Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Kajian Historis Dan Teologis Terhadap Injil Yudas

 

Yudas Pahlawan Pembebas Jiwa atau Seorang Pengkhianat?

 Injil Yudas pertama kali disebut oleh Irenaeus dari Lyon dalam bukunya yang berjudul “Melawan Kaum Bidah” yang ditulis sekitar tahun 180 M.[1] Sudah tak terlihat selama berabad-abad, ternyata telah berhasil disembunyikan oleh gereja ortodoks. Namun tirai kerahasiaannya telah dibukakan oleh Rodolph Kasser dan menyatakan kepada dunia akademisi bahwa injil tersebut muncul dan terbuka kepada siapapun. Injil Yudas ditulis oleh orang yang tidak dikenal sekitar tahun 130-170 M.[2]

Kodeks Tchacos merupakan tulisan kuno dari Mesir yang dituliskan di atas lembar-lembar papyrus yang memuat empat naskah Gnostik yang ditulis dalam dialek Sahidik dalam bahasa Kopt, suatu bahasa kuno Mesir. Penemu tulisan ini adalah Herb Krosney ketika dia melakukan perjalanan tersembunyi untuk mencari harta karun sekitar 1978 di Mesir Tengah. Dialek Sahidik merupakan dialek lokal bahasa Kopt yang digunakan di Mesir Utara bagian Selatan. Penemuan ini terjadi pada saat mencoba-coba menggali kubur Jeber Qarara (sisi kanan tanggul) Sungai Nil, yang mendenominasi desa Ambar dekat Maghagha, 60 kilo meter sebelah utara Al Minya.[3]

Dalam Kodeks ini terdapat 4 bagian besar yaitu: pertama, Surat Petrus kepada Filipus (halaman 1-9) juga diketahui sebagai Kodeks Nag Hamadi VIII. Kedua, Jakobus (halaman 10-32) versi dari Wahyu Pertama Yakobus dari Kodeks Nag Hammadi V. Ketiga, Injil Yudas (halaman 33-58). Dan keempat, Kitab Allogenes atau Si Orang Asing – Set Putra Adan dan Hawa (halaman 59-66).[4] Kodeks ini dimiliki oleh Maecenas Foundation for Ancient Art pada tahun 2000. Bahasa asli injil Yudas adalah bahasa Kopt. Tetapi Rodolphe Kasser, Mervin Meyer, Gregor Wurst dan Francois Guardard bekerjasama menerjemahkannya ke dalam bahasa Inggris. Berikut merupakan empat kutipan langsung isi dari injil Yudas: pertama, Inilah kisah rahasia mengenai pewahyuan yang diucapkan Yesus dalam pembicaraanNya dengan Yudas Iskariot selama seminggu, 3 hari sebelum dia merayakan Paskah. Kedua, Tetapi engkau Yudas akan lebih besar dari mereka semua karena engkau akan mengorbankan wujud manusia yang meragai-Ku. Ketiga, Karena Yesus tahu bahwa Yudas telah memantulkan dalam dirinya sesuatu yang mulia, Yesus berkata kepadanya: Jauhilah yang lain, Aku akan memberitakan kepadamu rahasia Kerajaan. Keempat, aku tahu siapa Engkau sesungguhnya dan dari mana asalMu, Engkau berasal dari alam yang tidak mengenal kematian, tempat kediaman Barbelo. Dan saya tidak layak mengucapkan nama Dia yang telah mengutusMu.[5]

Tidak disebutkan adanya pengadilan terhadap Yesus, eksekusi dan kebangkitanNya. Injil Yudas telah membicarakan apa yang hendak dibicarakannya, bahwa ketaatan Yudas dan bagaimana ketaatan itu membantu Yesus menggenapi misi keselamatanNya. Yudas telah diubah dari penjahat menjadi pahlawan, dari pengkhianat menjadi orang suci.[6]

Sangat terlihat jelas dalam kutipan diatas bahwa dalam injil Yudas bernafaskan Gnotisisme. Dalam teks lain, Yesus seringkali menampakan diri sebagai anak kecil kepada muridNya. Lebih ironisnya lagi, dalam sebuah kisah pada waktu murid-murid sedang melakukan Doa Syukur dan Ekaristi, Yesus menertawakan mereka, karena sesungguhnya mereka tidak tahu apa arti yang mereka lakukan tersebut. Yesus menertawakan murid-muridNya karena kepicikan dan kebodohan mereka, bahkan menurut Yesus, Allah yang kepadaNya murid-murid berdoa, mereka tidak mengenalNya.

Dalam injil Yudas, Yudas dianggap sebagai “pahlawan pembebas jiwa” Yesus yang telah terpenjara dan tubuhnya. Dengan mengorbankan tubuh jasmani Yesus, Yudas memberi kesempatan kepadaNya untuk kembali kepada Roh asalNya, dunia ilahi yaitu Pleroma. Karena Yudas dianggap sebagai pembebas maka murid-murid yang lainnya sebagai pengkhianat.

Kitab-kitab Injil Kanonik dan injil Yudas memiliki perbedaan pemahaman teologi yang sangat signifikan, selain memiliki perbedaan, pertentangan demi pertentangan sangat terlihat bagaikan langit dan bumi jauhnya jurang pemisahnya. Berikut beberapa poin singkat perbedaan dan pertentangannya:

a.      Yesus: dengan suara bulat, keempat kitab Injil Kanonik mengatakan bahwa Yesus Kristus adalah Anak Allah (dalam Perjanjian Lama), Mesias dan Juruselamat. Tetapi injil Yudas memberikan perbedaan yang sangat sinifikan bahwa Yesus bukanlah Anak Allah (dalam Perjanjian Lama) tetapi Dia hanyalah sebagai utusan dari dunia spiritual untuk memberikan wahyu atau pengetahuan (gnosis) kepada siapapun yang dia kehendaki, salah satunya adalah Yudas Iskariot.

b.  Keselamatan: keselamatan dalam Injil Kanonik adalah anugerah Tuhan lewat pengurbanan, kematian dan kebangkitan Yesus Kristus. Tetapi dalam injil Yudas, keselamatan merupakan usaha manusia untuk terlepas dari penjara fisik (tubuh).

c.    Dosa: Dalam Injil Kanonik menjelaskan bahwa manusia dibebaskan dari hukuman (kematian) karena dosa atau pelanggaran terhadap hukum Allah. Tetapi injil Yudas memberikan pesan yang berbeda, bahwa manusia dibebaskan dari penjara tubuh yang telah memenjarakan manusia dari fisik atau dunia nyata ini.

d.   Penginjilan dan keselamatan: keselamatan yang diberitakan dalam Injil Kanonik terbuka bagi semua kalangan sosial, ekonomi, suku, budaya, bahasa dan sebagainya (bersifat eksetoris). Sebaliknya injil Yudas menegaskan bahwa keselamatan itu hanya diberikan kepada mereka yang telah menerima wahyu atau pengetahuan (gnosis) yang bersifat rahasia itu (bersifat esetoris).

e.  Manusia: Alkitab menegaskan bahwa manusia seperti Kain dan Yudas Iskariot merupakan pendosa dihadapan Allah tetapi dalam perspektif injil Yudas manusia yang melawan Tuhan dan firmanNya, merupakan manusia yang agung dan mulia.

f.     Yudas Iskariot: deskripsi yang dijelaskan oleh Injil Kanonik dengan injil Yudas mengenai pribadi Yudas sangat berbeda. Dalam Injil Kanonik, Yudas merupakan pengkhianat Yesus tetapi Injil Yudas menampilkan bahwa Yudas Iskariot adalah “pahlawan pembebas jiwa”, dialah yang membebaskan roh dan jiwa Yesus dari penjara tubuh Yesus. Kontribusi Yudas dalam kehidupan Yesus untuk menikmati kehidupan di dunia yang sesungguhnya sangat besar. Selain itu, Yudas disebut sebagai “roh ketiga belas”, ini kemungkinan karena dia dikeluarkan dari lingkaran kedua belas murid.


[1] James M. Robinson, The Secrets of Judas: Menafsir Ulang Peran Yudas (Jakarta: PT. Cahaya Insani Suci, 2006) 75.

[2] Ibid, The Secrets of Judas, 127, 130.

[3] Herbert Krosney, The Lost Gospel: Kisah Pencarian Injil Yudas Iskariot, Prakata Oleh Bart D. Ehrman, (Jakarta: PT Gramedia Pustaka Utama, 2006) 41-77.

[4] Rodolphe Kasser, Marvin Meyer dan Gregor Wurst (eds.), The Gospel of Judas: Injil Yudas, Tambahan Komentar Oleh Bart D. Ehrman, (Jakarta: PT Gramedia Pustaka Utama, 2006) xxxvi.

[5] Ibid, The Gospel of Judas: Injil Yudas, 3-39.

[6] Craig Evans, Merekayasa Yesus: Membongkar Pemutarbalikan Injil oleh Ilmuwan Modern (Yogyakarta: ANDI Offset, 2008) 303.

Posting Komentar untuk "Kajian Historis Dan Teologis Terhadap Injil Yudas"