Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Perkembangan dan Tantangan Misi pada Jaman Reformasi


Perkembangan Misi:
Sejarah misi pada periode ini, ditandai dengan perkembangan gereja kepada bangsa-bangsa Inggris dan Jerman. Beberapa rupa dari perkembangan gereja termaksud ialah: Pertama, pada tahun 498 raja Inggris Chlodwig I dibaptis. Kedua, banyak muncul misionarismisionaris perdana pada bangsa Inggris dan Jerman seperti: Patrisius, Agustinus dari Canterbury, Kolumbanus, Gallus, Kilian, Wilfrith, Willibrordus dan Bonefasius. Sejarah misi pada periode abad Pertengahan, tepatnya pada abad ke-9, juga ditandai dengan mulai masuknya agama Kristen ke tengah-tengah bangsa Slavia di Eropa Timur. Masuk dan bertumbuhnya gereja di bangsa-bangsa Slavia, adalah karena adanya pelayanan misi yang bernuansa penyebaran iman Kristen ke sana, yang dilakukan oleh uskup Kyrillos, Methodius,  para rahib Cisterciencer dan Premonstratenser. Sejarah misi pada abad Pertengahan, tepatnya pada abad ke -13 dan ke-14, juga ditandai dengan penyebaran iman Kristen kearah timur, kepada bangsa-bangsa Eropa yang beragama muslim dan kepada bangsa-bangsa Tartar, Mongol, China dan Persia.

Tokoh-tokoh:
Sebagai tokoh misi di zaman reformasi yang terlibat seperti Philip Melancthon, Huldreich Zwingli di Swiss (1484-1531), Marthin Luther dan John Calvin, Yohanes Amos Comenius dan Yohanes Calvin (1509-1564), yang berasal dari Perancis dan memimpin Reformasi dari kota Jenewa (Swiss)

Bentuk Misi:
Marthin Luther memberikan perhatian dan kontribusi yang besar bagi pendidikan Kristen, sehingga ia mendesak pemimpin Jerman untuk mendirikan sekolah.

Strategi Misi:
1.  Marthin Luther memiliki andil yang besar dalam sejarah gereja untuk memperjuangkan doktrinal yang berusaha membangun teologi yang di dasarkan Alkitab, seperti Sola Fide (dibenarkan karena iman), Sola Gracia (hanya anugrah Allah), Sola Scriptura (Alkitab adalah Firman Allah), Sola Chirsto (Kristus adalah anak Allah yang telah menjadi manusia untuk menyelamatkan manusia), Soli Deo Gloria (kemuliaan hanya bagi Allah).

2. Marthin luther menerjemahkan Alkitab kedalam bahasa awam, serta komitmen terhadap kedaulatan Kitab Suci yang bukan hanya sekedar simbol reformasi, justru hal tersebut yang menjadi pusat dari gerakan kembali kepada ajaran yang benar tentang Kitab Suci yang membedakan pendidikan Kristen dari semua sistem pengajaran lainnya. Menekankan kembali pendidikan orang Yahudi, menempatkan rumah tangga sebagai pusat dari pendidikan iman. John Calvin di Jenewa rajin dalam mendirikan sekolah terutama akademi Jenewa, bahkan menjadi tempat perguruan tinggi khusus gereja Pro-Reformasi di seluruh Eropa[1].

Tantangan Misi:
1. Pada zaman reformasi kegiatan misi kurang mendapat perhatian, aktifitas gereja terhambat disebabkan karena: menurut pendapat umum bahwa rakyat harus mengikuti raja dalam memeluk agamanya, adanya pemikiran bahwa pesan Tuhan Ysus dalam Matus hanya berlaku untuk para rasul dan penginjilan dunia sudah digenapi pada jaman rasul-rasul, sehingga mereka berpandangan tidak perlu lagi dalam bermisi.
2. Adanya kekejaman bahkan pembunuhan yang dilakukan oleh kaum barbar dari Eropa yang menentang keKristenan[2].
3. Karakteristik kedua adalah doktrin gereja atau agama adalah benar dan tidak mungkin salah. Demikian penjelasan Lindbeck, “For a propositionalist, if a doctrine is once true, it is always true, and if it is once false, it is always false.[3]


Contra Reformasi
Tokoh-tokoh: Fransiscus Xaverius (menginjil dibeberapa negeri Asia), Roberto de Nobili SJ berkerja di India dan Motteo Ricci SJ di Tiongkok, Andriaan Savaria (Leiden dan London), Ant. Walaeus (mendirikan Seminarium Indicium di Leiden untuk mendidik pengkhotbah-pengkhotbah dan penginjil-penginjil untuk Indonesia: Yohanes Hoornbeek, Gisbertus Voetius.

Pada abad 16, zaman Alkitab diterjemahkan dalam beberapa bahasa, bahkan diterjemahkan dalam beberapa bahasa. Pada abad 18, terjadi kesadaran akan panggilan Tuhan bagi umat Kristus untuk mengabarkan Injil untuk menyelamatkan jiwa yang dipengaruhi pihak Pietisme dan Metodisme. 




[1]  Robert, R. Boehlke. Sejarah Perkembangan Pikiran dan Praktek pendidikan Agama Kristen: Dari Yohanes Amos Comenius sampai Perkembangan PAK di Indonesia (Jakarta: BPK Gunung Mulia, 2003). 187.
[2]Luis N. Rivera, A Violent Evangelism: The Political and Religious Conquest of the Americas (Louisville, Kentucky: Westminster/John Knox Press, 1992), 211.
[3]George Lindbeck,  The Nature of Doctrine: Religions and Theology In a Postliberal Age (London: SPCK, 1984), 8. 

Posting Komentar untuk "Perkembangan dan Tantangan Misi pada Jaman Reformasi"