Latar Belakang Terjadinya Stress
Hampir setiap orang
mendengakan pepatah “pikiran mengatasi masalah”, pikiran semakin jelas bahwa
pikiran dan persepsi dapat secara dramatis memengaruhi suasana hati, perasaan
dan emosi. Perasaan
stres yang timbul disebabkan karena insting atau reaksi tubuh untuk
mempertahankan diri. Reaksi seperti ini adalah baik pada saat atau kondisi
gawat darurat atau emergensi, seperti reaksi keluar dari mobil yang kecepatannya
melampaui batas dan akan menabrak jalan. Stress juga dapat disebabkan karena
gejala-gejala fisik yang berlangsung terlalu lama, seperti dalam merespon
tantangan dan perubahan dalam kehidupan sehari-hari. Stress menjadikan tubuh
anda bekerja secara berlebihan yang dapat membuat anda merasa cemas, takut,
khawatir dan tegang. Perubahan kecil apapun dapat membuat anda merasa tertekan
atau merasa stress, bahkan perubahan yang baik sekalipun. Itu bukan hanya
perubahannya atau kejadian itu sendiri, tapi juga bagaimana reaksi seseorang
atau anda terhadap perubahan atau kejadian yang terjadi. Ketegangan atau stress
pada tiap orang berbeda-beda, sebagai contoh seseorang mungkin merasa stress
karena pensiun dari pekerjaannya, sementara orang lain mungkin tidak mengalami
stress seperti apa yang dialami orang tersebut yang stress karena pensiun
kerja. Bukan kejadian atau masalah yang dapat menimbulkan emosi atau stress, namun
apa yang kita pikirkan tentang masalah itu, itulah yang menimbulkan emosi
tersebut.
Hal lain yang mungkin
menjadikan seseorang stress termasuk di PHK dari pekerjaan, ditinggal atau anak
pulang kampung, ditinggal pergi suami atau orang yang dicintai, bercerai atau
menghadapi pernikahan, penyakit tertentu, kecelakaan, kenaikan pangkat dalam
pekerjaan, masalah keuangan, pindah rumah atau mempunyai momongan baru dan lain
sebagianya. Terjadinya stress dapat disebabkan oleh sesuatu yang dinamakan stressor,
stressor ialah stimuli yang mengawali atau mencetuskan perubahan.
Stressor secara umum dapat diklasifikasikan sebagai stressor internal atau
eksternal.Stressor internal berasal dari dalam diri seseorang (mis. kondisi
sakit, menopause, dll). Stressor eksternal berasal dari luar diri seseorang
atau lingkuangan (mis. Kematian anggota keluarga, masalah di tempat kerja,
dll).
Menurut para peneliti
dan ahli psikologi, stress pada jaman ini disebabkan oleh banyak cara seperti
adanya perubahan yang dihadapi, adaptasi atau penyesuaian, hal ini tidak mudah
dicapai oleh manusia hingga menyebabkan berbagai gejala yakni disease
of change atau singkatan penyakit yang disebabkan oleh perubahan. Sama
halnya dengan remaja yang menghadapi masa dewasa yang penuh dengan kecemasan.
Dengan demikian stress adalah penyakit yang berkaitan dengan pesatnya perubahan
yang menuntut adaptasi seseorang terhadap perubahan. Stress dirumuskan sebagai
setiap tekanan, atau ketegangan yang mempengaruhi seseorang dalam kehidupannya,
pengaruhnya bersifat wajar ataupun tidak, tergantung dari reaksi terhadap
ketegangannya. Dari perumusan ini dapat disimpulkan bahwa yang menyebabkan
stress adalah stressor. Faktor individual menentukan reaksi orang tersebut
terhadap keadaaan stress dan selanjutnya akan dirasakannya. Meskipun manusia
adalah makhluk yang cerdas dan mampu mengendalikan banyak aspek kehidupan, akan
tetapi masih tetap banyak yang tahu mengenai emosi manusia, cara pikiran atau
peran atau keberuntungan dan peluang dalam kehidupan kita. Sering kali
kasus-kasus yang mendukacitakan dan mereka sedangan mengalami trauma dan luka
dalam kejiwaan. Berduka merupakan perasaan yang sangat rumit dan sering disalah
mengerti. Meskipun begitu, berduka harus dialami oleh semua orang dan suatu
saat yang tidak tentu.
Posting Komentar untuk "Latar Belakang Terjadinya Stress"