Latar Belakang, Tujuan Dan Tempat Penulisan Surat 1 Dan 2 Korintus
Paulus menulis surat kiriman ini kepada jemaat di Korintus dan kepada orang percaya di seluruh Akhaya (2Kor. 1:1) “Dari Paulus, yang oleh kehendak Allah menjadi rasul Kristus Yesus, dan dari Timotius saudara kita, kepada jemaat Allah di Korintus dengan semua orang kudus diseluruh Akhaya. Dengan menyebut namanya sendiri sebanyak dua kali (2Kor. 1:1; 2Kor. 10:1). Setelah mendirikan jemaat di Korintus selama perjalanan misinya yang kedua, Paulus dan jemaat itu sering berhubungan karena masalah dalam jemaat.
Urutan hubungan ini dan latar
belakang penulisan 2 Korintus adalah sebagai berikut:
1. Setelah beberapa kali berhubungan
dan surat-menyurat yang awal di antara Paulus dengan jemaat itu (misalnya:
“1Kor.1:11; 1 Kor.5:9; 1Kor. 7:1”), maka Paulus menulis surat 1 Korintus dari
Efesus (awal tahun 55/56).
2. Berikut, Paulus menyeberangi Laut
Aegea menuju Korintus untuk menangani masalah yang berkembang dalam jemaat.
Kunjungan ini di antara 1 dan 2Korintus 2Kor.13:1-2) merupakan suatu kunjungan
yang tak menyenangkan, baik bagi Paulus maupun bagi jemaat itu (2Kor 2:1-2).
3. Setelah kunjungan ini, ada laporan
disampaikan kepada Paulus di Efesus bahwa para penentang di Korintus itu masih
menyerang pribadinya dan wewenang rasulinya, dengan harapan agar mereka dapat
membujuk sebagian jemaat itu untuk menolak Paulus.
4. Sebagai tanggapan terhadap laporan
ini, Paulus menulis surat 2 Korintus dari Makedonia (akhir tahun 55/56).
5. Segera sesudah itu, Paulus mengadakan perjalanan ke Korintus lagi( 2Kor. 13:1), dan tinggal di situ selama lebih kurang tiga bulan (bd. Kis. 20:1-3a). Dari situ ia menulis kitab Roma.
Korintus (Bahasa Yunani Κόρινθος/Korinthos) ialah sebuah kota di Tanah Genting Korintus, yang terbentang antara Peloponnesus ke Yunani Daratan. Kota ini didirikan di Zaman Neolitikum sekitar tahun. 6000 SM. Pada tahun 146 SM, Korintus sempat dihancurkan oleh Lucio Mummio dari Romawi, dan kota ini didirikan kembali pada tahun 44 SM oleh Gaius Julius Caesar. Sekarang Korintus adalah ibukota Prefektur Korintia.
Kota Korintus disebut berulangkali di Alkitab bagian Perjanjian Baru, terutama berkaitan dengan pekerjaan pekabaran Injil oleh rasul Paulus di sana. Paulus menulis 2 surat kepada jemaat di Korintus yang dimasukkan menjadi bagian Alkitab, yaitu Surat 1 Korintus dan Surat 2 Korintus. Surat yang pertama mengindikasikan sejumlah konflik antara gereja di sana dengan masyarakat di sekitarnya. Sejumlah pakar menduga bahwa Paulus sempat datang sesaat "dalam dukacita di antara penulisan surat pertama dan kedua. Setelah penulisan surat yang kedua, Paulus tinggal di Korintus lagi selama sekitar 3 bulan. Di akhir musim dingin (sebelum hari Paskah Yahudi), dan di sana ia menulis suratnya kepada jemaat di Roma. Kota Korintus lama (sampai tahun 1858) dan baru (sejak 1858).
Dari informasi di dalam surat-suratnya kepada jemaat di Korintus, sejumlah pakar menduga bahwa Paulus sebenarnya menulis sebanyak 4 surat. Di mana hanya 2 yang dimasukkan ke dalam kanon Alkitab. Ada juga naskah apokrif berjudul "Surat Paulus yang ketiga kepada jemaat di Korintus" yang ditolak untuk dimasukkan ke dalam kanon.
Surat Paulus yang Kedua kepada Jemaat di Korintus merupakan salah satu dari ketiga surat (1 & 2 Korintus serta Roma) yang menempati posisi sentral dalam bagian Perjanjian Baru di Alkitab Kristen. Adalah lanjutan dari surat pertama yang juga ditujukan untuk jemaat di kota Korintus, Yunani. Surat ini langsung ditulis oleh rasul Paulus. Melalui surat ini Paulus ingin menerangkan mengapa ia melakukan perubahan rencana perjalanan ke Korintus. Ia juga menyampaikan pujiannya kepada jemaat Korintus karena telah menaati pesan yang disampaikannya pada suratnya yang pertama. Titus adalah orang yang ditunjuk Paulus untuk mengantarkan surat ini, dengan harapan agar surat yang kedua juga disambut dengan baik oleh jemaat di Korintus.
Paulus menulis surat ini kepada tiga
golongan orang di Korintus.
1. Pertama, ia menulis untuk mendorong
mayoritas dalam jemaat di Korintus yang tetap setia kepadanya sebagai bapa
rohani mereka.
2. Ia menulis untuk menantang dan
menyingkapkan rasul-rasul palsu yang terus-menerus berbicara menentang dia
secara pribadi dengan harapan dapat meruntuhkan wibawa dan kerasulannya dan
untuk memutarbalikkan beritanya.
3. Ia juga menulis untuk menegur
minoritas dalam jemaat yang sedang dipengaruhi oleh para lawan Paulus dan yang
terus-menerus menolak wewenang dan tegurannya. Paulus meneguhkan kembali
integritas dan wewenang rasulinya, menjelaskan motivasinya dan memperingatkan
mereka terhadap pemberontakan yang lebih lanjut. Kitab 2 Korintus berfungsi
untuk mempersiapkan jemaat secara keseluruhan untuk kunjungannya yang akan datang.
Surat
Paulus yang Pertama kepada Jemaat di Korintus (disingkat Surat 1 Korintus,
I Korintus, 1Kor atau I Kor, merupakan
salah satu dari ketiga surat (1 & 2 Korintus serta Roma) yang menempati posisi sentral dalam
bagian Perjanjian Barudi Alkitab Kristen. Surat Korintus yang pertama ditulis setelah Paulus menerima kabar buruk dari
orang-orang Kloe. Berita buruk tersebut adalah timbulnya
persoalan-persoalan, seperti keikutsertaan jemaat Korintus dalam upacara-upcara
keagamaan kafir, penghakiman di depan orang-orang kafir dan pelacuran. Selain masalah-masalah etis dan moral, surat ini juga
merupakan surat penggembalaan untuk menegur jemaat di Korintus yang memiliki
berbagai macam karunia, sehingga menjadikan jemaat satu dengan yang lainnya
saling menyombongkan diri.
Surat
ini dikirim setelah Paulus bertemu dengan Titus di Makedonia.Titus kemudian diutus kembali ke Korintus untuk mengantarkan
surat dari Paulus bagi jemaat di Korintus. Berdasarkan waktu pertemuan dengan
Titus, besar kemungkinan surat ini ditulis di Makedonia pada akhir tahun 56 M. Robinson meyakini
penulisannya pada awal tahun 56 M. Pendapat lain memberi perkiraan tahun 53,
atau tahun 53-56.

Posting Komentar untuk "Latar Belakang, Tujuan Dan Tempat Penulisan Surat 1 Dan 2 Korintus"