Penjelasan Teologis Yesus Kristus sebagai Gembala Yang Baik
Tugas seorang gembala adalah memelihara dan menjaga ternak gembalaannya seperti: domba, sapi, kerbau, lembu, kambing, dan sebagainya. Banyak orang bisa menjadi gembala, tetapi tidak semua bisa menjadi gembala yang baik. Gembala yang baik adalah gembala yang mampu mengenal apa kebutuhan ternak gembalaannya, memelihara membantu, menuntun melalui jalan dan pintu yang benar. Bagaikan seorang ayah atau ibu menyayangi anak-anaknya, demikian seorang gembala yang baik mengurus domba-dombanya. Ia akan berjalan di depan dombanya untuk mencari tempat yang penuh rumput segar serta air yang sejuk untuk dombanya. Ia akan mencari tempat yang teduh dan aman untuk tempat berlindung. Ketika ada binatang buas atau bahaya lain, sang gembala akan berjuang untuk melindungi dombanya walaupun hal itu dapat membahayakan dirinya (band. Mzm. 23). Lalu menjelang malam, gembala itu akan menuntun dombanya ke kandang. Jika ada yang hilang, walaupun seekor ia akan segera mencarinya.
Dalam PL kata ’gembala’ memakai kata ro’eh berasal dari kata ra’ah yang berarti ”memberi makan atau menggembalakan.” Seorang gembala bertanggungjawab atas ternaknya untuk menggembalakan, merawat dan memelihara mereka. Pemimpin-pemimpin zaman PL sering disebut ’gembala-gembala’ bagi rakyat mereka. Tentu ini dikaitkan dengan tugas mereka untuk menggembalakan, merawat dan memelihara rakyat yang dipercayakan oleh Allah kepada mereka. Bahkan Allah sendiri juga disebut sebagai Gembala bagi umat-Nya, di mana Israel dapat memanggil Dia ketika membutuhkan perlindungan dan bimbingan/pimpinan, mis. Maz. 80:1.
Dalam Perjanjian Baru, Poimen artinya seorang gembala. Kata gembala diterjemahkan sebanyak 17 kali dan pastor sekali. Kata gembala terdapat dalam Matius 9:36; 25:32; 26:31; Markus 6:34; 14:27; lukas 2:8; 15; 18; 20; I Petrus 2:25; Ibrani 13:20; Yohanes 10:2, 11-16; dan Efesus 4:11. Poimaino artinya memelihara sebagai seorang gembala atau penggembalaan. Kata ini diterjemahkan dengan memberi makan dan mengendalikan. Kata gembala terdapat dalam Matius 2:6; Lukas 17:7; Yohanes 21:16; Kisah Para Rasul 20:28; I Kor.9:7; I Petrus 5:2; Yudas 12; Wahyu 2:27; 7:17; 12:5; 19:15. Poimnion artinya sekumpulan yaitu sekumpulan orang percaya yang diterjemahkan sebagai sekumpuan domba, yang terdapat dalam Lukas 12:32; Kis. 20:28; I Ptr. 5:2, 3. Bisko artinya memberi makan, membiarkan makan rumput menggembalakan. Yang diterjemahkan dengan memberi makan dan memelihara, Luk. 15:15; Mat.8:30, 33.
Kata ini secara bersamaan, menunjukkan bahwa seorang gembala adalah seorang yang memelihara atau menggembalakan kawanan domba, memberi makan atau memberi petunjuk dan menjadi pengawas mereka. Seorang gembala menjalankan pengawasan terhadap domba Allah, orang-orang percaya. Seorang pendeta adalah seorang gembala. Konsep gembala adalah salah satu konsep yang paling tua dalam Alkitab. Jadi, gembala adalah seorang pembimbing dan pemeliharaan kawanan domba. Ia bertanggung jawab atas domba-domba, sering menghitungnya dan juga melindunginya terhadap bahaya dari luar. Di Israel Tuhan Allah diakui sebagai gembala umat-Nya (Maz.23; Yes.40:11; Yeh.34). Dan penggembalaan itu akan dilaksanakan oleh seorang gembala yaitu hamba-Ku Daud (Yeh.34:23; 37:24). Tuhan Yesus adalah gembala yang baik (Yoh.10) dan para penatua jemaat kristen diberi tugas menggembalakan jemaat, di bawah pengawasan Gembala Agung (1 Ptr. 5:11-4).
Ciri-Ciri Gembala
Dalam kitab Yehezkiel pasal. 34 menggunakan metafora gembala untuk mengkomunikasikan pesan ilahi yang dia terima. J.W. Miller, seperti yang dikutip oleh Leslie C. Allen berpendapat bahwa penggunaan kata “gembala” dalam Yeh. 34 merujuk kepada dua karakter yaitu ayat.1-10 merujuk kepada pemimpin-pemimpin Israel, sedangkan ayat 11-31 merujuk kepada seorang pemimpin yang dijanjikan Allah untuk orang Israel.
Berdasarkan pasal 34 Yehezkiel mendaftar ciri-ciri gembala tersebut sebagai berikut:
1. Dia akan melepaskan umat dari kesewenang-wenangan pemimpin mereka. Ayat 10.2. Dia akan mencari domba-domba-Nya yang tercerai-berai, dan menyelamatkan mereka dari segala tempat. NIV Study Bible menghubungkan peran ini sebagai tindakan yang membebaskan umat dari pembuangan Babel dan segala tempat ke mana Israel tercerai-berai. Gembala ini akan menggembalakan atau memimpin mereka dalam damai. Ayat 11-15.
3. Dia akan menjadi hakim antara umat-umat-Nya. Ayat 18-22.
4. Dia akan berasal dari keturunan Daud ayat 23 dan 24, dari hal ini tentu mengacu kepada kerajaan dan tahta, sebagai progresivitas dari janji Allah kepada Daud dalam II Samuel 7:12-14.
5. Dia yang akan memulihkan ibadah Israel kepada Allah yang sejati. Ayat 30 dan 31; Dan mereka akan mengetahui bahwa Aku, TUHAN, Allah mereka, menyertai mereka dan mereka, kaum Israel, adalah umat-Ku, demikianlah firman Tuhan ALLAH. Kamu adalah domba-domba-Ku, domba gembalaan-Ku, dan Aku adalah Allahmu, demikianlah firman Tuhan ALLAH. Ayat-ayat ini mengandung pernyataan Allah berkenaan karya Gembala yang akan memulihkan hati Israel kembali terpaut kepada Allah menjadikan Allah sebagai Tuhan mereka dan mereka kembali menjadi umat-Nya.
Secara ringkas Adam Clarke menyebut ciri-ciri gembala tersebut sebagai berikut; dia adalah seorang pemimpin yang tahu keadaan umatnya dengan sangat baik. Dia mengenal dosa-dosa umatnya dan mengetahui dengan pasti konsekuensi apa yang mengikutinya. Tidak hanya mengetahui tetapi dia juga tahu bagaimana menyelesaikan permasalahan umatnya. Dan dia tahu bagaimana membuat cara tersebut dapat dinyatakan dalam kehidupan umat-umatnya.
Dalam pasal 34 ini Yehezkiel menyatakan kesalahan pemimpin-pemimpin Israel dalam menjalankan tugasnya sebagai gembala umat:
1. Mereka hanya mementingkan dirinya sendiri (ayat 2-3) mereka tidak mempedulikan akan kesejahteraan umat tetapi justru memperhatikan diri mereka sendiri.
2. Mereka memperlakukan umat dengan keras dan kejam (ayat 4).
3. Mereka memperlakukan umat dengan keji dan tidak terhormat (ayat 5-6).
Dalam ayat 5 dan 6, 3 (tiga) kali Yehezkiel menyebutkan bahwa umat-Nya berserakan, hal ini mengacu kepada buruknya kualitas para pemimpin Israel dan Yehuda untuk dapat memberikan perlindungan kepada umat, yang menjadikan umat, yang menjadikan umat terserak ke tengah-tengah bangsa-bangsa asing sebagai orang buangan baik ke Asyur maupun ke Babilonia.
Koresy Penggenap Janji
Koresy adalah raja Persia yang dinubuatkan oleh nabi Yesaya dalam Yesaya 44:28, Allah sendiri menyebut dia sebagai gembala-Ku yang akan menggenapkan segala kehendak-Nya, yang akan memerintahkan pembangunan Bait Allah kembali. Dia juga yang disebut Allah dalam Yesaya 45:1 sebagai yang diurapi, yang menunjukkan bahwa Koresy adalah utusan Allah. Dia juga disebut dalam Yesaya 45:3 sebagai yang digerakkan Allah untuk maksud penyelamatan, dia akan disertai Allah, dia yang akan membangun kota-Nya dan akan melepaskan umat-Nya dari pembuangan tanpa pembayaran dan tanpa suap. Jika kita membandingkan dengan ciri-ciri gembala yang dijanjikan Allah memang kita melihat penggenapan janji ini melalui dia, sebab dia disebut gembala-Ku oleh Allah sendiri, dia yang disebut Ku-urapi, dia yang akan membebaskan umat dari pembuangan – melalui dekrit yang dia keluarkan, dan dia yang akan membangun kembali Bait-Nya yang kudus yang berarti pemulihan ibadah Israel. Dan hal itu memang dilakukannya dengan mengeluarkan surat untuk pembangunan kembali Bait Allah di Yerusalem.
Tetapi dia tetap tidak dapat memenuhi persyaratan sebagai gembala yang yang dijanjikan oleh Allah, karena kita tahu bahwa dia bukan berasal dari keturunan Daud. Tidak dapat dipungkiri bahwa dia adalah orang yang dipakai Allah untuk menggenapkan perjanjian yang dinubuatkan oleh Yesaya, tetapi dia tetap bukanlah gembala yang dijanjikan oleh Allah dalam Yehezkiel 34. Lalu bagaimana kita memahami tentang sebutan Allah kepadanya sebagai “Gembala-Ku”? Di sini penulis melihat bahwa sebutan gembala yang dikenakan Allah kepada dia merupakan suatu bentuk gaya bahasa yang dipakai oleh Yesaya berdasarkan kebiasaan saat itu di daerah Timur Dekat Kuno untuk menunjukkan bahwa Koresy adalah seorang raja yang ditunjuk Allah untuk menjalankan keadilan untuk bangsa Yehuda.
Zerubabel bin Sealtiel
Berbeda dengan Koresy, Zerubabel bin Sealtiel adalah seorang bangsawan keturunan Daud cucu Yoyakhin (Ezra 3:2; Hagai 1:1; Matius 1:12). Dia ikut dalam gelombang kepulangan dari Babilonia bersama kelompok yang dipimpin oleh Sesbazar. Hal besar yang dilakukannya adalah dia menjadi orang yang dipilih oleh Allah sebagai yang mendirikan Bait Allah (Ezra 3), berarti dia menggenapi ciri gembala dalam Yehezkiel 34 sebagai yang memulihkan ibadah umat. Dia yang dikatakan dalam kitab Hagai sebagai seorang yang disertai dengan Roh Allah (Hagai 2:6). Tetapi walaupun dia adalah keturunan Daud dia tidak sepenuhnya menggenapkan ciri-ciri gembala yang disebutkan dalam Yehezkiel 34. Mengapa demikian? Karena dia tidak melakukan pembebasan terhadap orang Israel, dan dia tidak diurapi sebagai raja.
Yesus Sebagai Gembala yang Baik (Penggenapan nubuatan Yehezkiel
Yesus menyatakan, bahwa Dialah gembala yang baik (Yoh. 10:11). Seorang gembala yang baik, setiap saat rela mengorbankan nyawanya demi domba-domba yang digembalakannya. Sedangkan gembala upahan akan lari menyelamatkan diri jika bahaya datang mengancam domba-dombanya. Ini mengingatkan pengikutnya akan ucapan Allah melalui Nabi Yehezkiel :Aku sendiri akan menggembalakan domba-domba-Ku dan akan membiarkan mereka berbaring. Yang hilang akan Kucari, yang tersesat akan Kubawa pulang, yang luka akan Kubalut, yang sakit akan Kukuatkan, serta yang gemuk dan yang kuat akan Kulindungi; Aku akan menggembalakan mereka sebagaimana seharusnya” (Yoh. 34:15-16). Sebagai gembala yang baik, Yesus telah menunjukkan kesetiaan, kasih sayang, kelemahlembutan, perhatian, kewaspadaan, serta tanggungjawab yang tiada tara dalam memelihara dan mengayomi domba-domba-Nya. Yesus membuktikan kesetiaan dan tanggungjawab-Nya yang tak terbatas dengan “memberikan nyawa-Nya bagi domba-domba-Nya” (Yoh. 10:11).
Yesus melukiskan diri-Nya sebagai gembala yang baik. Ada kata Yunani agathos yang hanya menunjukkan kepada kualitas akhlak (moral) sesuatu; ada kata kalos yang berarti bahwa di dalam kebaikan itu ada sejumlah yang menarik yang membuatnya menjadi indah. Jika dilukiskan sebagai gembala yang baik, kata yang dipakai ialah kalos. Di dalam Dia ada segi yang melebihi ketepatgunaan (efisiensi), dan yang melebihi kesetiaan, yang membuat Dia sungguh indah menarik. Terkadang di desa atau kota kecil orang mengatakan tentang dokter yang baik. Mereka tidak memikirkan tentang ketepatgunaan dokter dan keterampilannya sebgai dokter, mereka berpikir tentang simpati, keramah-tamahan dan keluwesan yang dia miliki dan yang menjadikan dia sahabat semua orang. Di dalam gambaran Yesus sebagai gembala yang baik tidak hanya ada keindahan yang menarik, melainkan juga kuat kuasa.
Nubuatan Yesus sebagai Gembala Yang Baik
NO | Yehezkiel | Penggenapan |
1 | Gembala dalam Yehezkiel 34 melepaskan umat dari kesewenang-wenangan pemimpin mereka. | Yesus yang dengan terang-terangan menentang pemimpin-pemimpin umat dalam pemerintahan dan keagamaan yaitu kaum Farisi dan Saduki. |
2 | Gembala dalam Yehezkiel 34 mencari domba-dombanya yang tercerai-berai, dan menyelamatkan mereka dan segala tempat, dan menggembalakan mereka. | Dalam PB Yesus menyatakan bahwa keadaan umat saat itu seperti domba yang tidak bergembala Markus 6:34. Dia yang datang untuk mencari dan menyelamatkan yang hilang. |
3 | Gembala dalam Yehezkiel 34, menjadi hakim antara umat-umatnya sendiri. | Yesus dengan sangat nyata bagaimana Dia menegur orang-orang kaya yang menindas rakyat, bagaimana dia membela perkara orang miskin dan mengucapkan perkataan celaka kepada orang-orang kaya saat itu. Lukas 6. |
4 | Gembala dalam Yehezkiel 34, berasal dari keturunan Daud. | Dalam silsilah yang disusun oleh Matius jelas sekali bahwa Yesus berasal dari suku Yehuda yang adalah keturunan Daud. Matius 1:1-17 |
KESIMPULAN DAN APLIKASI
Beberapa gembala yang dinubuatkan dalam PL, menunjuk pada pribadi Yesus Kristus. Sebab di dalam Dia-lah semua ciri-ciri yang dipaparkan dalam Yehezkiel 34 tergenapi. Tidak dapat dipungkiri bahwa pelayanan Yesus selama Dia ada di dunia ini menunjukkan bahwa Dia benar-benar menggenapkan janji tersebut, bagaimana Dia menyatakan kasih-Nya, kuasa-Nya dan kebenaran-Nya. Perbuatan Yesus sebagai gembala yang baik dapat di lihat ketika Yesus memperhatikan orang-orang yang terpinggirkan yang tidak diperhatikan baik secara jasmani maupun rohani. Yesus sebagai gembala yang baik juga memberikan nyawanya ketika Dia menebus dosa manusia lewat Dia menanggungnya di kayu salib. Sedangakan orang-orang Farisi dan orang-orang Saduki hanyalah gembala upahan yang tidak bertanggungjawab terhadap domba-domba yang ada yakni orang-orang Israel yang berdosa.
Daftar Pustaka
Gerhard Kittel, Gerhard Friedrich, The Theological Dictionary of the New Testament, (Grand Rapids, MI: Wm. B. Eerdmans Publishing Company, 2000)
Leslie C. Allen, Word Biblical Commentary, volume 29: Ezekiel 20-48, Electronic Edition- (Dallas, Texas: Word Books, Publisher, 1998)
Kevin J. Conner, Jemaat dalam Perjanjian Baru, (Malang:Gandum Mas, 2004)
Leslie C. Alien., Word Biblical Commentary, Volume 29: Ezekiel 20-48, Electronic Edition
Elisa B. Surbakti, Benarkah Yesus Juruselamat Universal, (Jakarta: BPK. Gunung Mulia)
William Barclay, Pemahaman Alkitab Setiap hari injil Yohanes pasal 8-21, (Jakarta: Gunung Mulia, 2008)

Posting Komentar untuk "Penjelasan Teologis Yesus Kristus sebagai Gembala Yang Baik"