Penafsiran Lengkap Teks Kitab 1 Tawarikh Pasal 28:1-21
“Pesan Terakhir Dari Daud Kepada Salomo Mengenai Pembangunan Bait Suci”
Penulis
Kitab Tawarikh adalah Ezra atau orang-orang yang berasal dari kaum Lewi. Tahun
penulisan adalah kemungkinan besar pada tahun 450-425 SM. Yang Terlibat Dalam
Teks: “Tuhan (Allah Israel), Raja Daud, para pembesar Israel (kepala suku,
pemimpin rombongan, kepala pasukan seribu, dan seratus, kepala harta benda,
perwira dan semua pahlawan yang gagah perkasa dan para kepala puak), Yehuda,
Salomo, para imam dan para orang Lewi, Yehiel dan Gerson”.
Konteks
Dekat Sebelumnya. Pasal atau ayat dekat sebelumnya membahas tentang penjelasan
pembagian tugas-tugas para pemimpin Israel diberbagai bidang tertentu dan
begitu juga tentang penentuan para pemimpin suku-suku Israel. Adapun bangsa
Israel, para kepala puak dan seluruh panglima pasukan seribu dan panglima
pasukan seratus dan para kepala yang melayani raja dalam segala hal, setiap
bulan berganti dengan jumlah rombongan berjumlah dua puluh empat ribu orang.
Yang mengepalai pada bulan pertama adalah Yasobam, pada bulan kedua Dodai,
bulan ketiga Benaya, keempat, Asael, kelima Samhut, keenam Ira, ketujuh Heles,
kedelapan Sibkhai, kesembilan Abiezer, kesepuluh Maharai, kesebelas Benaya dan
pada bulan yang terakhir adalah Heldai, dan berbagai para kepala suku Israel.
Yang mengawasi persediaan raja adalah Eliezer, yang mengawasi dilur kota dan
desa adalah Yonatan. Yang mengawasi para pekerja yang mengusahakan tanah adalah
Ezri, yang mengawasi kebun anggur Simei, yang mengawasi pohon Zitun dan pohon
Ara di daerah Bukit adalah Baal-Hanan, yang mengawasi persediaan minya adalah
Yoas, yang mengawasi lembu sapi di tanah Saron adalah Sitrai, yang mengawasi
lembu sapi di lembah-lembah adalah Safat, yang mengawasi unta adalah Obil, yang
mengawasi keledai betina adalah Yehdeya, yang mengawasi kambing domba adalah
Yazis, mereka inilah yang mengawasi harta milik raja Daud.
Konteks
Dekat Sesudahnya. Dalam pasal setelahnya (Pasal 29), membahas tentang
persembahan-persembahan dalam pembangunan Bait Allah. Oleh karena raja Daud
cinta kepada Allah, maka ia mempersembahkan semua harta miliknya yaitu emas dan
perak dalam pembangunan Bait Allah tersebut dan begitu juga para kepala suku
bangsa Israel dan para kepala pasukan seribu dan para kepala pasukan seratus
dan begitu juga seluruh bangsa Israel mereka mempersembahkan yang sesuai
kerelaan hati mereka masing-masing dan mereka sangat bersuka cita karena
kesatuan mereka dan begitu juga raja Daud sangat bersukacita. Sesudah mereka
memberikan persembahan mereka dalam pembangunan Bait Suci, Daud berkata kepada
mereka bahwa mereka harus benar-benar mengenal dan memuji Tuhan mereka.
Konteks
Jauh Sebelumnya. Raja Saul sebelumnya adalah raja atas bangsa Israel, namun dia
mati kerena dia tidak menuruti firman Tuhan, apapun yang dilakukannya dia tidak
meminta petunjuk dari Tuhan, dia hanya bisa melakukan segala yang diinginkannya
dengan pikirannya sendiri dan dengan tindakannya itupun tidak sesuai dengan apa
yang diinginkan Tuhan kepadanya. Pada waktu Saul menjadi raja atas bangsa Israel
mereka sering mengalami peperangan.
Ketika
orang Filistin melawan mereka dalam peperangan mereka (bangsa Israel) sangat
terpukul kalahlah mereka dan raja Saul juga menjatuhkan dirinya sendiri diatas
pedangnya hingga mati, karena dia takut orang-orang Filistin itu. Daud
sebelumnya sudah pernah ikut berperang kepada mereka ketika mereka melawan
orang-orang Filistin dan pada saat itu ada juga Saul ikut bersama dengan mereka
dalam peperangan. Ketika mereka melawan orang-orang Filistin tersebut, ada orang
yang bernama Goliat, dia sebagai pemimpin dalam peperangan oleh orang-orang
Filistin.
Raja
Saul dan seluruh pasukan bangsa Israel, mereka tidak bisa melawan orang-orang
Filistin pada saat itu karena ada Goliat, dia berbadan besar dan tinggi orangnya
sehingga bangsa Israel pada saat itu terpukul kalah oleh orang-orang Filistin.
Dan ketika mereka sudah berhari-hari tidak pulang, maka ayah Daud menyuruh Daud
untuk menjemput atau melihat mereka (I Samuel 17). Pada saat sebelumnya ketika
bangsa Israel berperang yang memimpin mereka dalam peperangan adalah Daud
dan setelah itu, bangsa Israel kalah dalam peperangan itu dan raja
mereka Saul mati maka mereka mengangkat Daud menjadi raja mereka karena
kepemimpinan Daud sangat mereka sukai dan juga seperti firman Tuhan kepada Daud
bahwa hanya Daudlah yang bisa menjadi raja bangsa Israel yang menggantikan
Saul. Bangsa Israel mengurapi Daud menjadi raja atas mereka seperti yang
difirmankan Tuhan melalui perantaraan nabi Samuel.
Konteks
Jauh Sesudahnya. Seluruh bangsa Israel memuji dan menyembah Tuhan, Allah nenek
moyang mereka dan mereka mempersembahkan korban sembelihan dan korban bakaran
kepada Tuhan. Raja Daud memerintah atas bangsa Israel selama empat puluh tahun
lamanya, di Hebron tujuh tahun. dan di Yerusalem selama tiga puluh tiga tahun.
Kemudian matilah Daud pada waktu rambutnya putih dan lanjut umurnya penuh
kekayaan dan kemuliaan dan setelah ia mati maka Salomo anaknyalah yang
menggantikan dia menjadi raja Israel. Tuhan membuat kerajaan bangsa Israel
lebih kuat, dan membuat Salomo lebih luar biasa dan besar dimata bangsa Israel
dan Tuhan membarikan kepadanya keagungan raja yang tak pernah ada kepada raja
sebelum dia kepada bangsa Israel.
Konteks
Teks. Daud adalah raja bangsa Israel, dia adalah raja yang dipilih Tuhan untuk
memimpin bangsa Israel dan dia adalah pengganti Saul. Raja Saul sebelumnya
adalah pemimpin bangsa yang sama yaitu Israel, namun dia adalah raja yang tidak
berkenan dihadapan Tuhan, dia sering membuat yang jahat dimata Tuhan. Bahkan
keika dia memimpin bangsa Israel setiap kali dia memilikirencana
apapun baik rencana didalam perkembangan kerajaan maupun diluar kerajaan dia
tidak sama sekali memperlibatkan Tuhan dalam rencananya itu, sehingga murka
Tuhan terjadi atas bangsa itu dan hampir setiap saat mereka mengalami
peperangan dan dalam peperangan mereka, mereka selalu saja terpukul kalah
bahkan mereka mengalami kekalahan yang amat besar bagi mereka. Setelah itu
bangkitlah amarah Tuhan bagi bangsa itu, dan dalam peperangan mereka, mereka
kalah dan raja Saul pun kalah bahkan mati pada saat itu juga.
Setelah
itu Allah mengangkat daud menjadi raja atas bangsa itu, dan setelah beberapa
lama kemudia raja Daud memiliki kerinduan untuk mendirikan Bait Suci sebagai
rumah Tuhan, akan tetapi Tuhan telah berfirman kepada dia bahwa dia tidak akan
mendirikan Bait Suci untuk Tuhan karena dia adalah prajurit yang telah
menumpahkan darah. Tuhan juga telah berfirman kepadanya bahwa anaknya Salomolah
yang akan menggantikan dia sebagai raja atas bangsa Israel, dan Salomolah
nantinya yang akan mendirikan Bait Suci tersebut. Raja Daud sudah cukup
lama memerintah bagi bangsa itu dan setelah beberapa lama kemudian, raja Daud
memberikan perintah kepada Salomo anaknya agar dia mengenal Allah ayahnya dan
beribadah kepadanya dengan tulus iklas dan dengan rela hati, karena Tuhan
menyelidiki segala hati dan niat atau cita-cita dan Daud meneguhkan Salomo
bahwa dialah yang telah dipilih Tuhan dalam mendirikan tempat yang Kudus bagi
Tuhan.
Dan
kata daud kepadanya “kuatkan dan teguhkanlah hatimu serta tidak takut dan tawar
hati sebab Tuhan Allah menyertai engkau dan tidak akan pernah meninggalkan
engkau”. Kesungguhan hati Daud nyata dalam perintahnya kepada anaknya Salomo
agar dia tetap berteguh dalam kepemimpinannya, karena memimpin itu sangat
sulit, namun jikalau Salomo berpegang dalam perintah Tuhan, maka Tuhan tidak
akan sekali-kali meninggalkan dia.
Penafsiran
Teks. Setelah Daud menjadi raja atas bangsa Israel dan setelah dia
membagi-bagikan seluruh tugas orang-orang kepercayaan seperti para
pengawas-pengawas ternak kerajaan dan panglima-panglima tentara seperti kepala
pasukan seribu termasuk para pemimpin suku-suku bangsa Israel dan dia
mengangkat Yonatan sebagai penasihat. Raja Daud sudah cukup lama ia memerintah
atas bansga Israel, dengan waktu yang singkat dia mengumpulkan di Yerusalem
seluruh para pegawai istana yakni para kepala suku, para pemimpin rombongan,
orang-orang yang melayani raja, dan para kepala pasukan seribu dan kepala
pasukan seratus serta para kepala harta benda, ternak kepunyaan raja dan
anak-anaknya dan para perwira serta para pahlawan yang gagah perkasa.
Ketika
raja Daud mengumpulkan seluruh para pemimpin tersebut, Dia berdiri
ditengah-tengah rakyat dan dia memberitahukan kepada para pemimpin tersebut
bahwa dia sudah lama memikirkan untuk membangun Bait Suci kepada Tuhan. Raja
Ddaud ingin kalau Tuhan tinggal ditengah-tengah umat-Nya. Akan tetapi Tuhan
tidak mengijinkan raja Daud membangun Bait Suci tersebut karena dia adalah
prajurit yang telah menumpahkan darah (penumpahan darah ini menjelaskan tentang
ketika Daud masih belum menjadi raja atas bangsa Israel dia telah membunuh
Goliat orang Filistin itu, I Samuel 17:48-51).
Raja
Daud memberitahukan kepada seluruh rakyatnya, bahwa dia adalah raja yang
dipilih Tuhan dari antara seluruh saudaranya dalam memimpin seluruh bangsa
Israel selama-lamanya. Allah telah menetapkan kerajaan Daud dalam memimpin
seluruh bangsa Israel, bahwa takhta Daud itu untuk selama-lamanya. Dan raja
Daud juga memberitahukan kepada mereka bahwa Tuhan juga telah memilih Salomo
anaknya untuk menggantikan dia dalam memimpin Israel dan juga Tuhan telah
memilih dia untuk mendirikan Bait Suci untuk Tuhan bahkan Allah telah memilih
Salomo sebagai anak-Nya. Dan Allah akan mengokohkan, menguatkan kerajaan
tersebut jika Salomo bertekun dalam melakukan perintah Allah.
Syarat
untuk mendirikan kerajaan Salomo ialah hidup yang taat dan setia kepada Allah.
Pada mulanya Salomo memperhatikan nasihat ayahnya, tetapi kemudian dia
meninggalkan Allah, instruksi Daud kepada Salomo ialah agar Salomo mengenal
Allah, melayani, dan mencari Dia "dengan tulus ikhlas dan rela hati".
Mengenal Allah artinya memiliki pemahaman praktis tentang diri dan
jalan-jalan-Nya serta hidup dalam persekutuan erat dengan Allah dan firman-Nya.
Melayani Allah berarti mendambakan kasih karunia, kuasa kerajaan, dan
kebenaran-Nya sedemikian rupa sehingga kita senantiasa berdoa untuk
kehadiran-Nya yang aktif dalam kehidupan kita dan dengan sungguh-sungguh
berusaha menaati kehendak-Nya. Ini nasehat dan ajakan yang bernada tradisi
Ulangan dan berciri moril dan kuat. Sama seperti para nabi nasehat ini
menekankan ibadat hati. Ayat-ayat ini merupakan semacam pendahuluan bagi bagian
berikutnya yang mengenai ibadat lahiriah. “Dan engkau, anakku Salomo, kenallah Allahnya ayahmu dan beribadahlah
kepada-Nya dengan tulus ikhlas dan dengan rela hati, sebab TUHAN menyelidiki
segala hati dan mengerti segala niat dan cita-cita. Jika engkau mencari Dia,
maka Ia berkenan ditemui olehmu, tetapi jika engkau meninggalkan Dia maka Ia
akan membuang engkau untuk selamanya, (1 Tawarikh 28:9)”.
Di
usia tuanya Daud sadar bahwa tidak selamanya dia menjadi raja, pada saatnya
nanti dia akan pulang ke rumah Bapa. Oleh karena itu Daud menyampaikan
pesan-pesan terakhirnya kepada Salomo yang kelak menggantikan kedudukannya
sebagai raja Israel. Pesannya bukanlah sembarangan karena dia adalah raja yang
sudah berpengalaman lebih dari 40 tahun sebagai pemimpin Israel; pesannya
tentulah sangat penting untuk membekali Salomo sebagai pemegang tongkat
kepemimpinan berikutnya. Pencarian akan Allah tidak bisa dilakukan secara
sambil lalu. Raja Daud memberi tahu Salomo anaknya, "Jika engkau mencari
Dia, maka Ia akan berkenan ditemui olehmu". Pemazmur berkata,
"Berbahagialah orang-orang yang ... mencari Dia dengan segenap hati!"
(Mazmur 119:2). Dan penulis kitab Ibrani menulis bahwa Allah memberi upah
kepada "orang yang sungguh-sungguh mencari Dia" (11:6). Untuk melihat
dan mengenal Allah dalam kepenuhan dan kemuliaan-Nya, kita tidak bisa melakukan
pendekatan seperti turis. Kita harus terus mencari-Nya dengan segenap hati.
Apakah
pesan Daud kepada Salomo? Inilah beberapa pesan penting yang harus kita
perhatikan juga berkaitan dengan nilai-nilai kerohanian: pesan raja Dau yang
pertama “Mengenal Allah”. Daud berkata, “…anakku Salomo, kenallah
Allahmu ayahmu…” Apa yang menjadi kekuatan Daud dalam memerintah
adalah keintimannya dengan Allah. Pengenalan akan Allah adalah sebuah proses
seumur hidup. Ketika kita mengambangkan prinsip keintiman dengan Allah yaitu
senantiasa merenungkan firmanNya, maka apa saja yang kita kerjakan dibuatNya
berhasil (baca Mazmur 1). “Beribadah kepada Allah dengan sungguh”. Seperti
dikatakannya, “…beribadahlah kepada-Nya dengan tulus iklhas dan dengan
rela hati, sebab Tuhan menyelidik segala hati dan mengerti segala niat dan
cita-cita” Ini berkenaan melayani Tuhan, di mana kita harus melayani
Tuhan dengan ketulusan dan segenap hati, bukan ala kadarnya, asal-asalan atau
hanya karena terjadwal, tetapi senantiasa memberikan yang terbaik bagi Tuhan
sesuai dengan karunia atau talenta yang ada, karena pada saatnya nanti kita
harus memberikan pertanggung jawab. “Karena itu, saudara-saudara, demi
kemurahan Allah aku menasihatkan kamu, supaya kamu mempersembahkan tubuhmu
sebagai persembahan yang hidup, yang kudus dan yang berkenan kepada Allah: itu
adalah ibadahmu yang sejati, (Roma 12:1).
Dia
ayat 10 dikatakan “Camkanlah….” ini berarti perintah Daud
kepada Salomo anak bahwa perintahnya itu sangat-sangat kuat, keras dan harus
dilakukan oleh Salomo. Setelah Daud memberitahukan kepada seluruh para pemimpin
bangsa Israel bahwa Salomo anaknyalah yang akan menggantikannya dia dalam
pembangunan Bait Suci untuk Tuhan dan setelah dia memberikan perintah berupa
nasehat kepada Salomo, dia menyerahkan kepada Salomo semua rencana dalam
pembangunan Bait Suci tersebut. Raja Daud tidak mengambil hak Salomo yang telah
diberikan Tuhan kepadanya dalam pembangunan Bait suci, walaupun Salomo adalah
anaknya akan tetapi dia menuruti apa yang telah dikatakan Tuhan kepadanya. Raja
Daud memberitahukan kepada Salomo apa saja yang digunakan dalam pembangunan
Bair Suci tersebut sesuai apa yang telah diilhamkan Tuhan kepadanya, seperti
apa saja yang diperlukan disitu untuk digunakan dalam pembangunan
tersebut. Berikut beberapa prinsip Alkitabiah:
a.
Setiap orang pasti digunakan oleh
Tuhan untuk memimpin umat-Nya,
b.
Daud adalah pilihan dari antara
saudara-saudaranya,
c. Walaupun Daud adalah pemimpin atas
bangsa Israel, tapi dia tidak mengambil suatu keputusan dengan sendirinya, akan
tetapi dia mengumpulkan seluruh para pemimpinn suku-suku yang ada dan para
pemimpin yang lainnya,
d. Daud selalu memberikan bimbingan
kepada anaknya Salomo,
e. Yang memerintah atas bangsa Israel
sebelumnya adalah Saul, namun kepemimpinannya tidak baik atau tidak berhasil
karena apapun yang diperbuatnya dia tidak meminta petunjuk dari Tuhan,
f. Daud memiliki hubungan yang baik
kepada Tuhan sampai akhir hidupnya,
g. Kepemimpinan Daud atas bangsa Israel
berakhir dengan sangat baik bahkan penuh dengan kekayaan dan kemuliaan,
Kesimpulan
Sebelum
memasuki masa pensiun, sekali lagi Daud mengumpulkan seluruh bawahannya untuk
menyampaikan pesan dan arahan (1). Di hadapan mereka, Daud menyatakan keinginan
hati yang tak sampai. Alasan penolakkan Tuhan dijelaskan oleh Daud kepada para
bawahannya (2-3). Pada momen tersebut, Daud mengumumkan siapakah pengganti
dirinya yang bukan saja menjabat sebagai raja, tetapi juga bertanggung jawab
mendirikan rumah bagi Tuhan (4-6).
Sebagai
calon raja Israel, Salomo memiliki tugas dan tanggung jawab yang berat di
pundaknya, yaitu membangun Bait Allah dan menjamin kelangsungan takhta dan
kekuasaan Daud. Hal itu dapat terlaksana oleh Salomo jika ia dan segenap rakyat
Israel memelihara dan melakukan segala perintah Tuhan (5-10). Sebab itu, Daud
menasihati mereka agar taat dan setia beribadah kepada Tuhan sehingga mereka
tetap berada dalam pemeliharaan dan berkat Allah (8-9).
Lalu
Daud melakukan serah terima jabatan dan kekuasaan kepada Salomo, rancangan
bangunan Bait Suci, dan segala materi dari emas dan perak yang dibutuhkan untuk
segala perkakas Bait Suci (11-19). Sebagai penutup, Daud menguatkan Salomo yang
masih muda untuk berteguh hati sebab Tuhan akan menyertai Salomo (20-21).
Sebagai
pemimpin yang hidup takut akan Allah, Daud berkali-kali menekankan bahwa Tuhan
adalah Allah Israel, Allah atas dirinya, dan Allah atas kerajaannya (4, 20).
Dengan penekanan ini, Daud memotivasi Salomo dan bangsanya untuk menjaga relasi
dan kesetiaan kepada Tuhan (7-9). Hidup yang berpusat pada Tuhan harus
melibatkan kesadaran akan karya Tuhan dalam hidup kita, kerinduan untuk
membangun pengenalan pribadi dan persekutuan dengan-Nya, serta kesediaan untuk
taat kepada kehendak Allah. Itulah warisan iman yang bisa kita wariskan kepada
keturunan kita dan generasi masa kini. Warisan berharga ini akan memelihara
mereka untuk terus-menerus hidup berpusat kepada Tuhan.
Kepemimpinan
raja Daud kepada bangsa Israel adalah suatu pilihan Tuhan bahwa Daudlah yang
akan menjadi raja mereka pasal 11:1-3. Kepemimpinan raja Daud kepada bangsa
Israel kurang lebih 40 tahun, dia memerintah kepada Hebron sekitar 7 tahun dan
dia memerintah di Yerusalem sekitar 33 tahun. Kepemimpinan raja Daud kepada
Israel sangat baik hal ini dapat dilihat di pasal 29:26-28 disitu dikatakan
bahwa “dia penuh kekayaan dan kemuliaan pada akhir kepemimpinannya”. Dan
setelah berakhir kepemimpinannya, anaknya Salomo yang menggantikannya dalam
takhta kerajaan tersebut.

Posting Komentar untuk " Penafsiran Lengkap Teks Kitab 1 Tawarikh Pasal 28:1-21"