Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Sejarah, Proses, Akibat Dan Penanganan Stres

ABSTRAK

Stres adalah respon emosional dan fisik yang bersifat mengganggu atau merugikan yang terjadi pada saat tuntutan tugas tidak sesuai dengan kemampuan, sumber daya, atau keinginan. Stres adalah gangguan mental yang dihadapi seseorang akibat adanya tekanan dari dalam maupun dari luar dirinya. Tekanan ini muncul dari kegagalan individu dalam memenuhi kebutuhan atau keinginannya. Stres mempunyai berbagai macam dampak, baik bagi individu itu sendiri maupun bagi lingkungan di sekitarnya. Penyakit yang dapat diderita seseorang yang mengalami stres kronis atau menderita stres dalam waktu yang lama diantaranya adalah penyakit jantung, masalah pencernaan, kegemukan, gangguan memori, memburuknya kondisi kulit seperti eksim, dan lain sebagainya. Dalam penanganan stres, hanya ada satu hal yang dapat dilakukan adalah coping, adalah upaya yang dilakukan seseorang dalam menangani stersnya dalam bentuk apapun.  Strategi coping merupakan suatu upaya individu untuk menanggulagi stress yang menekan akibat masalah yang dihadapinya dengan cara melakukan perubahan kognitif maupun perilaku guna memperoleh rasa aman dalam dirinya sendiri. Masing-masing tingkatan ini memiliki keunikan dalam memahami perbedaan individu dalam perilaku dan pengalamannya. Psikologi kepribadian memerlukan model deskriptif atau taksonomi mengenai kepribadian itu sendiri. Salah satu tujuan utama taksonomi dalam ilmu pengetahuan adalah untuk menyederhanakan defenisi yang saling tumpang-tindih. Oleh karena itu, dalam psikologi kepribadian, suatu taksonomi akan mempermudah para peneliti untuk meneliti sumber utama karakteristik kepribadian daripada hanya memeriksa ribuan atribut yang berbeda-beda yang membuat setiap individu berbeda dan unik. Dalam setiap kehidupan manusia setiap sikap manusia mempengaruhi perilaku kita.

ABSTRACT

Stress is a disturbing or detrimental emotional and physical response that occurs when the task demands are incompatible with ability, resources, or desires. Stress is a mental disorder a person faces due to pressure from within and from outside himself. This pressure arises from the failure of the individual to meet his needs or desires. Stress has a variety of impacts, both for the individual and for the environment. Diseases that can be suffered by someone who has chronic stress or suffer stress for a long time such as heart disease, digestive problems, obesity, memory disorders, worsening skin conditions such as eczema, and so forth. In the handling of stress, there is only one thing that can be done is coping, is an attempt made someone to handle stersnya in any form. Coping strategy is an individual effort to overcome stress suppressing due to the problems it faces by making cognitive and behavioral changes in order to gain a sense of security in itself. Each of these levels is unique in understanding individual differences in behavior and experience. Personality psychology requires a descriptive or taxonomic model of the personality itself. One of the major goals of taxonomy in science is to simplify overlapping definitions. Therefore, in personality psychology, a taxonomy will make it easier for researchers to examine the main source of personality characteristics rather than simply examining the thousands of different attributes that make each individual different and unique. In every human life every human attitude affects our behavior.

Kata kunci: Psikologi, Stress, Coping

Latar Belakang Terjadinya Stress

Hampir setiap orang mendengakan pepatah “pikiran mengatasi masalah”, pikiran semakin jelas bahwa pikiran dan persepsi dapat secara dramatis memengaruhi suasana hati, perasaan dan emosi.  Perasaan stres yang timbul disebabkan karena insting atau reaksi tubuh untuk mempertahankan diri. Reaksi seperti ini adalah baik pada saat atau kondisi gawat darurat atau emergensi, seperti reaksi keluar dari mobil yang kecepatannya melampaui batas dan akan menabrak jalan. Stress juga dapat disebabkan karena gejala-gejala fisik yang berlangsung terlalu lama, seperti dalam merespon tantangan dan perubahan dalam kehidupan sehari-hari. Stress menjadikan tubuh anda bekerja secara berlebihan yang dapat membuat anda merasa cemas, takut, khawatir dan tegang. Perubahan kecil apapun dapat membuat anda merasa tertekan atau merasa stress, bahkan perubahan yang baik sekalipun. Itu bukan hanya perubahannya atau kejadian itu sendiri, tapi juga bagaimana reaksi seseorang atau anda terhadap perubahan atau kejadian yang terjadi. Ketegangan atau stress pada tiap orang berbeda-beda, sebagai contoh seseorang mungkin merasa stress karena pensiun dari pekerjaannya, sementara orang lain mungkin tidak mengalami stress seperti apa yang dialami orang tersebut yang stress karena pensiun kerja. Bukan kejadian atau masalah yang dapat menimbulkan emosi atau stress, namun apa yang kita pikirkan tentang masalah itu, itulah yang menimbulkan emosi tersebut.

Hal lain yang mungkin menjadikan seseorang stress termasuk di PHK dari pekerjaan, ditinggal atau anak pulang kampung, ditinggal pergi suami atau orang yang dicintai, bercerai atau menghadapi pernikahan, penyakit tertentu, kecelakaan, kenaikan pangkat dalam pekerjaan, masalah keuangan, pindah rumah atau mempunyai momongan baru dan lain sebagianya. Terjadinya stress dapat disebabkan oleh sesuatu yang dinamakan stressor, stressor ialah stimuli yang mengawali atau mencetuskan perubahan. Stressor secara umum dapat diklasifikasikan sebagai stressor internal atau eksternal.Stressor internal berasal dari dalam diri seseorang (mis. kondisi sakit, menopause, dll). Stressor eksternal berasal dari luar diri seseorang atau lingkuangan (mis. Kematian anggota keluarga, masalah di tempat kerja, dll).

Menurut para peneliti dan ahli psikologi, stress pada jaman ini disebabkan oleh banyak cara seperti adanya perubahan yang dihadapi, adaptasi atau penyesuaian, hal ini tidak mudah dicapai oleh manusia hingga menyebabkan berbagai gejala yakni disease of change atau singkatan penyakit yang disebabkan oleh perubahan. Sama halnya dengan remaja yang menghadapi masa dewasa yang penuh dengan kecemasan. Dengan demikian stress adalah penyakit yang berkaitan dengan pesatnya perubahan yang menuntut adaptasi seseorang terhadap perubahan. Stress dirumuskan sebagai setiap tekanan, atau ketegangan yang mempengaruhi seseorang dalam kehidupannya, pengaruhnya bersifat wajar ataupun tidak, tergantung dari reaksi terhadap ketegangannya. Dari perumusan ini dapat disimpulkan bahwa yang menyebabkan stress adalah stressor. Faktor individual menentukan reaksi orang tersebut terhadap keadaaan stress dan selanjutnya akan dirasakannya. Meskipun manusia adalah makhluk yang cerdas dan mampu mengendalikan banyak aspek kehidupan, akan tetapi masih tetap banyak yang tahu mengenai emosi manusia, cara pikiran atau peran atau keberuntungan dan peluang dalam kehidupan kita. Sering kali kasus-kasus yang mendukacitakan dan mereka sedangan mengalami trauma dan luka dalam kejiwaan. Berduka merupakan perasaan yang sangat rumit dan sering disalah mengerti. Meskipun begitu, berduka harus dialami oleh semua orang dan suatu saat yang tidak tentu. 

Pengertian Stress

Stress adalah istilah yang datang dari ilmu kedokteran yang secara harafiah diartikan sebagai tekankan atau ketegangan yang memiliki kecenderungan yang mengganggu tubuh. Dalam sudut pandang psikologi stress adalah segala sesuatu yang menggangu kita untuk beradaptasi atau mengatasi suatu masalah. Stress menurut Hans Selye 1976 merupakan respon tubuh yang bersifat tidak spesifik terhadap setiap tuntutan atau beban atasnya. Berdasarkan pengertian tersebut dapat dikatakan stress apabila seseorang mengalami beban atau tugas yang berat tetapi orang tersebut tidak dapat mengatasi tugas yangdibebankan itu, maka tubuh akan berespon dengan tidak mampu terhadap tugas tersebut, sehingga orang tersebut dapat mengalami stress. Respons atau tindakan ini termasuk respons fisiologis dan psikologis. Stress dapat menyebabkan perasaan negative atau yang berlawanan dengan apa yang diinginkan atau mengancam kesejahteraan emosional. Stress dapat menggangu cara seseorang dalam menyerap realitas, menyelesaikan masalah, berfikir secara umum dan hubungan seseorang dan rasa memiliki. Sebagian besar stress yang kita alami berasal dari pikiran kita yang negatif dan rasionalisasi yang salah yang tercipta dalam pikiran kita sendiri. Sementara stress dapat berdampak bagi kita utuk menolong atrau memotivasi tindakan pemforma, namun jika terlalu banyak stress dan dalam periode yang lama dapat berpengaruh pada masalah fisik (seperti tekanan darah tinggi, migraine, dan ganguan perut yang disebabkan oleh kecemasa, depresi dan panik) dan psikologi. Pengertian stress akan berbeda satu dengan lainnya, hal ini bergantung dengan cara pandang seseorang dalam mendefinisikannya.

Ada beberapa pengertian yang perlu diketahui yaitu,

1.      Hans Selye, 1976

Adalah orang yang pertama memasuki istilah stress pada fisiologi, dia menhabiskan watunya dalam mempelajari akibat stress dari hewan. Menurut dia stress adalah respon tubuh yang sifatnya non-spesifik terhadap setiap tuntutan beban atasnya.

2.      Emanuelsen Dan Rosenlicht, 1986

Stress didefinisikan sebagai respon fisik dan emosionalterhadap tuntutan yang dialami individu yang diiterpretasikansebagai sesuatu yang mengancam keseimbangan.

3.      Soeharto Heerdjan, 1987

Stres adalah suatu kekuatan yang mendesak atau mencekam, yang menimbulkan suatu ketegangan dalam diri seseorang.

4.      Maramis, 1999

Secara umum, yang dimaksud ³Stres adalah reaksi tubuhterhadap situasi yang menimbulkan tekanan, perubahan, ketegangan emosi, dan lain-lain´. ³Stres adalah segala masalahatau tuntutan penyesuaian diri, dan karena itu, sesuatu yangmengganggu keseimbangan kita.

5.      Vincent Cornelli, sebagai mana dikutip oleh Grant Brecht (2000)

Stres adalah gangguan pada tubuh dan pikiran yangdisebabkan oleh perubahan dan tuntutan kehidupan, yangdipengaruhi baik oleh lingkungan maupun penampilan individudi dalam lingkungan tersebut.

6.      Keliat, B.A, 1999

Stress adalah realitas kehidupan setiap hari yang tidak dapatdihindari. Stres disebabkan oleh perubahan yang memerlukan penyesuaian.

7.      Lazarus Dan Folkman, 1984

Stres merupakan hubungan antara individu denganlingkungan yang oleh individu dinilai membebani atau melebihikekuatannya dan mengancam kesehatannya.

8.      Spilberger (Handoyo, 2001)

Stress adalah tuntutan eksternal yang mengenai seseorang, misalnya objek-objek dalam lingkungan atau seatu stimulus yangsecara objektif adalah berbahaya.

Dalam ilmu biomedis stress diartikan sebagai respons organisme trehadap stimulasi yang merugikan atau tidak menyenangkan. Dalam psikologi stress dipahami sebagai proses yang dijalani seseorang ketika berinteraksi dengan lingkungan. Deater-Deckard (2004) stress adalah sbagai serangkaian proses yang membawa pada kondisi psikologi yang tidak disukai dan reaksi psikologi yang muncul dalam upaya beradaptasi dengan tuntutan peran sebagai orang tua. Stress pengasuhan dapat dipahami sebagai stress atau situasi yang penuh dengan tekanan yang terjadi pada pelaksanaan tugas pengasuhan anak. Dalam kenyataannya pengasuhan anak bukanlah tugas yang mudah untuk dilakukan, sehingga dapat dikatakan bahwa pengasuhan itu sendiri adalah proses yang penuh dengan tekanan. Bila ditinjau dari penybab dan akibat stress pengasuhan, terdapat dua pendekatan utama. Yaitu: PCR (parent-child-relationship) dan teori daily hassles. Dari sudut pandang teori PCR, stress pengasuhan bersumber dari tiga komponen. Ketiganya adalah ranah orang tua (segala aspek pengasuhan yang muncul dari orang tua), ranah anak (segala aspek pengasuhan yang muncul dari perilaku anak), dan ranah hubungan orang tua dan anak (segala aspek pengasuhan yang bersumber dari orang tua dan anak). Karakter orang tua tentu memicu pengasuhan anak, dan sebaliknya juga karakter anak juga dapat memicu pengasuhannya. Katiga ranah pengasuhan stress ini pada akhirnya akan menyababkan kemorosotan kualitas dan efektifita perilaku pengasuhan.

Gejala Stres

Stres sifatnya universiality, yaitu umum semua orang sama dapat merasakannya, tetapi cara pengungkapannya yang berbeda atau diversity. Sesuai dengan karakteristik individu, maka responnya berbeda-beda untuk setiap orang. Seseorang yang mengalami stres dapat mengalami perubahan-perubahan yang terjadi,

1.      Cary Cooper dan Alison Straw mengemukakan gejala stres dapat berupa tanda-tanda berikut ini :

a.     Fisik, yaitu nafas memburu, mulut dan tenggorokan kering, tangan lembab, merasa panas, otot-otot tegang, pencernaanterganggu, sembelit, letih yang tidak beralasan, sakit kepala, salah urat dan gelisah.

b.   Perilaku, yaitu perasaan bingung, cemas, sedih, jengkel, salah paham, tidak berdaya, gelisah, gagal, tidak menarik, kehilangan semangat, susah konsentrasi, dan sebagainya.

c.    Watak dan kepribadian, yaitu sikap hati-hati yang berlebihan, menjadi lekas panik, kurang percaya diri, penjengkel.

2.      Menurut Braham, gejala stres dapat berupa tanda-tanda, sebagai berikut :

a.       Fisik, yaitu sulit tidur atau tidak dapat tidur teratur, sakit kepala, sulit buang air besar, adanya gangguan pencernaan, radang usus, kulit gatal-gatal.

b.      Emosional, yaitu marah-marah, mudah tersinggung, terlalu sensitif,gelisah dan cemas, suasana hati mudah berubah-ubah, sedih, mudah menangis.

c.       Intelektual, yaitu mudah lupa, kacau pikirannya, daya ingat menurun, sulit berkonsentrasi, suka melamun, pikiran hanya dipenuhi satu pikiran saja

d.      Interpersonal, yaitu acuh, kurang percaya kepada orang lain, sering mengingkari janji, suka mencari kesalahan orang lain, menutup diri, mudah menyalahkan orang lain.

Ciri-Ciri Stres

1.      Ciri-Ciri Stres Yang Baik

a.       Mengahadapi sesuatu dengan penuh harapan untuk melawan rasa takut dalam diri.

b.      Memiliki jadwal yang sangat padat, tetapi didalam sela-sela jadwal yang padat itu ada aktivitas yang sangat diharapkandan sangat dinikmati.

c.       Memiliki komitmen yang lebih terhadap apa yang Anda sayangi. Misalnya: pernikahan, menjadi seorang ayah/ibu, menjadi pekerja, atau menjadi pegawai negeri.

d.      Bekerja dengan tujuan tertentu dan Anda tahu kecepatan Anda saat bergerak akan berkurang saat tujuan itu tercapai atau bahkan saat baru akan tercapai.

e.       Merasa tertantang, siap dan bersemangat untuk menerima dan menyelesaikan tugas yang akan Anda hadapi.

f.       Merasakan kondisi badan yang cukup lelah namun akhirnya akan menikmati tidur yang lelap dan nyaman.

2.      Ciri-Ciri Stres Yang Jahat

a.       Menghadapi segala sesuatu dengan perasan takut, resah, gelisah dan khawatir.

b.      Memiliki jadwal yang sangat padat, tetapi tak ada satupun yang dapat Anda nikmati dan mau tidak mau, harus Anda penuhi kewajiban itu.

c.  Merasa bahwa semua yang anda lakukan tidaklah penting, tidak memenuhi seluruh kebutuhan anda, dan tak sebanding dengan tenaga, pikiran dan waktu yang anda curahkan.

d.   Merasa tidak memegang kendali dan selalu merasa panic seakan-akan tidak ada jalan keluar untuk menyelesaikan tugas, merasa tidak ada selesainya, dan merasa tidak ada yang membantu menyelesaikannya.

e.       Merasa lebih baik bekerja daripada berhenti/istirahat sejenak saat jam kerja.

f.  Memiliki tidur yang tidak lelap, tidur yang resah, sering sakit maag, sakit punggung dan mempunyai sakit yang sifatnya menahun.

Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Timbulnya Stress

Kondisi-kondisi yang cenderung menyebabkan stress disebut stressors. Meskipun stress dapat diakibatkan oleh hanya satu stressors, biasanya karyawan mengalami stress karena kombinasi stressors. Menurut Robbins (2001:565-567) ada tiga sumber utama yang dapat menyebabkan timbulnya stress yaitu:

Faktor Lingkungan

Keadaan lingkungan yang tidak menentu akan dapat menyebabkan pengaruh pembentukan struktur organisasi yang tidak sehat terhadap karyawan. Dalam faktor lingkungan terdapat tiga hal yang dapat menimbulkan stress bagi karyawan yaitu ekonomi, politik dan teknologi. Perubahan yang sangat cepat karena adanya penyesuaian terhadap ketiga hal tersebut membuat seseorang mengalami ancaman terkena stress. Hal ini dapat terjadi, misalnya perubahan teknologi yang begitu cepat. Perubahan yang baru terhadap teknologi akan membuat keahlian seseorang dan pengalamannya tidak terpakai karena hampir semua pekerjaan dapat terselesaikan dengan cepat dan dalam waktu yang singkat dengan adanya teknologi yang digunakannya.

Faktor Organisasi

Didalam organisasi terdapat beberapa faktor yang dapat menimbulkan stress yaitu role demands, interpersonal demands, organizational structure dan organizational leadership.

Pengertian dari masing-masing faktor organisasi tersebut adalah sebagai berikut :

a.       Role Demands

Peraturan dan tuntutan dalam pekerjaan yang tidak jelas dalam suatu organisasi akan mempengaruhi peranan seorang karyawan untuk memberikan hasil akhir yang ingin dicapai bersama dalam suatu organisasi tersebut.

b.      Interpersonal Demands

Mendefinisikan tekanan yang diciptakan oleh karyawan lainnya dalam organisasi. Hubungan komunikasi yang tidak jelas antara karyawan satu dengan karyawan lainnya akan dapat menyebabkan komunikasi yang tidak sehat. Sehingga pemenuhan kebutuhan dalam organisasi terutama yang berkaitan dengan kehidupan sosial akan menghambat perkembangan sikap dan pemikiran antara karyawan yang satu dengan karyawan lainnya.

c.       Organizational Structure

Mendefinisikan tingkat perbedaan dalam organisasi dimana keputusan tersebut dibuat dan jika terjadi ketidak jelasan dalam struktur pembuat keputusan atau peraturan maka akan dapat mempengaruhi kinerja seorang karyawan dalam organisasi.

a.       Organizational Leadership

Berkaitan dengan peran yang akan dilakukan oleh seorang pimpinan dalam suatu organisasi. Karakteristik pemimpin menurut The Michigan group (Robbins, 2001:316) dibagi dua yaitu karakteristik pemimpin yang lebih mengutamakan atau menekankan pada hubungan yang secara langsung antara pemimpin dengan karyawannya serta karakteristik pemimpin yang hanya mengutamakan atau menekankan pada hal pekerjaan saja.

Empat faktor organisasi di atas juga akan menjadi batasan dalam mengukur tingginya tingkat stress. Pengertian dari tingkat stress itu sendiri adalah muncul dari adanya kondisi-kondisi suatu pekerjaan atau masalah yang timbul yang tidak diinginkan oleh individu dalam mencapai suatu kesempatan, batasan-batasan, atau permintaan-permintaan dimana semuanya itu berhubungan dengan keinginannya dan dimana hasilnya diterima sebagai sesuatu yang tidak pasti tapi penting (Robbins, 2001:563).

Faktor Individu

Pada dasarnya, faktor yang terkait dalam hal ini muncul dari dalam keluarga, masalah ekonomi pribadi dan karakteristik pribadi dari keturunan. Hubungan pribadi antara keluarga yang kurang baik akan menimbulkan akibat pada pekerjaan yang akan dilakukan karena akibat tersebut dapat terbawa dalam pekerjaan seseorang.   Sedangkan masalah ekonomi tergantung dari bagaimana seseorang tersebut dapat menghasilkan penghasilan yang cukup bagi kebutuhan keluarga serta dapat menjalankan keuangan tersebut dengan seperlunya. Karakteristik pribadi dari keturunan bagi tiap individu yang dapat menimbulkan stress terletak pada watak dasar alami yang dimiliki oleh seseorang tersebut. Sehingga untuk itu, gejala stress yang timbul pada tiap-tiap pekerjaan harus diatur dengan benar dalam kepribadian seseorang. Dari data yang dikumpulkan melalui wawancara dan koesioner dari suatu daerah, maka terdapat beberapa penyebab stress yaitu:

1.  Perubahan pesat: seperti peruabahan lingkungan alam, perubahan keadaan seperti pilotik dan pendidikan.

2.      Dalam hubungan sosial: hubungan antar pribadim sepeti persaingan materi dan saingan pendidikan,

3.      Kebutuhan yang meningkat: peningkatan taraf atau biaya hidup,

4. Harapan yang tidak realistis: harapan tentang pernikahan, harapan tentangmasa depan, dan kecenderungan menhadapi hidup.

 

Sumber-sumber stres yaitu:

1.   Pembentukan karir, pembinaan hubungan pria-wanita, memilih pasangan hidup, pernikahan atau sendiri,

2.      Kehidupan berkeluarga, persaingan dalam pekerjaan, orientasi hidup, perubahan fisik, pendidikan anak, dan pengunduran diri dari jabatan atau pekerjaan,

Selanjutnya persiapan perlu diarahkan terhadap:

1.      Persiapan pernikahan, kesadaran nilai dan keyakinan, persiapan untuk menjadi orang tua dan hidup bermasyarakat,

2.      Perencanaan tujuan hidup, mempertahankan kesehatan, persiapan untuk perngunduran diri, antisipasi perubahan fisik, dan merencanaan serta melaksanakanprogram kesehatan jasmani.

Dengan menjalankan langkah-langkah positif berorientasi pada peningkatan pengetahuan dan keterampilan dalam penyesuaian diri terhadap perubahan-perubahan, diharapkan terbentuk pribadi yang tidak cepat atau mudah menderita karena stress dan gairah hidup dapat dipertahankan.

Hal-hal yang menimbulkan stress menurut Hans Selye adalah:

1.      Pekerjaan atau jabatan adalah faktor yang luar biasa menekankan aktivitas dan perannya sebagai meneger atau eksekutif. Berat-ringan atau besar-kecilnya tanggungjawa yang relative karena berkaitan dengan banyak faktor lainnya.

2.    Lingkungan fisik, adalah sumber timbulnya stress, kejenuhan karena setiap kali menghadapi suasana leingkungan yang tidak enak, bisa menimbulkan tekananstres,

3.      Faktor pribadi, dalam kehidupan ini tidak mungkin menghindar dari masalah dan ketegangan, suatu situasi yang menimbulkan emosi atau stress.

Hidup adalah berpikir. Pikiran adalah sumber semua keberhasilan, kemakmuran, dan kebahagiaan didunia. Pikiran juga merupakan sumber segala kegagalan, kemiskinan, dan ketidak bahagiaan didunia. Berpikir adalah bentuk kegiatan manusia yang paling tinggi yang dapat dilakukannya, namun sedikit sajalah yang sungguh-sungguh berpikir. Berpikir adalah kerja yang paling sulit untuk seseorang lakukan, itulah sebabnya manusia itu akan mengalami stress jika sesuatu yang dia pikirkan itu masih belum tuntas. Faktor-faktor yang menimbulkan stress ada tiga tingkatan yaitu: individu, keluarga, lingkungan. Adapun stress yang berlangsung berhari-hari yang disebabkan oleh masalah perilaku anak. Anak-anak seperti ini yang biasanya sulit diatur, suka membangkang, sering menimbulkan kekacauan dan kerusakan. Jika orang tua menghadapi anak yang sedemikian bisa menimbulkan stress.

Akibat Stres

Dapatkah stress berpengaruh pada kondisi kesehatan seseorang? Kondisi stres dapat menyebabkan masalah kesehatan atau menjadikan masalah-masalah yang ada menjadi lebih berat jika seseorang tidak dapat menemukan cara atau jalan untuk menghadapinya. Konsultasikan dengan dokter jika anda berpikir bahwa beberapa gejala yang anda punyai disebabkan karena faktor stress. Merupakan hal penting untuk memastikan bahwa gejala-gejala tersebut bukan disebabkan karena masalah kesehatan lainnya. Rasa cemas dan tidak mampu menyesuaikan terhadap kemajuan mutakhir berakibat munculnya berbagai bentuk keluhan:

1.      Simtom fisik

a.       Stress pencetus, sehingga memperbarat penyakit kardiovaskuler yang sudah ada,

b.      Gangguan sistem pencernaan, ulkus ventrikuli (tukak lambung),

c.       Ketegangan di dalam organ tubuh tertentu, yang menyebabkan pegal,

d.      Kebiasaaan menggarut kepala dan lain-lain,

e.       Sidrom ketegangan pramenstual: nyeri-nyeri di tubuh, mual, sakit kepala,

f.       Disfungsi seksual. Penderita stress sering mengeluh masalah seksual dan impotensi,

 

2.      Simtom psikologi

a.       Ansietas: perasaan tidak menentu: perasaan tidak tentu, cemas dan takut yang tidak jelas dan tidak terikat pada suatu ancaman yang jelas dari luar. Perasaan khawatir, cemas, tidak nyaman bisa menyebabkan penderita menjauhkan diri menghindar dari lingkungan sosial atau tempat dan keadaan tertentu.

b.      Seseorang yang cemas, tertekan mudah depresi, bilamana tidak bisa mengatasi masalah dan merasa: putus asa, bingung, apatis, sedih, gangguan tidur, kehilangan minat

c.       Ketidakseimbangan emosi,

d.      Stress mempercepat proses menua dengan gejala:

1.      Mampu mengingat peristiwa lama, tetapi lupa peristiwa baru,

2.      Kecemasan akan perubahan pada tubuh, penyakit dan kematian,

3.      Perasaan akan hilang kecantikan, rambut berubah, kerut diwajah, otot yang mengendur

4.      Bertingkah laku muda kembali, terlihat dalam penampilan, pakaian dan perilaku,

Proses menua ini tampak pada aspek biologis dengan melemahnya dan kemunduran jaringan tubuh dan menurunnya daya tahan terhadap penyakit. Setiap orang dalam kehidupanakan memberi respon yang berbeda terhadap situasi yang menimbulkan ketegangan. Respon terhadap stress dikelompokkan sebagai berikut:

a.       Respon menghindar (flight response),

b.      Respon menghadapi (fight response),

c.       Respon membiarkan (freeze response),

Dari pembahasan mengenai bermacam-macam stress, sebab yang menimbulkannya dan reaksi orang terhadap stress, dapat disimpulkan:

1.      Berbagai hal yang berkaitan, dengan stress, tergantung dari pribadi,

2.      Keadaan yang berperan penting,

3.      Bilamana sumbernya diketahui lebih dahulu dan ditanggulangi sedini mungkin,

4.      Kemampuan menguasai bisa menguasai stress,

 

Dengan perkataan lain, sesuatu yang menengangkan, menekan seseorang belum tentu berlanjut dan menjadi stress, karena ada kaitan timbal balik antar keluarga, pribadi, pengalaman hidupdan situasinya yang merupakan kondisi yang bisa berubah dan diubah. Jelaslah bahwa stress harus diatasi untuk dikembalikan dan meningkatkan gairah hidup. Stress dapat diatasi jika diperhatikan dan diketahui faktor-faktor penyebab dan selanjutnya mempersiapkan kemampuan untuk mengatasinya dengan mengambil langkah positif seperti:

1. Mengerti perkembangan diri, bilamana mengetahui perkembangan, tahap perkembangan pada umumnya dan diri sendiri khususnya, yang tidak terlalu menyimpan dari perkembangan secara umum, maka keadaan ini bisa diterapkan pada situasi khusus yang dipengaruhi oleh kebudayaan dan kondisi setempat.

2.  Menemukan sumber stress dalam proses perkembangan, bilamana mengetahui aspek pada perkembangan yang bisa menimbulkan stress, maka bisa dilakukan persiapan agar akibatnya teratasi dan tidak berakibat negatif.

3.      Persiapan menhadapi stress yang tidak bisa diramalkan, stress diluar dugaan walaupun masih ada kaitannya dengan sumber stress yang masih dapat diramalkan dalam lingkaran hidup.

4.      Mempersiapkan diri untuk menurangi stress dengan:

a.       Menambah pengetahuan mengenai sumber-sumber stress,

b.      Menambah keterampilan menghadapi dengan melatih diri atau atas petunjuk, saran atau mungkin bimbingan orang lain,

c.       Meningkatkan kemampuan untuk menghadapi dengan menilai ulang reaksi dan hasilnya.

 

Stres yang kuat juga menuebabkan sakit fisik, baik ringan maupun parah. Tetapi reaksi seseorang terhadap peristiwa stress sangat berbeda, sebagian orang menghadapi peristiwa stress mengalami masalah psikologi atau fisik serius, sedangkan orang lain yang berhadapan dengan peristiwa stress yang sama tidak mengalami masalah apa-apa dan bahkan mungkin merasa peristiwa itu sebagai suatu yang menantang dan menarik.

Coping (Penanganan) Atau Cara Mengatasi Stress

Koping merupakan cara-cara yang digunakan oleh indifidu unyuk menghadapi situasi yang menekan. Oleh karena itu meskipun koping menjadi bagian dari penyesuaian diri, namun koping merupakan istilah yang khusus digunakan untuk menunjukkan reaksi individu ketika menghadapi tekananatau stress. Ada berbagai macam koping. Pendapat berbagai tokoh pun beragam. Ada yang menyebutkan istilah koping hanya untuk cara-cara mengatasi persoalan yang sifatnya positif. Namun ada juga yang melihat koping sebagai istilah yang netral. Koping yang negatif menimbulkan berbagai persoalan baru di kemudian hari, bahkan sangat mungkin memunculkan berbagai gangguan pada diri individu yang bersangkutan. Sebaliknya koping yang positif menjadikan individu semakin matang, dewasa dan bahagia dalam menjalani kehidupannya. Ada berbagai cara untuk mengatasi stress. Kalau akibat stres telah mempengaruhi fisik, dan bahkan menimbulkan penyakit tertentu, peranan obat atau medikasi biasanya diperlukan. Namun obat itu sendiri kurang efektif untuk mengatasi stress dalam jangka panjang. Ada efek negatif bila menggunakan obat terus menerus. Disamping obat-obat tertentu membutuhkan biaya yang mahal, obat juga bias mengakibatkan ketergantungan dan bahkan membuat orang tertentu kebal terhadap obat tertentu. Untuk mencegah dan mengatasi stres agar tidak sampai ke tahap yang paling berat, maka dapat dilakukan dengan cara:

1.      Istirahat dan Tidur

Istirahat dan tidur merupakan obat yang baik dalam mengatasi stres karena dengan istirahat dan tidur yang cukup akan memulihkan keadaan tubuh. Tidur yang cukup akan memberikan kegairahan dalam hidup dan memperbaiki sel-sel yang rusak.

2.      Olah Raga atau Latihan Teratur

Olah raga dan latihan teratur adalah salah satu cara untuk meningkatkan daya tahan dan kekebalan fisik maupun mental. Olah raga dapat dilakukan dengan cara jalan pagi, lari pagi minimal dua kali seminggu dan tidak perlu lama-lama yang penting menghasilkan keringat setelah itu mandi dengan air hangat untuk memulihkan kebugaran.

3.      Berhenti Merokok

Berhenti merokok adalah bagian dari cara menanggulangi stres karena dapat meningkatkan ststus kesehatan dan mempertahankan ketahanan dan kekebalan tubuh.

4.      Tidak Mengkonsumsi Minuman Keras

Minuman keras merupakan faktor pencetus yang dapat mengakibatkan terjadinya stres. Dengan tidak mengkonsumsi minuman keras, kekebalan dan ketahanan tubuh akan semakin baik, segala penyakit dapat dihindari karena minuman keras banyak mengandung alkohol.

5.      Pengaturan Berat Badan

Peningkatan berat badan merupakan faktor yang dapat menyebabkan timbulnya stres karena mudah menurunkan daya tahan tubuh terhadap stres. Keadaan tubuh yang seimbang akan meningkatkan ketahanan dan kekebalan tubuh terhadap stres.

6.      Pengaturan Waktu

Pengaturan waktu merupakan cara yang tepat dalam mengurangi dan menanggulangi stres. Dengan pengaturan waktu segala pekerjaaan yang dapat menimbulkan kelelahan fisik dapat dihindari. Pengaturan waktu dapat dilakukan dengan cara menggunakan waktu secara efektif dan efisien serta melihat aspek prokdutivitas waktu. Seperti menggunakan waktu untuk menghasilkan sesuatu dan jangan biarkan waktu berlalu tanpa menghasilkan sesuatu yang bermanfaat.

7.      Terapi Psikofarmaka

Terapi ini dengan menggunakan obat-obatan dalam mengalami stres yang dialami dengan cara memutuskan jaringan antara psikoneuro dan imunologi sehingga stresor psikososial yang dialami tidak mempengaruhi fungsi kognitif afektif atau psikomotor yang dapat mengganggu organ tubuh yang lain. Obat-obatan yang digunakan biasanya digunakan adalah anti cemas dan anti depresi.

8.      Terapi Somatik

Terapi ini hanya dilakukan pada gejala yang ditimbulkan akibat stres yang dialami sehingga diharapkan tidak dapat mengganggu sistem tubuh yang lain.

9.      Psikoterapi

Terapi ini dengan menggunakan teknik psikologis yang disesuaikan dengan kebutuhan seseorang. Terapi ini dapat meliputi psikoterapi suportif dan psikoterapi redukatif di mana psikoterapi suportif memberikan motivasi atau dukungan agar pasien mengalami percaya diri, sedangkan psikoterapi redukatif dilakukan dengan memberikan pendidikan secara berulang. Selain itu ada psikoterapi rekonstruktif, psikoterapi kognitif dan lain-lain.

10.  Terapi Psikoreligius

Terapi ini dengan menggunakan pendekatan agama dalam mengatasi permasalahan psikologis mengingat dalam mengatasi permasalahn psikologis mengingat dalam mengatasi atau mempertahankan kehidupan seseorang harus sehat secara fisik, psikis, sosial, dan sehat spiritual sehingga stres yang dialami dapat diatasi.

11.  Homeostatis

Merupakan suatu keadaan tubuh untuk mempertahankan keseimbangan dalam menghadapi kondisi yang dialaminya. Proses homeostatis ini dapat terjadi apabila tubuh mengalami stres yang ada sehingga tubuh secara alamiah akan melakukan mekanisme pertahanan diri untuk menjaga kondisi yang seimbang, atau juga dapat dikatakan bahwa homeostatis adalah suatu proses perubahaan yang terus menerus untuk memelihara stabilitas dan beradaptasi terhadap kondisi lingkungan sekitarnya. Homeostatis yang terdapat dalam tubuh manusia dapat dikendalikan oleh suatu sistemendokrin dan syaraf otonom. Secara alamiah proses homeostatis dapat terjadi dalam tubuh manusia. Dalam mempelajari cara tubuh melakukan proses homeostatis ini dapat melalui empat cara di antaranya:

a.       Self regulation di mana sistem ini terjadi secara otomatis pada orang yang sehat sepertidalam pengaturan proses sistem fisiologis tubuh manusia.

b.      Berkompensasi yaitu tubuh akan cenderung bereaksi terhadap ketidak normalan dalam tubuh.

c.   Dengan cara sistem umpan balik negatif, proses ini merupakan penyimpangan dari keadaan normal segera dirasakan dan diperbaiki dalam tubuh dimana apabila tubuh dalam keadaan tidak normal akan secara sendiri mengadakan mekanisme umpan balik untuk menyeimbangkan dari keadaan yang ada.

d.      Cara umpan balik untuk mengkoreksi suatu ketidakseimbangan fisiologis.

Pencegahan terhadap stres bisa dilakukan dengan mengubah sikap hidup. Orang yang terlibat lebih aktif dengan pekerjaan dan kehidupan masyarakat, lebih berorientasi pada tantangan dan perubahan, dan merasa dapat menguasai kejadian-kejadian dalam hidupnya adalah orang yang tidak akan mudah terkena efek negatif stress. Strategi mengatasi stress dengan memfokuskan pada emosi merupakan strategi coping dengan mengubah pengalaman emosi terhadap stress dan bukan mengubah sumber stress. Cara ini efektif dilakukan apa bila individu merasa bahwa sumber stress berada dilauar kendalinya. Mekanismenya dilakukan dengan cara mengatur emosi melalui proses berpikir yang disadari. Apapun strategi dengan memfokuskan pada problem merupakan strategi coping dengan tujuan menghilangkan sumber stress atau mengubah dampak yang ditimbulkannya. Cara ini bisa dilakukan apa bila indifidu yakin dan dapat mengontrol sumber stresnya.

 

Daftar Pustaka

Elizabet bakere, How to hang loose in a uptight world, cetakan ke 1 (PT Bhuana Ilmu Populer)

Lazarus, DKK, Syaying Sane In A Crazy World Cetakan Ke-1 (Jakarta, PT Bhuana Ilmu Populer)

Singgih Gunarsana, DKK, Psikologi Prakis, cetakan ke-7 (Jakarta, BPK Gunung Mulia)

Dono Baswardono, bertahan dari tragedy, (Jakarta, PT Elex Media KOmputindo)

Sri lestari, psikologi keluarga, cetakan ke-4, 2016, (Jakarta, kencana)

Walter doyle staples, berpikir sebagai pemenang, cetakan ke-1 (Jakarta, pustaka tangga)

Rita L. Atkinson, Pengantar Psikologi, (Tangerang, Interaksa)

Posting Komentar untuk "Sejarah, Proses, Akibat Dan Penanganan Stres"