Filsafat Dan Hubungannya Dengan Penelitian Sosial
Sejarah Singkat Filsafat
Yunani adalah bangsa lahirnya tiga tokoh pertama filsafat yaitu Socrates, Plato dan Aristoteles. Filsuf apada zaman Pra-Socrates adalah Thales (585 SM), adalah seorang ahli filsafat yang menyenangi sains dan matematika, khususnya geometri. Thales terkenal dengan monistic metafisikanya yang menyebutkan bahwa semua realitas ciptaan berasal dari air dan meyakini segala sesuatu dengan dewa. Thales berargumentasi bahwa unsur utama dari alam semesata adalah air, menurutnya bumi terletak diatas air. Anaximander adalah salah satu murid Thales, dia menolak pandangan metafisika dan epistemologi dari Thales, dia menyatakan bahwa esensi dari realitas tidak dapat didefinisikan karena terbatas. Phytagoras adalah seorang ahli matematika dan filsafat, dia juga termasuk murid dari Thales. Peran agama dimasa modern digantikan ilmu-ilmu positif Pada masa Yunani kuno, filsafat secara umum sangat dominan, meski harus diakui bahwa agama masih kelihatan memainkan peran. Hal ini terjadi pada tahap permulaan, yaitu pada masa Thales. Demikian juga Phytagoras (572-500 SM) belum murni rasional. Pada masa Yunani Klasik, pertanyaan-pertanyaan yang berkembang adalah pertanyaan yang berhubungan alam semesta. Ini berangkat dari kekaguman manusia terhadap hal-hal yang ada di sekitarnya.
Pengertian Filsafat
Kata filsafat atau philosophy berasal dari dua akar kata Yunani philein yang berarti cinta, dan sophia yang artinya kebijakan. Secara etimologi filsafat adalah mencintai atau mencari kebijaksanaan. Pada umumnya ada tiga cabang dari ilmu filsafat yaitu metafisika (aspek kosmologi, teologi, antropologi dan ontologis), epistemologi (sumber pengetahuan berupa panca idera, wahyu atau suatu penglihatan, otoritas, rasio, dan intuisi), dan aksiologi (etika dan estetika). Pengertian filsafat secara umum adalah suatu kebijaksanaan hidup (filosofia) untuk memberikan suatu pandangan hidup yang menyeluruh berdasarkan refleksi atas pengalaman hidup maupun pengalaman ilmiah. Filsafat merupakan suatu ilmu pengetahuan karena memiliki logika, metode dan sistem. Namun filsafat berbeda dari ilmu-ilmu pengetahuan kehidupan lainnya oleh karena memiliki obyek tersendiri yang sangat luas. Filsafat adalah studi tentang seluruh fenomena kehidupan, dan pemikiran manusia secara kritis, dan dijabarkan dalam konsep mendasar.
Ada beberapa
Karakteristik-karakteristik dalam berfilsafaf yaitu:
a. Menyeluruh adalah seorang ilmuan yang tidak puas lagi mengenal ilmu hanya dari segi pandang itu sendiri artinya dia harus mencari dari sudut pandangan yang lainnya.
b. Mendasar adalah dia tidak percaya begitu saja bahwa ilmu itu benar artinya dia mau mencari suatu kebenaran atau kakekat dari ilmu tersebut.
c. Spekulatif adalah pengetahuan secara keseluruhan dan suatu jangkar pemikiran yang mendasar.
Pengertian Penelitian Sosial
Istilah penelitian pada dasarnya bersumber dari pengamatan yang dipertentangkan dengan pengamatan kuantitatif yang melibatkan pengukuran atau pengujian suatu tingkatan atau ciri tertentu. Dalam melakuklan penelitian harus ada beberapa pertimbangan. Penelitian kuantitatif adalah suatu ilmu pengetahuan sosial yang secara fundamental bergantung dari pengamatan pada manusia baik dari kawasan maupun dalam peristilahannya. Penelitian dalam pandangan fenomenologis berusaha memahami arti peristiwa dan kaitannya dengan situasi tertentu. Penelitian sosial adalah pemeriksaan atau penyelidikan yang teliti, atau kegiatan pengumpulan, pengolahan, analisis, dan penyajian data yang dilakukan secara sistematis dan objektif untuk memecahkan suatu persoalan atau menguji suatu hipotesis untuk mengembangkan prinsip-prinsip umum penelitian dng tujuan mengembangkan teori-teori ilmiah atau prinsip-prinsip dasar suatu disiplin yang lebih baik dari pada hanya memecahkan persoalan praktis.
Adapun tiga syarat terpenting dalam
melakukan penelitian yaitu sebagai berikut:
a. Sistematis, dilaksanakan berdasarkan cara atau pola tertentu dari hal yang paling sederhana hingga yang kompleks dengan tatanan dan tersusun dengan tepat sampai dengan tercapainya tujuan yang efektif dan efisien.
b. Terencana, dilaksanakan karena terdapat unsur kesenjangan dan sebelumnya sudah terkonsep langkah-langkah pelaksanaannya.
c. Mengikuti konsep ilmiah, maksudnya adalah mulai dari awal hingga sampai akhir kegiatan penelitian mengikuti langkah-langkah yang sudah ditentukan atau ditetapkan yaitu dengan prinsip yang digunakan untuk memperoleh ilmu pengetahuan.
Hubungan Filsafat Dan Penelitian
Sosial
Filsafat dan penelitian sosial
sebenarnya tidak jauh berbeda. Penelitian sosial bertujuan penyataan mengenai
ruang lingkup dan kegiatan yang akan dilakukan berdasarkan masalah yang telah
dirumuskan, setelah itu baru ditujukan manfaat yang dipetik dari penelitian
atau pemecahan masalah itu. Filsafat bertujuan untuk mendalami unsur-unsur pokok Ilmu, sehingga secara menyeluruh kita
dapat memahami sumber hakekat dan tujuan Ilmu, dan memahami sejarah
pertumbuhan, perkembangan dan kemajuan Ilmu di berbagai bidang, sehingga kita
mendapat gambaran tentang proses Ilmu kontemporer secara histories. Dalam
kaitannya dengan hubungan filsafat dan penelitian, terdapat tiga komponen dasar
yang erat kaitannya dengan penelitian yaitu: ontologi, epistimologi, dan
aksiologi. Dalam ketiga komponen ini sangat erat hubungannya dengan ilmu
logika, karena logika atau pemikiran dibutuhkan dalam melakukan penelitian dan
filsafat untuk menyatakan suatu pembuktian dan kebenaran dan kepastian. Dibawah
ini ada tiga penjelasan tentang ketiga komponen dalam melakukan penelitian dan
berfilsafatan yaitu:
1.
Ontologi
Suatu komponen dasar filsafat dan penelitian. Ontologi biasanya dipakai dalam filsafat metafisika atau supernatural. Dalam hal ini ada tiga tingkatan abstraksi dalam ontologi, yaitu: abstraksi fisik, abstraksi bentuk dan abstraksi metafisik.
2.
Epistemologi
Epistemologi adalah suatu cara mendapatkan pengetahuan yang benar atau dasar-dasar dan batas pengetahuan yang memili metode ilmiah tersendiri. Secara etimologi epistemologi adalah suatu cabang ilmu yang mempersoalkan atau menyelidiki tentang asal, susunan, metode, serta kebenaran dari pengetahuan.
3.
Aksiologi
Aksiologi adalah suatu teori nilai yang berkaitan dengan
kegunaan ilmu pengetahuan bagi kehidupan manusia. Dari setiap pengetahuan dan
ilmu yang telah didapat maka itu harus di gunakan atau diaplikasikan dalam
setiap aspek kehidupan.
4.
Metodologi
Metodologi adalah menguraikan berbagai pengetahuan tentang
metode dalam melakukan penelitian dan berfilsafatan untuk mencari kebenaran
dari suatu objek.
a.
Tujuan penelitian dan berfilsafatan
yang lengkap dan secara operasional dalam bentuk pernyataan,
b. Tempat dan waktu ,
c. Metode berdasarkan tujuan,
d. Teknik pengumpulan data yang ada,
e. Teknik analisis atau pemikiran
f. Kesimpulan.
Daftar Pustaka
K. Bartens, Sejarah Filsafat Yunani,
cetakan kelima (Jakarta, penerbit Kanisius, 1999)
Khoe Yao Tung, Filsafa Pendidikan
Kristen (Yogjakarta, 2013)
Paul Edwardsl, ed.
(1967). The
Encyclopedia of Philosophy. Macmillan & Free Press.
Jujun S. Suria sumantri, Filsafat
IlmuSebuah Pengantar Populer, (Jakarta, 2003)
KBBI (Kamus Besar Bahasa Indonesia)
Amsal Bakhtiar. Filsafat Ilmu. Raja Findo Persada. Jakarta 2004
Posting Komentar untuk "Filsafat Dan Hubungannya Dengan Penelitian Sosial"