Aplikasi Hukum Taurat dalam Hidup Baru
1. Kasuistik, Suatu Pemecahan Semu: dari bahasa Latin “casus” artinya hal (peristiwa, perkara). Hukum kasuistik nyata dalam perbuatan tetapi kasih Allah nyata dalam hati manusia.
2. Jalan Yang Ditunjukkan Oleh Alkitab: pimpinan Roh Kudus (Yoh.
14-16) adalah janji terhadap manusia tentang Roh Kudus. Mencari kehendak Allah,
Roh Kudus membwa orang percaya masnuk dalam kehendak Allah. Persekutuan dari
segala orang kudus, orang percaya adalah anggota tubuh Kristus, untuk saling
menolong dan membantu. Mengambil keputusan menurut keinsafan batin di hadirat
Allah.
3. Apakah Yang Harus Kita Perbuat, Bila Kita Tidak Mendapatkan
Kepastian Tentang Kehendak Allah: orang percaya harus bergumul kepada Tuhan
dalam menentukan sebuah keputusan yang benar dan yang dikehendaki oelh Allah.
Allah tidak membiarkan orang yang bersandar kepadaNya sesat.
4. Apakah Ada “Cillisio
Afficiorum” (Kewajiban Yang Bertentangan): jika seseorang bersandar
penuh kepda kehendak Tuhan yang telah dituntun oleh Roh Kudus maka dia berusaha
tidak melakukan hal-hal yang bertentangan dengan Allah. Dia harus mengutamakan
hal-hal yang bersifat rohani dengan tujuan kemuliaan Tuhan.
5. Perlukah Diadakan Adat-Istiadat Kristen?: adat-istiadat yaang
dibuat oleh Kristen pun tidak menuntun dalam mengenal kehendak Tuhan. Adat
hendaknya tetap terbuka, artinya tidak melawan firman Tuhan.
6. Sumber-Sumber
Hidup Baru: pertama, pembenaran oleh iman (justification
sola fide). Kedua, pengudusan (santification)hidup
oleh Tuhan Yesus dan Roh Kudus. Pengudusan dikerjakan oleh Tuhan Yesus dan Roh
Kudus, dalam setiap pikiran, perkataan dan tindakan sampai pada kesempurnaan,
Yesus membawa orang percaya sampai pada iman yang sempurna (Ibr. 12:2).
7. Tentang Tobat: menurut Buddha, tobat adalah berpaling atau berbalik. Barang siapa telah berbalik maka dia bangun, melihat, dapat tahu. Menurut Islam, tobat adalah “tawba”artinya berpaling dari dosa dan berjalan kembali kepada Allah. Menurut Alkitab, dari Perjanjian Lama, dari kata Ibrani “syub” artinya membalikkan diri, kembali. Dalam Perjanjian Baru, terdapat dua dari kata Yunani, pertama “metanoia” artinya berubah didalam, berkehendak, bertujuan, bercita-cita lain dari pada dahulu. Kata kedua, “epistrophe” artinya berbalik dan berkelakukan lain dari pada dahulu dalam praktik kehidupan. Dua bagian pertobatan manusia yaitu, pertama, kematian manusia yang lama dan kebangkitan manusia yang baru, kedua, pertobatan setiap hari karena dalam proses pengudusan (masih bisa berdosa).

Posting Komentar untuk " Aplikasi Hukum Taurat dalam Hidup Baru"