Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Globalisasi Masyarakat Dan Evolusionisme Klasik

   

    Kecenderungan historis yang sangat menonjol di era modern adalah perubahan menuju globalisasi. Globalisasi diartikan sebagai proses yang menghasilkan dunia tunggal. Masyarakat di seluruh dunia menjadi saling tergantung di semua aspek kehidupan seperti politik, ekonomi dan kultur. Cakupan saling tergantung ini benar-benar mengglobal.

     Ada tiga teoritis tentang globalisasi yang tergolong klasik yaitu teori imperialism, teori ketergantungan dan teori sistem dunia. Ketiganya sama pusat perhatiannya dan membawa pesan ideologis serupa. Ketiganya terutama memusatkan perhatian pada bidang ekonomi dan bertujuan menjelaskan mekanisme penindasan dan ketidakadilan.

     Ketika peradaban berkembang, peradaban itu menantang pemikiran simbolik dan institusional masyarakat yang digabungkan ke dalamnya.Tantangan ini menghendaki tanggapan dari dalam masyarakat bersangkutan yang menyebabkan terbukanya pilihan dan peluang baru.Masyarakat modern mempunyai banyak kesamaan ciri-ciri, tetapi juga menunjukkan perbedaan besar di antara mereka.Perbedaan ini terwujud dari penerimaan secara selektif pemikiran simbolik utama dan bentuk kelembagaan peradaban Barat asli maupun peradaban masyarakat modern sendiri. Hubungan antara aspek kultur yang berbeda dengan aspek kultur masyarakat pinggiran yang masih ortodoks sangat memengaruhi arah dan kemampuan untuk berubah, tanggapannya terhadap perubahan serta arah penemuan barunya.

     Globalisasi adalah masalah kehidupan modern yang tak terhindarkan.Globalisasi menimbulkan bahaya dan harapan. Proses globalisasi yang meliputi semua aspek kehidupan modern tercermin dalam kesadaran sosial. Cara orang memahami dunia, dunia lokal mereka sendiri dan dunia keseluruhan mengalami perubahan yang sangat besar.

     Berbagai citra baru tentang dunia muncul.Sebagian masih berada di tingkat pemikiran berdasarkan akal sehat dan sebagian lagi sudah diungkapkan dalam bentuk ideologi khusus seperti globalisme atau anti globalisme.Semua citra baru itu menjadi variable bebas yang menentukan kecenderungan globalisasi sebenarnya.Semua citra itu yang muncul dengan sendirinya sebagai tanggapan terhadap globalisasi, berubah menjadi faktor penentu globalisasi.Kontroversi dan kompetisi antara citra merupakan bagian penting dari tema perdebatan intelektual masa kini.

         Sosiologi lahir untuk menanggapi tuntutan intelektual dan kebutuhan praktis. Sosiologi berupaya memahami dan mengendalikan transformasi sosial yang sangat luas yang terjadi di Eropa menyusul revolusi besar: perkembangan masyarakat kapitalis, industrial, urban dan terkikisnya tatanan komunal, agraris dan tradisional.

     

Tokoh-tokoh evolusionisme sosiologis :

1.      Comte dan konsep evolusi idealis yang bertolak dari hukum tiga tahap perkembangan manusia.

2.    Spencer dan konsep evolusi naturalis àevolusi menjadi prinsip umum semua realitas alam dan sosial.

3.    Lewis Morgan dan konsep evolusi materialis memperkenalkan gagasan evolusi yang berbeda, yang memusatkan perhatian pada bidang teknologi.

4.    Durkheim dan konsep evolusi sosiologis yang menolak untuk meneliti penyebab fenomena sosial selain dari bidang realitas sosial khusus.

5.   Ferdinand Tonnies dan evolusi tanpa kemajuan yang memiliki keunikan dari sikap kritisnya terhadap masyarakat modern terutama nonstalgianya mengenai kehidupan tipe komunitas yang lenyap.

6.  Lester Ward dan evolusi dari evolusi dimana mekanisme evolusi tidak konstan, tetapi berubah dengan sendirinya dalam perjalanan waktu.

     


    Dalam karya teoritisi evolusi klasik, citra khusus mengenai perubahan sosial dan historis terbentuk secara bertahap. Meski ada perbedaan pandangan dikalangan tokohnya, namun semuanya menerima sejumlah asumsi umum yang menjadi inti teori evolusi yakni :

1.   Keseluruhan sejarah manusia mempunyai bentuk, pola, logika atau makna unik yang melandasi banyak kejadian yang tampaknya serampangan dan tak berkaitan.

2.  Objek yang mengalami perubahan adalah keseluruhan masyarakat, manusia, kemanusiaan, umat manusia.

3.      Keseluruhan ini dipahami dengan istilah organik dan sama dengan kemajuan.

4.      Perhatian dipusatkan pada perubahan kesatuan organik itu pada sistem sosial.

5.    Perubahan masyarakat dipandang sebagai sesuatu yang alamiah, terjadi dimana saja, niscaya dan merupakan ciri tak terhindarkan dari realitas sosial.

6.      Karena diterapkan pada sebuah masyarakat tunggal, dan bersifat spontan.

7.   Perubahan masyarakat dipandang mengarah dan bergerak dari bentuk primitive ke bentuk yang berkembang.

8.      Perubahan evolusi dibayangkan berpola unilinier, mengikuti pola atau lintasan tunggal.

9.      Lintasan evolusi umum terbagi dalam fase dan periode berbeda tanpa ada yang terloncati.

10.  Evolusi dianggap bertahap, terus-menerus, meningkat dan kumulatif.

11.  Mempunyai mekanisme penyebab yang sama yang menggerakkan proses ke depan.

12.  Tenaga pendorong perubahan terdapat di dalam masyarakat itu sendiri.

     Tetapi evolusionisme klasik memiliki kelemahan karena secara teoritis semuanya menuju pada pengertian yang tak masuk akal atau premisnya tak dapat dipertahankan.Karena serangan argumentasi ini, evolusionisme klasik kehilangan tempat dalam teori perubahan sosial.Namun karirnya belum tamat.Sesudah direvisi, muncul kembali dalam bentuk baru bernama Neoevolusionisme. 

Posting Komentar untuk "Globalisasi Masyarakat Dan Evolusionisme Klasik "