Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Penjelasan Teologis Yesus Kristus sebagai Anak Domba Allah


Sejak zaman bapa-bapa gereja sampai sekarang, ada banyak anggapan ataupun pertanyaan seputar Yesus sebagai anak Domba Allah. Mengapa Yesus disebut ataupun diberi gelahr Anak Domba Allah? Apa sesungguhnya makna dari Yesus sebagai Anak Domba Allah? Anak domba adalah seekor domba muda.  Di dalam agama Yahudi, domba yang muda sekali biasanya dipakai sebagai kurban kepada Allah. Itu sebabnya Yesus disebut "Domba Allah" (Yoh 1:29) atau "Domba yang dikurbankan kepada Allah" (1Pet 1:18-19), karena Ia menyerahkan diri-Nya untuk mati sebagai kurban untuk seluruh umat manusia.
Anak Domba Allah adalah gelar untuk Kristus (Yoh. 1:29, 36; 1 Kor. 5:7; 1 Pet. 1:19)Anak Domba Allah yang dikenakan pada Yesus bukan secara harfiah (bukan berarti Yesus adalah seekor domba). Sebagian para theolog menyatakan Anak Domba menyatakan lambang Kristus yang lemah lembut dan rendah hati. Yesus sebagai binatang pilihan yang digunakan untuk korban persembahan, anak domba menandakan Kristus sebagai pribadi yang rela menyerahkan diri-Nya sebagai tebusan dosa-dosa kita. Domba yang dikorbankan itu haruslah yang terbaik, tanpa cacat cela, dan sekaligus menandakan kekudusan Kristus. Pelajaran tentang Yesus sebagai Anak Domba Allah seringkali jarang diperbincangkan. Sedangkan pertanyaan-pertanyaan seputar Yesus Anak Domba Allah terus ada dikalangan Kristen. Dalam makalah ini, penulis akan memaparkan gelar Yesus sebagai Anak Domba Allah.

Asal Usul Gelar
Pelayanan Yesus berkaitan dengan penghapusan dosa. Kristus adalah Anak Domba Allah. Sejarah (Kel. 12:3) dan nubuat (Yes. 53:7) bersatu menjadi latar belakang gelar ini. Persembahan kurban setiap hari di Bait Allah mungkin juga mendasari pemberian gelar ini.[1] Penyataan Yohanes Pembaptis dapat dipahami sepenuhnya dengan berlatarbelakang baik Kel. 29:38-46 maupun Yesaya 53:4-12.[2] Dalam bahasa Yunani, dipakai kata ho amnos tou theou berarti Anak Domba Allah. Rumusan “Anak Domba Allah” di sini diambilkan dari teks Perjanjian Baru, yakni Yoh 1:29, 36. Gelar “Anak Domba Allah” diucapkan oleh Yohanes Pembaptis untuk Yesus. Gelar Anak Domba Allah dikenakan pada Yesus tentu berhubungan dengan teologi Yohanes yang memandang Yesus sebagai Anak Domba Allah yang dikurbankan bagi keselamatan dunia.[3]

Gelar Yesus Sebagai Anak Domba Allah
Sosok Yesus ditampilkan dengan gelar Anak Domba Allah. Yohanes Pembaptis menyebut Yesus sebagai Anak Domba Allah (Yoh. 1:36). Sebutan ini sudah dipakainya dalam Yohanes 1:29. Sebutan ini sudah dipakainya dalam Yohanes 1:29. Di situ ditambahkan “yang menghapus dosa dunia”. Dia itulah yang menyingkirkan kegelapan dosa dari dunia sehingga menjadi wahana bagi terang.
Sebutan ini sudah dipakainya dalam Yohanes 1:29. Di situ ditambahkan “yang menghapus dosa dunia”. Dia itulah yang menyingkirkan kegelapan dosa dari dunia sehingga menjadi wahana bagi terang. Tafsir “Anak Domba Allah” sendiri amat kaya. Sebutan itu mengingatkan pada anak domba yang dikurbankan orang Israel pada malam sebelum meninggalkan negeri Mesir (Kel 12) yang kemudian diperingati tiap tahun pada malam Paskah orang Yahudi. Ini perayaan peristiwa pembebasan dari perbudakan di Mesir dan perayaan iman akan Allah yang tetap melindungi mereka. Kemudian di kalangan para pengikut Yesus yang pertama berkembang kesadaran bahwa dia itu juga kurban yang diterima baik oleh Allah di bait-Nya. Selain itu, kehidupan Yesus juga dipandang sebagai sosok Hamba Allah sebagaimana terungkap dalam Yes 53:7. Hamba ini seperti anak domba yang dibawa ke tempat penyembelihan. Kehidupan Yesus dapat dilihat sebagai kurban silih yang membebaskan dunia. Ia mendekatkan kembali manusia dengan Allah sehingga dapat menjadi gambar dan rupa Pencipta yang utuh. Kehidupannya memerdekakan manusia dari kurungan dosa.[4]
Kemudian di kalangan para pengikut Yesus yang pertama berkembang kesadaran bahwa dia itu juga kurban yang diterima baik oleh Allah di bait-Nya. Selain itu, kehidupan Yesus juga dipandang sebagai sosok Hamba Allah sebagaimana terungkap dalam Yes 53:7. Hamba ini seperti anak domba yang dibawa ke tempat penyembelihan. Kehidupan Yesus dapat dilihat sebagai kurban silih yang membebaskan dunia. Ia mendekatkan kembali manusia dengan Allah sehingga dapat menjadi gambar dan rupa Pencipta yang utuh. Kehidupannya memerdekakan manusia dari kurungan dosa.
Yohanes menegaskan bahwa Dia yang akan datang kemudian telah ada lebih dulu daripada dirinya, yaitu Allah sendiri. Ketika Yesus pun membungkuk di Sungai Yordan dan Roh Kudus turun seperti burung merpati, Yohanes mendapat pengertian yang lebih mendalam. Dia menyebut Yesus “Anak domba Allah”. Anak Allah adalah Anak domba, korban yang dianugerahkan Allah untuk pengampunan penuh bagi semua orang berdosa yang bertobat dan beriman (Yoh. 1:29-36).[5] Melihat Yesus Sang Anak Domba Allah, kedua murid Yohanes langsung mengikuti Dia. Yohanes sudah memberi penjelasan kepada mereka bahwa Sang Anak Domba Allah adalah Mesias, Penyelamat. Anak Domba Allah adalah gambaran diri Yesus yang mengurbankan diri untuk keselamatan umat manusia.[6]
Yesus adalah Anak Domba Allah yang memikul dosa-dosa dunia. Ia yang lebih tinggi daripada Yohanes, yang di atas-Nya Roh Kudus turun dan yang membaptis dengan Roh; Ia yang dipilih Allah. Anak Domba Allah (ay. 36). (Ini dapat menunjuk kepada domba Paskah dan/ atau Hamba yang menderita dalam Yes. 53:7.[7]
Yesus sebagai Mesias diperkenalkan oleh Yohanes Pembaptis sebagai Anak Domba Allah yang menghapus dosa dunia (Yoh 1:29). Seperti anak domba yang dipersembahkan sebagai korban yang sempurna bagi dosa manusia.[8] Ketika Yesus disebut sebagai Anak Domba Allah dalam Yohanes 1:29 dan Yohanes 1:36, hal ini merujuk pada Yesus sebagai korban yang sempurna dan yang final untuk menebus dosa. Untuk memahami siapakah Kristus itu dan apa yang dikerjakanNya selama di dunia, kita harus memulai dari Perjanjian Lama yang mencatat nubuat mengenai kedatangan Kristus sebagai “korban penebus salah” (Yes. 53:10).
Seluruh sistem korban persembahan yang ditetapkan Allah didalam Perjanjian Lama adalah untuk mempersiapkan pentas kedatangan Yesus Kristus, yang nantinya akan menjadi korban yang sempurna, yang final, yang telah Allah persiapkan sebagai penebusan untuk dosa-dosa umatNya (Roma 8:3 bnd. Ibrani 10)Yesus merupakan anak domba yang disediakan Allah untuk dikorbankan sebagai pengganti orang berdosa. Melalui kematian-Nya, Yesus memungkinkan penghapusan kesalahan dan kuasa dosa dan membuka jalan kepada Allah bagi seluruh dunia.
Kematian Yesus bukanlah "kematian martir" yang bermakna "mati demi mempertahankan kebenaran. Namun kematian Yesus adalah KEMATIAN-KURBAN, dimana seseorang merelakan jiwanya sendiri untuk dikorbankan (masih bisa dihindari , tetapi ia merelakan) demi kasih yang begitu besar untuk menyelamatkan jiwa-jiwa orang yang dikasihinya. Inilah sebuah kematian yang merupakan "win-win solution" (semua pihak diuntungkan) demi menebus kematian para kekasihnya. 
Mengapa Yesus melakukan semua ini? Mengapa Ia rela disalibkan di atas kayu salib? Yesus berkata: “Karena begitu besar kasih Allah akan dunia ini, sehingga Ia telah mengaruniakan Anak-Nya yang tunggal, supaya setiap orang yang percaya kepada-Nya tidak binasa, melainkan beroleh hidup yang kekal” (Yoh 3:16). Untuk membuktikan kasih Allah atas dunia, Allah mengutus Anak-Nya Ysus Kristus untuk menebus dosa kita. Untuk itu Yesus haru mati.” Sebab upah dosa ialah maut” (Rm. 6:23). Yesus rela mati untuk saya dan Anda. Ini adalah satu-satunya fakta yang membedakan Yesus. Tidak ada yang rela mati untuk sesamanya. Yesaya benar, ketika ia mengatakan: “Tetapi dia tertikam oleh karena pemberontakan kita, dan diremukkan oleh karena kejahatan kita; ganjaran yang mendatangkan keselamatan bagi kita dilimpahkan kepadanya, dan oleh bilur-bilurnya kita menjadi sembuh” (Yes. 53:5). Kristus telah menebus kita dari kutuk hukum Taurat dengan jalan menjadi kutuk karena kita, sebab ada tertulis: “Terkutuklah orang yang digantung pada kayu salib” (Gal. 3:13).[9]
Gelar “Anak Domba Allah”  adalah gelar Yesus yang paling khas dan istimewa dalam Kitab Wahyu yang muncul sebanyak 28 kali. Anak Domba menggabungkan ciri-ciri paradoksal, yaitu yang sudah disembelih dan disalibkan.

Arti Yesus Sebagai Anak Domba Allah
Kiasan
Yesus Kristus disebut Anak Domba Allah, karena Ia memberikan DiriNya sebagai korban penebusan bagi dosa-dosa dunia (Yoh 1:29). Hamba yang Menderita dalam Kitab Yesaya digambarkan sebagai seekor domba (Yes 5:7), merujuk kepada ketaatan Yesus kepada Bapa (bdk Kis 8:32; 1 Pet 18,19).[10] Yesus adalah Hamba yang Menderita yang pergi ke tempat pembantaian tanpa mengeluh, dengan memikul dosa-dosa semua orang. Seluruh tugas Yesus dari Bapa mengantarNya ke sana: “Sebab Aku telah turun dari sorga bukan untuk melakukan kehendak-Ku, tetapi untuk melakukan kehendak Dia yang telah mengutus Aku” (Yoh 6:38), seperti anak domba yang patuh yang dengan sukarela pergi ke tempat pembantaiannya sendiri.

Tipologi
Di dalam Injil Yohanes, Yesus disalib tepat pada waktu domba-domba korban Paskah (Yahudi) di sembelih (Yoh 19:14). Tidak ada tulang Yesus yang dipatahkan, sebagaimana tidak ada tulang domba Paskah yang dipatahkan (Yoh 19:36 bnd. Kel 12:46). Pengulangan tema Keluaran di dalam PB menunjukkan Yesus menumpahkan darah-Nya sebagai Anak Domba Paskah yang baru dan lebih mulia (Yoh 1:29; 19:36; 1 Kor 5:7; 1 Ptr 1:18-19; Why 5:6-10)
Maka domba korban dari PL merupakan tipologi yang digenapkan dalam Kristus, Anak Domba Allah. Kristus adalah Anak Domba yang tak bernoda (Kel 12:5) karena berasal dari Allah. Kristus adalah Anak Domba yang menghapus dosa-dosa dunia (Yoh 1:29 bnd. Yes. 53).           

Isu-isu Yesus Sebagai Anak Domba Allah
Dalam Yohanes 1:29 dipakai kiasan tentang kurban: Anak Domba yang menghapus dosa mengingatkan tentang upacara kurban dalam PL. ucapan ini menggemakan Yesaya 53:7 yang berkata bahwa hamba tidak membuka mulutnya “seperti anak domba yang dibawa ke pembantaian”. Adanya penyangkalan bahwa Yesus menggenapi nubuatan dari Yesaya 53:7 karena pada waktu diadili Yesus tidak sama sekali bungkem. C.H. Dodd menyangkal adanya unsur kurban dalam Yohanes 1:29 karena gagasan pengganti tidak dikemukakan di bagian Injil Yohanes yang lain.[11] Jika Kristen mengaku sebagai Israel Rohani mengapa tidak mempersembahkan korban seperti orang Israel? Justru Islam yang melakukannya?

Solusi Isu-isu tentang Yesus Sebagai Anak Domba Allah
Penafsiran Yohanes 1:29 bahwa Yesus menggenapi nubuatan Yes. 53:7 lebih memadai karena hal menghapus dosa jelas menyangkut bahasa kurban. Dalam bahasa Yunani, ho airon berarti mengangkut, menghapus. Perkataan menunjuk soal menebus dosa. Islam mengorbankan domba/binatang korban. Kristen tidak perlu lagi karena Yesus mati di kayu salib sudah penggenapan dari Korban itu. Tidak berlaku lagi karena korban sempurna telah datang dan telah dikerjakan oleh Yesus Kristus. Islam mengorbankan domba/binatang korban. Kristen tidak perlu lagi karena Yesus mati di kayu salib sudah penggenapan dari Korban itu. Tidak berlaku lagi karena korban sempurna telah datang dan telah dikerjakan oleh Yesus Kristus.

Rumusan “Anak Domba Allah” diambilkan dari teks Perjanjian Baru, yakni Yoh 1:29, 36.  Anak Domba Allah adalah Mesias, Penyelamat. Anak Domba Allah adalah gambaran diri Yesus yang mengurbankan diri untuk keselamatan umat manusia.
Yesus Anak Domba Allah bukan harfiah seekor anak domba. Dalam arti tipologi, domba korban dari PL merupakan tipologi yang digenapkan dalam Kristus, Anak Domba Allah. Sedangkan kiasan dapat diartikan Yesus Kristus disebut Anak Domba Allah, karena Ia memberikan DiriNya sebagai korban penebusan bagi dosa-dosa dunia (Yoh 1:29).



[1] Charles F. Pfeiffer & Everett F. Harrison, Tafsiran Alkitab Wycliffe, (Malang: Gandum Mas, 2001) 304
[2] Tafsiran Alkitab Masa Kini, (Jakarta: Yayasan Komunikasi Bina Kasih, 2006) 269
[3] E. Martasudjita, Ekaristi, (Yogyakarta: Kanisius, 2005) 205
[4]  Agustinus gianto, Kumpulan ulasan Injil, (Yogyakarta: Kanisius, 2007) 63
[5] Jacob Van Bruggen, Kristus di bumi: Penuturan kehidupan-Nya oleh murid-murid dan oleh penulis-penulis sezaman, (Jakarta: Gunung Mulia, 2004) 175
[6]  Inspirasi Batin 2008 Renungan sepanjang Tahun (Yogyakarta: Kanisius, 2007) 9
[7] Tafsiran Alkitab Perjanjian Baru, 164
[8] Inti Alkitab untuk para pemula246
[9] Richard Daulay, Firman Hidup 60, (Jakarta: BPK Gunung Mulia) 139-140
[10] Martin Harun, Inilah Injil Yesus Kristus (Yogyakarta: Kanisius, 2000) 18
[11] Donald Guthrie, Teologi Perjanjian Baru 2, ( Jakarta: BPK Gunung Mulia, 2012) 69-70

Posting Komentar untuk "Penjelasan Teologis Yesus Kristus sebagai Anak Domba Allah"