Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Fungsi Taurat dalam Penyataan Allah

 

1. Penyataan Allah Terdiri Dari Hukum Taurat Dan Injil: Alkitab adalah firman Allah. Injil adalah anugerah Allah, perintah-perintah Allah, janji-janji Allah, keselamatan dari Allah kepada manusia.

2. Hubungan Antara Hukum Taurat Dan Injil: Injil dalam Perjanian Lama dan Perjanjian Lama dalam Perjanjian Baru. Menurut Dr. H. Berkhof, Perjanjian Lama dan Perjanian Baru “tidak bercampur, tidak berubah dan tidak terpisah”. Perjanjian Baru ada karena Perjanjian Lama. Perjanjian Baru adalah kegenapan dari Perjanjian Lama.

3. Tiga Macam Cara Mempergunakan Hukum Taurat

    a. “Usus Elenchticus” Atau “Usus Paedagogicus” (fungsi Hukum Taurat yang menginsafkan akan kesalahan).

    b. “Usus Normativus”Atau “Usus Didacticus” (Hukum Taurat Sebagai Pengajar)

    c. “Usus Civilis” Atau “Usus Poliicus”. Artinya perjuangan untuk memancarkan sedikit Hukum Taurat kedalam kesusilaan umum, kehidupan sosial dan ekonomi dan undang-undang pemerintah.

4. Sifat-Sifat Hukum Taurat: “bonitas” (kebaikan), “perfectio” (kesempurnaan), “immutabilitas” (tidak dapat berubah) dan “spiritualitas” (kerohanian).

5. Bentuk Hukum Taurat: Perintah Ataukah Janji Atau Kedua-Duanya: dalam Hukum Taurat terdapat “imperatif” (ragam-ragam perintah) dan tidak terdapat futura (janji-yang akan datang). Akan tetapi Hukum taurat itu adalah janji dalam bentuk perintah dai Allah, karena jika umat mengikuti perintah Tuhan maka Tuhan akan mencurahkan berkatNya.

Posting Komentar untuk "Fungsi Taurat dalam Penyataan Allah"