Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Analogi Komparatif Dan Verivikasi Logika

 

          Analogik dan komparatif merupakan dua bentuk penyimpulan yang pada umumnya digunakan dalam logika. Penalaran analogi berusaha untuk mencapai kesimpulan dengan menggatikan sesuatu yang ingin dibuktikan dengan sesuatu yang serupa, namun yang lebih dikenal. Sebagai contoh, kita ingin membuktikan adanya Tuhan dengan argumentasi kosmologikal-teleologikal, berdasarkan susunan dunia tempat kita berada. Dalam hal ini kita dapat kita dapat menggunakan sebuah jam sebagai analogi. Perhatikanlah sebuah jam! Seperti halnya dunia, jam tersebut juga merupakan mekanisme yang terdiri dari bagian-bagian yang sangat erat hubungannya yang satu dengan yang lain.

          Tidak seorangpun beranggapan bahwa sebuah jam dapat membuat dirinya sendiri atau terjadi secara kebetulan. Susunannya yang sangat rumit menunjukkan bahwa ada yang membuatnya, dan yang membuatnya ini pastilah seorang yang cerdas. Dengan demikian, secara analogi adanya dunia juga menunjukkan adanya Pembuat; Karena dunia kita juga sangat rumit susunannya dan bagian-bagiannya berhubungan sangat erat satu dengan yang lain secara baik menunjukkan kecerdasan dari Sang Pembuatnya. Perhatikan bahwa penalaran analogi ini terdiri dari memperbandingkan (komparatif) jam dengan dunia, dan dari persamaan-persamaan itu tertentu tersebut, menyimpulkan persamaan-persamaan yang lain.

            Selanjutnya, agar penalaran dapat membawa pada kesimpulan yang dapat diterima maka penalaran itu harus diverifikasi. Apalagi penalaran yang berkaitan dengan epistemonologis, maka tidak hanya harus absah melainkan kebenaran bahan yang mengawali penalaran itu harus ditetapkan. Penalaran yang didasarkan atas fakta-fakta yang diperkirakan benar dapat membawa seseorang pada kesimpulan yang benar. Namun mungkin kita tidak mengetahui cara membedakan manakah yang sesat dan manakah yang benar. Karena itu disini diperlukan alat verifikatif. Ada dua macam cara melakukan verifikasi yaitu melalui observasi (berdasarkan pengamatan) dan penalaran non kontradiktif (berdasarkan penalaran yang dipertentangkan).

          Verifikasi dengan cara observasi adalah suatu pernyataan yang maknanya dapat diuji dengan pengalaman yang dapat diulangi baik oleh orang yang mempergunakan pernyataan tersebut maupun orang lain, pada prinsipnya dapat dilakukan verifikasi terhadapnya. Jika pernyataaan tersebut lulus dalam ujian pengalaman, maka pernyatan itu dikukuhkan, meskipun tidak sepenuhnya terbukti benar. Jika saya berkata, “diluar hujan turun”, dan saya pergi keluar serta melihat dan merasakan turunnya hujan, maka pernyataan saya tersebut menurut ukuran tadi telah diverifikasi. Verifikasi dengan cara penalaran berdasarkan non kontradiksi adalah suatu cara menunjukkan kesesatan atau kebenaran suatu pernyataan yang dipersoalkan, apakah bertentangan (kontradiksi) atau tidak bertentangan (non kontradiksi) dengan dirinya atau mengakibatkan pertentangan dengan pernyataan-pernyataan yang telah terbukti keabsahannya. Misalnya, menyatakan bahwa es itu panas adalah pernyataan yang kontradiktif, karena pada dasarnya es itu dingin.

Posting Komentar untuk "Analogi Komparatif Dan Verivikasi Logika"