Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

"SERI SELAMAT" Andar Ismail Sebagai Kurikulum Pendidikan

Prinsip Kurikulum yang Dipergunakan

1. Prinsip Pelaku

Prinsip yang dikemukakan oleh Andar Ismail yang selalu berusaha mengetahui latar belakang pembaca, termasuk golongan usia, tahap perkembangan, religiositas, kebutuhan, persoalan, apa yang sudah diketahui mereka. Pelaku Pembelajaran yaitu pembaca Seri Selamat adalah orang-orang dewasa dari beragam golongan dan latar belakang profesi, gereja, dan tingkat kerohanian

2. Prinsip Konteks

Pengaruh yang ditimbulkan berdasarkan pengaruh dari keluarga, dunia tempat tinggal, dunia kerja, dunia sosial. Andar Ismail mengatakan dengan terus terang mengemukakaan sifat khas buruk manusia Indonesia, dan bahwa menurutnya gereja harus memahami konteksnya yakni konteks Indoenesia, tampak memperlihatkan konsistensi Andar terhadap prinsip konteks di dalam pembelajaran orang dewasa (58-66 Tahun).

3. Prinsip Cakupan Isi Materi Belajar\

Andar mengaku bahwa ia membedakan antara apa yang ingin dengan apa yang perlu dipelajari oleh pembacanya. Dalam penulisan Seri Selamat prinsip ini dipakai dengan pendekatan narrow scope wide range atau cakupan sempit, namun jangkauan luas, serta belajar dari model Yesus Kristus sebagai pendidik, Grome menekankan bahwa tujuan pengajaran Kristen ialah menuntun peserta didik mempunyai pengetahuan iman kepada Allah, kemudian mengaplikasikannya ke dalam hidup sehari-hari, atau sebaliknya mereka memaknai tugas, panggilan, dan tantangan hidup dari pengajaran iman Kristen

 

Keluasan Materi Kurikulum dalam Seri Selamat

1. Tema Pengajaran Ditulis pada Usia 40-an (1981-1982)

Pengajaran yang dilakukan Andar Ismail pada usia 40-an tampaknya sangat fundamental karena membahas dua tradisi gerej yang penting yakni, Perayaan Natal dan Paskah.

a. Perayaan Natal

Hadirnya Selamat Natal dimotivasi oleh pengamatan Andar Ismail yang menyadari banyak warga jemaat yang tidak memahami hakikat perayaan gerejawi itu. Konsumerisme, ritualisme, kepura-puraan, itulah unsur yang dilihat pada masa perayaan Natal. Ditambahkan pula “roh Natal itu menggerakkan kita untuk menyalakan cahaya, berbagi senyum bahagia, meneduhkan jiwa, menyembuhkan luka, melepaskan dahaga, membawa damai sejahtera, dan melagukan gita surga”.

b. Perayaan Paskah

Selamat Paskah merupakan apologi Andar Ismail tentang apologi mengenai kematian dan kebangkitan-Nya. Didalam sejumlah buku yang telah ditulis oleh Andar menegaskan bahwa Yesus Kristus benar-benar bangkit dari kematian dan pendekatan Ilmiah untuk membuktikan kebangkitan-Nya diakui tidak memadai serta ditekankan bahwa karena kebangkitan Kristus, maka warga jemaat mendpat tugas sebagai saksi-Nya.

2. Tema Pengajaran Ditulis pada Usia 50-an (1992-1999)

a. Memahami Rahasia Doa

b. Peran orangtua dalam pembangunan keluarga

c. Belajar menjadi pengikut Kristus

d. Membangun kehidupan bermakna

e. Mendidik anak secara Kristen

f. Spiritualitas kerja dalam terang iman Kristen

g. Ibadah dan pengabdian kepada Allah

3. Tema Pengajaran Ditulis pada Usia 60-an (2000-2009)

a. Pertumbuhan Iman melalui Pergumulan

b. Bersaksi bagi Kristus

c. Panggilan untuk membawa damai

d. Pengembangan Spiritualitas

e. Berdoa di segala waktu

f. Panggilan mewariskan nilai hidup

g. Mencari kesembuhan dan pemulihan

h. Membangun dan memelihara persahabatan

i. Hidup kreatif di tengah kemajemukan

j. Peduli dengan pembangunan gereja

4. Tema Pengajaran Ditulis pada Usia 70-an (2010-2016)

a. Membangun dan memelihara kekerabatan

b. Manfaat Pembacaan Alkitab

c. Kemenangan di tengah perjuangan hidup

d. Membangun kesatuan hati dan pikiran dalam komunitas

e. Hidup berintegritas di tengah perbedaan

f. Memenuhi tugas-tugas kehidupan

g. Memahami kasih sebagai komitmen

h. Panggilan membarui diri secara berkesinambungan

 

Tanggapan dan Penilaian

1. Seri Selamat dalam Prinsip Kurikulum Wyckoff dan Colson-Riigdon

Andar menegaskan sebagai sebuah materi pembelajaran, Seri Selamat ditulis dengan memperhitungkan prinsip-prinsip teori kurikulum. Teori yang dipegang leh Andar adalah teori Campbell Wykcofff (Ismail, 2002a: 49).

Menurut Wykcoff (1961), “Kurikulum adalah sebuah rencana yang menjadi dasar pelaksanaan proses mengajar dan belajar secara sistematik”. Wyckoff juga mengatakan dalam pengembangan kurikulum, yakni: konteks, ruang lingkup, tujuan, proses, dan urutan (114-137).

2. Seri Selamat dalam Perspektif Kontinum PAK Dewasa

Kajian ini mengamati bahwa sebagai materi kurikulum PAK Dewasa, Seri Selamat dapat ditinjau dari tiga kontinum yang dikelompokkan oleh Goodbourn. Melalui Kurikulum yang dapat dikategorikan memenuhi dimensi (W) dapat ditemuka dalam topik bahasan kerja (Berkarya), kesaksian hidup (Berkiprah), berteman (Berteman), kemajemukan (Berkarunia), persaudaraan (Berkerabat), Integritas hidup (Berpadu), dan pemenuhan tugas hidup (Berbuah).

3. Seri Selamat dalam Perspektif Pendidikan Praktik Hidup Kristen

Andar membahas mengenai memelihara tubuh yang dapat ditemukan warga jemaat dalam perenungan Andar mengenai hidup (Panjang Umur) dan Pemulihan (Berpulih), Percakapan mengenai keramah-tamahan melalui perbincangan tentang ekonomi keluarga dan tentang menepati janji, memelihara hari istirahat, menjaga kesaksian hidup (testimony), menguji apa yang baik dan buruk dalam pembangunan dan pemeliharaan komuniti. 


Rangkuman

Keseluruhan paparan diatas menyimpulkan bahwa Andar Ismail menulis Sei Selamat sebagai materi kurikulum yang dapat dipelajari secara mandiri oleh orang dewasa dari bergam lata belakang Gereja, denominasi, bahkan agama dan keyakinan. Perayaan Natal dan Paskah adalah tema-tema bahasan Andar pada usia 40-an (1981-1982). Doa, keluarga, Kristus, hidup, pelayanan didik-mendidik, kerja, dan ibadah, merupakan tema pengajaran yang disajikan pada usia 50-an (1992-1999). Iman, kesaksian Kristen, kedamaian, spiritualitas, perteduhan melalaui doa, pusaka hidup, pemulihan, hubungan, hidup majemuk, dan komunitas iman, adalah pengajaran yang dihadirkan dalam usia 60-an (2000-2009). Kebersamaan, pembacaan Alkitab, perjuangan hidup, sehati sepikir, perbedaan, tugas hidup, komitmen, semuanya dituliskan pada usia 70-an (2010-2017). 

Posting Komentar untuk ""SERI SELAMAT" Andar Ismail Sebagai Kurikulum Pendidikan"