat manusia. Pandangan Augustinian: menurut Augustine (354-430 AD) dan kemudia dipegeng oleh Calvin, Luther, Shedd dan Strong. Menyatakan bahwa semua manusia berdosa (Rom. 5:12).
Orang Kristen Dan Dosa
Konflik:menurut 1 Yohanes 2:16 dari tiga wilayah: pertamadunia (yunani:kosmos) “bahwa yang memusuhi Allah adalah hilang karena dosa, secara keseluruhan hilang, hancur dan tercemar tidak ilahi”. Kedua daging (Yunani:sarx) adalah alat yang mengingini dosa dan tunduk pada dosa dalam derajat tertentu, dimana daging berada semua bentuk dosa hadir dan tidak ada hal yang baik yang dapat hidup dalam daging. Ketiga Si jahat: adalah nyata, keberadaannya, pribadinya dan memusuhi orang kristen dan berusaha menjatuhkannya (1 Ptr. 5:8). Keempat provisi: Allah telah membuat provisi untuk menjaga orang Kristen dari jalan dosa. Yaitu: firman Allah (2 Tim. 3:16-17), pengantaraan Kristus (1 Yoh. 2:1) dan didiami oleh Roh Kudus (Rom. 8:9, Kis. 1:8, Ef. 1:13).

Posting Komentar untuk "Pengertian Dosa menurut Alkitab"