Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Akibat Dan Penanganan Stres

Akibat Stres

Dapatkah stress berpengaruh pada kondisi kesehatan seseorang? Kondisi stres dapat menyebabkan masalah kesehatan atau menjadikan masalah-masalah yang ada menjadi lebih berat jika seseorang tidak dapat menemukan cara atau jalan untuk menghadapinya. Konsultasikan dengan dokter jika anda berpikir bahwa beberapa gejala yang anda punyai disebabkan karena faktor stress. Merupakan hal penting untuk memastikan bahwa gejala-gejala tersebut bukan disebabkan karena masalah kesehatan lainnya. Rasa cemas dan tidak mampu menyesuaikan terhadap kemajuan mutakhir berakibat munculnya berbagai bentuk keluhan:

1.      Simtom fisik

a.       Stress pencetus, sehingga memperbarat penyakit kardiovaskuler yang sudah ada,

b.      Gangguan sistem pencernaan, ulkus ventrikuli (tukak lambung),

c.       Ketegangan di dalam organ tubuh tertentu, yang menyebabkan pegal,

d.      Kebiasaaan menggarut kepala dan lain-lain,

e.       Sidrom ketegangan pramenstual: nyeri-nyeri di tubuh, mual, sakit kepala,

f.       Disfungsi seksual. Penderita stress sering mengeluh masalah seksual dan impotensi,

 

2.      Simtom psikologi

a.       Ansietas: perasaan tidak menentu: perasaan tidak tentu, cemas dan takut yang tidak jelas dan tidak terikat pada suatu ancaman yang jelas dari luar. Perasaan khawatir, cemas, tidak nyaman bisa menyebabkan penderita menjauhkan diri menghindar dari lingkungan sosial atau tempat dan keadaan tertentu.

b.      Seseorang yang cemas, tertekan mudah depresi, bilamana tidak bisa mengatasi masalah dan merasa: putus asa, bingung, apatis, sedih, gangguan tidur, kehilangan minat

c.       Ketidakseimbangan emosi,

d.      Stress mempercepat proses menua dengan gejala:

1.      Mampu mengingat peristiwa lama, tetapi lupa peristiwa baru,

2.      Kecemasan akan perubahan pada tubuh, penyakit dan kematian,

3.      Perasaan akan hilang kecantikan, rambut berubah, kerut diwajah, otot yang mengendur

4.      Bertingkah laku muda kembali, terlihat dalam penampilan, pakaian dan perilaku,

Proses menua ini tampak pada aspek biologis dengan melemahnya dan kemunduran jaringan tubuh dan menurunnya daya tahan terhadap penyakit. Setiap orang dalam kehidupanakan memberi respon yang berbeda terhadap situasi yang menimbulkan ketegangan. Respon terhadap stress dikelompokkan sebagai berikut:

a.       Respon menghindar (flight response),

b.      Respon menghadapi (fight response),

c.       Respon membiarkan (freeze response),

Dari pembahasan mengenai bermacam-macam stress, sebab yang menimbulkannya dan reaksi orang terhadap stress, dapat disimpulkan:

1.      Berbagai hal yang berkaitan, dengan stress, tergantung dari pribadi,

2.      Keadaan yang berperan penting,

3.      Bilamana sumbernya diketahui lebih dahulu dan ditanggulangi sedini mungkin,

4.      Kemampuan menguasai bisa menguasai stress,

Dengan perkataan lain, sesuatu yang menengangkan, menekan seseorang belum tentu berlanjut dan menjadi stress, karena ada kaitan timbal balik antar keluarga, pribadi, pengalaman hidupdan situasinya yang merupakan kondisi yang bisa berubah dan diubah. Jelaslah bahwa stress harus diatasi untuk dikembalikan dan meningkatkan gairah hidup. Stress dapat diatasi jika diperhatikan dan diketahui faktor-faktor penyebab dan selanjutnya mempersiapkan kemampuan untuk mengatasinya dengan mengambil langkah positif seperti:

1.   Mengerti perkembangan diri, bilamana mengetahui perkembangan, tahap perkembangan pada umumnya dan diri sendiri khususnya, yang tidak terlalu menyimpan dari perkembangan secara umum, maka keadaan ini bisa diterapkan pada situasi khusus yang dipengaruhi oleh kebudayaan dan kondisi setempat.

2.  Menemukan sumber stress dalam proses perkembangan, bilamana mengetahui aspek pada perkembangan yang bisa menimbulkan stress, maka bisa dilakukan persiapan agar akibatnya teratasi dan tidak berakibat negatif.

3.      Persiapan menhadapi stress yang tidak bisa diramalkan, stress diluar dugaan walaupun masih ada kaitannya dengan sumber stress yang masih dapat diramalkan dalam lingkaran hidup.

4.      Mempersiapkan diri untuk menurangi stress dengan:

a.       Menambah pengetahuan mengenai sumber-sumber stress,

b.      Menambah keterampilan menghadapi dengan melatih diri atau atas petunjuk, saran atau mungkin bimbingan orang lain,

c.       Meningkatkan kemampuan untuk menghadapi dengan menilai ulang reaksi dan hasilnya.

 

Stres yang kuat juga menuebabkan sakit fisik, baik ringan maupun parah. Tetapi reaksi seseorang terhadap peristiwa stress sangat berbeda, sebagian orang menghadapi peristiwa stress mengalami masalah psikologi atau fisik serius, sedangkan orang lain yang berhadapan dengan peristiwa stress yang sama tidak mengalami masalah apa-apa dan bahkan mungkin merasa peristiwa itu sebagai suatu yang menantang dan menarik.

Coping (Penanganan) Atau Cara Mengatasi Stress

Koping merupakan cara-cara yang digunakan oleh indifidu unyuk menghadapi situasi yang menekan. Oleh karena itu meskipun koping menjadi bagian dari penyesuaian diri, namun koping merupakan istilah yang khusus digunakan untuk menunjukkan reaksi individu ketika menghadapi tekananatau stress. Ada berbagai macam koping. Pendapat berbagai tokoh pun beragam. Ada yang menyebutkan istilah koping hanya untuk cara-cara mengatasi persoalan yang sifatnya positif. Namun ada juga yang melihat koping sebagai istilah yang netral. Koping yang negatif menimbulkan berbagai persoalan baru di kemudian hari, bahkan sangat mungkin memunculkan berbagai gangguan pada diri individu yang bersangkutan. Sebaliknya koping yang positif menjadikan individu semakin matang, dewasa dan bahagia dalam menjalani kehidupannya. Ada berbagai cara untuk mengatasi stress. Kalau akibat stres telah mempengaruhi fisik, dan bahkan menimbulkan penyakit tertentu, peranan obat atau medikasi biasanya diperlukan. Namun obat itu sendiri kurang efektif untuk mengatasi stress dalam jangka panjang. Ada efek negatif bila menggunakan obat terus menerus. Disamping obat-obat tertentu membutuhkan biaya yang mahal, obat juga bias mengakibatkan ketergantungan dan bahkan membuat orang tertentu kebal terhadap obat tertentu. Untuk mencegah dan mengatasi stres agar tidak sampai ke tahap yang paling berat, maka dapat dilakukan dengan cara:

1.      Istirahat dan Tidur

Istirahat dan tidur merupakan obat yang baik dalam mengatasi stres karena dengan istirahat dan tidur yang cukup akan memulihkan keadaan tubuh. Tidur yang cukup akan memberikan kegairahan dalam hidup dan memperbaiki sel-sel yang rusak.

2.      Olah Raga atau Latihan Teratur

Olah raga dan latihan teratur adalah salah satu cara untuk meningkatkan daya tahan dan kekebalan fisik maupun mental. Olah raga dapat dilakukan dengan cara jalan pagi, lari pagi minimal dua kali seminggu dan tidak perlu lama-lama yang penting menghasilkan keringat setelah itu mandi dengan air hangat untuk memulihkan kebugaran.

3.      Berhenti Merokok

Berhenti merokok adalah bagian dari cara menanggulangi stres karena dapat meningkatkan ststus kesehatan dan mempertahankan ketahanan dan kekebalan tubuh.

4.      Tidak Mengkonsumsi Minuman Keras

Minuman keras merupakan faktor pencetus yang dapat mengakibatkan terjadinya stres. Dengan tidak mengkonsumsi minuman keras, kekebalan dan ketahanan tubuh akan semakin baik, segala penyakit dapat dihindari karena minuman keras banyak mengandung alkohol.

5.      Pengaturan Berat Badan

Peningkatan berat badan merupakan faktor yang dapat menyebabkan timbulnya stres karena mudah menurunkan daya tahan tubuh terhadap stres. Keadaan tubuh yang seimbang akan meningkatkan ketahanan dan kekebalan tubuh terhadap stres.

6.      Pengaturan Waktu

Pengaturan waktu merupakan cara yang tepat dalam mengurangi dan menanggulangi stres. Dengan pengaturan waktu segala pekerjaaan yang dapat menimbulkan kelelahan fisik dapat dihindari. Pengaturan waktu dapat dilakukan dengan cara menggunakan waktu secara efektif dan efisien serta melihat aspek prokdutivitas waktu. Seperti menggunakan waktu untuk menghasilkan sesuatu dan jangan biarkan waktu berlalu tanpa menghasilkan sesuatu yang bermanfaat.

7.      Terapi Psikofarmaka

Terapi ini dengan menggunakan obat-obatan dalam mengalami stres yang dialami dengan cara memutuskan jaringan antara psikoneuro dan imunologi sehingga stresor psikososial yang dialami tidak mempengaruhi fungsi kognitif afektif atau psikomotor yang dapat mengganggu organ tubuh yang lain. Obat-obatan yang digunakan biasanya digunakan adalah anti cemas dan anti depresi.

8.      Terapi Somatik

Terapi ini hanya dilakukan pada gejala yang ditimbulkan akibat stres yang dialami sehingga diharapkan tidak dapat mengganggu sistem tubuh yang lain.

9.      Psikoterapi

Terapi ini dengan menggunakan teknik psikologis yang disesuaikan dengan kebutuhan seseorang. Terapi ini dapat meliputi psikoterapi suportif dan psikoterapi redukatif di mana psikoterapi suportif memberikan motivasi atau dukungan agar pasien mengalami percaya diri, sedangkan psikoterapi redukatif dilakukan dengan memberikan pendidikan secara berulang. Selain itu ada psikoterapi rekonstruktif, psikoterapi kognitif dan lain-lain.

10.  Terapi Psikoreligius

Terapi ini dengan menggunakan pendekatan agama dalam mengatasi permasalahan psikologis mengingat dalam mengatasi permasalahn psikologis mengingat dalam mengatasi atau mempertahankan kehidupan seseorang harus sehat secara fisik, psikis, sosial, dan sehat spiritual sehingga stres yang dialami dapat diatasi.

11.  Homeostatis

Merupakan suatu keadaan tubuh untuk mempertahankan keseimbangan dalam menghadapi kondisi yang dialaminya. Proses homeostatis ini dapat terjadi apabila tubuh mengalami stres yang ada sehingga tubuh secara alamiah akan melakukan mekanisme pertahanan diri untuk menjaga kondisi yang seimbang, atau juga dapat dikatakan bahwa homeostatis adalah suatu proses perubahaan yang terus menerus untuk memelihara stabilitas dan beradaptasi terhadap kondisi lingkungan sekitarnya. Homeostatis yang terdapat dalam tubuh manusia dapat dikendalikan oleh suatu sistemendokrin dan syaraf otonom. Secara alamiah proses homeostatis dapat terjadi dalam tubuh manusia. Dalam mempelajari cara tubuh melakukan proses homeostatis ini dapat melalui empat cara di antaranya:

a.   Self regulation di mana sistem ini terjadi secara otomatis pada orang yang sehat sepertidalam pengaturan proses sistem fisiologis tubuh manusia.

b.      Berkompensasi yaitu tubuh akan cenderung bereaksi terhadap ketidak normalan dalam tubuh.

c.   Dengan cara sistem umpan balik negatif, proses ini merupakan penyimpangan dari keadaan normal segera dirasakan dan diperbaiki dalam tubuh dimana apabila tubuh dalam keadaan tidak normal akan secara sendiri mengadakan mekanisme umpan balik untuk menyeimbangkan dari keadaan yang ada.

d.      Cara umpan balik untuk mengkoreksi suatu ketidakseimbangan fisiologis.

Pencegahan terhadap stres bisa dilakukan dengan mengubah sikap hidup. Orang yang terlibat lebih aktif dengan pekerjaan dan kehidupan masyarakat, lebih berorientasi pada tantangan dan perubahan, dan merasa dapat menguasai kejadian-kejadian dalam hidupnya adalah orang yang tidak akan mudah terkena efek negatif stress. Strategi mengatasi stress dengan memfokuskan pada emosi merupakan strategi coping dengan mengubah pengalaman emosi terhadap stress dan bukan mengubah sumber stress. Cara ini efektif dilakukan apa bila individu merasa bahwa sumber stress berada dilauar kendalinya. Mekanismenya dilakukan dengan cara mengatur emosi melalui proses berpikir yang disadari. Apapun strategi dengan memfokuskan pada problem merupakan strategi coping dengan tujuan menghilangkan sumber stress atau mengubah dampak yang ditimbulkannya. Cara ini bisa dilakukan apa bila indifidu yakin dan dapat mengontrol sumber stresnya.

Posting Komentar untuk "Akibat Dan Penanganan Stres"