Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Pembentukan Karakter Remaja Kristen - Tranformasi Generasi

Abstrak:

Karakter adalah sebagai, “tabiat; watak; sifat-sifat kejiwaan atau budi pekerti yang membedakan seseorang dari yang lainnya”. Karakter adalah istilah psikologis yang menunjuk kepada “sifat khas yang dimiliki oleh individu yang membedakannya dari individu lainnya”. Jadi, pada dasarnya karakter adalah sifat-sifat yang melekat pada kepribadian seseorang. Masa remaja adalah masa pembentukan karakter atau identitas. Artinya, pada masa inilah terjadi proses pencarian dan pemantapan sifat dan kebiasaan yang akan menjadi ciri khas seseorang dan yang akan dipertahankan sampai akhir hidupnya. Dalam mengikuti proses pencarian ini seorang remaja sangat dipengaruhi oleh orang-orang disekitarnya dan yang paling dominan yang mempengaruhi identitasnya adalah orang-orang yang paling sering ditemui contohnya anggota keluarga dan teman sebaya. Sekarang banyak para remaja yang kecanduan dalam narkoba, seks bebas, pola hidup konsumtif, dan sebagainya, semuanya ini sebagian besar dipengaruhi oleh teman sebaya dan lingkungan hidup. Dasar firman Tuhan dalam pembentukan karakter remaja Kristen pada artikel ini adalah” Janganlah kamu menjadi serupa dengan dunia ini, tetapi berubahlah oleh pembaharuan budimu, sehingga kamu dapat membedakan manakah kehendak Allah: apa yang baik, yang berkenan kepada Allah dan yang sempurna.” (Roma 12:2) “Demikianlah setiap pohon yang baik menghasilkan buah yang baik, sedang pohon yang tidak baik menghasilkan buah yang tidak baik. Tidak mungkin pohon yang baik itu menghasilkan buah yang tidak baik, ataupun pohon yang tidak baik itu menghasilkan buah yang baik” (Matius 7:17-18. Karakter Kristen dibentuk sebagai hasil perjumpaan dengan kebenaran Alkitabiah yang menembus kedalam hati. Hal itu hanya mungkin terjadi jika seseorang belajar firman Allah, merenungkan firman Allah itu dengan segala makna dan penerapannya. Merupakan fakta yang terbukti bahwa doktrin (pengajaran firman Tuhan) mempengaruhi karakter.

Kata Kunci: Karakter, Remaja, Orang, Percaya

Pengertian Karakter

Karakter adalah sebagai, “tabiat; watak; sifat-sifat kejiwaan atau budi pekerti yang membedakan seseorang dari yang lainnya. Karakter adalah istilah psikologis yang menunjuk kepada “sifat khas yang dimiliki oleh individu yang membedakannya dari individu lainnya”. Jadi, pada dasarnya karakter adalah sifat-sifat yang melekat pada kepribadian seseorang. Sedangkan Kristen adalah sebutan bagi seseorang yang telah menerima Yesus Kristus sebagai Tuhan dan Juruselamat secara pribadi serta meneladani hidup dan ajaran-ajaran-Nya dalam kehidupan sehari-hari. Dengan demikian, karakter Kristen disebut juga sifat-sifat Kristen, yaitu kualitas rohani yang dimiliki seorang Kristen. Karakter menurut Alkitab adalah menjalani hidup kita dihadapan Allah, takut hanya kepada Allah, dan berusaha hanya menyenangkan Tuhan, tidak peduli bagaimana perasaan, atau apa yang mungkin akan dikatakan atau dilakukan orang lain.

Regenerasi Sebagai Pondasi Dari Karakter Kristen

      Regenerasi adalah perubahan yang diperlukan untuk memampukan manusia yang telah jatuh ke dalam dosa untuk dapat kembali melakukan hal yang benar menurut pandangan Tuhan. Regenerasi merupakan suatu perubahan radikal dari kematian rohani menjadi kehidupan rohani yang dikerjakan oleh Roh Kudus.

1.      Natur Regenerasi

Regenerasi merupakan perubahan yang terjadi secara seketika, bukan suatu proses bertahap seperti pengudusan yang progresif. Regenerasi merupakan perubahan yang supernatural. Kelahiran baru sepenuhnya merupakan tindakan Allah. Secara khusus merupakan karya Roh Kudus. Regenerasi merupakan perubahan yang radikal, suatu perubahan pada akar natur manusia. Regenerasi berarti penanaman pemberian perubahan yang total yaitu perubahan mempengaruhi seluruh keberadaan kepribadian, yaitu pikiran, kehendak dan perasaan.

2.      Regenerasi sebagai Awal dari Seluruh Proses Pembaharuan

Regenerasi adalah awal dari seluruh proses pembaharuan dalam kehidupan seorang Kristen. Karena regenerasi merupakan pemberian hidup yang baru. Proses-proses pembaharuan hidup yang mengikuti regenerasi itu bersifat progresif dan disebut “pengudusan yang dinamis”.

3.      Peranan Regenerasi dalam Pembentukan Karakter Kristen

Regenerasi merupakan misteri karena merupakan karya Allah semata-mata dan manusia tidak pernah dapat melihat dan merasakannya. Berikut ini akibat-akibat dari regenerasi: Memampukan seseorang untuk bertobat dan percaya. Pada saat seseorang dilahirkan baru maka ia dimampukan bertobat dari dosa-dosanya dan percaya kepada Kristus untuk keselamatannya. Perubahan atau transformasi. Kelahiran baru oleh Roh Kudus mengakibatkan perubahan. Pembaharuan pikiran. Pembaharuan adalah syarat untuk bisa mengenal dan melakukan kehendak Allah. Menghasilkan buah Roh. Buah Roh Kudus berasal dari dalam dan tidak ditambah dari luar. Ini adalah hasil kehidupan baru saat orang percaya dilahirkan kembali oleh Roh Kudus.

Peran Agama Kristen Dalam Pembentukan Karakter

Ada tujuh fungsi atau peran agama dalam pembentukan karakter yaitu:

a.       Agama merujuk suatu apa yang ada di luar, ia dapat menjadi semangat atau suport, memberi hiburan atau pengharapan dan rekonsiliasi.

b.  Agama memberikan hubungan transendental melalui upacara-upacara persembayangan sehingga memberikan rasa aman dan identitas yang kokoh dalam menghadapi perubahan. 

c.    Agama mensakralkan norma dan nilai dalam masyarakat, menjaga kelestarian dominasi tujuan dan disiplin kelompok atas keinginan dan dorongan-dorongan individual sebagai sosial control.

d.    Agama sebagai kritik sosial, dimana norma-norma yang sudah melembaga ditinjau ulang, sesuai dengan fungsi kenabiannya (prophetic) agama.

e.       Agama memberikan identitas dan menyadarkan tentang “siapa” dan “apa” mereka.

f.       Agama berfungsi dalam hubungannya dengan kematangan seseorang individu dalam masyarakat.

g.     Agama berfungsi dalam membentuk solidaritas sosial (social solidarity)  dan terakhir agama dapat berperan dalam pemerataan pendapatan.

Pembentukan Karakter Kristen Proses Seumur Hidup

Karakter adalah sebuah kekuatan yang tidak kelihatan. Karakter bertumbuh melalui proses dan ujian. Karakter yang baik menghasilkan buah-buah yang unggul dan berkualitas. Buah-buah yang bermanfaat bagi kehidupan kita dan orang lain. Buah-buah dari karakter antara lain: Integritas menghasilkan kewibawaan, tanggung jawab menghasilkan kedewasaan, kejujuran menghasilkan kepercayaan, ketulusan menghasilkan persahabatan, iman menghasilkan kekuatan, ketekunan menghasilkan pengharapan, dan lain sebagainya.

Karakter Kristen dibentuk sebagai hasil perjumpaan dengan kebenaran Alkitabiah yang menembus kedalam hati. Hal itu hanya mungkin terjadi jika seseorang belajar firman Allah, merenungkan firman Allah itu dengan segala makna dan penerapannya. Merupakan fakta yang terbukti bahwa doktrin (pengajaran firman Tuhan) mempengaruhi karakter. Apa yang dipercayai seseorang sangat besar mempengaruhi perbuatannya. Jika seseorang menerima dan mengikuti ajaran yang sehat maka ajaran itu akan menghasilkan karakter ilahi dan karakter Kristus. Paulus memberikan nasihat kepada Timotius agar “awasilah dirimu sendiri dan awasilah ajaranmu” (1 Timotius 4:6, 13, 16). Selanjutnya Paulus berbicara tentang “ajaran yang sesuai dengan ibadah kita” (1 Timotius 6:1-3), yakni serupa dengan Allah dalam hal karakter dan kehidupan yang kudus.

Pentingnya Karakter Yang Baik

Alasan penting mengapa kita perlu mengajarkan dan menampilkan karakter kristen adalah: (1) kemerosotam moral. Karena saat ini sudah begitu luas kalangan yang merasakan terjadinya kemerosotan moral. Pengajaran karakter adalah suatu perlawanan terhadap kemerosotan moral dan terhadap etika modern yang rasionalistik yang dipengaruhi oleh pencerahan dan individualistik; (2) bahaya pluralisme. Dalam zaman globalisasi dari postmodern saat ini kita semakin menyadari berbagai aturan moral yang berbeda dari berbagai budaya yang berbeda. Saat ini hidup disuatu zaman perjumpaan global dan keragaman budaya, dan itu membutuhkan kemampuan untuk beradaptasi; (3) pudarnya semangat keteladan. Karakter dibentuk oleh orang-orang lain yang menjadi model atau mentor yang harus diikuti. Orang tua, guru, pembina, pelatih yang menjadi model atau teladan bagi yang turut membentuk karakter. Dengan dituntun atau mengikuti dan meneladani para pembina atau sosok lain yang layak diteladani untuk belajar mengenali dan mewujudkan berbagai disposisi, kebiasaan, dan keterampilan emosional dan intelektual yang dinyatakan oleh berbagai kebajikan.

Mengetahui bahwa identitas orang kristen dikenal lewat dua kualitas transformatif yang secara metaforis dinyatakan sebagai “garam” dan “terang” dunia (Matius 5:13,14). Kedua metafora ini mengacu kepada “perbedaan” dan “pengaruh” yang harus dimanifestasikan murid-murid yesus kepada dunia ini. Kedua metafora ini dapat diartikan sebagai “penetrating power of the gospel” yang harus dinyatakan oleh murid-murid yesus yang sudah lebih dahulu mengalami transformasi. Tetapi, pengaruh kurangnya karakter yang baik merupakan aspek yang dapat merusak kesaksian kristen. Jika garam menjadi tawar maka ia tidak berguna (Matius 5:13). Dan jika terang disembunyikan di bawah gantang maka ia tidak dapat menerangi semua orang (Matius 5:15). Karena itu kristus menegaskan, “demikianlah hendaknya terangmu bercahaya di depan orang, supaya mereka melihat perbuatanmu yang baik dan memuliakan bapamu yang di sorga” (Matius 5:16). Dalam bahas Yunani (kalá erga) atau yang diterjemahkan “perbuatan yang baik” menunjuk kepada perbuatan baik dalam pengertian moral, kualitas dan manfaat. Dengan demikian, perbuatan baik adalah cermin dari kualitas karakter.

Karakter Kristus

a. Penuh perhatian; menunjukkan penghargaan kepada seseorang atau suatu tugas dengan     konsentrasi penuh. Punya minat yang luar biasa.

b.      Berani; berani karena perkataan atau perbuatan kita benar, adil dan baik. Memiliki rasa percaya di dalam menghadapi bahaya atau kesulitan.

c.  Berhati-hati penuh pertimbangan; mengetahui pentingnya waktu yang tepat dalam melakukan sesuatu yang benar (Check and recheck).

d.  Tegas (Decisive); mampu dalam mengenali faktor-faktor penting dan mengambil keputusan yang sulit.

e.   Antusias atau bersemangat; dengan riang melakukan usaha yang terbaik dalam setiap tugas atau apa saja yang dikerjakan.

f.  Menghormati otoritas; mampu menghargai para pemimpin karena otoritas lebih tinggi dari mereka.

g.  Rendah hati (Humble); mengakui bahwa pencapaian prestasi yang diraih adalah hasil dari bantuan Tuhan dan orang lain dalam hidup.

h.  Bijaksana (Wise); melihat dan menanggapi kehidupan dari sudut pandang yang melampaui keadaan saat ini. 

Wujud Karakter Kristus
Wujud karakter Kristus dalam segi-segi kehidupan antara lain:

1.      "Kelembutan," sebagai karakter dalam pernikahan.

2.      "Penghormatan terhadap anak-anak," merupakan karakter di dalam rumah tangga.

3.      "Hidup penuh hikmat" merupakan karakter di dalam Tuhan.

4.      "Ketulusan," merupakan karakter dalam bisnis atau pelayanan.

5.      "Kebaikan hati," sebagai karakter dalam hubungan.

Cara Memiliki Karakter Kristus

Pertama, harus melekat kepada Kristus, bagaikan carang dengan pokok atau batangnya (Yoh. 15:3-5; Gal. 2:20). Kedua, memperbaharui budi pekerti, bagaikan kupu-kupu berasal dari ulat yang sudah berubah (Rm. 12:2). Ketiga, tunduk kepada karya Roh Kudus (Ef. 4:22-24).

Membangun karakter ialah “mengukir nilai atau prinsip kebenaran Allah dan mengoreskan atau menandai diri dengan praktik hidup benar berdasarkan Alkitab. Secara sederhana karakter adalah: “melakukan apa yg benar karena hal itu benar. Orang yg berkarakter adalah orang yg melakukan apa yg benar karena alasan yang benar“.

Karakter-Karakter terbaik yang harus dimiliki menurut Alkitab ialah: Kerendahan hati, kesabaran, pengendalian diri, murah hati, sederhana, tahan uji, sukacita, pendamai, dan lain-lain (Matius 5:1-12; Galatia 5:22). Tiap–tiap orang memiliki karakter yang tampak jelas dari pola pikir yang terlihat melalui pengambilan keputusan dan penyelesaiaan masalah, sifat serta kebiasaannya, hubungannya dengan orang lain, dan perencanaan hidupnya untuk masa depan. Tidak ada orang yang sudah memiliki karakter yang baik sejak lahir, walaupun mungkin hanya sedikit, perubahan tetap diperlukan karena kuatnya peranan hal – hal yang justru membuat karakter menjadi tidak baik dan jauh dari perkenan Allah. Seperti dicatat di Roma 8: 8, “Mereka yang hidup dalam daging, tidak mungkin berkenan kepada Allah”

Tujuan Pengembangan Karakter

Karakter menjadikan pribadi yang berintegritas. Karakter dan integritas adalah dua hal yang berkaitan erat yang tidak mungkin dapat dipisahkan. Integritas jauh lebih dari sekedar tidak mengatakan kebohongan, dan lebih dari mengatakan kebenaran.

Karakter menimbulkan pengaruh besar (Matius 5:13-14).Orang Kristen yang berkarakter akan memancarkan cahaya kebenaran yang dapat menuntun orang lain kepada pertobatan dan iman kepada Yesus Kristus.

Karakter menjadikan seorang saksi Kristus yang efektif. Orang Kristen yang berkarakter Kristus akan mudah didengar ketika ia berbicara. Banyaknya nada sumbang dan tuduhan palsu terhadap kekristenan dikarenakan banyaknya saksi-saksi Kristus yang berkarakter buruk. Kerap kali Injil menghadapi resistensi disebabkan tingkah laku pemberita Injil berlawanan dengan Injil itu sendiri.

Mengapa Harus Membangun Karakter?

Membangun karakter adalah perintah Tuhan (Roma 12:2; Kol 3:12; Efs 4:17-32). Tuhan tidak sekedar menghimbau anak-anakNya agar membangun karakter yang serupa dengan Dia, Tetapi Tuhan memerintahkan agar setiap anak-anak-Nya menghasilkan buah, bertumbuh dewasa atau berkarakter Kristus (Yoh. 15).

Membangun karakter adalah tanggung jawab orang percaya, bukan tanggung jawab Roh Kudus (Roma 12:2; Matius 3:8). Karakter tidak otomatis ada dalam diri seseorang. Sesuai dengan definisinya dan sesuai dengan keterangan Alkitab, karakter itu dibentuk. Setiap manusia terlahir tanpa karakter. Seperti sebatang kayu yang siap diukir. Meskipun orang percaya semua dilahirkan dengan kecenderungan pada tempramen tertentu, tetapi ia belum sepenuhnya berkarakter. Membangun karakter bukan tanggung jawab Roh Kudus. Transformasi karakter bukanlah sesuatu yang didatangkan dari luar melainkan sesuatu yang dihasilkan dari dalam.

Karakter adalah sebagai, “tabiat; watak; sifat-sifat kejiwaan atau budi pekerti yang membedakan seseorang dari yang lainnya”. Karakter adalah istilah psikologis yang menunjuk kepada “sifat khas yang dimiliki oleh individu yang membedakannya dari individu lainnya”. Buah-buah dari karakter antara lain: Integritas menghasilkan kewibawaan, tanggung jawab menghasilkan kedewasaan, kejujuran menghasilkan kepercayaan, ketulusan menghasilkan persahabatan, iman menghasilkan kekuatan, ketekunan menghasilkan pengharapan, dan lain sebagainya. Karakter menurut Alkitab adalah menjalani hidup kita dihadapan Allah, takut hanya kepada Allah dan berusaha hanya menyenangkan Tuhan, tidak peduli bagaimana perasaaan kita atau apa yang mungkin akan dikatakan atau dilakukan orang lain. Regenerasi adalah awal dari seluruh proses pembaharuan dalam kehidupan seorang Kristen. Karakter Kristen dibentuk sebagai hasil perjumpaan dengan kebenaran Alkitabiah yang menembus kedalam hati.

Posting Komentar untuk " Pembentukan Karakter Remaja Kristen - Tranformasi Generasi"