Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Sejarah, Perkembangan, Ciri-Ciri Dan Tokoh Gerakan Pietisme

 

Pada tahun 1667 di Darmstadt, istilah Pietisme muncul dan menjadi popular dikalangan gereja-gereja Lutheran. Spener dipanggil untuk menjadi pendeta di Frankfurt amMain, gagasan Spener sangat menentukan arah Pietisme, sehingga ia dinamakan bapa Pietisme.  Minat utama dalam mencapai kesalehan itulah Pietisme. Aliran Pietisme yang dikenal yaitu: Pietisme Halle hal ini menekankan pertobatan, kesatuan dengan Kristus dan Kitab Suci, dan hakikat Allah dalam orang percaya.

Ciri-Ciri Umum Pietisme

a.       sangat menekankan manusia baru atau regenerai (lahir baru)

b.      sebuah persekutuan yang menjalankan kesalehan atau persekutuan saleh

c.       menyangkut tuntunan atau ajaran tentang Allah

d.      pembaharuan kehidupan

Aliran Pietisme Yang Dikenal

Pietisme Halle. Gagasan Spener tentang Pietisme Halle dalam karyanya: Pia Desideria (1675):

1.      Menyangkut kondisi dalam gereja dan seluruh lapisan masyarakat. Spener mengecam raja-raja yang salah mempergunakan kekuasaan mereka dan megatur mengendalikan gereja sesuka hati, penekaan ini hampir sama dengan Luther yang dialamatkan kepada bangsawan-bangsawan Jerman agae mereka berperan dalam reformasi, tetapi Spener memperbaiki pendapat Luther, ia berpendapat harus ada pemisahan total antara gereja dan negara. Dan begitu juga Spener menekankan pendeta-pendeta protetan, katanya jika tidak lahir baru tidak pantas menjadi pelayan Tuhan dan doa-doa mereka juga tidak efektif.

2. Menyangkut tentang harapan perbaikan gereja, keadaan gereja yang sudah rusak pasti dapat    diperbaiki karena janji-janji Allah sendiri dan bukan karena kemampuan manusia. Dan Spener juga menekankan teman-temannya pendeta agar memenangkan janji-janji Allah yaitu kesempurnaan, karena orang Kristen dipanggil untuk sempurna.

3.      Usul-usul pembaharuan:

a.       Penggunaan Firman Allah secara ekstensif

b.      Imamat am orang percaya

c.       Pengetahuan iman saja belum cukup, tetapi harus diwujudkan didalam praktek

d.      Bagaimanakah seharusnya sikap kita terhadap merekayang tidak percaya, yaitu orang-orang yang belum mengenal Kristus

e.       Usul untuk pendidikan calon-calon pendeta

f.       Alat-alat yang dipakai Allah seperti Firman dan sakramen, sebanarnya harus terarah pada batin manusia

 

Pietisme Herrnhut (Nikolaus Ludwig Von Zinzendorf 1700-1760). Pietisme ini mula-mula terbentuk dari sekelompok orang-orang Kristen, tanggal 13 Augustus 1717 dianggap sebagai hari ulang tahun Herrnhut kemudian berkembang menjadi suatu persekutuan yang baik. Setiap khotbah pendeta diringkas dan didiskusikan oleh setiap kelompok pada saat tertentu, perjamuan kasih mulai diadakan, melakukan hari doa setiap bulan, perjamuan Kudus diadakan secara bulanan, kebaktian fajar pada hari paskah, pelayang-pelayan berjaga-jaga setiap malam dan mereka juga giat dalam pekabaran Injil

Pietisme Wurttemberg. Ajaran ini mulai di Tubingen oleh seorang ahli bahasa dan tokoh Ortodoks Johann Andreas Hochstetter (1637-1720). Ajaran ini yaitu bangun jam 4 pagi berdoa dan meditasi, memberikan perpuluhan kepada gereja dengan secara teratur, kadang beribadah sampai jam 12 malam dan sebagainya.

Pietisme Radikal. Tokoh ajaran ini adalah Gottfried Arnold (1666-1714) dia lahir di Anaberg. Cinta kepada Tuhan harus mencakup seluruh bidang kehidupan sampai kekal atau hidup dengan sempurna, hidup baru dan dimotivasi oleh kasih, hukum Tuhan sangat penting, dan harus selalu ada pembaharuan batin.

Neo Pietisme (akhir abad 17). Ciri-cirinya adalah: Melawan otonom manusia dan menekankan wibawa Alkitab untuk iman dan kehidupan manusia. Melawan etik natural dan menekankan etik penyataan. Melawan reduksi teologi Kristen oleh prinsip-prinsip akal dan menekankan penyataan Alkitab tentang Allah

Beberapa Aliran Atau Pandangan Yang Mempengaruhi Pietisme

Mistik. Mistik abad pertengahan dengan tokohnya Ekhart, Tauler, Thomas, Kempis: Menurut orang Mistik abad pertengehan, kebahagiaan jiwa yang dirasakan manusia bilamana manusia sadar akan kesatuannya dengan Allah. Mistik dikalangan Protestan (tokoh Boehme): Ia membedakan agama batin dan formylasi-formulasi intelektual yang bersifat sekunder, dan dia nytakan bahwa Allah itu kasih. Mistik dikalangan Katolik Roma abad ke 17-18: Janseminsme dan Quietisme. Janseminsme dan Cornelius sama pandangnannya dengan Augustinus, yang menekankan bahwa kehidupan penuh dedikasi dengan Allah dan keinginan tubuh itu jahat dan harus dimatikan. Quietisme dengan tokohnya Michael de Molinos berkata bahwa manusia bisa sempurna jika ia beristirahat didalam Allah dan karena itu tidak mungki dosa tinggal didalamnya.

Puritan. Puritan berasal dari kata Pure yang artinya murni, aliran ini dianggap sangat keras.

Reformasi. Imamat, am orang percaya, Pembenaran oleh iman

Pencerahan. Pencerahan adalah suatu alirang yang menolak keyakinan atau kepercayaan yang diajarakan oleh instansi-instansi lain dari luar manusia, misalnya Alkitab, gereja adat istiadat, pengaruhnya supaya manusia bisa berpendapat sendiri.

Pengaruh Pietisme Di Indonesia

1.      Badan-badan pekabaran injil yang berkerja di Indonesia

a.        (Nederlandsche Zendeling Genootschap). Aliran ini di Roterdam didrikan pada tahun 1897, dan tersebar di seluruh Indonesia. NZG bertujuan untuk menanam dan membentuk gereja dalam pekabaran Injil. Sebagai lembaga yang bersifat denominasi, NZG tidak mementingkan berdirinya gereja, tetapi lebih menekankan menanam agama Kristen yang benar dan aktif dalam hati manusia tanpa penambahan pikiran manusiawi.

b.      Pekabar-pekabar Injil tukang. Dalam pekabar Injil ini ada doatokoh yaitu Gossner dan Heldring, mereka bergerak dalam bidang pelayanan sosial.

c.       NZV (Nederlandsche Zendeling Vereeniging). NZV lahir pada tahun 1858, lembaga ini lahir dibidang Ortodoks. Sikap ini didasarkan kepada pola pikir bahwa kesalehan dan spontanitas lebih pentinh dari ilmu pengetahuan dan persiapan yang matang.

d.      UZV (Utrechtsche Zendeling Vereeniging). Kebenaran harus dinyatakan dalam seluruh perbuatan dan kepribadian.

e.   Badan-badan pekabaran injil yang memakai nama Gereformeed.  NGZV (Nederlandsche Gereformeed Zendeling Vereeniging)

f.       Didirikan pada tanggal 6 Mei 1859 dan berpegang pada ajaran-ajaran Calvin. GZB (Gereformeed Zending Bond). Badan ini bergerak di Toraja Kabupaten Luwu.

g.  Badan-badan pekabaran injil lain: BM (Bassler Mission Gesselchaft): Badan ini suatu kebangunan rohani di Basel sekitar tahu 1800. RMG (Rheinische Mission Gesselchaft): Badan ini bersifat antar gereja

 

2.      Beberapa tokoh pekabaran injil yang pernah berkarya di Indonesia

a.       Joseph Kam

b.      Johann Friedrich Riedel

c.       Ingwer Ludwig Nommensen

d.      Albertus Crisstiaan Kruyt

 

3.      Penilaian negative tentang Pietisme

a.    Menjauhkan diri dari dunia. Maksudnya ialah mereka tidak mau melibatkan diri dengan masalah-masalah dunia, sebab dunia dianggap suatu tempat yang berlumur dosa. Mereka mengabaikan panggilan Kristen di dunia ini dalam segala bidang kehidupan.

b.      Aliran yang individualistis. Hakikat Kekristanan dalam Pietisme dapat ditemukan pada hubungan secara pribadi antara individu dengan Allah, misalnya: pertobatan pribadi, pengalaman pribadi, dan menerima Kristus secara pribadi dan gereja ditelantarkan dan diabaikan.

c.  Aliran yang separatis. Semua kegiatan keagamaan dilaksanakan secara intensif dalam persekutuan-persekutuan kecil dan tujuan keagamaan disitu dipraktekkan dan mereka tidak mengakui keberadaan gereja.

d.  Aliran yang subyektif. Setiap orang harus mempersiapkan diri sebelum menerima Perjamuan Kudus, sementara anugerah Allah yang diberikan lewat perjamuan Allah diabaikan.

Posting Komentar untuk "Sejarah, Perkembangan, Ciri-Ciri Dan Tokoh Gerakan Pietisme "