Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Pembimbing dalam Eksegesa Perjanjian Baru

 

Bimbingan ke dalam Eksegesis
Eksegesis untuk menunjukkan kepada penyelidikan Alkitab yang bersifat bahasa asli, sejarah dan makna yang sesungguhnya yang menurut konteksnya. Istilah yang lebih luas untuk ilmu penafsiran ini secara historis yang mencakup eksegesis adalah hermeneutika. Untuk menjelaskan makna yang tergantung dalam teks suci yang ditolis pada jaman kuno untuk sekarang ini. Alasan-alasan untuk melakukan eksegesis:
1.      Sebagai suatu cara berkarya untuk menerobos kitab dalam Alkitab,
2. Sebagai suatu usaha untuk memecahkan kesulitan-kesulitan yang amat dikenal sebagai sebuah curx, atau bagian dari permasalahan (I Kor. 7:14, 15:29).
3.      Sebagai persiapan untuk berkhotbah dan sebagai sebagai solusi dalam penggembalaan.
  
Pada dasarnya Perjanjian Baru ditulis dalam empat tipe sastra:
1.   Dalam surat-surat terdiri dari paragraf-paragraf argumentasi dan nasihat. Disini harus diperhatikan alur argumentasi penulis supaya memahami setiap paragraf dan kalimatnya,
2.      Kitab-kitab Injil terdiri dari perikop-perikop, suatu cerita atau pengajaran,
3.   Kisah Para Rasul, suatu rangkaian cerita-cerita yang saling berkaitan yang membentuk seluruh cerita yang diselingi pidato-pidato,
4. Kitab Wahyu suatu rangkaian dari penglihatan-penglihatan untuk membentuk sutau cerita apokaliptik (penyingkapan) yang lengkap.
 
Kunci untuk melakukan eksegesis yang baik adalah kemampuan untuk mengajukan pertanyaan yang tepat mengenai teks (mengenai isi dan konteks) seperti mengenai sejarah dan sastra (latar belakang penulisan, sejarah, sosiologi, budaya, penduduk, agama, lingkungan sosial, ekonomi dan tujuan penulisan). Penelitian teks (textual criticism-kata penulis yang sebenarnya), fakta yang berhubungan dengan bahasa (lexical data-arti kata), fakta tata bahasa (grammatical data-hubungan kata satu dengan yang lain).
Cara atau langkah-langkah menulis sebuah karya eksegesis:
1.      Selidiki konteks sejarah secara umum,
2.      Tegaskan batasan konteks yang di eksegesis,
3.      Jadilah akrab dengan paragraf atau perikopnya,
4.      Analisa susunan kalimat dan hubungan sintaksisnya,
5.      Membangun teks dan analisa tata bahasa (kata-kata yang penting),
6.      Selidiki latar belakang budaya dan sejarah (sejarah khusus teks yang dibahas),
7.      Tentukan sifat formal dari surat (Surat-surat), konteks sastra, perikop perkataan-perkataan (Injil),
8.      Analisa perikop dalam konteks ceritanya,
9.      Selidiki persoalan sejarahnya (Kisah Para Rasul), pahami ciri formal dari wahyu (kitab Wahyu),
10.  Pertimbangkan konteks teologi dan Alkitab secara luas, periksalah buku-buku tambahan,
11.  Siapkan terjemahan akhir,
12.  Tulislah karya anda.
 
Langkah-Langkah Permulaan Untuk Semua Tipe Sastra (Genre)
Menyelidiki konteks secara umum. Sebelum menyelidiki kalimat atau paragraf, terlebih dahulu mengetahui siapa penulisnya, penerima, apa hubungan mereka, dimana penerima tinggal, apa situasi pada saat itu, apa maksud penulis, apa tema besarnya, apa garis besarnya?. Mencari tahu tentang penerima, tjuan penulisan, penekanan khusus, menyusun garis besar kitab. Membuat perbandingan dari buku-buku tambahan. Membuat daftar sementara untuk kesukaran eksegesis, membaca diberbagai terjemahan, hubungan kata-perkata dan kalimat-perkalimat. Perbandingan penafsir teks kuno dan penafsir sekarang, analisa tata bahasa, analisa kata penting, latar belakang sejarah dan budaya.
 
Pertimbangan-Pertimbangan Khusus Untuk Tipe Sastra (Genre) Yang Berbeda
Dalam mengeksegesa surat-surat harus menentukan sifat formalnya dan menemukan perbedaan perbedaan sifatnya, aspek-aspek persuratan kuno, ciri-ciri retorika, konteks sejarah, pendengar pada saat itu, kata-kata kunci, garis besar, konteks isinya. Dalam mengeksegesis Injil: menentukan sikap formal dan perikop, sastra umum dan khusus, pemilahan, penyaduran, penyusunan, pertimbangkan latar kehidupan dan pelayanan Yesus. Mengeksegesis Kisah Para Rasul: persoalan-persoalan sejarah dan konteks sastra. Dalam kitab Wahyu:memahami sifat formal kitab Wahyu, latar belakang dan gambarannya, pandanglah penglihatan secara keseluruhan, konteks sejarah dan sastra.
 
Langkah-Langkah Umum Untuk Semua Tipe Sastra
1.      Mempertimbangkan konteks teologi dan Alkitab yang luas,
2.      Sumber-sumbertambahan dari kepustakaan: pandangan orang lain, membandingkan, menerapkan penemuan dan karya baru dari anda,
3.      Masalah-masalah: konteks, gambaran, argumentasi, kesimpulan, latar belakang kehidupan Yesus.
 
Analisa Susunan Kalimat
Membuat Sebuah Kalimat Mengalir. Ini adalah bentuk dari pendiagraman yang tujuannya adalah
untuk menggambarkan secara grafis melalui koordinasi (yang berhubungan), idensasi (menaruh melalui mengikuti ketukan spasi kesamping) dan subordinasi (penempatan kebawah karena kurang penting), hubungan antra kedua kata dalam sebuah kalimat. Memulai dengan subyek, predikat dan objek, kedua (subordinasi dengan idensasi, ungkapan kata depan, kepemilikan (genetif), kalimat keterangan, anak kalimat benda, kata kerja benda (infinitif) atau aktif). Ketiga hubungkan melalui garis tegak, keempat, pisahkanlah tanda-tanda susunan, kelima, mewarnai kata yang sering muncul, keenam, telusuri argumantasi dengan memberi tanda. Membuat kalimat sederhana yang menggambarkan isi
 
Membangun Teks
1.  Mempelajari konsep-konsep dasar tentang penyelidikan Perjanjian Baru: kata varian atau unit varian, varian disengaja atau tidak disengaja, variasi (penambahan, penghilangan, transposisi, penggantian, penyebab-penyebab), tujuan. 
2.      Menyiapkan varian teks dan bukti pendukunya,
3.  Menilai varian masing-masing sesuai dengan kriteria penilaian dan bukti eksternal: memperbanyak bukti-bukti yang mendukung, penyebaran geografis, meningkatkan hubungan tekstual, menetapkan mutu dari bukti.
4.  Menilai masing-masing varian: leksikon, gramatikal, korkordansi gramcord (perangkat lunak komputer),
5.      Menilai masing-masing varian melalui kriteria yang ada.
 
Analisa Tata Bahasa
a.       Menyajikan informasi tata bahasa untuk kata-kata dalam teks dalam selembar kertas: menimpan informasi leksikal, memisahkan kata-kata, memeriksa kelengkapan, penggunaan,
b.      Membiasakan diri dalam tata bahasa dasar: tata bahasa menengah, mahir dan alat bantu lainnya, 
c.       Memisahkan kata-kata dan anak-anak kalimat: menetapkan kasus dan alasan kata benda dan kata ganti orang, kata penghubung, kata penekanan, partisip (keadaan, keterangan), menetapkan keputusan dalam tata bahasa dan kesimpulan.  
 
Analisa Kata-Kata
1.      Memisahkan kata-kata penting dalam teks yang membutuhkan penyelidikan khusus,
2.      Menganalisa konteks dengan cermat dan menetapkan arti yang benar setelah dieksegesis.
 
Latar Belakang Sejarah Dan Budaya
Pandangan mengenai politik, agama, dan cara berpikir pada masa Yudaisme, Roma Helenis. Latar belakang Yahudi, Yunani dan Romawi, sosiologi (hubunagn sosial) dan budaya dalam pandangan Perjanjian Lama dan Perjanjian Baru sesuai dengan koteksnya. Dengan tujuan: untk menentukan pergaulan budaya pada saat itu, apakah pada dasarnya hanya Yahudi atau campuran, untuk menentukan pentingnya tempat dan orang-orang, kebiasaan dan adat-istiadatnya, juga hubungannya dengan penulis.
 
Analisa Perikop
1.      Pemilihan: perikop atau kata yang perlu di eksegesis,
2.      Penyesuaian: perbedaan-perbedaan dalam Injil yang lain,
3.   Penyusunan: mengerti konteks satranya dan penempatannya. Dalam pemilihan sinopsis, perlu dipisahkan antara persamaan dan perbedaan Injil yang satu dengan yang lain.
 
 
Bimbingan Singkat untuk Eksegesis Khotbah
Tugas eksegesis adalah menemukan arti dari Firman itu sendiri yang sesuai dengan tujuan Allah dan penulisnya. Dalam berkhotbah harus didasarkan pada teks dan eksegesis yang baik. Dalam menentukan teks yang akan dikhotbahkan, harus menentukan kitab yang akan dikhotbahkan terlebih dahulu, pasalnya, dan perikop atau ayatnya. Harus dibaca secara keseluruhan terlebih dahulu dan dengan berulangkali (teks yang dikhotbahkan). Membuat terjemahannya dari bahasa aslinya ke bahasa sendiri. Menyelidiki susunan daftar kalimat yang penting dan mulai menggunakan daftar naskah khotbah. Memeriksa pokok-pokok kata-kata yang penting, bahasa yang tidak biasa, membingungkan dan diulang-ulang. Membuat daftar istilah penting dan mencari tahu artinya dan tujuannya. Menyelidiki tentang sejarah dan budaya, persoalan-persoalan konteks, membaca dan menyelidiki diliteratur lain atau buku-buku tafsiran, konteksnya dalam Alkitab dan teologi, menyelidiki dalam berbagai versi bahasa. Daftar pokok-pokok yang penting dan penerapannya dalam kehidupan, kenalilanh pendengar anda. Membuat sebuah garis besar, serangkaian khotbah (pendahuluan dan kesimpulan atau penerapan).
 
Alat dan Sumber untuk Langkah Eksegesis
Menyelidiki konteks historis secara umum, menegaskan batasan teks, tinjauan paragraf atau terjemahan teks, gamabaran tau aliran kalimat, melakukan penyelidikan teks, menyelidiki tata bahasa, memiliki alat-alat bantu (kamus dan sebagainya), menyelidiki latar belakang sejarah dan budaya. Dalam mengeksegesis surat-surat: penyelidikan retorika, konteks sejarah khusus, konteks satra. Dalam mengeksegesis Injil: penyelidikan perikop, konteks narasi, persoalan-persoalan sejarah, konteks sastra, teologi Alkitabiah, buku-buku tambahan atau tafsiran, alat bantu kepustakaan, jurnal-jurnal dan setelah itu melakukan penerjemahan dan penerapan.

Posting Komentar untuk "Pembimbing dalam Eksegesa Perjanjian Baru "