Neoevolusionisme Dan Teori Modernisasi Lama Dan Baru
Teoritis
neoevolusi menyatakan bahwa evolusi bukan mitos tetapi realitas yang
nyata.Evolusi harus dikaji secara ilmiah ketimbang secara spekulatif dengan
memerhatikan semua kritik terhadap evolusionisme klasik dan semua temuan ilmu
sosial terbaru, termasuk temuan sosiologi sendiri. Berikut ini adalah
neoevolusionisme dalam antropologi-kultural :
1. White dan Langkah ke
Determinisme Teknologi melukiskan kultur sebagai alat penyesuaian diri dengan
alam terutama dengan memanfaatkan energy bebas dan digunakan dalam bekerja
untuk memenuhi kebutuhan hidup.
2. Julian Steward dan Konsep
Evolusi Multilinear dimana untuk menemukan keteraturan perubahan historis, ia
meninggalkan sifat sejarah umum.
3. Sahlins & E. Service:
Perbedaan evolusi umum dan khusus.
Pemikiran
neoevolusionisme dalam sosiologi :
1. Gerhard & Jean Lenkis
merumuskan pemikiran mereka dengan merujuk pada ilmu biologi yang saling
tergantung antara manusia dan lingkungan.
2. Parson mengembangkan teori
diferensiasi yang membedakan dua proses yang terjadi dalam masyarakat yakni
integrative dan control.
Evolusi
sosial mengarah pada peningkatan diferensiasi structural dan fungsional. Bila
orang memerhatikan berbagai bentuk pembagian kerja, memahaminya menurut kondisi
waktu dan tempat, maka akan ditemukan fakta bahwa kemajuannya bersifat tetap
dalam sejarah. Diferensiasi sosial adalah proses yang membedakan peran sosial
orang atau organisasi menjadi dua peran atau lebih. Unit-unit unsur sosial baru
itu berbeda secara structural tetapi secara fungsional setara terhadap unit
asalnya.
Diferensi
structural mencakup pembagian kerja tetapi kedua konsep ini kemudian berkembang
melebihi konsep lama.Konsep pembagian kerja berkenaan dengan peran pekerjaan
dan dalam masyarakat yang kompleks terutama berkenaan dengan pekerjaan dan
jabatan tetap, bukan sambilan.Konsep diferensiasi tak terbatas pada bidang
ekonomi saja tetapi meliputi perbedaan peran di bidang politik, kultural dan
berbagai peran sosial lainnya.Diferensiasi mengacu pada spesialisasi organisasi
organisasi dan institusi maupun spesialisasi peran di dalamnya.
Mekanisme
dasar evolusi telah dirumuskan sebagai pelestarian jenis yang menguntungkan dan
penolakan jenis yang merugikan. Ada tiga prinsip logika proses ini.
1. Prinsip variasi (mutasi
acak) dalam populasi.
2. Prinsip seleksi (perjuangan
untuk hidup) di antara individu yang ditakdirkan berbeda.
3. Prinsip yang terkuatlah yang mampu bertahan hidup (kesuksesan reproduksi) yang menghasilkan reproduksi ciri-ciri yang dimiliki individu terpilih dalam kehidupan populasi di masa yang akan datang.
Teori
modernisasi dan konvergensi dapat dianggap sebagai wujud terakhir pemikiran
evolusionisme.Semula dalam mencari model teoritis yang dapat digunakan untuk
menjelaskan kemajuan dari dunia kurang maju kedunia yang lebih maju.Kedua teori
ini berpaling ke evolusionisme ketika masih dominan dalam pemikiran sosiologi
tentang perubahan.
Konsep
modernisasi dalam arti khusus yang disepakati teoritisi modernisasi di tahun
1950-an dan tahun 1960-an didefinisikan dalam tiga cara yaitu historis,
relative dan analisis. Modernisasi adalah transformasi total masyarakat
tradisional atau pra-modernke tipe masyarakat teknologi dan organisasi sosial
yang menyerupai kemajuan dunia Barat yang ekonominya makmur dan situasi
politiknya stabil.
Secara
historis meodernisasi adalah proses perubahan menuju tipe sistem sosial,
ekonomi, dan politik yang telah maju di Eropa Barat dan Amereika Utara dari
abad ke-17 hingga abad ke-19 dan kemudian menyebar ke negara Eropa lain dari
dari abad ke-19 dan 20 ke negara Amerika Selatan dan Asia Afrika.
Menurut
pengertian relative, modernisasi berarti upaya yang bertujuan untuk menyamai
standar yang dianggap modern baik oleh rakyat banyak maupun oleh elit
penguasa.Sedangkan pandangan analis tentang modernisasi adalah lebih menerima
perspektif psikologis ketimbang prespektif structural.
Teori
neomodernisasi menyingkirkan semua nada tambahan teoritisi evolusi. Teori ini
tak menganggap adanya tujuan khusus atau arah yang tak dapat diubah dari
perubahan historis meskipun modernisasi dilihat sebagai proses historis yang
membentuk, menyebarkan dan melegitimasi lembaga dan nilai modernitas seperti
demokrasi, pasar, pendidikan, administrasi, rasional, disiplin diri, etos kerja
dan sebagainya. Menjadi modern (keluar dari modernitas baru) masih menjadi
tantangan penting bagi masyarakat post-komunis.Untuk itulah teori modernisasi
yang direvisi mempertahankan
hidupnya.
Teori
modernisasi dan teori konvergensi menunjukkan bagaimana peristiwa historis
memberikan rangsangan kuat untuk memikir ulang, bekerja ulang dan merevisi
dasar teori sosiologi tentang perubahan.Teori modernisasi dan teori konvergensi
mendapat vitalitas baru dalam lingkungan historis baru sebagai alat yang
berguna untuk menjelaskan atau menafsirkan fenomena transisi post-komunis.
Posting Komentar untuk "Neoevolusionisme Dan Teori Modernisasi Lama Dan Baru"