Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Gejala, Ciri-Ciri dan Faktor Yang Mempengaruhi Timbulnya Stress

Gejala Stres

Stres sifatnya universiality, yaitu umum semua orang sama dapat merasakannya, tetapi cara pengungkapannya yang berbeda atau diversity. Sesuai dengan karakteristik individu, maka responnya berbeda-beda untuk setiap orang. Seseorang yang mengalami stres dapat mengalami perubahan-perubahan yang terjadi,

1.      Cary Cooper dan Alison Straw mengemukakan gejala stres dapat berupa tanda-tanda berikut ini :

a.       Fisik, yaitu nafas memburu, mulut dan tenggorokan kering, tangan lembab, merasa panas, otot-otot tegang, pencernaanterganggu, sembelit, letih yang tidak beralasan, sakit kepala, salah urat dan gelisah.

b.      Perilaku, yaitu perasaan bingung, cemas, sedih, jengkel, salah paham, tidak berdaya, gelisah, gagal, tidak menarik, kehilangan semangat, susah konsentrasi, dan sebagainya.

c.     Watak dan kepribadian, yaitu sikap hati-hati yang berlebihan, menjadi lekas panik, kurang percaya diri, penjengkel.

 

2.      Menurut Braham, gejala stres dapat berupa tanda-tanda, sebagai berikut :

a.       Fisik, yaitu sulit tidur atau tidak dapat tidur teratur, sakit kepala, sulit buang air besar, adanya gangguan pencernaan, radang usus, kulit gatal-gatal.

b.      Emosional, yaitu marah-marah, mudah tersinggung, terlalu sensitif,gelisah dan cemas, suasana hati mudah berubah-ubah, sedih, mudah menangis.

c.       Intelektual, yaitu mudah lupa, kacau pikirannya, daya ingat menurun, sulit berkonsentrasi, suka melamun, pikiran hanya dipenuhi satu pikiran saja

d.      Interpersonal, yaitu acuh, kurang percaya kepada orang lain, sering mengingkari janji, suka mencari kesalahan orang lain, menutup diri, mudah menyalahkan orang lain.

Ciri-Ciri Stres

1.      Ciri-Ciri Stres Yang Baik

a.       Mengahadapi sesuatu dengan penuh harapan untuk melawan rasa takut dalam diri.

b.      Memiliki jadwal yang sangat padat, tetapi didalam sela-sela jadwal yang padat itu ada aktivitas yang sangat diharapkandan sangat dinikmati.

c.       Memiliki komitmen yang lebih terhadap apa yang Anda sayangi. Misalnya: pernikahan, menjadi seorang ayah/ibu, menjadi pekerja, atau menjadi pegawai negeri.

d.      Bekerja dengan tujuan tertentu dan Anda tahu kecepatan Anda saat bergerak akan berkurang saat tujuan itu tercapai atau bahkan saat baru akan tercapai.

e.       Merasa tertantang, siap dan bersemangat untuk menerima dan menyelesaikan tugas yang akan Anda hadapi.

f.       Merasakan kondisi badan yang cukup lelah namun akhirnya akan menikmati tidur yang lelap dan nyaman.

 

2.      Ciri-Ciri Stres Yang Jahat

a.       Menghadapi segala sesuatu dengan perasan takut, resah, gelisah dan khawatir.

b.   Memiliki jadwal yang sangat padat, tetapi tak ada satupun yang dapat Anda nikmati dan mau tidak mau, harus Anda penuhi kewajiban itu.

c.  Merasa bahwa semua yang anda lakukan tidaklah penting, tidak memenuhi seluruh kebutuhan anda, dan tak sebanding dengan tenaga, pikiran dan waktu yang anda curahkan.

d.   Merasa tidak memegang kendali dan selalu merasa panic seakan-akan tidak ada jalan keluar untuk menyelesaikan tugas, merasa tidak ada selesainya, dan merasa tidak ada yang membantu menyelesaikannya.

e.       Merasa lebih baik bekerja daripada berhenti/istirahat sejenak saat jam kerja.

f.   Memiliki tidur yang tidak lelap, tidur yang resah, sering sakit maag, sakit punggung dan mempunyai sakit yang sifatnya menahun.

 

Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Timbulnya Stress

Kondisi-kondisi yang cenderung menyebabkan stress disebut stressors. Meskipun stress dapat diakibatkan oleh hanya satu stressors, biasanya karyawan mengalami stress karena kombinasi stressors. Menurut Robbins (2001:565-567) ada tiga sumber utama yang dapat menyebabkan timbulnya stress yaitu:

Faktor Lingkungan

Keadaan lingkungan yang tidak menentu akan dapat menyebabkan pengaruh pembentukan struktur organisasi yang tidak sehat terhadap karyawan. Dalam faktor lingkungan terdapat tiga hal yang dapat menimbulkan stress bagi karyawan yaitu ekonomi, politik dan teknologi. Perubahan yang sangat cepat karena adanya penyesuaian terhadap ketiga hal tersebut membuat seseorang mengalami ancaman terkena stress. Hal ini dapat terjadi, misalnya perubahan teknologi yang begitu cepat. Perubahan yang baru terhadap teknologi akan membuat keahlian seseorang dan pengalamannya tidak terpakai karena hampir semua pekerjaan dapat terselesaikan dengan cepat dan dalam waktu yang singkat dengan adanya teknologi yang digunakannya.

Faktor Organisasi

Didalam organisasi terdapat beberapa faktor yang dapat menimbulkan stress yaitu role demands, interpersonal demands, organizational structure dan organizational leadership.

Pengertian dari masing-masing faktor organisasi tersebut adalah sebagai berikut :

a.       Role Demands

Peraturan dan tuntutan dalam pekerjaan yang tidak jelas dalam suatu organisasi akan mempengaruhi peranan seorang karyawan untuk memberikan hasil akhir yang ingin dicapai bersama dalam suatu organisasi tersebut.

b.      Interpersonal Demands

Mendefinisikan tekanan yang diciptakan oleh karyawan lainnya dalam organisasi. Hubungan komunikasi yang tidak jelas antara karyawan satu dengan karyawan lainnya akan dapat menyebabkan komunikasi yang tidak sehat. Sehingga pemenuhan kebutuhan dalam organisasi terutama yang berkaitan dengan kehidupan sosial akan menghambat perkembangan sikap dan pemikiran antara karyawan yang satu dengan karyawan lainnya.

c.       Organizational Structure

Mendefinisikan tingkat perbedaan dalam organisasi dimana keputusan tersebut dibuat dan jika terjadi ketidak jelasan dalam struktur pembuat keputusan atau peraturan maka akan dapat mempengaruhi kinerja seorang karyawan dalam organisasi.

a.       Organizational Leadership

Berkaitan dengan peran yang akan dilakukan oleh seorang pimpinan dalam suatu organisasi. Karakteristik pemimpin menurut The Michigan group (Robbins, 2001:316) dibagi dua yaitu karakteristik pemimpin yang lebih mengutamakan atau menekankan pada hubungan yang secara langsung antara pemimpin dengan karyawannya serta karakteristik pemimpin yang hanya mengutamakan atau menekankan pada hal pekerjaan saja.

 

Empat faktor organisasi di atas juga akan menjadi batasan dalam mengukur tingginya tingkat stress. Pengertian dari tingkat stress itu sendiri adalah muncul dari adanya kondisi-kondisi suatu pekerjaan atau masalah yang timbul yang tidak diinginkan oleh individu dalam mencapai suatu kesempatan, batasan-batasan, atau permintaan-permintaan dimana semuanya itu berhubungan dengan keinginannya dan dimana hasilnya diterima sebagai sesuatu yang tidak pasti tapi penting (Robbins, 2001:563).

Faktor Individu

Pada dasarnya, faktor yang terkait dalam hal ini muncul dari dalam keluarga, masalah ekonomi pribadi dan karakteristik pribadi dari keturunan. Hubungan pribadi antara keluarga yang kurang baik akan menimbulkan akibat pada pekerjaan yang akan dilakukan karena akibat tersebut dapat terbawa dalam pekerjaan seseorang.   Sedangkan masalah ekonomi tergantung dari bagaimana seseorang tersebut dapat menghasilkan penghasilan yang cukup bagi kebutuhan keluarga serta dapat menjalankan keuangan tersebut dengan seperlunya. Karakteristik pribadi dari keturunan bagi tiap individu yang dapat menimbulkan stress terletak pada watak dasar alami yang dimiliki oleh seseorang tersebut. Sehingga untuk itu, gejala stress yang timbul pada tiap-tiap pekerjaan harus diatur dengan benar dalam kepribadian seseorang. Dari data yang dikumpulkan melalui wawancara dan koesioner dari suatu daerah, maka terdapat beberapa penyebab stress yaitu:

1.  Perubahan pesat: seperti peruabahan lingkungan alam, perubahan keadaan seperti pilotik dan pendidikan.

2.      Dalam hubungan sosial: hubungan antar pribadim sepeti persaingan materi dan saingan pendidikan,

3.      Kebutuhan yang meningkat: peningkatan taraf atau biaya hidup,

4.  Harapan yang tidak realistis: harapan tentang pernikahan, harapan tentangmasa depan, dan kecenderungan menhadapi hidup.

 

Sumber-sumber stres yaitu:

1.      Pembentukan karir, pembinaan hubungan pria-wanita, memilih pasangan hidup, pernikahan atau sendiri,

2.      Kehidupan berkeluarga, persaingan dalam pekerjaan, orientasi hidup, perubahan fisik, pendidikan anak, dan pengunduran diri dari jabatan atau pekerjaan,

Selanjutnya persiapan perlu diarahkan terhadap:

1.      Persiapan pernikahan, kesadaran nilai dan keyakinan, persiapan untuk menjadi orang tua dan hidup bermasyarakat,

2.   Perencanaan tujuan hidup, mempertahankan kesehatan, persiapan untuk perngunduran diri, antisipasi perubahan fisik, dan merencanaan serta melaksanakanprogram kesehatan jasmani.

 

Dengan menjalankan langkah-langkah positif berorientasi pada peningkatan pengetahuan dan keterampilan dalam penyesuaian diri terhadap perubahan-perubahan, diharapkan terbentuk pribadi yang tidak cepat atau mudah menderita karena stress dan gairah hidup dapat dipertahankan.

Hal-hal yang menimbulkan stress menurut Hans Selye adalah:

1.   Pekerjaan atau jabatan adalah faktor yang luar biasa menekankan aktivitas dan perannya sebagai meneger atau eksekutif. Berat-ringan atau besar-kecilnya tanggungjawa yang relative karena berkaitan dengan banyak faktor lainnya.

2.    Lingkungan fisik, adalah sumber timbulnya stress, kejenuhan karena setiap kali menghadapi suasana leingkungan yang tidak enak, bisa menimbulkan tekananstres,

3.      Faktor pribadi, dalam kehidupan ini tidak mungkin menghindar dari masalah dan ketegangan, suatu situasi yang menimbulkan emosi atau stress.

Hidup adalah berpikir. Pikiran adalah sumber semua keberhasilan, kemakmuran, dan kebahagiaan didunia. Pikiran juga merupakan sumber segala kegagalan, kemiskinan, dan ketidak bahagiaan didunia. Berpikir adalah bentuk kegiatan manusia yang paling tinggi yang dapat dilakukannya, namun sedikit sajalah yang sungguh-sungguh berpikir. Berpikir adalah kerja yang paling sulit untuk seseorang lakukan, itulah sebabnya manusia itu akan mengalami stress jika sesuatu yang dia pikirkan itu masih belum tuntas. Faktor-faktor yang menimbulkan stress ada tiga tingkatan yaitu: individu, keluarga, lingkungan. Adapun stress yang berlangsung berhari-hari yang disebabkan oleh masalah perilaku anak. Anak-anak seperti ini yang biasanya sulit diatur, suka membangkang, sering menimbulkan kekacauan dan kerusakan. Jika orang tua menghadapi anak yang sedemikian bisa menimbulkan stress.

Posting Komentar untuk "Gejala, Ciri-Ciri dan Faktor Yang Mempengaruhi Timbulnya Stress "