Penjelasan Teologis Yesus Kristus sebagai Anak Daud
Setiap orang yang lahir ke dalam dunia pasti memiliki identitas keturunan, menurut silsilah keluarga masing-masing. Pentingnya silsilah seseorang menandakan kesejatian identitas dirinya yang pernah hidup di dunia, sama seperti Tuhan Yesus memiliki silsilah yang sangat jelas dari keturunan bangsa Yahudi. Dalam Alkitab banyak kisah-kisah yang menceritakan tentang orang memanggil Yesus Anak Daud, seperti dua orang buta yang ingin mendapatkan kesembuhan (Mat 9:27), ketika Yesus di elu-elukan di Yerusalem (Mat 21:9). Dari dua kisah di atas membuktikan bahwa adanya sebutan Anak Daud bagi Yesus. Lalu mengapa Yesus di sebut anak Daud bukan anak yang lain? Kalau kita lihat kehidupan Daud, ia adalah Raja ke dua Israel setelah menggantikan Saul, meskipun ia adalah Raja kedua namun ia adalah raja pertama yang langsung dipilih oleh Allah.
Pada masa kepemimpinan Daud, disebut sebagai masa emas, sebab pada masa itu kerajaan Israel berada pada masa puncak jaya, dengan berhasil membawa kemenangan besar bagi Israel. Setelah itu Daud di gantikan oleh Salomo anaknya, dan pada akhirnya Israel pecah menjadi dua ketika dipimpin oleh Raja Rehabeam anak Salomo. Hingga pada akhirnya Israel menjadi kacau dan mengalami penurunan secara luar biasa, sampai-sampai mereka mengalami pembuangan. Maka Orang Yahudi mempercayai bahwa Mesias akan datang dari keturunan Daud, Mesias yang mereka percayai adalah seorang yang mampu mengembalikan keadaan Israel sama seperti keadaan pada zaman Raja Daud. Mereka ingin Israel berada pada keadaan yang baik, dan kembali kepada zaman emas.
Dalam Perjanjian Lama
Dalam PL Allah selalu mengingatkan umat Israel akan datangnya seorang “Raja” melalui keturunan Daud yang akan membebaskan Israel dari ketindasan. Raja itu akan memerintah umat Israel yang setia, juga semua bangsa didunia ini. Ia akan menyelamatkan manusia dari dosa (Zakharia 13:1). Untuk membuktikan bahwa Allah senantiasa memegang janji dan kasih setia-Nya, Ia mengikat perjanjian dengan Daud tttg kepastian kedatangan Mesias melalui keturunannya (2 Sam. 7:16). Perjanjian ini menetapkan bahwa dalam pemerintahan Yesus seperti yang disampaikan oleh malaikat kepada Maria (Lukas 1:32-33).
Dalam Perjanjian Baru
Silsilah pada permulaan injil menempatkan Yesus dalam tradisi yahudi. Yesus adalah anak Abraham dan Daud maupun kelanjutan dari garis keturunan Daud sesudah pembuangan tahun 587 SM. Lukas menekankan makna universal Yesus dengan melacak garis keturunannya dari Yusuf sampai Adam (Luk. 3:23-28), tetapi Matius berusaha meletakkan asal usul Yesus dari Nazaret dalam pewarisan umat pilihan Allah, Israel.
Penginjil Matius memulai Injilnya dengan memaparkan silsilah Yesus. Mengapa? Silsilah menunjukkan asal usul dan membuktikan identitas seseorang. Silsilah juga menetapkan status yang didasarkan pada garis keturunan. Silsilah pun dapat melukiskan kepribadian kolektif, di mana bila sifat dari nenek moyang muncul kembali dalam keturunannya, maka silsilah itu dapat menunjukkan pribadi seseorang. Maka dengan silsilah yang awalnya menyebut Abraham dan berakhir pada Yesus, penginjil Matius mau menunjukkan sejarah penyelamatan Allah, yang berawal dari panggilan Abraham hingga memuncak dalam diri Yesus.
Awal pemberitaan Injil Matius dimulai dengan memaparkan silsilah Yesus sebagai keturunan Daud, dan kehadiran ketiga orang majus seperti itu menunjukkan dengan jelas bahwa Matius memang ingin memperkenalkan Yesus yang ia beritakan itu sebagai raja mesianis yang menggenapkan pengharapan para nabi. Matius memberitakan bagaimana dua orang buta berseru kepada Yesus dengan seruan “Anak Daud” (Mat. 9:27-31; 20:29-34).
Pengertian Yesus Sebagai Anak Daud
Bagi orang Yahudi, Daud adalah raja Israel yang paling besar dan perkasa. Orang-orang Yahudi pada zaman Yesus percaya bahwa Mesias berasal dari keturunan Daud (Yoh. 7:42). Mesias adalah Anak Daud (Mat. 22:42). Mereka mengharapkan datangnya seseorang seperkasa Daud yang mampu membebaskan mereka dari penjajahan Roma dan akan memberikan kedamaian bagi tanah air mereka. Maka dengan menyebut Yesus Anak Daud, diharapkan Yesus dapat memenuhi harapan2 orang2 Yahudi untuk mengalami kejayaan dan kedamaian seperti zaman Daud dahulu.
Sebagaimana yang dinyatakan dalam Matius 1:1, sebutan 'Anak Daud' diberikan kepada Yesus yang berarti Yesus adalah keturunan Daud. Matius menetapkan bahwa Yesus adalah keturunan Daud yang sah dengan merunut garis keturunan Yusuf yang berasal dari keluarga Daud. Walaupun Yesus dikandung oleh Roh Kudus, secara resmi (hukum Yahudi) Ia tetap dicatat sebagai anak Yusuf, secara hukum Yahudi -- bukan secara darah-daging -- Yusuf adalah ayah dari Yesus Kristus. Dan menurut hukum pula adalah anak Daud dalam pengertian 'keturunan Daud' dari anaknya yang bernama Salomo. Sedangkan, silsilah yang disajikan oleh Lukas merunut garis keturunan Yesus melalui kaum pria dalam garis keturunan Maria (yang juga dari keturunan Daud dari anaknya yang bernama Natan). Lukas menekankan bahwa Yesus adalah anak kandung Maria.
Orang-orang Farisi juga memahami saat mereka mendengar orang-orang memanggil Yesus “anak Daud.” Namun tidak seperti mereka yang berseru dalam iman, mereka dibutakan oleh kesombongan dan kekurang-pahaman mereka tentang Alkitab sehingga mereka tidak melihat apa yang pengemis buta lihat – bahwa di depan mereka sudah ada Mesias yang telah mereka tunggu-tunggu sepanjang hidup mereka. Mereka membenci Yesus karena Dia tidak menghormati mereka seperti yang mereka pikir layak mereka dapatkan. Jadi, pada saat mereka mendengar orang-orang menyerukan Yesus sebagai Juru Selamat, mereka menjadi jengkel (Mat 21:15) dan berusaha membinasakan Dia (Luk 19:47). Yesus Kristus, satu-satunya Anak Allah dan satu-satunya jalan keselamatan bagi semua manusia di bawah kolong langit (Kis 4:12), sungguh-sungguh adalah anak Daud, baik secara fisik maupun spiritual.
Solusi : Dalam kesaksian Yesus ttg kelahiran-Nya bahwa Ia adalah keturunan Daud dan akan memerintah diatas takhta Daud, bapa leluhurnya (Lukas 1:32,33 bnd. 1:27, Kis 2:30; 13:22,23). Sebagai Anak Daud, Yesus akan memerintah sebagai raja (1:32, 33). Para murid menyambut Dia sebagai Raja dalam nama Tuhan (19:38) band. Mrk. 11:9,10). Dalam KIS dimana Yesus disebut sebagai Raja yaitu dalam tuduhan terhadap orang Kristen di tesalonika :”Mereka bertindak melawan ketetapan2 kaisar dengan mengatakan bahwa ada seorang raja lain yaitu Yesus (Kis 17:7).
Yesus sebagai Anak Daud adalah hanyalah sebagai gelar Yesus untuk menjelaskan silsilah (asal usul) tentang Yesus, sebagaimana telah dijelaskan dalam kitab-kitab Injil. Dan Yesus disebut sebagai Raja Daud adalah menjelaskan bahwa Yesus akan datang sebagai Raja atas umat manusia (Lukas 1:32-33) serta menjelaskan bahwa Yesus adalah keturunan Daud itu sebabnya Yesus disebut sebagai Raja Daud.
Elisa B. Surbakti.Benarkah Yesus Juruselamat Universal.(Bandung, 2008)
Robert J. Karris, OFM. Tafsir Alkitab Perjanjian baru, (Yogyakarta, 2009)
William Barclay. Pemahaman terhadap Perjanjian Baru, (Bandung, 2009)
Alex I. Suwandi PR. Tanya Jawab Syahadat Iman Katolik
Drs. B. F Drewes, M.Th.Satu Injil Tiga Pekabar

Posting Komentar untuk "Penjelasan Teologis Yesus Kristus sebagai Anak Daud"