Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Latar Belakang Terjadinya Stress

Hampir setiap orang mendengakan pepatah “pikiran mengatasi masalah”, pikiran semakin jelas bahwa pikiran dan persepsi dapat secara dramatis memengaruhi suasana hati, perasaan dan emosi.  Perasaan stres yang timbul disebabkan karena insting atau reaksi tubuh untuk mempertahankan diri. Reaksi seperti ini adalah baik pada saat atau kondisi gawat darurat atau emergensi, seperti reaksi keluar dari mobil yang kecepatannya melampaui batas dan akan menabrak jalan. Stress juga dapat disebabkan karena gejala-gejala fisik yang berlangsung terlalu lama, seperti dalam merespon tantangan dan perubahan dalam kehidupan sehari-hari. Stress menjadikan tubuh anda bekerja secara berlebihan yang dapat membuat anda merasa cemas, takut, khawatir dan tegang. Perubahan kecil apapun dapat membuat anda merasa tertekan atau merasa stress, bahkan perubahan yang baik sekalipun. Itu bukan hanya perubahannya atau kejadian itu sendiri, tapi juga bagaimana reaksi seseorang atau anda terhadap perubahan atau kejadian yang terjadi. Ketegangan atau stress pada tiap orang berbeda-beda, sebagai contoh seseorang mungkin merasa stress karena pensiun dari pekerjaannya, sementara orang lain mungkin tidak mengalami stress seperti apa yang dialami orang tersebut yang stress karena pensiun kerja. Bukan kejadian atau masalah yang dapat menimbulkan emosi atau stress, namun apa yang kita pikirkan tentang masalah itu, itulah yang menimbulkan emosi tersebut.

Hal lain yang mungkin menjadikan seseorang stress termasuk di PHK dari pekerjaan, ditinggal atau anak pulang kampung, ditinggal pergi suami atau orang yang dicintai, bercerai atau menghadapi pernikahan, penyakit tertentu, kecelakaan, kenaikan pangkat dalam pekerjaan, masalah keuangan, pindah rumah atau mempunyai momongan baru dan lain sebagianya. Terjadinya stress dapat disebabkan oleh sesuatu yang dinamakan stressor, stressor ialah stimuli yang mengawali atau mencetuskan perubahan. Stressor secara umum dapat diklasifikasikan sebagai stressor internal atau eksternal.Stressor internal berasal dari dalam diri seseorang (mis. kondisi sakit, menopause, dll). Stressor eksternal berasal dari luar diri seseorang atau lingkuangan (mis. Kematian anggota keluarga, masalah di tempat kerja, dll).

Menurut para peneliti dan ahli psikologi, stress pada jaman ini disebabkan oleh banyak cara seperti adanya perubahan yang dihadapi, adaptasi atau penyesuaian, hal ini tidak mudah dicapai oleh manusia hingga menyebabkan berbagai gejala yakni disease of change atau singkatan penyakit yang disebabkan oleh perubahan. Sama halnya dengan remaja yang menghadapi masa dewasa yang penuh dengan kecemasan. Dengan demikian stress adalah penyakit yang berkaitan dengan pesatnya perubahan yang menuntut adaptasi seseorang terhadap perubahan. Stress dirumuskan sebagai setiap tekanan, atau ketegangan yang mempengaruhi seseorang dalam kehidupannya, pengaruhnya bersifat wajar ataupun tidak, tergantung dari reaksi terhadap ketegangannya. Dari perumusan ini dapat disimpulkan bahwa yang menyebabkan stress adalah stressor. Faktor individual menentukan reaksi orang tersebut terhadap keadaaan stress dan selanjutnya akan dirasakannya. Meskipun manusia adalah makhluk yang cerdas dan mampu mengendalikan banyak aspek kehidupan, akan tetapi masih tetap banyak yang tahu mengenai emosi manusia, cara pikiran atau peran atau keberuntungan dan peluang dalam kehidupan kita. Sering kali kasus-kasus yang mendukacitakan dan mereka sedangan mengalami trauma dan luka dalam kejiwaan. Berduka merupakan perasaan yang sangat rumit dan sering disalah mengerti. Meskipun begitu, berduka harus dialami oleh semua orang dan suatu saat yang tidak tentu. 

Posting Komentar untuk "Latar Belakang Terjadinya Stress"