Biografi Singkat Dan Pandangan Jurgen Habermes Mengenai Sosiologis
Riwayat Hidup
Jurgen Habermas Lahir pada 18 juni 1929 abad ke-20 di kota Dusseldorf, Jerman. Habermas dibesarkan di kota Gummersbach, sebuah kota kecil didekat dengan Dusseldorf dimana dia dilahirkan. Hebermas dilahirkan dengan bibir sumbing dan menjalankan operasi sebanyak dua kali pada masa kecilnya. Kekurangan tersebut membuat cara pandangnya berbeda tentang pentingnya komunikasi dan lebih memilih menuangkan pikirannya dalam media. Dia hidup di keluarga kelas menengah yang tradisional, ayahnya pernah menjabat sebagai direktur kamar dagang. Masa remajanya berada di akhir perang dunia ke-2 sehingga ia berada di bawah pengaruh keadaan perang dunia ke-2 dan disanalah Habermas mulai menyadari akan kekejaman dibawah kepemimpinan Adolf Hitler, sehingga dia memunculkan sebuah pemikiran akan pentingnya demokrasi di dalam sebuah negara. . Habermas Mencapai usia 87 tahun. Isterinya bernama Ute Wesselhoft.
Dia melanjutkan sekolahnya di Universitas Gottingen di sana dia mempelajari tentang kesusastraan sejarah dan filsafat, dia juga mengikuti kuliah tentang psikologi dan ekonomi. Setelah menyelesaikan studinya di universitas Gottingen kemudian dia melanjutkan di Universitas Bonn dia mendapatkan gelar ‘’doktor filsafat’’ pada tahun 1952 dengansebuah disertasi berjudul Das Absolute und die Geshicte. Jurgen Habermas pernah menjadi peneliti dan asisten Theodor Adorno, tahun 1964 hasil penelitiannya mengenai sikap politik mahasiswa di Universita Frankfurt dipublikasian dalam sebuah buku yang berjudul Student und Politik, di sana dia makin berkenalan dengan pemikiran Marxisme. Dalam waktu yang hampir sama diapun menjadi seorang professor di bidang filsafat dan sosiologi pada tahun 1961 sampai 1964.
Kemudian dia keluar dari Universitas Frankfurt, kemudian dia
menerima tawaran untuk bekerja di Max Planck institut di kota Stanberg sebagai
peneliti ditempat itulah dia mencapai kematangan atas pemikiran filosofinya.
Habermas bekerja ditempat itu selama 10 tahun sampai pada akhirnya lembaga
penelitian itu dibubarkan. Ditempat dimana dia bekerja ini Habermas banyak
menulis karya-karya diantaranya adalah; Legitimationsprobleme im
spatkapitalismus (1973), Kultur und kritik (1973), Zur
Rekonstruktion des Historischen Materialismus (1976). Salah satu karya
tulis terbaik dari Habermas adalah Theorie des kommunikativen
Handelns (1981). Tetapi pada akhirnya Habermas kembali ke universitas
Frankfurt sebagai professor filsafat dai mengajar disana sampai masa pensiunnya
pada tahun 1994, saat itu Habermas telah memiliki reputasi internasional yang
besar dan banyak diminta menjadi pembicara di berbagai pertemuan dan diskusi
umum.
Teori dan Pandangan Jurgen Habermas
Jurgen Habermas merupakan
penerus Marxian yang memiliki pemikiran yang sangat kritis, dia merupakan
generasi kedua dari mazhab Frankfurth seorang filsuf yang sangat terkenal. Dia
yang telah menghidupkan kembali Mazhab Frankfurth yang sempat berhenti,
Habermas yang juga melanjutkan kembali teori kritis yang telah menjadi proyek
dari pendahulunya (Max Horkheimer, Theodor Adorno, dan Herbert Marcuse). Pemikiran Habermas
terbentuk dalam sebuah dialektika dengan pemikiran Marxi (an) dan utamanya
Mazhab Frankfurt, sebuah aliran neo-marxisme juga. Habermas mengupayakan untuk
mengatasi segala kebuntuan yang ada.
Teori Kritis
Teori kritis ini dilahirkan
oleh Mazhab Frankfurt yang memiliki maksud membuka seluruh selubung ideologis
dan irasionalisme yang telah dilenyapkan oleh kebebasan dan kejernihan berpikir
manusia modern. Namun teori yang telah dirumuskan oleh para pendahulu Habermas
berakhir dengan kepesimisan atau kebuntuan. Namun teori ini tidak berhenti
begitu saja, Habermas telah membangkitkan kembali teori itu sebagai paradigma
yang baru. Jurgen Habermas menjelaskan teori kritis sebagai suatu metodologi
yang berdiri di dalam ketegangan dialektis antara filsafat dan ilmu
pengetahuan. Teoritis tidak hanya fakta-fakta obyektif, teori kritis berusaha
untuk menembus realitas sosial sebagai fakta sosiologis, untuk menemukan
kondisi yang bersifat trasendetal yang melampaui data empiris. Teori kritis
merupakan teori ideologi. Jurgen
Habermas menjelaskan teori kritis ini dalam sebuah paradigma yang baru. Menurut
Habermas komunikasi dapat menyelesaikan kemacetan teori kritis yang telah
dirumuskan oleh para pendahulunya. Habermas berpendirian kritik hanya dapat
maju dengan rasio komunikatif yang dimengerti sebagai praksis komunikatif atau
tindakan komunikatif. Masyarakat komunikatif adalah masyarakat yang bukan
menyelesaikan persoalan dengan kekerasan, tetapi melalui komunikasi
(argumentasi) yang baik antar dua atau lebih pihak yang bersangkutan. Yang
kemudian Habermas membedakan argumentasi menjadi dua macam; perbincangan atau
diskursus dan kritik.
Ada enam tema dalam teori
kritis menurut Habermas:
1.
Bentuk-bentuk integrasi sosial masyarakat post liberal
2.
Sosialisasi dan perkembangan ego
3.
Media massa
4.
kebudayaan massa
5.
Psikologi sosial protes
6.
Teori kritik atau positivisme
Demokrasi Deliberatif
Teori ini tidak memfokuskan
pandangannya dengan aturan-aturan tertentu yang mengatur warga, tetapi sebuah
prosedur yang menghasilkan aturan-aturan itu. Teori demokrasi deliberative ini
membantu untuk bisa mengambil keputusan-keputusan politis diambil dan dalam
kondisi bagaimana aturan-aturan itu dihasilkan sedemikian rupa sehingga
warganegara mematuhi peraturan-peraturan itu. Demokrasi deliberatif ini
menyangkut tentang keputusan-keputusan kolektif itu, yang secara tidak langsung
bahwa opini-opini publik dalam menghasilkan sebuah keputusan-keputusan sehingga
setiap warganegara dapat mematuhinya. Teori demokrasi deliberatif ini,
menyatakan bahwa kedaulatan rakyat dapat mengontrol setiap keputusan mayoritas.
Masyarakat dapat mengkritisi kebijakan yang dikeluarkan oleh pemerintahan.
Opini publik memiliki fungsi untuk mengendalikan politik formal atau setiap
kebijakan-kebijakan pemerintahan.
Ruang Publik
Menurut Habermas ruang
publik memiliki peran yang cukup berarti dalam proses berdemokrasi. Dalam ruang
public inilah masyarakat dapat menyampaikan segenap aspirasi dan opini-opini
terhadap setiap keputusan-keputusan yang sudah diambil oleh pemerintah. Ruang
publik bukan hanya sekedar fisik, maksudnya sebuah institusi atau organisasi
yang legal, melainkan adalah komunikasi warganegara itu sendiri. Ruang public
ini bersifat bebas, terbuka, transparan dan tidak ada intervensi pemerintah
atau otonom di dalamnya. Ruang public bukan hanya ada satu, tetapi ada banyak
ruang public ditengah-tengah masyarakat warga. Di mana ada masyarakat berkumpul
bersama dan berdiskusi tentang tema-tema yang relevan, maka disitu hadir ruang
public. Ruang public tidak terikat dengan kepentingan-kepentigan pasar maupun
politi, oleh sebab itu, ruang public tidak terbatas.
Poin penting dalam pemikiran Jurgen Habermas adalah sebagai berikut
Ø Jurgen
Habermas merupakan seorang filosofi dari Jerman yang menggunakan sifat kritis
terhadap berbagai macam permasalahan dan persoalan yang termasuk dalam teori
tradisional, yang dia lakukan bersama temannya yaitu Adorno dan Horkheimer yang
termasuk dalam mazhab Frankfuth.
Ø Habermas
memiliki kesadaran untuk mengkritisi segala tindakan yang merugikan kehidupan
sosial, baik itu secara individu, kelompok, masyarakat ataupun organisasi.
Ø Habermas
menggunakan dua pendekatan dalam mengkritisi sesuatu yaitu gaya pemikiran
historis dan pemikiran materialis, sehingga dia selalu menggunakan gaya
filsafat kritis. Karena Habermas melihat adanya perubahan dalam kehidupan
sosial, namun perubahan tersebut tetap dalam kerangka sosial yang nyata.
Ø Komunikasi menjadi titik tolak Habermas dan itu menjadi dasar dalam usaha mengatasi kebuntuan teori kritis para pendahulunya.

Posting Komentar untuk "Biografi Singkat Dan Pandangan Jurgen Habermes Mengenai Sosiologis"