Sosiologi Pendidikan, Teori Dan Pendekatan Sosial
Pengertian Sosiologi
Pendidikan
Sosiologi pendidikan
adalah suatu cabang ilmu pengetahuan (dari ilmu jiwa pendidikan) yang membahas
proses interaksi sosial anak-anak mulai dari keluarga, masa sekolah sampai
dewasa. Menurut H. P. Fairchilid dalam bukunya sosiologi pendidikan adalah
sosiologi yang diterapakan untuk memecahkan masalah-masalah pendidikan yang
fundamental. Dibawah ini beberapa tujuan sosiologi pendidikan:
1. Berusaha memahami peran sosiologi daripada
kegiatan sekolah terhadap masyarakat,
2. Untuk memahami berapa jauhkan guru dapat membina
kegiatan sosial anak didiknya untuk membangun kepribadian anak,
3. Untuk mengetahui pembinaan ideology Pancasila
dan kebudayaan nasional,
4. Untuk mengadakan integrasi kurikulum pendidikan,
5. Untuk menyelidiki faktor-faktor kekuatan
masyarakat,
6. Memberi sumbangan yang positif terhadap
perkembangan ilmu pendidikan,
Hubungan psikologi dan
sosiologi pendidikan adalah keduanya sama mempunyai masalah sentral yang sama,
ialah masalah pertumbuhan dan perkembangan kepribadian. Timbulnya sosiologi
pendidikan karena masyarakat mengalami perubahan yang sangat cepat dan maju,
perubahan itu meliputi: semua institusi sosial seperti industry, agama,
perekonomian, pemerintah, keluarga, sekolah dan sebagainya. Pekembangan yang
cepat ini menimbulkan adanya konflik dalam masyarakat antara golongan dan suku
tertentu hingga peperangan terjadi, maka untuk itu timbulah sosiologi
pendidikan yang berfungsi untuk memecahkan masalah dalam masyarakat.
Pendekatan Individu
Dalam tingkah laku
manusia ada faktor biologis yang memandang manusia itu sebagai organisme yang
intelegensi dan biologis mempersoalkan hakekat. Yang menjadi masalahnya biologi
ialah usaha untuk menemukan elemen-elemen tingkah laku makna yang diturunkan
secara biologis dan yang disebabkan oleh lingkungan sekitar, dan apakah itu
dapat dirubah atau tidak. Tandanya faktor yang mempengaruhi perkembangan
masyarakat ialah adanya kebebasan, fasilitas ekonomi, kemajuan kebudayaan,
hubungan sosial yang semakin luas dan keagamaan. Faktor biologis yang lain yang
berpengaruh pada tingkah laku manusia adalah bekerja secara normal. Sementara
itu patut diperhatikan pula, bahwa faktor protein juga mempengaruhi
perkembangan intelegensi, sebab jaringan otak dan saraf-sarafnya sebagian besar
adalah berasal dari protein. Akhirnya dapat kita simpukan bahwa approach
individual belum bisa menerangkan semua gejala tingkah laku manusia, mengingat
bahwa individu-individu hidup dalam masyarakat.
Pendekatan Sosial
Sosiologi mempelajari
manusia dalam hidup sosial atau hidup bersama dengan berbagai lembaga dana organisasianya.
Auguste Comte sebagai bapa sosilogi percaya bahwa sosilogi adalah pengetahuan
yang fundamental, artinya suatu metode penyelidikan yang eksak dan mempunyai
data yang besar dan membahas kehidupan manusia dalam masyarakat. Jadi
pendekatan sosial ini terletak pada masyarakat dan berpengaruh pada geografi
dan tingkah laku manusia itu ditentukan semata-mata oleh faktor phisik dan
kultural. Dalam membahas sosial ini yang dibahas adalah interaksi sosial antara
individu.
Pendekatan Interaksi
Dalam interaksi ini
manusia saling menguatkan, membentuk dan menyempurnakan. Dengan adanya
interaksi maka manusia dari lahirnya telah mempengaruhi tingkah laku orang
lainnya dan benda-benda berpengaruh pada masa perteumbuhannya. Oleh karna itu
situasi interaksi adalah situasi hubungan sosial, maka dapat dikatakan bahwa
manusia membudayakan diri, dan permasyarakatan perbudayaan ini tidak akan
pernah berakhir sampai akhir jaman. Tanpa membudayakan diri tanpa
menginteraksikan diri manusia tidak dapat bertumbuh dan berkembang secara
wajar, soal tentang interaksi ini tetap ada pada proses dinamis, progresif dan
kreatif. Studi sosiologis menegaskan bahwa setiap
indivudi dilahirkan oleh manusia dan dibesarkan oleh manusia dan
didalam masyarakat serta individu-individu itu dalam hidupnya di masyarakat
selalu mngidentifikasikan dirinya dengan pola tingkah laku dan kebudayaan dalam
masyarakat. Jadi, kesimpulannya untuk mengetahui tingkah laku manusia adalah
dilihat dari secara individu dan masyarakat.
Teori Medan
Cara bekerjanya teori
medan itu mempergunakan metode deduktif. Didalam metode ini ada proses bekerja
(proses berpikir) mulai dengan aksioma-aksioma yang dianggap umum dengan
mencari implikasi-implikasi jadi aksioma yang khusus. Teori medan memakai
bahasa genotipe. Semua hal yang menjadi dasar–dasar kondisi dalam hidup
adalah medan sosial, medan sosio-psikisnya, lingkungan gerakannya, dan
lagi bahwa teori medan dipakailah konsepsi-konsepsi matematis, yaitu yang
terkenal dengan psikologis tipologis dan yang bersifat matematis. Teori medan
ini selain dari memperhatikan masa kini yang mempengaruhi tingkah laku manusia
juga memperhatikan faktor pengalaman masa lampau dan cita-cita untuk masa
depan. Selain dari pada itu kita harus membina interaksi sosial yang sehat bagi
anak-anak. Untuk dapat menjadi interaksi yang sehat kita harus mengerti individualitas
dan sosialitas anak-anak dan kia harus dapat menciptakan iklim yang baik bagi
mereka untuk dapat berinteraksi kepada semua orang atau masyarakat yang luas.
Salah satunya mereka dapat berinteraksi dengan baik adalah dengan mengajarkan
bagi mereka Pancasila supaya kita dapat membina tingkah laku mereka menuju
manusia yang bertingkah laku yang baru dan yang berjiwa dan berwatak Pancasila.
Warisana Dan Kebudayaan
Kebudayaan adalah Cultur
dalam bahasa Belanda, Culture dalam bahasa Inggris, Colore dalam bahasa Latin,
yang berarti mengelolah, mengerjakan, menyuburkan mengembangkan, terutama dalam
mengelolah tanah atau bertani. Berarti kebudayaan adalah segala daya dan
aktifitas manusia untuk mengubah dan mengelolah alam. Jika dilihat dari bahasa
Indonesia berasal dari bahasa Sansekerta “Buddhayah” yaitu bentuk jamak dari
Buddhi yang berarti budi atau akal. Pendapat lain mengatakan bahwa kata budaya
adalah sebagai suatu perkembangan kata majemuk yang artinya budi daya (daya
dari budi), karena itu dapat dibedakan budaya dengan kebudayaan. Budaya adalah
daya dari budi yang berupa ciptaan, karya dan rasa. Sedangkan kebudayaan adalah
hasil dari ciptaan karya dan rasa. Jadi, kebudayaan itu memiliki sifat kompleks
banyak seluk beluknya dan berupa totalitas yang meliputi pengetahuan,
kepercayaan, kesenian, moral, hukum, custom, dan kebijaksanaan-kebijaksanaan
yang diperoleh dalam masyarakat, pencipta kebudayaan itu adalah manusia, maka
fokus kebudayaan adalah masyarakat. Kebudayaan berarti hasil dari perjuangan
akal budi manusia baik hasil berupa material maupun spiritual dan bahwa
kebudayaan itu adalah milik dan warisan sosial dan kebudayaan itu terbentuk
dengan kuatnya interaksi sosial dan diwariskan kepada generasi yang
muda, kebudayaan terjadi dengan pengaruh yang kuat yakni alam dan zaman, dalam
perjuangan terbukti kejayaan hidup manusia untuk mengatasi berbagai rintangan
dan kesukaran didalam hidup dan penghidupannya guna mencapai keselamatan dan
kebahagiaan yang pada lahirnya bersifat tertib dan damai. Kebudayaan adalah
suatu hasil ciptaan dari manusia yang berlangsung berabad-abad yang disengaja
maupun tidak disengaja. Dengan hasil budaya, manusia memiliki pola kehidupan
yang dapat mempengaruhi cara berpikir dan dengan gerak sosial, secara umum
komponen-komponen budaya itu adalah sebagai berikut:
1. Alam, pikiran, ideologis dan religo,
2. Bahasa,
3. Hubungan sosial,
4. Hidup perekonomiannya,
5. Ilmu pengetahuan dan teknologi,
6. Keseniannya,
7. Politik dan pemerintahannya,
8. Pewarisan kebudayaan dan pendidikan.
Manusia itu berbudaya
dan aktif dalam menciptakan budaya, manusia itu membawa terus menerus budaya
bahkan sejak dia lahir sampai ia mati hingga disitu terjadilah warisan
kebudayaan. Manusia adalah pencipta, pendukung dan pengmbangan kebudayaan dan
bukan hanya para seniman tetapi juga seluruh anggota masyarakat. Kebudayaan itu
bersifat totalitas dan kompleks yang berarti kita tidak dapat melihat dari
struktur bagian dari kebudayaan. Kebudayaan itu memiliki ciri-ciri atau
tanda-tanda yang spesifik, yang khas dan berkarakteristik diantaranya:
komulatif, dinamis, disfertif. Inilah yang menjadi proses akulturasi yang
menerima dan melanjutkan corak yang asli dengan diperlengkapi dengan kebudayaan
yang asli. Dalam menyelidiki hasil akulturasi kebudayaan terutama dalam
prosesnya tidak cukup hanya mempelajari satu kebudayaan tetapi harus semua
kebudayaan yang mengadakan akulturasi haru diselidiki. Demikian pula kita harus
mendidik kebudayaan secara akulturasi.
Kelompok Sosial
Kelompok sosial adalah
unit sosial yang terdiri dari beberapa individu sebagai anggota kelompok yang
mempunyai status dan peran tertentu dan memiliki hubungan timbal balik, dalam
kelompok itu berlakulah norma-norma yang mengatur tingkah laku anggota
kelompok. Faktor yang menimbulkan terjadinya kelompok sosial dalam kahidupan
manusia yaitu keinginan saling mendapat perlindungan, untuk mencapai
kebutuhan-kebutahuan physic, adanya interes yang sama, dan sebagainya. Dibawah
ini ada beberapa macam kelompk sosial yaitu:
1. Kelompok primer adalah suatu kelompok yang
mempunyai rasa ikatan yang terkuat dalam relasi intra group dan memiliki
anggota kelompok yang jumlahnya kecil. Contoh keluarga.
2. Kelompok sekunder adalah kelompok sosial yang
ada alasan tertentu hingga terbentukalh kelompok ini dan memiliki anggota yang
jumlahnya besar dan memiliki peraturan yang tegas. Contoh partai politik.
3. Kelompok tertier adalah kelompok yang mempunyai
sifat yang sementara atau incidental. Contohnya orang-orang yang sama naik
kereta api.
Adanya jarak sosial itu dalam kelompok sosial karena adanya perbedaan pertimbangan dan keputusan, tetapi jauh lebih banyak disebakan oleh kebiasaan tradisional dan prasangka yang bersifat irasional dan konstalisasikan dengan perkembangan yang steriotif. Fungsi dari kelompok sosial bisa bersifat individu dan sosial. Fungi individual adalah dalam tahap-tahap tertentu dapat memenuhi kebutuhan hidup individu dimana individu itu melalui kelompok dapat memperoleh pengetahuan yang esensial, kecakapa, sikap yang penyesuaian dalam pengalaman yang mendewasakan dalam kelompok yang luas. Fungsi sosial adalah yang mengutarakan kehidupan manusia sehingga kelompok dapat bekerja sama dalam menganalisa kerja kelompok yang berfokus pada manusia saja. Perubahan dalam tingkah laku manusia selalu tidak berjalan dengan lancar, tetapi seringkali mengalami beberapa hambatan. Kelompok sosial itu tunduk pada dua tipe kekuatan yang berlawanan. Satu pihak ialah kekuatan atau sentripetal, yang berusaha kepada kelangsungan kelompok, menentang perubahan-perubahan. Disatu pihak kekuatan sentryfugal yang bermaksud merusak kesatuan dalam kelompok dan menghasilkan perubahan atau pelepasan anggota.
Proses Sosial
Kepribadian atau
personalitas bukanlah suatu hal yang diwarisi, yang diperoleh darin
keturunannya tetapi hasil dari resultan dari pada proses interaksi sosial,
secara seluruh pola kebudayaan yang ada disekitar lingkungan masyarakat baik
materil maupun non materil, baik individual maupun sosial. Untuk menganalisis
betapa pengaruhnya kebudayaan untuk pertumbuhan dan perkembangan individu
menjadi orang yang dewasa dan berkepribadian sempurna dan berintegral, demikian
juga betapa kekuatan kodrat yang dimiliki setiap pribadi dan faktor keturunan
biologis pada manusia yang menjadi milik pribadi sebagai individualitas. Persoalan
dalam masyarakat adalah manusia dapat mempengaruhi pertumbuhan manusia secara
mutlak, dibawah ini ada pendapat yang berentangan satu sama lain tentang
pertumbuhan manusia yaitu:
1. Pandangan dari navisme yang mengatakan bahwa
manusia itu berkembang sebagai manusia yang sebenarnya dan yang bergantung pada
naturisnya, bergantung dengan naturisnya.
2. Pandangan yang berlawanan dengan pandangan
nativisme yaitu pandangan empirisme, yang mengatakan bahwa bayi ketika lahir
itu bagaikan kertas yang masih putih bersih, ibarat tabularasa didalam jiwa dan
akan tumbuh berkembang menjadi anak yang bergantung dari luar dan ditentukan
oleh pendidikan.
3. Perpaduan antara kedua pandangan tersebut diatas yaitu pandangan kenfergensiyang mengatakan bahwa pertumbuhan dan perkembagan anak itu ditentukan oleh faktor edogen (pembawaan) dan faktor exsogen (faktor dari luar).
Nilai-Nilai Sosial Dan
Pembangunan Masyarakat
Pembangunan masyarakat
artinya:
1. Pembangunan yang menuju taraf hidup yang lebih
baik dari berbagai segi apapun yang lebih menekankan kepada masyarakat dari
pada individu,
2. Masyarakat yang harus dirangsang dan dibantu
untuk maju dengan usaha-usaha yang inisiatif,
3. Proses yang harus dijalani masyarakat atau suatu
kelompok untuk menuju satu taraf hidup baik lebih baik dari pada waktu-waktu
yang lalu.
Dalam perkembangan ini
diperoleh suatu perkembangan yang tegas agar mengurangi konflik-konflik dalam
kelompok masyarakat, untuk itu harus didasarkan pada ras, suku dan agama.
Sumber solidaritas ditemukan dalam dua hal adalah persamaan nilai dan
kepentingan. Pembangunan mencakup juga tentang perluasan hubungan manusia
didaerah-daerah yang lainnya, semuanya itu sangat dihendaki untuk mencapai
tingkat kepribadian yang lebih tinggi.
Tempat-Tempat Interaksi
Antara Person Dan Group
1. Keluarga adalah kelompok sosial yang diaman
anak-anak menjadi anggota. Menurut Oqbum fungsi keluarga adalah fungsi kasih
sayang, ekonomni, pendidikan, perlindungan, rekreasi, status keluarga, agama.
2. Gang adalah suatu group antara yang dibentuk
spontan dan kemudian berintegrasi melalui konflik, istilah ini sering
dihubungkan dengan masalah dan kepada orang-orang yang menganggur dalam
masyarakat.
3. Sekolah dalam masyarakat adalah suatu tempat
orang-orang untuk menempuh pendidikan dan bersifat stabil dan adanya perubahan
yangt baik mengenai stabilitas atau riilnya.
Proses Sosialisasi
Proses sosialisasi
adalah proses belajar khusus atau individu untuk bertingkah laku sesuai dengan
tandar yang terdapat dalam masyarakat. Tingkah laku manusia dapat di terapkan
sebagai reaksi tuntutan dan tekanan dari lingkungan. Oleh karena manusia hidup
dalam masyarakat maka tingkah lakunya tidak saja merupakan penyesuaian diri
terhadap tuntutan fisik lingkungan dan tekanan sosial yang lain. Ada beberapa
tuntutan dalam penyesuaian diri yang ada dalam masyarakat yaitu:
1. Tuntutan internal adalah berupa dorongan atau
kebutuhan yang timbul dari dalam baik berupa fisik maupun sosial, contoh:
kebutuhan makanan, minum dan lain-lain.
2. Tuntutan eksternal adalah kebalikan dari
internal yaitu yang berasal dari luar masyarakat.
Untuk menilai hasil dari
penyesuaian diri ada 4 kriteria yang digunakan:
1. Kepuasan psikis,
2. Efesiensi kerja,
3. Gejala-gejala fisik,
4. Penerimaan sosial.
Fakto- faktor yang
mempengaruhi sosialisasi yaitu:
1. Sifat dasar yaitu keseluruhan potensi yang akan
diwariska,
2. Lingkungan prenatal yaitu lingkungan dalam
kandungan ibu,
3. Perbedaan individual,
4. Loingkungan,
5. Motifasi.
Masyarakat Dan
Kebudayaan
1. Bentuk-bentuk
kebudayaan
a. Kebudayaan materi adalah segala sesuatu yang telah diciptakan dan dilakukan oleh manusia dan mempunyai bentuk yang dapat dilihat dan diraba, contoh: rumah, pakaian, mobil, televisi dan sebagainya,
b. Kebudayaan non-materi adalah merangkum semua buah dari hasil karya manusia yang digunakan untuk menjelaskan dan menjadikan pedoman bagi tindakan-tindakannya, contoh: norma dan institusi dan sebagainya.
2. Tipe-tipe partisipasi kebudayaan
a. Partisipasi menyeluruh (universal) adalah trait-trait kebudayaan yang diperlukan bagi seluruh anggota dari suatu masyarakat,
b. Partisipasi pilihan (alternatif) adalah situasi-situasi dimana individu bisa memilih beberapa kemungkinan tindakan yangh sama atau yang baik,
c. Partisipasi kekhususan (spesial) adalah aspek unik dari kebudayaan yang tidak diikuti oleh masyarakat yang lainnya.
3. Relatifisme kebudayaan adalah standar tingkah
laku hubungan dengan kebudayaan itu berlaku, dn menjelaskan tentang suatu
penyebab perbuatan teertentu yang berhubungan dengan agama dan pemerintahan.
Maka dari itu baik buruknya semua ditentukan oleh situasinya, dan dilakukan
menurut syarat yang telah ditentukan dalam kebudayaan tersebut.
Manusia Dalam Menghadapi
Masa Depan
Pertumbuhan penduduk
yang terlalu cepat, sangat merintangi taraf hidup, kemajuan pendidikan,
peningkatan dan pemeliharaan kesehatan dan sanitasi, peningkatan kebudayaan,
dan kesempatan berekkreasi. Perdamaian yang sesungguhnya sangat bergantung pad
acara menanggulangi pertumbuhan pendudk, sadar bahwa keluarga berencana adalah
untuk kepentingan keluarga dan negara. Dibawah ini ada beberapa tujuan umum
pendidikan kependudukan yaitu:
a.
Agar anak didik memiliki
pengetahuan, pengertian dan kesadaran mengenai faktor perkembangan penduduk,
b.
Agar anak didik tahu
sebab akibat dari besar kecilnya keluarga,
c.
Agar anak didik memiliki
sikap yang rasional, dan bertanggungjawab pada lingkungan,
Pentingnya program pendidikan dan program keluarga berencana ialah karena untuk mencapai tujuan pokok program operasional. Hal ini dilihat dari latar belakang kepercayaan agama, adat-istiadat, kebiasaan dan golongan masyarakat.

Posting Komentar untuk "Sosiologi Pendidikan, Teori Dan Pendekatan Sosial "