Pemikiran-Pemikiran Besar Sepanjang Sejarah Kekristenan
1. Suatu Visi Bagi Kebenaran (Teologi Salib dari Martin Luther)
Gereja adalah bagaimana
hubungan kita tentang Yesus dan bagaimana pengaruh gereja dalam teologi salib.
Luther mengatakan bahwa gereja itu membahas tentang kekristenan doktrinal dan
teologis salib yang membahas tentang Allah, Dosa, Keselamatan, dan Salib. Luther
mengatakan bahwa kita harus mengalipkasikan dalam hidup kita yaitu: Salib dan Khotbah, Salib dan Kesadaran
Teologis, Salib dan
Ibadah bersama, Salib dan
Relasi dengan sesame, Salib dan
berada dalam keadaan yang sulit
dan Salib dan Keadilan sosial
2. Suatu
Visi bagi Spiritualitas Kristen (Pandangan John Calvin mengenai kehidupan
Kristen)
Spiritualitas adalah
aktualisasi diri dalam pemenuhan diri dan bukan kebenaran dan kemuliaan Allah
yang menjadi sasaran sesungguhnya dari manusia tersebut. Sukacita yang dalam
mengasihi Tuhan yang mengalami kemunduran dan memudarnya pandangan tentang
Ibadah. Calvin mengemukakan bahwa kita harus memenuhi hal-hal berikut: Bergantung
pada Roh Kudus, Menyangkal Diri, Salib, Memfokuskan diri
pada Kekekalan, Memanfaatkan seluruh aspek kehidupan dalam bagi kemuliaan Allah
dan Bertekun dalam Doa.
3. Suatu
Visi bagi Kesatuan (Jeremiah Burroughs dan Teori Denominasional Gereja)
Kesatuan adalah bagaimana
pertumbuhan gereja dalam pola ibadah kita yang terdiri dari Denominasionalime
yang artinya suatu kerjasama atau persetujuan terhadap individualisme, dan
suatu paham yang memberi kuasa kepada setiap individu utuk memilih keyakinannya
sendiri. Burroughs menerapkan hal ini sebagai berikut: Mengajarkan Teori
Denominasional kepada gereja dan organisasi keagamaan, Mengupayakan kerjasama
dengan lembaga keagamaan, Tegakkan kembali dasar teologis dan Pengujian dalam kesatuan keagamaan tersebut.
4. Suatu
Visi Bagi Keyakinan (Model pertobatan dan keyakinan dari William Perkins)
Konsep dimana adanya lahir
baru dari manusia yang telah mendengarkan Firman Tuhan dan mengalami keubahan
dari dirinya sendiri. Perkins mengatakan keyakinan itu sebagai berikut: Keyakinan
itu dimungkinkan hanya melalui suatu pertobatan sejati, Keyakinan itu merupakan
Roh kudus, Keyakinan itu harus Berakar didalam Kedaulatan Allah, Keyakinan
itu berpusat pada Kristus melalui Iman, Keyakinan itu diperkuat dengan pengudusan dan Keyakinan
itu tidak meniadakan depresi rohani.
5. Suatu
Visi Bagi Ibadah (Petunjuk-Petunjuk Richard Baxter untuk bersuka di dalam
Allah)
Ibadah adalah kesukaan kita
dalam melayani Tuhan dan sebagai sarana sukacita kita dan mencapai puncak
tertinggi pribadi Allah yang kita kenal. Baxter mengatakan Petunjuk ibadah itu
ialah: Kasih itu sejalan dengan kasih akan diri sendiri, sesama dan terlebih
lagi kepada sang pencipta yaitu, Yesus Kristus, Bersuka
dalam ibadah, sebab disanalah hadirat Tuhan Itu ada, Kesukaan
yang kudus dan hidup yang kita peroleh dan Jangan
biarkan kegagalan menghentikan kita dalam beribadah karena Allah itu tujuan
utama kita.
6. Suatu
Visi Bagi Kebangunan (Teologi Kebangunan dari Jonathan Edwards)
Kebangunan adalah kemajuan
kita dalam membangun Rohani gereja yang mengalami kejenuhan dan itu adalah
suatu penyakit yang harus disembuhkan melalui pencerahan Firman Tuhan yang
dapat membangkitkan kehidupan rohani gereja tersebut. Edwards menyebutkan
sarana pemulihannya ialah Allah dan kemuliaannya serta khotbah yang menggugah
hati, doa yang tekun, dan bagaimana kita dapat menyentuh isi hatinya melalui
tindakan untuk memulihkan rohani manusia tersebut dan serahkanlah diri pada roh
kudus di dalam setiap doa kita sebelum berkhotbah.
7. Suatu
Visi Bagi Pertumbuhan (Konsep Pemuridan dari John Wesley)
Konsep Pemuridan ialah
bagaimana cara kita mengubah dunia dengan cara tidak mempertobatkan melainkan
melalui proses pemuridan. Wesley mengatakan Pemuridan itu ialah: menjadikan
komunitas kecil (gereja, organsasi, dan rumah kita sendiri, melatih diri kita
sendiri dan orang lain dan pakailah strategi dalam pemuridan.
8. Suatu
Visi Bagi Kaum Yang Terhilang (Model Misi dari William Carey)
Suatu kaum atau suku yang
belum mengenal tentang kebenaran dan disinilah kita diajarkan bahwa gereja
hanya sebagai model saja untuk menginsipirasikan pribadi dari kaum bangsa
tersebut dan bagaimana cara kita menyebarkan Firman Allah dan menyakini Yesus Kristus
itulah keselamatan kita. Prinsip inilah yang harus mendukung tentang teologi
doa dan pelayanan kita dalam melayani suatu kaum atau bangsa yang belum
mengenal Keselamatan.
9. Suatu
Visi Bagi Keadilan (Model Aksi Sosial Kristen dari William Wilberforce)
Keadilan adalah suatu
pembelaan terhadap orang-orang yang mengalami tekanan di dalam hidupnya dan
harus ditolong agar kehidupannya bisa jauh lebih baik dari sebelumnya. Wilberforce
menyebutkan bahwa keadilan itu yaitu: Menolak Radikalisme, Menolak Konservatisme
reaksioner, Menekankan natur pratika dan kekristenan yang sejati dan kelahiran
baru, Menggunakan sarana persuasi, pendidikan dan perundang-undangan, Menunjukkan kesabaran dan
ketekunan dalam memperjuangkan keadilan dan Selalu bersandar pada komunitas Kristen.
10. Suatu
Visi Bagi Kebersamaan (Prinsip-prinsip komunitas kristen dari Dietrich
Boenhoeffer
Kebersamaan adalah suatu
komunitas yang dibentuk agar kuasa urapan Firman Tuhan itu melimpah di dalam
hidup manusia tesebut. Boenhoeffer mengatakan bahwa kebersamaan itu
adalah suatu karunia yang harus kita kembangkan karena adalah harta yang
ternilai dari Allah dan tak selayaknya dianggap remeh, dan Kristus adalah
sebagai pengantara antara manusia dengan Allah tersebut. Kasih adalah kunci
utama dalam membentuk suatu kebersamaan yang harus memiliki kerendahan hati
yang penuh disiplin.

Posting Komentar untuk "Pemikiran-Pemikiran Besar Sepanjang Sejarah Kekristenan"