Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Penjelasan Teologis Yesus Kristus sebagai Sang Immanuel

Adapaun hal yang melatar belakangi kepenulisan makalah ini adalah, tentang  gelar-gelas Yesus. Hal yang akan menjadi perhatian dalam pembahasan ini, adalah bagaiman kita melihat Yesus memikirkan tentang diri-Nya dan orang-orang Kristen mula-mula memikirkan tentang Dia. Pertama-tama yang akan diselidiki adalah arti yang ada dan maksud dari macam-macam gelar yang di pakai oleh Yesus sendiri, atau  pun yang diberikan kepada Yesus oleh orang lain. Masing-masing gelar-gelar tersebut memiliki latar belakang yang tertentu; ini berarti bahwa gelar-gelar itu diciptakan atau diberikan dan dipakai tanpa dasar, memang penting untuk mempertimbangkan apa makna macam-macam gelar-gelar itu menurut pengertian pada zamannya.
Sehingga Gelar yang akan dibahas oleh penulis adalah  terkait Gelar Yesus sebagai Imanuel. Namun terkadang gelar atau sebuatan terhadap Yesus, merupakan hal yang sering dipersoalkan oleh para teolog Kristen liberal dan juga dari pandangan Muslim. Hal ini jelas bahwa mereka tidak mau mengakui bahwa Yesus adalah Allah yang telah beringkarnasi menjadi manu sia. Yaitu mereka yang tidak maau mengakui ke-Allahan atau ke-Ilahian Yesus, sehingga sering gelar-gelar Yesus dijadikan sebagai Alasan untuk di perdebatkan. Maka dalam kepenulisan makalah ini  penulis akan membahas  tentang latar belakang menculnya kata Imanuel, yang kemudia kata ini jugadipakai oleh penulis injil Matius untuk menerangkan tentang sebutan atau nama dari pada Yesus bahwa Yesus akan disebut atau dinamai sebagai Imanuel. Kata ini telah muncul dalam Perjanjian Lama yang disebut oleh nabi Yesaya berkaitan dengan persoalan yang dihadapi oleh Yehuda.
Jika dikaji lebih dalam terhadap lapisan-lapisan Naskah-naskah tertua yang telah ditemuakan dan di susun kembali dari pengakuan Para Rasul ada beberapa gelar yang di kaitkan dengan Yesus, dan di dalamnya ada beberapa hal yang dapat menolong untuk mendapatkan dan mengatasi persoalan tentang pemahaman terhadap diri Yesus sendiri, sumber-sumber para rasul sangat menolong untuk mendapatkan keterangan-keterangan mengenai Kepribadian Yesus. Yesus sebagai Imanuel atau Yesus disebut sebagai Imanuel sebenarnya bukanlah sautu persoalan yang harus di perdebatkan panjang lebar.
Penyerbuan tentara sekutu Aram dan Israel terhadap Yehuda, Yesaya menyampakain dua pesan kepada Ahas, untuk meyakinkan Ahas bahwa rencana- yang telah diatur dan disepakati oleh Asyur dan Israel untuk menyerang  Yehuda hal itu tidak akan berhasil. (7:3-9)  hal ini sebagai sautu tantangan bagi Ahas untuk meminta suatu tanda kepada Allah untuk menjadi tanda akan kegagalan rencana yang telah dirancangkan tersebut (7:10-25). Sesuai dengan hal pokok yang telah dijelaskan maka kisah ini menjelaskan bahwa ahas menolak tantangan tersesbut, tetapi demikian Tuhan memberikan tanda, dan itu adalah sautu tanda yang jauh lebih besar dari  yang dia minta-tanda tentang imanuel.
Ada berbagai padangan mengenai Yesaya ketika dia memberikan tanda kepada Ahas “seorang perempuan akan mengandung dan melahirkan seorang anak laki-laki” dan ia akan menamakan Dia Imanuel. Ada dua peristiwa  yang paling utama menunjukan pemenuhan nubuatan ini. Nubuatan tersebut menyangkut kepada Kristus, yang di lahirkan beabad-abad kemudian. sebab hanya dia yang dilahirkan dari seorang anak darah dan Dialah yang disebut Imanuel “Allah Beserta Kita”
Sangat berasalan bagi Yesaya untuk berbicara tentang Kristus pada saat Yehuda  sedang berada dalam masa kegelapan.  Maksud dari Yesaya adalah suatu masa yang cerah akan tiba ketika sang penyelamat yang agung tiba akan datang untuk membebaskan umat Allah dari masa yang penuh kesuraman, juga sautu pemenuhan bagi Ahas dalam situasi yang menakutkan bagi dia dalam keadaan terkepung oleh musuhnya dan mengharapkan pertolongan. Jadi yang di maksud oleh Yesaya pastilah seorang anak akan segera lahirkan dan sebelum dia cukup umur untuk membedakan yang baik dengan yang buruk, keselamatan sudah akan datang. Tetapi hal ini terliahat abstrak karena belum jelas mana yang sesungguhnya yang dimaksud adalah salah satu dari anak-anak Yesaya (8:1-4)
 Makna dari tanda Imanuel di pakai Untuk meneguhkan dan menggenapi janji peringatan Tuhan dalam Yesaya 7:7, untuk menghakimi Ahas dan pengikut-pengikutnya; Asyur akan dipakai sebagai alat Tuhan untuk enghukum mereka. Dan juga sebagai titik pandang dalam keseluruhan sejarah Keselamatan:  memberi suatu  prespektif Mesianis. Meskipun istilah itu akrab dengan diri orang Kristen, namun kata Immanuel itu sendiri di dalam Alkitab hanya disebutkan sebanyak 3 kali (Yes. 7:14, 8:8; Mat. 1:23). Mengapa kata yang penting ini hanya disebutkan sebanyak 3 kali? Bila kita bandingkan Yes. 7:14 dan Mat. 1:23 maka disana kita menjumpai ada beberapa masalah, yaitu: Ada sedikit perbedaan dalam menamai bayi Yesus dengan sebutan Immanuel. Di kitab Yesaya dituliskan bahwa yang menamai Dia Immanuel adalah perempuan itu (tunggal) tetapi di Injil Matius, yang memberi nama adalah mereka (jamak), yaitu Maria dan Yusuf. Apakah Matius, seorang pemungut cukai yang dikenal sangat teliti itu melakukan kesalahan? Siapakah perempuan muda yang dimaksud oleh Yesaya? Apakah ia seorang perempuan biasa ataukah ini mengacu pada Maria?
Dalam KJV,  Behold, a virgin shall be with child, and shall bring forth a son, and they shall call his name Emmanuel, which being interpreted is, God with us. Terjemahan Yunani ; ιδου η παρθενος εν γαστρι εξει και τεξεται υιον και καλεσουσιν το ονομα αυτου εμμανουηλ ο εστιν μεθερμηνευομενον μεθ ημων ο θεος Dalam  Translit, idou hê parthenos en gastri exei kai texetai huion kai kalesousin to onoma autou emmanouêl ho estin methermêneuomenon meth hêmôn ho theos. Nama/gelar Imanuel ini mengungkapkan sifat keilahian yang merujuk kepada keberadaan, kedekatan, dan peran aktif Yesus dalam sejarah manusia di sepanjang waktu.
            Perjanjian Baru cukup memberikan bukti bahwa Yesus lahir dari seorang perempuan muda yang masih perawan, yang bernama Maria. Dengan jelas Malaikat Gabriel menjelaskan bahwa Maria akan mengandung seorang Anak tanpa pembuahan atau pertemuan gen-perempuan dan gen-laki-laki : 
            Istilah Immanuel ini muncul pertama ketika Aram dan Israel berniat untuk membentuk suatu koalisi dengan Yehuda guna mencegah laju perkembangan kekuasaan Asyur. Mendengar hal ini, maka Ahas raja Yehuda itu gemetar, ia pun menolak koalisi yang diajukan tersebut, karena itu Aram dan Israel memutuskan untuk menghukumnya. Di tengah-tengah segala kegalauan itu, Tuhan mengutus Yesaya untuk mengingatkan agar Ahas tidak perlu takut dan gemetar tapi satu hal yang harus dilakukan Ahas adalah harus bergantung sepenuhnya pada Tuhan dan Tuhan akan memberikan suatu pertanda padanya namun dengan dalih tidak mau mencobai Tuhan, Ahas menolaknya (Yes. 7:11-14). Kalau kita mengamati misteri Immanuel dalam konteks kitab Yesaya maka kita harus perhatikan 3 prinsip, yakni: Pertama, Istilah Immanuel yang berkaitan dengan kelahiran bayi itu merupakan pertanda dari Tuhan. Hal ini seharusnya menyadarkan kita akan intervensi Allah atas umat-Nya – Allah sedang mengerjakan karya keselamatan yang agung; Kedua, Istilah perempuan muda dalam kitab Yesaya adalah alma (bahasa Ibrani), kata alma ini tidak pernah dipakai dalam Alkitab maupun dalam literatur Timur Dekat  lain. Padahal ada kata lain yang juga bisa berarti dara yaitu betula, namun kata ini dalam PL memiliki dua makna sehingga bisa disalahartikan, yaitu seorang perempuan yang belum bersetubuh maupun seorang perawan yang sudah bertunangan.
Dalam Yoel 1:8, kata betula ini dapat diartikan sebagai seorang yang sudah menikah. Kata betula ini mempunyai makna ganda, karena itu Yesaya tidak memakai kata betula supaya orang tidak salah mengerti. Seorang perempuan muda yang dimaksud adalah seorang dara yang belum pernah bersetubuh dengan seorang pria. Dari penerapan kata alma kita tahu bahwa kelahiran sifatnya supranatural; Ketiga, Istilah Immanuel itu harus diterapkan kepada bayi itu sendiri karena dalam kelahiran-Nya terdapat kehadiran Allah, dimana Allah telah datang kepada umatNya di dalam seorang Anak.
Ada berbagai pandangan mengenai maksud Yesaya ketika dia memberikan tanda kepada Ahas, “seorang perempuan muda mengandung dan akan melahirkan seorang anak laki-laki, dan ia akan menamakan Dia Imanuel. Berbagai pandangan mengenai nubuatan tentang kelahiran Yesus bersumber pada nubuatan Yesaya tersebut yang mengkonfirmasikan tentang Imanuel sebagagi wujud dari penyertaan Allah terhadap umat-Nya.
Nama imanuel adalah berita “Allah beserta kita” inilah merupakan pesan dan berita sentral dari nubuat-nubuat Yesaya kepada suatu bangsa yang tidak setia kepada Tuhan. Dalam hubungan dengan apa yang telah diberitakan sebelumnya, pernyataan Tuhan di tengah umat-Nya, pada satu pihak berarti hukuman atas kemurtatan bangasa itu, tetapi lebih penting kelepasan dan keselamatan bagi “Sisa Israel” (Simbol nama “Sye’ar Yashub” ayat 3). Tanda ini secara Tradisional dihubungkan secara langsung dengan kelahiran Tuhan Yesus Kristus (Mat 1:23-25), seolah-olah dilepaskan dari konteksnya  dalam kitab Yesaya, dan langusng menubuatkan kelahiran Yesus. Yang di maksud dalam janji Imanuel adalah seroang anak yang akan lahir dan di besarkan dengan memakan dadih yang pernah juga dimakan oleh nenek moyangnya, (Kej 18:8; Hak 5:25), sebab dikatakan bahwa anak itu kelak akan besar dan Dia sebagai pembuka jalan baru bedasarkan janji Imanuel, dan ia menolak hal yang jahat dan memilih yang baik (ayat 15). Oleh sebab itu hal ini dipahami sebagai Tuhan memelihara Umat-Nya dengan cara yang ajaib.
Leon J Wood mencaatat pandangan Hobart E, Freemen. Mengatakan bahwa “Rupanya ada dua peristiwa yang paling mungkin menunjukan pemenuhan nubuatan ini. Tentulah Kristus, yang akan dilahirkan abad-abad kemudian. hanya Dia yang dilahirkan dari anak darah dan Dialah yang di sebut Imanuel (Allah Beserta Kita).”
Imanuel dipahami dengan pengertian bahwa “kehadiran Allah akan terlihat didalam Imanuel, yang dapat di pahami sebagai kehadiran Allah”itu akan terlihatan dalam kelahiran anak itu sendiri.” Tetapi penafsiran demikian dipersoalkan dan ditolak dengan tegas oleh kebanyakan penulis modern. Mereka berkata bahwa kehadiran Allah lebih tepat terdapat pada pelepasan Yehuda dari kedua musuhnya di utara. Masa pertumbuhan anak kecil itu dianggap sebagai ukuran waktu yang harus berlalu sebelum kedua musuh itu dimusnahkan. Masa waktu demikian bisa singkat – seorang anak kecil dapat mengetahui untuk membedakan antara yang baik dan yang buruk pada usia belianya. Karena itu, katakanlah, dalam 2 tahun, bahkan mungkin juga kurang. Yehuda tidak usah takut akan Aram dan Israel, dalam pelepasan demikianlah akan dinyatakan kehadiran Allah, dan sebagai pertanda atau janji tentang pelepasan itu seorang ibu di Yehuda akan menamakan anaknya Imanuel.   
Lebih jauh lagi, darimana Israel dapat mengetahui, bahwa seorang anak yang khusus istimewa sudah lahir sebagai kegenapan nubuat itu, dan bahwa kelahiran khusus anak itulah yang menjadi pertanda seperti dijanjikan? Nampaknya jika nubuat itu, dan bahwa kelahiran khusus anak itulah yang menjadi pertanda seperti yang  telah dijanjikan?
 Jika di amati maka nubuat itu mengacu kepada seorang anak yang akan lahir pada waktu itu, maka anak yang akan lahir itu haruslah anak dari seorang yang terkemuka. Pribadi yang paling terkemuka, yaitu Hizkia, adalah mustahil. Karena itu, harus dianggap bahwa anak itu adalah anak dari Yesaya, atau anak lain dari Ahas. Tapi hal inipun telah disingkirkan oleh kata בְּתוּלָה - BETULAH. Baik istri Ahas maupun istri Yesaya tidak pantas sebagai seorang עַלְמָה - 'ALMAH, dengan alasan yang nyata, bahwa keduanya adalah wanita yang sudah kawin.
Pemenuhan Nubuat tergenapi dalam Pelayanan Yesus Kristus: Lukas 7:16
Semua orang itu ketakutan dan mereka memuliakan Allah, sambil berkata: "Seorang nabi besar telah muncul di tengah-tengah kita," dan "Allah telah melawat umat-Nya." KJV= Luke 7:16 And there came a fear on all: and they glorified God, saying, That a great prophet is risen up among us; and, That God hath visited his people. Yunani = ἔλαβεν δὲ φόβος πάντας καὶ ἐδόξαζον τὸν θεὸν λέγοντες ὅτι προφήτης μέγας ἠγέρθη ἐν ἡμῖν καὶ ὅτι ἐπεσκέψατο ὁ θεὸς τὸν λαὸν αὐτοῦ. Transliter: elaben de phobos hapantas kai edoxazon ton theon legontes hoti  prophetes megas egegertai en emin kai oti epeskepsato ho theos ton laon auton.
          Karena itu lebih tepat menerapkan nama; עִמָּנוּ אֵֽל - 'IMANU 'EL atau εμμανουηλ - emmanouêl  kepada Bayi itu sendiri. Bahwa dalam kelahiranNya terdapat kehadiran Allah. Allah telah datang kepada umatNya didalam seorang Anak. Anak yang istimewa khusus itu, yang di kemudian hari Yesaya menamakanNya "Allah Mahakuasa" ( אל גבור - 'EL GIBOR).     Penafsiran ini telah diperkuat oleh kenyataan, bahwa Yesaya mencoba menghindarkan orang-orang mempercayai raja Asyur. Pertolongan atas bangsa itu bukan terletak di tangan Asyur, melainkan di tangan Allah. Didalam keadaan kritis ini Allah hadir menyertai umat-Nya, penyertaan Allah ditemukan dalam kelahiran seorang anak. Dalam Iman kepercaan Kristen nubuat tersebut telah di genapi didalam. Injil Matius 1:23. Injil Matius 1:23."Sesungguhnya, anak dara itu akan mengandung dan melahirkan seorang anak laki-laki, dan mereka akan menamakan Dia Imanuel" yang berarti: Allah menyertai kita. KJV= Matthew 1:23 Behold, a virgin shall be with child, and shall bring forth a son, and they shall call his name Emmanuel, which being interpreted is, God with usἰδοὺ ἡ παρθένος ἐν γαστρὶ ἕξει καὶ τέξεται υἱόν, καὶ καλέσουσιν τὸ ὄνομα αὐτοῦ Ἐμμανουήλ, ὅ ἐστιν μεθερμηνευόμενον μεθ᾽ ἡμῶν ὁ θεό (Idou he parthenos en gastri exei kai texetai huion kai kalesousin to onoma autou emmanuel ho estin methermeneuomeno meth hemon ho theos)
Nama atau gelar Yesus ini menggunakan sifat ke-Ilahian yang merujuk kepada keberadaan, kedekatan dan peran aktif Yesus dalam sejaraj manusia di sepangjang waktu. Perjanjian Baru cukup memberikan bukti Yesus lahir dari seorang perempuan muda yang masih perawan yang bernama Maria. Dengan jelas Malaikat Gabriel menejelaskan bahwa Maria akan mengandung seorang anak tanpa pembuahan atau pertemuan gen perempuan dan gen laki-laki. Dalam Lukas 1:35 “ Jawab Malaikat “Roh Kudus akan turun atasmu dan kuasa yang Mahatinggi akan menaungi engaku; sebab itu anak yang akan kaulahirkan itu akan disebut  Kudus Anak Allah.” Yang menjadi manusia adalah Firman itu yaitu ; di diam di antara kita, dan kita telah melihat kemuliaan-Nya, yaitu kemuliaan yang diberikan kepadap-Nya sebagai Anak Tuggal Bapa penuh kasih Karunia dan kebenaran. “Yoh 1:14”
Kelahiran ini berbeda dengan siapapun Yesus sungguh bukan kelahiran yang muatan-Nya” berasal dari fisik dunia. Ia tidak diciptakan dari denbu dan tanah seperti Adam. Yesus tidak membawa gen debu. Murni kelahiran-Nya darii Roh Kudus Dia adalah Allah sendiri yang telah meinjam rahim Maria untuk menjalankan rencana-Nya. Zama itu, dari mana : Kamu berasal dari bawah Aku berasal dari atsa, kamu dari dunia, Aku bukan dari dunia ini, sebab aku keluar dan datang dari Allah Yoh 8:23, 42.
Tanda kehadiran Allah mengacu pada nubuatan Imanuel (7:14) Nama Imanuel (Allah beserta Kita) adalah sebagian dari theologi nama yang ditemukan dalam nubuatan  Yesaya “ sesungguhnya aku dan anak-anak yang telah diberikan Tuhan kepadaku adalah  tanda dan alamat di antara orang israel dari Tuhan semesta alam yang diam digunungn sion (8:18) penekanan penulis) nama Yesaya (Yahwe adalah keselamatan)  dan anak-anaknya (Syear Yasyub)= sisa umat akan kembali. Lih= 7:3; 8:3. Memaparkan esensi kitab bahwa Allah adalah sumber keselamatan.
Dalam konteks berikut, nama imanuel  menyimbolkan perlindungan Allah atas Yehuda (8:8,10) dan penolakannya atas Ahas karena pekenangan-Nya terhadap anak Daud yang lain.  Allah berjanji utk beberbelas kasihan terhadap Yehuda, sekalipun Yehuda tidak meresponi-Nya.  Penghakiman Allah akan dimulai dari Damsyik, dan Samaria, namun kesabaran Allah telah memberi kesempatan kepada Yehuda untuk bertobat, iapun akan menerima penghakinan-Nya dan hanya, meninggalakn sisa umat yang sedikit (Syear –Yashub) untuk masa mendatang. Jadi Imanuel mengindikasikan penghakiman atas kaum pemeberonta dan sekaligus merupakan pengharapan bagi kaum yang setia.  Nubuat tentang Imanuel lebih tergenapi pada kelahiran Allah-manusia yang adalah Perlindungan-Penyelamat dan Pahlawan Perang Ilahi. Matius menerapkan nubuat pada diri Yesus Mesias (Mat 1:23). Nama Mesias menunjukan  kekuasaan, kehadiran perlindungan, dan berkat Allah. Sebab seorang anak telah lahir untuk kita, seorang putera telah diberikan untuk kita; lambang pemerintahan ada di atas bahunya, dan namanya disebutkan orang: Penasihat Ajaib, Allah yang Perkasa, Bapa yang Kekal, Raja Damai. (9:5).
Di dalam Yesaya 7:14, sesungguhnya seorang perempuan muda akan mengandung dan akan melahirkan seorang anak laki-laki, dan ia akan menamakan Dia Imanuel. Juga dalam Yesaya 9:5, sebab seorang anak telah lahir untuk kita , lambang pemerintahan ada diatas bahunya, dan namanya di sebut orang Penasehat Ajaib, Allah yang perkasa, Bapa yang kekal,Raja Damai.” Dalam pengertian kelahiran ini dipahami sebagai Mujizat yang besar, sebab mustahil jika seroang perempuan yang belum menikah dan tidak bersetubuh dengan seorang laki-laki, bisa melahirkan seorang anak laki-laki. Sehingga dapat kita kaji mengenai pekerjaan Allah yang tidak mungkin dipalsukan oleh siapapun juga termasuk setan, yang dimaksud dengan Mujizat yang membuktikan bahwa Allah adalah Allah “The Sign That God is God” hal ini membuktikab bahwa ada suatu tanda yang akan diberikan kepada manusia yaitu keselamatan yang di kerejakan oleh Allah bagi manusia melalui Kelahiran Yesus Kristus.
Hanya Yesus satu-satunya Juru selamat, karena Dia adalah Anak Allah yang dikirim ke dunia, menjelma, menjadi manusia, sehingga Ia bisa menebus manusia berdosa dan datang untuk menyertai kita.  Imanuel berarti Allah menyertai kita. Kristus di kirim untuk membuktikan bahwa Allah tetep Setia. Ia merencanakan Keselamatan, Ia juga mengirim Kristus untuk menyertai kita. Imanuel  berarti Tuhan Allah masih Menyertai kita senantiasa.
Istilah Immanuel sangat akrab di telinga setiap orang Kristen, baik di saat menghadapi pergumulan atau kesulitan, setiap orang yang menyadari ada Allah beserta kita (Immanuel) dan Imanuel itu menjadi kekuatan bagi orang Kristen yang percaya kepada Yesus Kristus. Sering terbesik di telinga atau  mungkin juga mendengar ada orang yang berkata, “Jangan takut, Tuhan ada di pihak kita“; orang dapat mengatakan hal demikian karena ia yakin, Allah beserta kita. Istilah Imanuel sangat mempesona banyak orang maka tidaklah heran kalau dipakai untuk nama untuk orang Kristen. Kata Immanuel ini juga menjadi salah satu dari tujuh julukan terbesar bagi Bayi Yesus yang diungkapkan oleh malaikat, yakni: Penasehat Ajaib, Allah yang Perkasa, Immanuel, Raja Damai, Bapa yang Kekal, Juruselamat, dan Tuhan.  Inti dari kata Imanuel adalah menunjukan Bagaimana Penyertaan Allah didalam Yesus Kristus ke kepada Umat-Nya, kepada setiap orang yang percaya kepada-Nya. Sehingga tidak menjadi alasan bagi orang yang percaya untuk mempersoalakan gelar atau nama Yesus.
Nama atau gelar Yesus Bagi Allah tidak menjadi Masalah tetapi terkadang manusia yang mempersoalkan masalah Nama-gelar dari Yesus. Tetapi Bagi Kita yang percaya kepada Ke-Allahan, Maka Gelar tersebut kita tidak memperdebatkan masalah nama atau gelar tersebut, sebab kita tahu kepada siapa kita Percaya-Beriman Yaitu keada Yesus Kristus. Dan kita dapat memberi pertanggung jawab kepada mereka yang mempertanyakan hal tersebut.


Daftar Pustaka
1.      Donald Guthrie, Teologi Perjanjian Baru 1(Jakarta:BPK Gunung Mulia 2011) 265.
2.     Roy Eckardt Menggali Ulang Yesus sejarah Kristolig Masa Kini (Jakarta;BPK Gunung Mulia)
3.     Hassel Bullock Kitab-kitab Nabi-nabi Perjanjian Lama (Malang:Gadum Mas 2009)
Leon J. Wood The Prophets Of Israel Nabi-nabi Israel (Malang:Gandum Mas 2005)
5.      S.H Widyapranawa,  Kitab Yesaya ( Jakarta: BPK Gunung Mulia 2003)
6.      Leon J. Wood, The Prophets  of Israel,  Nabi-nabi Israel (Malang: Gandunm Mas 2005)
7. S.H Widyapranawa Kitab Yesaya ( Jakarta: BPK Gunung Mulia 2003) Willem A. Van Gemeren, Penginterpretasian Kitab Nabi (Surabaya: Momentum 2007) 
      Stephen Tong Yesus Kristus Kristus Juru Selamat Dunia (Surabaya: Momentum 2004)

Posting Komentar untuk "Penjelasan Teologis Yesus Kristus sebagai Sang Immanuel"