Kajian Historis Dan Teologis Terhadap Injil Yudas
Yudas Pahlawan Pembebas Jiwa atau Seorang Pengkhianat?
Kodeks Tchacos
merupakan tulisan kuno dari Mesir yang dituliskan di atas lembar-lembar papyrus
yang memuat empat naskah Gnostik yang ditulis dalam dialek Sahidik dalam bahasa
Kopt, suatu bahasa kuno Mesir. Penemu tulisan ini adalah Herb Krosney ketika
dia melakukan perjalanan tersembunyi untuk mencari harta karun sekitar 1978 di
Mesir Tengah. Dialek Sahidik merupakan dialek lokal bahasa Kopt yang digunakan
di Mesir Utara bagian Selatan. Penemuan ini terjadi pada saat mencoba-coba
menggali kubur Jeber Qarara (sisi kanan tanggul) Sungai Nil, yang mendenominasi
desa Ambar dekat Maghagha, 60 kilo meter sebelah utara Al Minya.[3]
Dalam Kodeks ini
terdapat 4 bagian besar yaitu: pertama,
Surat Petrus kepada Filipus (halaman
1-9) juga diketahui sebagai Kodeks Nag Hamadi VIII. Kedua, Jakobus (halaman
10-32) versi dari Wahyu Pertama Yakobus dari Kodeks Nag Hammadi V. Ketiga, Injil Yudas (halaman 33-58). Dan keempat, Kitab Allogenes atau Si Orang Asing – Set Putra Adan dan
Hawa (halaman 59-66).[4]
Kodeks ini dimiliki oleh Maecenas Foundation for Ancient Art pada tahun
2000. Bahasa asli injil Yudas adalah bahasa Kopt. Tetapi Rodolphe Kasser,
Mervin Meyer, Gregor Wurst dan Francois Guardard bekerjasama menerjemahkannya
ke dalam bahasa Inggris. Berikut merupakan empat kutipan langsung isi dari injil
Yudas: pertama, Inilah kisah rahasia mengenai pewahyuan yang
diucapkan Yesus dalam pembicaraanNya dengan Yudas Iskariot selama seminggu,
3 hari sebelum dia merayakan Paskah.
Kedua, Tetapi engkau Yudas akan lebih besar dari
mereka semua karena engkau akan mengorbankan wujud manusia yang meragai-Ku. Ketiga, Karena Yesus tahu bahwa Yudas telah memantulkan dalam dirinya sesuatu
yang mulia, Yesus berkata kepadanya: Jauhilah yang lain, Aku akan memberitakan
kepadamu rahasia Kerajaan. Keempat, aku
tahu siapa Engkau sesungguhnya dan dari mana asalMu, Engkau berasal dari alam
yang tidak mengenal kematian, tempat kediaman Barbelo. Dan saya tidak layak
mengucapkan nama Dia yang telah mengutusMu.[5]
Tidak disebutkan adanya pengadilan terhadap Yesus, eksekusi dan
kebangkitanNya. Injil Yudas telah membicarakan apa yang hendak dibicarakannya,
bahwa ketaatan Yudas dan bagaimana ketaatan itu membantu Yesus menggenapi misi
keselamatanNya. Yudas telah diubah dari penjahat menjadi pahlawan, dari
pengkhianat menjadi orang suci.[6]
Sangat terlihat jelas
dalam kutipan diatas bahwa dalam injil Yudas bernafaskan Gnotisisme. Dalam teks
lain, Yesus seringkali menampakan diri sebagai anak kecil kepada muridNya.
Lebih ironisnya lagi, dalam sebuah kisah pada waktu murid-murid sedang
melakukan Doa Syukur dan Ekaristi, Yesus menertawakan mereka, karena
sesungguhnya mereka tidak tahu apa arti yang mereka lakukan tersebut. Yesus
menertawakan murid-muridNya karena kepicikan dan kebodohan mereka, bahkan
menurut Yesus, Allah yang kepadaNya murid-murid berdoa, mereka tidak
mengenalNya.
Dalam injil Yudas,
Yudas dianggap sebagai “pahlawan pembebas jiwa” Yesus yang telah terpenjara dan
tubuhnya. Dengan mengorbankan tubuh jasmani Yesus, Yudas memberi kesempatan
kepadaNya untuk kembali kepada Roh asalNya, dunia ilahi yaitu Pleroma. Karena Yudas dianggap sebagai
pembebas maka murid-murid yang lainnya sebagai pengkhianat.
Kitab-kitab Injil
Kanonik dan injil Yudas memiliki perbedaan pemahaman teologi yang sangat
signifikan, selain memiliki perbedaan, pertentangan demi pertentangan sangat
terlihat bagaikan langit dan bumi jauhnya jurang pemisahnya. Berikut beberapa
poin singkat perbedaan dan pertentangannya:
a. Yesus:
dengan suara bulat, keempat kitab Injil Kanonik mengatakan bahwa Yesus Kristus
adalah Anak Allah (dalam Perjanjian Lama), Mesias dan Juruselamat. Tetapi injil
Yudas memberikan perbedaan yang sangat sinifikan bahwa Yesus bukanlah Anak
Allah (dalam Perjanjian Lama) tetapi Dia hanyalah sebagai utusan dari dunia
spiritual untuk memberikan wahyu atau pengetahuan (gnosis) kepada siapapun yang
dia kehendaki, salah satunya adalah Yudas Iskariot.
b. Keselamatan:
keselamatan dalam Injil Kanonik adalah anugerah Tuhan lewat pengurbanan,
kematian dan kebangkitan Yesus Kristus. Tetapi dalam injil Yudas, keselamatan
merupakan usaha manusia untuk terlepas dari penjara fisik (tubuh).
c. Dosa:
Dalam Injil Kanonik menjelaskan bahwa manusia dibebaskan dari hukuman
(kematian) karena dosa atau pelanggaran terhadap hukum Allah. Tetapi injil
Yudas memberikan pesan yang berbeda, bahwa manusia dibebaskan dari penjara
tubuh yang telah memenjarakan manusia dari fisik atau dunia nyata ini.
d. Penginjilan
dan keselamatan: keselamatan yang diberitakan dalam Injil Kanonik terbuka bagi
semua kalangan sosial, ekonomi, suku, budaya, bahasa dan sebagainya (bersifat
eksetoris). Sebaliknya injil Yudas menegaskan bahwa keselamatan itu hanya
diberikan kepada mereka yang telah menerima wahyu atau pengetahuan (gnosis)
yang bersifat rahasia itu (bersifat esetoris).
e. Manusia:
Alkitab menegaskan bahwa manusia seperti Kain dan Yudas Iskariot merupakan
pendosa dihadapan Allah tetapi dalam perspektif injil Yudas manusia yang
melawan Tuhan dan firmanNya, merupakan manusia yang agung dan mulia.
f. Yudas Iskariot: deskripsi yang dijelaskan oleh Injil Kanonik dengan injil Yudas mengenai pribadi Yudas sangat berbeda. Dalam Injil Kanonik, Yudas merupakan pengkhianat Yesus tetapi Injil Yudas menampilkan bahwa Yudas Iskariot adalah “pahlawan pembebas jiwa”, dialah yang membebaskan roh dan jiwa Yesus dari penjara tubuh Yesus. Kontribusi Yudas dalam kehidupan Yesus untuk menikmati kehidupan di dunia yang sesungguhnya sangat besar. Selain itu, Yudas disebut sebagai “roh ketiga belas”, ini kemungkinan karena dia dikeluarkan dari lingkaran kedua belas murid.
[1] James M. Robinson, The Secrets of Judas: Menafsir Ulang Peran
Yudas (Jakarta: PT. Cahaya Insani Suci, 2006) 75.
[2] Ibid, The Secrets of Judas, 127, 130.
[3] Herbert Krosney, The Lost Gospel: Kisah Pencarian Injil Yudas
Iskariot, Prakata Oleh Bart D. Ehrman, (Jakarta: PT Gramedia Pustaka Utama,
2006) 41-77.
[4] Rodolphe Kasser, Marvin Meyer
dan Gregor Wurst (eds.), The Gospel of
Judas: Injil Yudas, Tambahan Komentar Oleh Bart D. Ehrman, (Jakarta: PT
Gramedia Pustaka Utama, 2006) xxxvi.
[5] Ibid, The Gospel of Judas: Injil Yudas, 3-39.
[6] Craig Evans, Merekayasa Yesus: Membongkar Pemutarbalikan
Injil oleh Ilmuwan Modern (Yogyakarta: ANDI Offset, 2008) 303.

Posting Komentar untuk "Kajian Historis Dan Teologis Terhadap Injil Yudas"