Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Penjelasan Teologis Yesus Kristus sebagai Anak Manusia

Ada bermacam-macam teori mengenai penggunaan dan arti gelar Anak Manusia pada masa pra Kristen. Pembahasan seperti ini penting karena membantu kita membuat penentuan mengenai bagaimana orang-orang yang sezaman dengan Yesus mengerti istilah itu. Yesus sendiri dengan sengaja memilih untuk memakai istilah itu, dan Ia begitu sering menggunakannya pada waktu Ia berbicara dengan orang banyak atau dengan murid-murid-Nya, atau bahkan dengan musuh-musuh-Nya; oleh karena itu penting bahwa kita tidak hanya menanyakan arti istilah itu bagi diri-Nya sendiri tetapi juga apa artinya bagi para pendngar-Nya. Lazim untuk mencari keterangan latar belakangnya dalam tiga sumber Yahudi yang utama, yaitu Daniel 7, perumpamaan-perumpamaan Henokh, dan Apokalipsis Ezra. Haruslah diperhatikan bahwa ungkapan ‘anak mausia’ sering digunakan pada waktu menyapa Yehezkiel, tetapi hal ini tidak berhubungan dengan penggunaan dalam kitab-kitab Injil Sinoptik. Demikian juga sebutan ‘Anak Manusia’ dalam Maz. 8:4-6 yang sejajar dengan arti ‘manusia’ dan digunakan untuk membandingkan manusia dalam kelemahannya dengan kuasa Allah, yang telah memahkotai manusia dengan kemuliaan (bnd. Mzm. 80:17-19).

Dari ketiga sumber itu, keterangan dari IV Ezra 13 dapat dikesampingkan dari pembahsan kita karena tanggal penulisannya tidak termasuk dalam masa pra Kristen. Perikop dari kitab perumpamaan Henokh yang mencamtumkan gelar itu (37-71) juga kemungkinan besar berasal dari masa pra Kristen, karena perikop ini tidak terdapat dalam bagian-bagian Henokh yang ditemukan dalam naskah-naskah Laut Mati. Karena itu tidaklah patut untuk menggunakan perikop itu dalam menafsirkan menggunaan gelar tersebut dalam kitab-kitab Injil Sinoptik. Daniel 7 merupakan sumber satu-satunya yang berasal dari masa pra risten, tetapi arti dari keterangan ini sudah banyak di persoalkan. Dalam perikop itu istilah ‘Anak Manusia’ berhubungan langsung dengan orang-orang Kudus milik yang Mahatinggi. Ungkapan itu umumnya diterapkan pada orang-orang kudus dalam bangsa Israel, tetapi ada pandangan lain bahwa yang dimasd ialah malaikat. Pegertian ‘Anak Manusia’ yang disebut pertama, lebih wajar, tetapi menimbulkan pertanyaan, dalam pengertian apakah ungkapan itu dapat dimengerti secara kolektif. Apakah perikop dalam Daniel mengesampingkan arti secara pribadi? Sekali lagi, terdapat perbedaan pendapat, tetapi kerena gelar itu kemudian ditafsirkan secara pasti dengan arti pribadi, maka kelihatannya perikop dalam kitab Daniel itu tidak dimaksudkan mempunyai suatu arti kolektif yang ekslusif. Anak manusia yang disebut di sini nampaknya mewakili umat Allah; jika hal ini benar, maka ada hubungan dengan penggunanaan istilah itu dalam kitab-kitab Injil Sinoptik, tetapi jelas bahwa ini bukanlah penggunaan gelar mesiani yang sudah berkembang. 

Telah diduga bahwa penggunaan gelar ini dalam Daniel dipengaruhi oleh gagasan non-Alkitabiah, mitos dan spekulatif. Tetapi keterangan-keterangan dalam Avestas, dalam mitos Babil dan Mesir, dalam teologi para nabi tentang tema Adam atau spekulasi gnostik mengenai manusia mula-mula, berbeda sekali dengan gagasan Daniel mengenai anak manusia. Demikian juga pandangan bahwa gagasan itu diambil dari penyembahan orang-orang Kanaan kepada Baal. Tidak ada harapan bahwa hal-hal yang tidak jelas seperti itu dapat menjelaskan arti dari istilah Anak Manusia dalam kitab-kitab injil Sinoptik. Lebih baik kita berpendapat bahwa Yesus memakai istilah ini untuk menyampaikan tafsiran-Nya sendiri mengenai penggunaan dalam kitab Daniel.

Satu segi dari penglihatan Daniel yang penting pernyataan bahwa Anak Manusia tampak datang dengan awan-awan dari langit kepada yang lanjut Usia. Apakah hal ini berarti bahwa Daniel memikirkan suatu mahkluk sorgawi? Pada waktu perumpamaan-perumpamaan Henokh ditulis, “Anak Manusia” dinggap sebagai mahkluk sorgawi yang sudah ada sebelum segala sesuatu, yang akan datang untuk menghakimi dan menghancurkan musuh-musuh Allah. Hal ini memperlihatkan bahwa istilah dalam kitab Daniel tersebut kemudian dimengerti sebagai mahkluk duniawi. Masalahnya ialah, kita tidak tahu apakah perumpamaan-perumpamaan Henokh ini mencerminkan tafsiran yang umum pada masa Yesus dan orang-orang sezaman- Nya. Mungkin sekali perumpamaan-perumpamaan itu mewakili pandangan yang terbatas. Singkatnya, jelas bahwa penelitian latar belakang, terlepas dari kitab Daniel, tidak menghasilkan petunjuk yang positif mengenai arti pentingnya Anak Manusia dalam kitab-kitab injil Sinoptik. Dua unsur yang penting dalam penglihatan Daniel itu ialah kedatangan dengan awan-awan (yang sejajar dengan sebutan-sebutan tentang masa depan dalam kitab-kitab injil Sinoptik) dan fakta bahwa “orang-orang kudus” dianiaya sebelum dimuliakan (suatu pola yang terdapat juga dalam sebutan-sebutan tentang penderitaan Anak Manusia).

Sejauh kita telah melihat bagaimana rakyat Yahudi mengharapkan agar Allah mengirim penyelamat yang telah dijanjikan-Nya, yakni sang Mesias, yang akan membangun umat baru. Memang, kata-kata “Penyelamat yang dijanjikan Allah” tidak dipakai dalam kitab-kitab Injil; istilah tersebut dipakai untuk menyatakan dalam bahasa sehari-hari apa yang dimengerti oleh orang-orang Yahudi dengan istilah “Mesias” itu. Siapakah anak manusia itu? Kalau kita membaca cerita-cerita mengenai kehidupan Yesus, jelaslah istilah “Anak Manusia” sangat penting bagi Yesus. Istilah tersebut dipakai empat belas kali dalam Injil arkus, tiga puluh satu kali dalam injil Matius. Ternyata Yesus paling sering menggunakan istilah Anak Manusia.

Pengertian Anak Manusia

Ada yang berpendapat bahwa, kalau Yesus berbicara mengenai diri-Nya sendiri sebagai Anak Manusia”, Ia hanya ingin menekankan bahwa sebagian tabiat-Nya bersifat manusiawi dan biasa, sedangkan bagian lain dari tabit-Nya itu dapat dilukiskan dengan istilah “Anak Allah”. Tetapi istilah “Anak Manusia” mempunyai arti lebih dari itu. Yesus umpamanya berbicara bagaimana “Anak Manusia” datang dalam awan-awan dengan segala kekuasaan dan kemuliaan-Nya” (Mrk. 13:26), atau “Anak Manusia” sudah duduk disebelah kanan Allah yang Mahakuasa” (Luk. 22:69). Pernyataan-pernyataan seperti itu kelihatannya tidak dimaksudkan untuk menekankan tabiat manusiawi Yesus melainkan peranan istimewa-Nya dalam rencana-rencana Allah! 

Arti istilah Anak Manusia yang tepat merupakan salah satu pokok yang paling sangit diperdebatkan dalam studi modern Perjanjian Baru. Apa yang dikemukakan disini hanyalah iktisar yang sangat singkat dari pandangan beberapa ahli. Satu pokok yang disepakati semua ahli ialah mengenai pertanyaan yang paling cocok diajukan: Bayangan apa yang akan muncul dalam benak orang-orang yang mengenal Yesus apabila mendengar Ia memakai istilah “Anak Manusia”? Karena pendengar-pendengar pertama adalah orang Yahudi, sebaliknya kita meninjau agama Yahudi untuk mendapatkan jawaban.

Penggunaan Istilah Anak Manusia

Pertama, hanyalah manusia yang dibedakan dari Allah. Dalam konteks ini, istilah tersebut sering menekanan kelemahan dan kemiskinan manusia yang dikontraskan dengan kekuatan dan kuasa Allah sendiri (Bil. 23:19; Ayb. 25:6; Mzm. 8:5; 146:3; Yes. 51:12). Satu atau dua nabi Perjanjian Lama dipanggil oleh Allah dengan sapaan “Anak Manusia”, yang merupakan cara menekankan perbedaan anrata mereka dengan Tuhan Allah (Yeh. 2:1; Dan. 8:17). Kedua, istilah ini dipakai dengan arti yang lain dalam Daniel 7:13-14. Nats ini sama sekali tidak mengandung arti kelemahan manusia yang dibandingkan dengan kebesaran Allah. Di sini “seorang seperti anak manusia” datang kepada yang lanjut usianya itu’, dan ia dibawah kekuasaan sebagai raja, maka orang-orang dari segala bangsa, suku bangsa dan bahasa mengabdi kepdanya. Kekuasaannya ialah kerajaan yang tidak akan musnah.”  

Beberapa ahli juga percaya, petunjuk-petunjuk tentang Anak Manusia dapat diperoleh dari beberapa kitab apokaliptik yang mungkin beredar pada zaman Yesus. Dalam The Similitudes of Enoch, “Anak Manusia” digambarkan sebagai seorang tokoh adikodrati yang dikirim oleh Allah sebagai hakim yang akan mengadili manusia di masa depan (1 Enoch37-71). Dan “Manusia” dalam 2 Esdras 13 mungkin mengandung arti yang sama.

Anak Manusia dalam Perjanjian Lama  

Ungkapan “Anak Manusia” sering digunakan pada waktu menyapa Yehezkiel, tetapi hal ini tidak berhubungan dengan penggunaan dalam kitab-kitab Injil Sinoptik. Demikian juga sebutan Anak Manusia dalam Mzm. 8:4-6 yang sejajar dengan arti “Manusia” yang digunakan untuk membandingkan manusia dalam kelemahannya dengan kuasa Allah, yang telah memahkotai manusia dengan Kemuliaan (band. Mzm. 80:17-19). Dalam Daniel 7 merupakan satu-satunya sumber dari masa pra-Kristen, tetapi arti dari gelar Anak Manusia sudah banyak dipersoalkan.

Kitab-kitab Injil Sinoptik

Dari semua gelar Yesus dalam kitab Injil Sinoptik, gelar Anak Manusia merupakan gelar yang paling penting dan juga yang paling membingungkan. Gelar tersebut dipakai oleh Yesus, sehingga menimbulkan pertanyaan mengenai apa yang dimaksud dengan gelar tersebut.

Klasifikasi Sebutan-sebutan Tetang Anak Manusia

1.  Mengenai pekerjaan Anak Manusia di dunia (Mar. 2:10, band. Mat. 9:6; Luk. 5:24; Mar. 2:28). Menegaskan tentang kuasaNya dalam mengampuni dosa, dan kuasa-Nya atas hari sabat. Penggunaan gelar tersebut dapat menjelaskan Cara hidup Yesus (Mat. 11:19; Luk. 7:34; Mat. 8:20; Luk. 9:58), Kebiasaan-kebiasaan yaitu makan dan minum bersama dengan orang-orang lain Mat. 11:19.

Sebutan ini hanya dapat dimengerti apabila dilihat sebagai suatu penjelasan mengenai Yesus sendiri. Pada saat Beelzebul diperdebatkan Yesus berkata apabila seorang mengucapkan sesuatu yang menentang Anak Manusia, ia akan akan diampuni, tetapi jika ia menentang Roh Kudus, ia tidak akan diampuni (Mat. 12:32; Luk. 12:10). Konteks ini memperlihatkan bahwa tentulah Yesus sendiri yang dimaksudkan dengan gelar Anak Manusia

Mengenai penderitaan Anak Manusia

Penderitaan Anak Manusia tentu dimulai dengan sebutan-sebutan yang menubuatkan kematian dan kebangkitan Anak Manusia. Misalnya: Pengakuan Petrus di Kaisarea Filipi, Yesus mulai menubuatkan hal-hal tersebut (Mat. 8:31; Luk. 9:22), dengan memakai gelar Anak Manusia (band. Mat. 16:21). Petrus menghardik Yesus: Setelah nubuat-nubuat ini Yesus menyebutkan kebangkitan Anak Manusia dari kematian (Mar. 9:9; Mat. 17:9). Nubuat-nubuat yang sama diungkapkan dalam istilah-istilah yang sama dalam Mat. 17:12, 22, 20:18; Mar. 9:12, 31, 10:33;  Luk. 9:44, 18:31. dari ayat-ayat diatas menunjuk kepada Yesus. “Sekarang kita pergi ke Yerusalem dan Anak Manusia akan diserahkan.” Yesus menggunakan gelar Anak Manusia (Mar. 10:45 & Mat. 20:28), untuk menerangkan arti kematian-Nya yaitu sebagai tebusan bagi banyak orang.

Penggunaan gelar Anak Manusia yang akan datang.

Ada tiga perkataan yang termasuk di dalam injil Sinoptik yaitu: Tentang kesengsaraan, Khotbah tentang Akhir Zaman dan Perkataan Yesus di hadapan Imam Besar: Mar. 3:38 band. Mat. 16:27; Luk. 9:26; Mar. 13:26 band. Mat. 24:30; Luk. 21:27; Mar. 14:62 band. Mat. 26:64; Luk. 22:69. semuannya ini membicarakan tentang kedatangan-Nya dalam kemuliaan.

Gelar Anak Manusia dalam Injil Yohanes

    Yoh. 1:51 tentang malaikat-malaikat Allah yang turun naik kepada Anak Manusia. Percakapan Yesus dengan Nikodemus, didalamnya terdapat dua sebutan Anak Manusia yaitu pertama tentang naik turunnya Anak Manusia (Yoh. 3:13), kedua tentang perlunya Anak Manusia ditinggikan sebagai jalan agar manusia dapt memperoleh hidup yang kekal (Yoh. 3:14). Yoh 6:27 Percakapan tentang Roti Hidup, dikatakan bahwa Anak Manusia memberi makanan yang bertahan sampai kepada hidup yang kekal. Yoh. 8:28 percakapan Yesus dengan orang-orang Yahudi “apabila mereka meninggikan Anak Manusia barulah mereka akan mengetahui bahwa Yesuslah Anak Manusia.

      Bagian-Bagian Lain Dari Perjanjian Baru

   Kis. 7:56  "Sungguh, aku melihat langit terbuka dan Anak Manusia berdiri di sebelah kanan Allah."  Ibrani 2:6  "Apakah manusia, sehingga Engkau mengingatnya, atau anak manusia, sehingga Engkau mengindahkannya? Wahyu 1:13 Dan di tengah-tengah kaki dian itu ada seorang serupa Anak Manusia, berpakaian jubah yang panjangnya sampai di kaki, dan dadanya berlilitkan ikat pinggang dari emas.

E.  Isu Tentang Gelar Anak Manusia

     Sebutan Anak Manusia dalam setiap kategori ingin memerlihatkan pandangan Yesus mengenai identitas-Nya. Semua sebutan Anak Manusia merupakan gelar yang diberikan oleh masyarakat Kristen dan tidak mencerminkan pandangan Yesus mengenai diri-Nya sendiri. Hanya sebutan Anak Manusia yang mengarah pada masa yang akan datang yang dapat dipercaya, tetapi Yesus menganggap diri-Nya sebagai Anak Manusia sorgawi yang akan dinyatakan pada penyempurnaan masa ini. Sebutan-sebutan Anak Manusia yang mengarah pada kehidupan Yesus di dunia saja yang dapat di percayai. 

      Isu Gelar Anak Manusia Dalam Perjanjian Lama

  Istilah Anak Manusia  berhubungan langsung dengan “orang-orang Kudus milik yang Mahatinggi. Ungkapan Anak Manusia umumnya diterapkan pada orang-orang Kudus (bangsa Israel), tetapi pandangan lain yang dimaksud dengan gelar Anak Manusia yaitu Malaikat.

Kesimpulan

Memang ada banyak sebutan bahkan gelar tentang Yesus. Sebutan-sebutan tersebut digunakan oleh Yesus pada zaman Yesus, ketika Ia berada di dunia. Semua sebutan tentang Anak Manusia dalam kitab-kitab injil Sinoptik adalah perkataan-perkataan Yesus. Anak manusia merupakan gelar yang menunjukan kepada Yesus atau sebagai suatu identitas Yesus. Kalau kita membaca cerita-cerita mengenai kehidupan Yesus, jelaslah istilah “Anak Manusia” sangat penting bagi Yesus. Istilah tersebut dipakai empat belas kali dalam Injil arkus, tiga puluh satu kali dalam injil Matius. Ternyata Yesus paling sering menggunakan istilah Anak Manusia.

Bagi kita semua gelar atau sebutan yang di gunakan pada zaman Yesus, tidak mengurangi kepercayaan kita kepada Tuhan. Sebutan digunakan untuk mempermudah seseorang untuk mengerti dan memahami tentang Yesus.


Daftar Pustaka                                                                      

John Drane, Memahami Perjanjian Baru, (Jakarta: BPK Gunung Mulia, 2010)

Donald Guthrie, Teologi Perjanjian Baru 1, (Jakarta: BPK Gunung Mulia, 2012) 

Posting Komentar untuk "Penjelasan Teologis Yesus Kristus sebagai Anak Manusia"