Teori Lingkaran Sejarah Dan Materialisme Historis
Pandangan teori
ini mengenai proses sejarah berbeda dari teori lain yang berasal dari
evolusionisme. Teori ini mencerminkan pandangan alternative mengenai sejarah.
Sejarah dilihat sebagai proses berulang, bukan menurut garis lurus; potensinya
ada kalanya dapat melemah dan kembali ke awal proses, bukannya ketimbang
berkembang tanpa batas. Jadi perubahan sosial dan historis tidak bergerak
menurut garis lurus tetapi melingkar.
Lebih konkretnya,
ciri lingkaran sejarah mengikuti tiga tahap yaitu :
1. Anarkhi dan kekejaman.
2. Ketentraman dan peradaban yang disertai
kekuasaan nalar dan industry penuh kedamaian.
3. Runtuhnya peradaban yang disertai kemunculan
berbasis baru.
Peradaban muncul
karena dua faktor yang berkaitan yaitu adanya minoritas kreatif dan kondisi
lingkungan. Antara keduanya taka da yang terlalu menguntungkan atau terlalu
merugikan bagi pertumbuhan kultur. Mekanisme kelahiran dan dinamika
kelangsungan hidup kultur dijelmakan dalam konsep tantangan dan
respon.Kehancuran peradaban disebabkan oleh kegagalan kekuatan kreatif kalangan
minoritas dan karena lenyapnya kesatuan sosial dalam masyarakat sebagai satu
kesatuan.Faktor tambahannya adalah pemberontakan proletariat eksternal, yakni
barbarian yang tak mau lagi menerima perlakuan sebagai orang taklukan segera
setelah peradaban mulai mengalami keruntuhan.
Teori umum tentang
perubahan melingkar kebanyakan dikemukakan oleh filosof, sejarawan atau
filosof-sejarah.
1. Vilfredo Pareto: Sirkulasi Elite àPerubahan
sosial dan historis dilukiskan sebagai lingkaran pergantian elite : berkuasa –
lemah – digantikan. Sejarah adalah kuburan aristokrasi (elite semua jenis).
2. Sorokin: Irama perubahan kultur àSegala
sesuatu yang diciptakan atau dimodifikasi melalui kegiatan sadar atau tak sadar
dua individu atau lebih yang saling berinteraksi atau saling memengaruhi
perilaku masing-masing.
Filosofi hanya
menafsirkan sejarah dunia, masalah sebenarnya adalah bagaimana cara
mengubahnya. Keunikan materialism – historis dibandingkan evolusionisme
sebenarnya hanya karena konsep dialektika.Prinsip perubahannya dapat diteliti
dalam aktifitas manusia.Dialektika telah diturunkan ke bumi dan digunakan
sebagai alat untuk memahami kehidupan nyata.
Komponen utama
masyarakat adalah individu sebagai pangkal tolak teori sosial.Premis teori
sosial berawal dari individu nyata, aktivitas mereka, kondisi material
kehidupan mereka baik yang mereka telah temukan maupun yang dihasilkan oleh
aktivitas mereka. Prespektif sosiologi melihat individu sebagai :
1. Seorang actor dalam tindakan sosial yang
ditunjuk kepada orang lain atau yang ditimbulkan oleh reaksi orang lain.
2. Mitra dalam interaksi sosial.
3. Partisipan dalam hubungan sosial.
4. Anggota kelompok.
5. Pemegang posisi sosial tertentu.
6. Pelaksana peran sosial
Dengan bertindak
terhadap dunia luar dan mengubahnya, pada waktu bersamaan individu mengubah
sifatnya sendiri.Ia membangunkan kekuatan yang tertidur dan memaksa kekuatan
bertindak sesuai dengan keinginannya. Kelas sosial ditentukan oleh
pengelompokan individu berdasarkan kepemilikan pribadi atas alat produksi.Citra
ini mengandung dinamisme hakiki.
Sejarah tak lain
adalah rangkaian generasi yang terpisah, masing-masing generasi mengekploitasi
material, membentuk capital dan kekuatan produktif yang diwariskan kepadanya
oleh seluruh generasi yang mendahuluinya, dan dengan demikian, di satu pihak,
melestarikan aktifitas tradisional di dalam keadaan yang sama sekali telah berubah
dan di pihak lain mengubah keadaan lama dengan aktivitas yang sama sekali
berubah.
Karena setiap generasi penerus menemukan dirinya memiliki kekuatan produktif yang didapat oleh generasi sebelumnya yang memakainya sebagai bahan mentah untuk produksi baru, maka muncullah pertalian dalam sejarah manusia.Sejarah kemanusian yang terbentuk merupakan kekuatan produktif manusia dan karena itu hubungan sosialnya semakin berkembang.

Posting Komentar untuk "Teori Lingkaran Sejarah Dan Materialisme Historis"