Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Perubahan Sosial Dalam Dimensi Kehidupan Modernitas

 

Waktu Sebagai Dimensi Kehidupan Sosial

Semua fenomena sosial terjadi pada saat tertentu dalam waktu. Semua proses sosial terjadi terus menerus sepanjang waktu. Waktu adalah dimensi yang sangat diperlukan dan terlibat dalam setiap aspek kehidupan manusia.Mustahil membayangkan waktu tanpa mengacu pada perubahan.Waktu mendefinisikan perubahan sosial yang biasanya mengacu pada perbedaan keadaan sistem sosial sesudah melalui waktu. Fenomena dan peristiwa sosialpun tak dapat diubah. Segera setelah sesuatu terjadi, ia tak dapat lagi terjadi. Begitu anda melakukan sesuatu tindakan, ia tak dapat dilakukan lagi. Sekali anda memikirkan sesuatu gagasan, tak dapat lagi tidak dipikirkan.Sekali anda mempelajari sesuatu, tak dapat lagi tidak diketahui.Singkatnya kehidupan tak dapat lagi tidak dialami. Kehidupan selalu berlalu dalam waktu yang tak dapat diubah sama dengan berlalunya kehidupan organisme.

Bila berbicara tentang orientasi waktu atau pandangan tentang waktu, dapat dibedakan menurut aspek-aspek berikut:

1.      Tingkat kesadaran tentang waktu

2.      Kedalaman kesadaran tentang waktu

3.      Bentuk aliran waktu melingkar atau lurus

4.      Penekanan pada masa lalu atau masa mendatang

5.      Cara memikir masa depan

6.    Dominannya nilai yang menekankan perubahan dan kemajuan atau yang menekankan perulangan, kesamaan dan ketertiban.

Ada despotism waktu tertentu dalam peradaban modern, kalender dan jam menjadi kekuatan pengatur. Jam sebagai kunci dunia modern, melebihi arti penting mesin uap itu sendiri. Dalam masyarakat modern, waktu menjadi alat pengatur, pengoordinasi dan pengorganisir utama aktivitas manusia.Karena itulah waktu mendapat kualitas otonom yang menakjubkan.Waktu tak lagi sekedar sebagai alat atau instrument tetapi sebagai nilai di dalam dirinya sendiri. Waktu menjadi variable independent, variable utama, faktor menentukan dalam kehidupan sosial. Sejak tahun 1970-an sosiologi waktu makin menonjol dan berubah menjadi sub-disiplin studi sosiologi yang mempunyai jurnal, konferensi, dan asosiasi akademisnya sendiri.

Asal Tradisi Sejarah

Masyarakat adalah fenomena antar waktu.Masyarakat terjelma bukan karena keberadaanya di suatu saat dalam perjalanan waktu. Tetapi ia hanya ada melalui waktu. Ia adalah jelmaan waktu. Masyarakat ada setiap saat dari masa lalu ke masa mendatang.Sifat berprosesnya masyarakat secara tersirat berarti bahwa fase sebelumnya berhubungan sebab-akibat dengan fase kini dan fase kini merupakan persyaratan sebab-akibat yang menentukan fase berikutnya. Masa lalu memasuki masa kini melalui rute benda material dan gagasan. Dapat dikatakan keberadaan di masa kini mengandung dua arti yaitu objektif bila objek dari masa lalu secara material dilestarikan dan subjektif bila gagasan dari masa lalu diingat dan tertanam dalam kesadaran anggota masyarakat sehingga menjadi bagian kultur.

Jika demikian, lalu kebutuhan universal individu atau masyarakat apa saja yang dipenuhi tradisi? Pertanyaan ini menggiring manusia ke fungsi tradisi sebagai berikut:

1.      Dalam bahasa klise dinyatakan bahwa tradisi adalah kebijakan turun-temurun.

2.      Memberikan legitimasi terhadap pandangan hidup, keyakinan, pranata, dan aturan yang sudah ada.

3.      Menyediakan simbol identitas kolektif yang meyakinkan, memperkuat loyalitas primordial terhadap bangsa, komunitas dan kelompok.

4.  Membantu menyediakan tempat pelarian dari keluhan, ketakpuasan dan kekecewaan kehidupan modern. 

Seperti semua ciptaan manusia, tradisi tak selalu menguntungkan bagi masyarakat atau anggotanya.Tradisi berfungsi ambivalen.Selain fungsional, tradisipun berakibat disfungsional. Substansi dan isi semua yang manusia warisi dari masa lalu dan disalurkan melalui proses sejarah merupakan warisan sosial. Salah satu warisan sosial adalah tradisi.Yang lahir di saat tertentu ketika orang menetapkan suatu cuplikan tertentu dari warisan masa lalu sebagai tradisi.Manusia tak mampu hidup tanpa tradisi meski mereka sering merasa tak puas terhadap tradisi mereka.Sikap sosial paling umum terhadap tradisi terungkap dalam ideologi atau doktrin tentang tradisi dan perannya dalam masyarakat.

Modernitas Dan Post-Modern

Sosiologi menjadi kesadaran ilmiah tentang modernitas dan prestasi terpentingnya berkaitan dengan pengalaman modernitas. Ada dua cara menetapkan modernitas yaitu historis dan analitis.Modernitas mengacu pada mode kehidupan masyarakat atau organisasi yang lahir di Eropa sejak abad ke-17 dan sejak itu pengaruhnya makin menjalar ke seluruh dunia.Kebanyakan sejarawan berpendapat bahwa modernitas muncul sebagai akibat dari revolusi besar. Kondisi modern jelas mempengaruhi kepribadian manusia. Pengaruh modernitas terhadap manusia tercermin dari urbanisme, industrialism, mobilitas dan komunikasi massa. Sebaliknya ada juga kecenderungan kepribadian yang menjadi syarat perkembangan modernitas.Untuk efektifnya fungsi sebuah masyarakat modern, warganya perlu mempunyai kualitas sikap, nilai, kebiasaan dan kecenderungan tertentu. Jadi ada pengaruh timbal balik antara tingkat kelembagaan dan organisasi disatu sisi dan sikap kepribadian di sisi lain.

Di lain hal, modernisasi memiliki akibat negative dimana manusia menjadi tak berperikemanusiaan. Ini diakibatkan oleh kaum kapitalis yang tidak lagi menghiraukan kaum buruh sehingga mereka terasing dan paling buruknya adalah hancurnya potensi kemanusiaan. Akibat positif dan negative modernitas menimbulkan berbagai pandangan teoritis tentang masa depan masyarakat manusia. Salah satu pandangan itu bersumber dari iklim optimistis dan progresivitas sosiologi klasik dan mengikuti kerangka teoritis evolusionisme. Dengan berkembangnya kesadaran mengenai sisi suram modernitas dan dengan meningkatnya kritik terhadap sifat antikemanusiaan yang ditimbulkannya, maka muncullah pandangan bahwa jalan yang dilalui masyarakat modern harus diubah secara radikal.Ada sejumlah seruan untuk membangun kembali kehidupan komunitas, pemakaian kembali ikatan sosial primordial, menghidupkan kembali kelompok dan hubungan primer. Adapula seruan  yang sama kuatnya untuk menyelamatkan dan memulihkan lingkungan alam dan memerangi pencemaran, kerusakan ekologi, dan eksploitasi sumber daya alam tanpa memikirkan akibat buruknya.

Profil resiko modernitas tinggi secara objektif dan subjektif ditentukan terlepas dari pengalaman sebelumnya.Ada persepsi mengenai resiko yang lebih besar ketimbang sebelumnya.Hal ini bisa dilihat secara objektif yaitu secara universal, global, kelembagaan dan reflektifitas serta secara subjektif yang menjadi faktor tambahan yang menyebabkan pengalaman resiko semakin parah.

Posting Komentar untuk "Perubahan Sosial Dalam Dimensi Kehidupan Modernitas "