Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Latar Belakang Penulisan Surat 1 & 2 Korintus da Surat dan Galatia

 

Penulisan Surat 1 Korintus

Penulisan Kitab 1 Korintus ada kemungkinan balasan surat dari Paulus untuk surat dari Jemaat Korintus sendiri (1 Kor. 7:1), adanya laporan tentang keadaan jemaat dari Apolos dan khususnya dari keluarga Kloe. Adanya masalah-masalah yang dikemukakan dari kitab  ini menunjukkan alasan mengapa penulis menulis surat 1 Korintus.

Selain itu, rasul Paulus menulis surat 1 Korintus juga untuk memperbaiki kesalahan-kesalahan yang terjadi di jemaat Korintus dan untuk menjawab perlawanan guru-guru palsu yang mengacaukan jemaat serta dalam menentang hak kerasulan Paulus. Disamping itu ada alasan khusus mengapa Rasul Paulus menulis Kitab 1 Korintus, yaitu dia mau mengingatkan mereka untuk jemaat di Yerusalem yang hidup dalam kemiskinan (bnd. 1 Korintus 16: 1).

Surat yang bertemakan kesucian ini setidaknya memiliki dua alasan pokok Paulus dalam menulis surat ini:

1. Untuk membenarkan masalah yang serius dalam jemaat di Korintus yang telah diberitahukan kepadanya

2. Untuk memberikan bimbingan dan instruksi atas berbagai pertanyaan yang telah di tulis orang Korinstus.

Garis besar surat 1 Korintus

a. Pendahuluan (Psl. 1:1-9)

I.  Pembahasan Masalah-masalah yang telah diberitahukan kepada Paulus (Psl. 1:10-6:20)

I.1. Perpecahan dalam Jemaat (Psl. 1:10-4:21)

II.2. Masalah-masalah moral dalam Jemaat (Psl. 5:1-6:20)

II.    Jawaban Terhadap pertanyaan yang ditulis dari Jemaat Korintus (Psl. 5:1-6:20)

        II.1.   Pertanyaan mengenai perkawinan (Psl. 7:1-16:9)

        II.2.   Pertanyaan mengenai penggunaan Kemerdekaan Kristen (Psl. 8:1-11:1)

II.3. Pertanyaan mengenai ibadah bersama (Psl. 11:2-14:40)

II.4. Pertanyaan mengenai Kebangkitan (Psl. 15:1-58)

II.5. Kepastian Kebangkitan (Psl. 15:1-34)

II.6. Sifat Tubuh Kebangkitan (Psl. 15:35-37)

II.7. Pertanyaan mengenai pengumpulan uang bagi orang kudus (Psl.16:10-24)

b. Pengarahan-pengarahan Akhir (Psl. 16:10-24)

 Penulisan Surat 2 Korintus

Kitab 2 Korintus ditulis karena Rasul Paulus ingin agar jemaat dapat menerima kembali orang yang sudah bertobat, memberitahu mereka supaya waspada terhadap guru-guru palsu, memberi peringatan bagi yang belum bertobat dan menetapkan kerasulannya. Hal-hal lain yang menjadi latar belakang dari penulisan kitab 2 Korintus, yaitu:

1. Membela kerasulannya sebagai rasul Kristus, dan mengingatkan jemaat Korintus bahwa dia adalah pendiri jemaat, oleh sebab itu ia berhak untuk mengeluarkan gagasannya di dalam usaha pemeliharaan jemaat tersebut.

2. Mendorong mayoritas jemaat di Korintus yang tetap setia kepadanya sebagai bapa rohani mereka.

3. Menantang dan menyingkapkan rasul-rasul palsu yang terus-menerus berbicara menentang dia secara pribadi.

4. Menegur minoritas dalam jemaat yang sedang dipengaruhi oleh para lawan Paulus dan terus-menerus menolak wewenang serta tegurannya.

 

Kitab yang bertemakan “kerasulan Paulus” ini memiliki empat ciri, yaitu:

1. Merupakan surat yang paling yang banyak memberitahukan riwayat hidup Paulus.

2. Kitab ini melampaui semua surat kiriman lain dari Paulus dalam hal menyatakan kuatnya dan dalamnya kasih serta keprihatianan bagi anak rohaninya.

3. Berisi teologi yang paling lengkap dalam Perjanjian Baru mengenai penderitaan Kristen.

 

Penulisan Surat Galatia

Surat yang bertemakan “Keselamatan karena kasih karunia oleh iman” ini adalah surat Paulus yang pertama, yang ia tulis di Antiokhia pada perjalanan misinya yang pertama. Surat ini dilatarbelakangi karena banyak orang-orang yang bukan Yahudi, yang menerima Kristus dengan penuh semangat mengalami kebingungan setelah Paulus pergi meninggalkan mereka. Hal ini disebabkan, oleh datangnya beberapa orang pengajar Yahudi yang menggembar-gemborkan bahwa orang bukan Yahudi tidak dapat menjadi Kristen jikalau tidak menerima, baik Hukum Taurat Musa khususnya sunat. Oleh sebab itu, Paulus menulis surat ini dengan tujuan menjelaskan bagaimana sikap orang yang telah percaya terhadap Hukum Taurat.

Surat ini memiliki dua tujuan sebagai berikut:

1. Untuk menegaskan bahwa syarat-syarat yang dituntut hukum, tidak ada hubungannya dengan kasih karunia Allah dalam Kristus untuk keselamatan di bawah Perjanjian Baru.

2. Menegaskan lagi dengan jelas, bahwa dalam menerima Roh Kudus dan hidup rohani oleh iman kepada Tuhan Yesus Kristus serta bukan oleh ikatan kepada Hukum Taurat Perjanjian Lama.

3. Hukum Taurat masih berlaku, hanya saja tuntutannya sudah tidak berlaku lagi, karena telah digenapkan di dalam Kristus.

Posting Komentar untuk "Latar Belakang Penulisan Surat 1 & 2 Korintus da Surat dan Galatia"