Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Penjelasan Teologis Yesus Kristus sebagai Nabi


Kata “Nabi” dalam menurut  Kamus Besar Bahasa Indonesia, Edisi III 2001 artinya Orang yang menjadi pilihan Allah untuk menerima wahyu-Nya. Nabi, bahasa Ibrani נָבִיא - NAVI', berasal dari akar kata yang berarti mengalir seperti mata air. Jadi bermakna memberi keterangan, mengabarkan. Kata Ibrani inilah yang paling sering digunakan untuk nabi. Melalui nabi, Allah menyatakan rencana-Nya dalam hal keselamatan dan menyatakan firman-Nya baik untuk masa kini dan memberitahukan masa depan. Nabi (Inggris 'prophet'; Yunani προφητης - prophêtês'). Kata ini berasal dari kata kerja φημι - phêmi', "bicara" dan προ - pro, "sebelum", gabungan kata ini bermakna "sebagai ganti....", "di muka" atau "secara umum"; sehingga kata προφητης - prophêtês' dapat bermakna "juru bicara", orang yang diutus dan diilhami oleh Allah untuk menyatakan sesuatu yang tersembunyi, mengungkapkan suatu nubuat, menyatakan pikiran dan kehendak ilahi, dan juga untuk meramalkan masa depan. 

Kata lain dari ‘Nabi” adalah “Pelihat” dalam bahasa Ibrani הָרֹאֶה – Haro’eh   berasal dari kata רָאָה - Ra’ah yang berarti melihat. Demikian Nabi Samuelmenyatakan dirinya sebagai הָרֹאֶה – Haro’eh  dalam 1.Sam 9:19;1 Taw. 9:22; 26:28; 29:29. Selain Samuel beberapa orang lagi disebut sebagai “pelihat” yaitu Gad (1.Taw.21:9), anak-anak Heman (1 Taw.25:5), Ido (2 Taw.9:29), Hanani (2 Taw.16:7), Asaf (2 Taw.29:30) dan Amos (Am.7:21). 

Jadi dalam Perjanjian Lama, seorang yang digelari "nabi" ( נָבִיא - NAVI') digelari juga sebagai "pelihat" ( הָרֹאֶה - HARO'EH). Istilah pelihat ini lebih secara jelas menunjukkan karakteristik seorang nabi yaitu seseorang yang mendapat pengelihatan dan mendengar suara Allah dan diutus untuk menyampaikannya kepada umat. Kemampuan ini merupakan suatu karunia yang disebut karunia kenabian.

Nabi dalam Perjanjian Lama
Istilah “nabi” pertama kali dipakai Abraham (Kej.20:7). Nabi lain dalam Perjanjian Lama pra pembuangan adalah Yesaya, Yeremia, Amos, Obaja, Yunus, Hosea, Yoel, Mika, Nahum, Habakuk dan Zefanya, sedangkan Yehezkiel dan Daniel adalah nabi dalam masa pembuangan dan Hagai, Zakaria dan maleakhi adalah nabi pasca pembuangan. Sejak awal sejarah ada beberapa orang tertentu berfungsi sebagai “nabi” juru bicara bagi kebenaran Allah: Henokh (Kej.5:18,24/ Yud.1:14), Nuh (2 Pet.2:5), Ishak (Kej.27:28-29, 39-40), dan Yakub (Kej.49:8-12). Musa merupakan tokoh pertama yang ditetapkan sebagai nabi dengan kuasa sebagaimana pemahaman kita sekarang tentang seorang nabi. Dan dalam Ulangan 18:15-20 Allah berjanji bahwa Musa akan dilanjutkan oleh sejumlah nabi, sampai akhirnya akan bangkit seorang nabi (seperti Musa). Keberlanjutan nabi-nabi memang terjadi sepanjang zaman Perjanjian Lama tetapi perlu diperhatikan, tidak ada lagi nabi yang bangkit sejak Kristus, dan sejak Alkitab disempurnakan.

Nabi dalam Perjanjian Baru
Kenabian Yesus sudah dinubuatkan sejak Perjanjian Lama. Dalam Ulangan 18:18 dinubuatkan bahwa Kristus akan menjadi seorang nabi (Kis.3:22; 7:37).Yesus Kristus sebagai nabi menyatakan dengan sempurna segenap kebenaran Allah, Ia telah menyatakan kehendak Allah tentang rencana penyelamatan manusia, Ia berkata-kata sebagai seorang yang memiliki kuasa (Matius 7:28,29). Dalam khotbahnya rasul Petrus menyatakan bahwa Yesus adalah nabi yang diutus Allah sebagai Tuhan dan Kristus untuk meyelamatkan manusia (Kis.2:30).  

Nubuat dan nabi-nabi merupakan garis tumpu kesinambungan antara PL dan PB. Garis nubuat boleh dikatakan tidak berakhir dengan maleakhi, tetapi dengan Yohanes Pembabtis. Tuhan Yesus dengan tegas berkata, "semua nabi dan kitab Taurat bernubuat hingga tampilnya Yohanes..." (Mat.11:13). Pola nubuat PL dalam diri Yohanes, dan tentu juga dalam diri ayahnya, imam Zakharia, yaitu pemberitaan dan nubuat. Nubuatlah yang membuat amanat Yohanes demikian merangsang bagi angkatannya, yaitu nubuat tentang murka yang akan datang (Luk. 3:7) dan tentang kasih karunia yang akan datang (Luk. 3:16; Yoh. 1:29 ) Selanjutnya, hubungan PB dengan amanat nabi-nabi PL terletak pada pemenuhan atau penggenapannya. Berulang kali pemenuhan itu dikumandangkan dalam PB. Apa yang dahulu difirmankan Allah kini digenapi (Mat.1:22; 26:56; Luk.24:25,27,44; Kisah 10:43, dll). Ciri khas PB dalam mengakui kesahihan PL seperti itu adalah penting sekali. Begitu pentingnya sehingga boleh dikatakan tidak dapat ditambahi lagi. Nabi-nabi tidak boleh menjadi tokoh yang menarik hanya karena uniknya dia. Sekalipun mereka mereka merupakan golongan minoritas yang dianiaya (Mat.5:12; 23:29-37; Luk. 6:23, dll), namun mereka adalah suara yang penting sebagai proklamator-proklamator kebenaran yang abadi, karena kata-kata mereka yang agung dibenarkan oleh kejadian yang paling akbar dari segala kejadian, yakni pribadi dan karya Kristus. Adakah nabi-nabi setelah zaman Yesus Kristus?. Dalam perjanjian baru (setelah pelayanan Yesus Kristus di dunia), ada juga nabi-nabi. Misalnya:
1. Pada waktu itu datanglah beberapa nabi dari Yerusalem ke Antiokhia. Seorang dari mereka yang bernama Agabus bangkit dan oleh kuasa Roh ia mengatakan, bahwa seluruh dunia akan ditimpa bahaya kelaparan yang besar. Hal itu terjadi juga pada zaman Klaudius. Lalu murid-murid memutuskan untuk mengumpulkan suatu sumbangan, sesuai dengan kemampuan mereka masing-masing dan mengirimkannya kepada saudara-saudara yang diam di Yudea. (Kis.11:27-29; 21:10)
2. Yudas dan Silas, yang adalah juga nabi, lama menasihati saudara-saudara itu dan menguatkan hati mereka (Kis.15:32)
3. Lagipula di situ ada Hana, seorang nabi perempuan, anak Fanuel dari suku Asyer. Ia sudah sangat lanjut umurnya. Sesudah kawin ia hidup tujuh tahun lamanya bersama suaminya (Luk.2:36).

Yesus Kristus sebagai Nabi
Alkitab menunjukkan bahwa seorang nabi adalah seorang yang memiliki beberapa peranan/fungsi yaitu: Juru bicara AllahYesus mengajarkan pesan surgawi: "Ajaran-Ku tidak berasal dari diri-Ku sendiri, tetapi dari Dia yang telah mengutus Aku." (Yoh.7:16). Dia juga menyatakan bahwa ia berbicara "tentang hal-hal, sebagaimana diajarkan Bapa kepada-Ku." (Yoh.8:28). Di dalam doa Yesus selaku Imam Besar Agung kita, Dia berkata, "Sebab segala firman yang Engkau sampaikan kepada-Ku telah Kusampaikan kepada mereka dan mereka telah menerimanya. Mereka tahu benar-benar, bahwa Aku datang dari pada-Mu, dan mereka percaya, bahwa Engkaulah yang telah mengutus Aku." (Yoh. 17: 8). Dengan demikian, Yesus jelas memenuhi peran nabi, sebagaimana Dia adalah juru bicara Allah. Bernubuat. Yesus menubuatkan masa depan ketika Dia mengatakan kepada murid-murid-Nya bahwa "Ia harus pergi ke Yerusalem dan menanggung banyak penderitaan dari pihak tua-tua, imam-imam kepala dan ahli-ahli Taurat, lalu dibunuh dan dibangkitkan pada hari ketiga." (Mat.16:21). Nubuat ini dicatat sebagai nubuat yang telah digenapi di dalam keempat Injil (Mat.27-28; Mrk.15-16; Luk.22-24, dan Yoh.18-20). Yesus juga menubuatkan bahwa, tak lama setelah kenaikan-Nya, para murid akan menerima kuasa, kalau Roh Kudus turun ke atas kamu, dan kamu akan menjadi saksi-Ku di Yerusalem dan di seluruh Yudea dan Samaria dan sampai ke ujung bumi. (Kis.1: 8). Dalam Kisah Para Rasul pasal 2 mencatat penggenapan nubuat ini dimana para rasul menerima Roh Kudus dan berbicara dalam berbagai bahasa lain yang tidak mereka ketahui untuk memberitakan Injil kepada setidaknya lima belas kelompok bahasa yang berbeda yang hadir di Yerusalem untuk merayakan hari Pentakosta. Dengan demikian, Yesus jelas memenuhi peran nabi, sebagaimana Dia telah bernubuat. Penyembuhan dan MujizatDi dalam keempat kitab Injil mencatat Yesus melakukan banyak mujizat dan penyembuhan (Mat.8:14-15; Mrk.1:40-45; Luk.8:42-48 dan Yoh.6:16-21). Julukan "nabi" digunakan berkali-kali dalam Injil ketika orang -orang menyebut Yesus (Mat.21:11; Luk 7:16; Yoh.4:19). Yesus juga menyebut diri-Nya sebagai seorang nabi dalam Mrk. 6:4 maka Yesus berkata kepada mereka: "Seorang nabi dihormati di mana-mana kecuali di tempat asalnya sendiri, di antara kaum keluarganya dan di rumahnya."

Bagaimana Yesus melakukan fungsi sebagai Nabi?
Yesus menyelesaikan penyelamatan kita dengan bertindak sebagai seorang nabi. Misi-Nya untuk membawa kita ke dalam persekutuan dengan Tuhan dipenuhi melalui yang dikerjakan-Nya sebagai nabi. Sebagai nabi, Yesus menyatakan kebenaran kepada kita. Sebagai gambaran Allah, kita diciptakan untuk kebenaran. Untuk menaati kebenaran adalah martabat kita. Kita selalu membutuhkan kebenaran sebab karena dosa kita telah diperbudak oleh tipuan iblis dan dihalangi oleh ketidaktahuan/ kebodohan. Oleh karena itu, Yesus mengajarkan bahwa kebenaran memerdekakan kita (Yoh 8:32), dan kematian-Nya adalah saksi kebenaran tersebut (Yoh 8:40; 18:37) tentang Tuhan yang adalah kasih dan kebenaran tentang kita. Kebenaran memampukan kita untuk mengambil bagian di dalam kurban Kristus dalam cara yang sungguh-sungguh manusiawi, disengaja, dan dengan penuh kesadaran. Jabatan/ tugas kenabian mengarah dan melayani tugas keimamatan. Yesus sebagai nabi menyatakan dengan sempurna segenap kebenaran Allah. Ia telah menyatakan kehendak Allah tentang rencana penyelamatan manusia. Ia berkata-kata sebagai seorang yang memiliki kuasa (Mat 7:28,29). Tuhan Yesus telah mengenapkan pekerjaan-Nya sebagai nabi dengan cara:
a. Melalui perkataan-Nya yang penuh hikmat (Mat 5:2; 7:28,29; Yoh 6:63; Why 1:10,11)
b. Melalui perbuatan-Nya yang ajaib (Yoh 5:36; 10:25; 15:24; Kis 2:22)
c. Melalui teladan yang sempurna. ( Yoh 13:15; 1 Pet. 2:21-23)
d. Menubuatkan perkara-perkara yang akan terjadi. (Mat 24,25)

Arti kedudukanNya ini diakui dan diungkapkan sendiri oleh Yesus (Mrk.6:4, Luk. 4:24 dan Luk.13:33). Gelar-gelar ‘Guru’ dan ‘Nabi’ pada diriNya tidak membedakan Yesus dengan para guru dan nabi sezamannya, juga dari para pemimpin agama Yahudi maupun kelompok pemimpin gereja perdana (Kis 13:1). Walaupun tentu wajar apabila gereja perdana menuntut bahwa Yesus-lah Guru dan Nabi yang paling unggul. Secara singkat, dalam perjanjian lama, seorang yang digelari "nabi" (Ibrani,  נביא - NAVI') digelari juga sebagai "pelihat" (Ibrani,  הראה - HARO'EH). Istilah pelihat ini lebih secara jelas menunjukkan karakteristik seorang nabi. Yaitu seseorang yang mendapat pengelihatan dan mendengar suara Allah dan diutus untuk menyampaikannya kepada umat. Kemampuan ini merupakan suatu karunia yang disebut karunia kenabian. Pengharapan Yahudi menanti-nantikan kedatangan Elia, atau seorang seperti dia, untuk menandakan akhir zaman, justru mereka mengamati apakah Nabi Yohanes Pembabtis atau Yesus bisa disamakan dengan yang disebut nabi terakhir atau nabi zaman eskatologi (Yoh. 1:21,25). Pada awal mula pelayanan Yesus, kitab Yesaya-lah yang dibacakan Yesus di sebuah rumah ibadah dengan mengutip Yesaya 29:18; 35:5; 61:1 untuk menjelaskan pekerjaanNya sendiri dan menubuatkan tentang diriNya.

Yesus dikenal sebagai seorang nabi (Mat. 21,11; Luk. 7:16; 24:19). Yesus sendiripun berkata mengenai diriNya, “Seorang nabi di hormati di mana-mana kecuali di tempat asalnya sendiri, di antara keluarganya dan di rumahnya” (Mrk 6:4; Luk.4:24). Yesus telah berkiprah sebagai seorang yang memiliki kuasa yang merupakan ciri kenabian. Di dalam tradisi Yahudi, kewibawaan seorang nabi diakui dan diterima apabila ia dikuasai oleh Roh Allah. Penampilan Yesus mengingatkan orang akan tokoh Perjanjian Lama maupuan akan Yohanes pembabtis yang juga disebut “nabi” (Mat 11:9; Luk 1:76).

Pada waktu kaum keluarga Yesus dan orang-orang lainnya kuatir bahwa Yesus sudah tidak waras atau bahwa ia mungkin telah dirasuki setan (Beelzebul), Ia menanggapi dengan memuji dan memuliakan kehadiran Roh Kudus dan kehendak Allah (Mrk. 3:21-35). Karena Yesus dikenal tidak hanya sebagai seorang nabi, tetapi sebagai seorang nabi akhir zaman, sebagai Dia yang memberitakan telos (maksud akhir) dan finis (tujuan akhir) Allah dan sebagai Dia yang mendatangkan dan mewujudkan “tindakan akhir Allah yang paling menentukan untuk menyelamatkan umatNya. Yesus tidak hanya memberitakan Kerajaan Allah dan meminta tanggapan iman, tetapi Ia juga telah mempertaruhkan hidupNya sendiri dengan menempuh bahaya demi kebenaran yang menjadi isi amanatNya.

Kenabian Yesus dalam Injil Sinoptik
1. Matius
·  Secara implisit Yesus menyatakan “kenabiannya” (Mat.11:9-11; 13:57)
· Orang-orang Yerusalem menyerukan pujian bagi Yesus dan menyatakan bahwa Yesus adalah nabi (Mat.21:11,46). 
2. Markus
·  Secara implisit Yesus menyatakan “kenabiannya” (Mrk.6:4)
· Imam-imam kepala, tua-tua dan para ahli taurat menyebut Yesus sebagai nabi dengan nada hujatan (Mrk.14:65). 
3. Lukas
Lukas menjelaskan Yesus adalah nabi besar (7:16), seorang nabi yang berkuasa dalam perkataan dan perbuatan (24:19) menurut pengharapan orang Yahudi akan muncul seorang nabi yang bertugas merintis jalan Mesias (bdg. Ul.18:15,18)
·  Secara implisit Yesus menyatakan “kenabiannya” (Luk.4:24;13:33)
·   Orang Nain mengakui Yesus sebagai nabi (Luk.7:11-17)
· Dua orang murid yang sedang dalam perjalanan menuju ke Emaus menyatakan Yesus adalah nabi (Luk.24:19). 

Isu-Isu Teologis 
Pada jaman Alkitab: Orang banyak meragukan kenabian Yesus, namun beberapa orang mengakui bahwa Yesus merupakan salah satu dari para Nabi (Mat.16:14; Mrk.6:15, 8:28; Luk.9:8,19). Matius 13:53-58 Orang-orang Nazaret menolak kenabian Yesus yang notabene mereka dengan Yesus satu. Pada jaman sekarang: Banyak orang yang meyakini bahwa Nabi hanya ada pada zaman PL, Namun dalam PB tidak lagi nabi yang ada adalah Rasul.

Solusi: Alkitab jelas menyatakan kenabian Yesus yang sudah dinubuatkan sejak Perjanjian Lama dalam kitab Ulangan 18: 15-19, bahwa Allah akan membangkitkan seorang Nabi, itulah Yesus Kristus (Yoh.1:21,45; 4:19,29; 6:14; Kis.3:22-26; 7:37) dan secara implisit Yesus menyatakan “kenabiannya” (Mat.11:9-11; 13:57). Dalam Perjanjian Baru masih ada Nabi yaitu: Agabus (Kis.11:27-29; 21:10), Yudas, Silas (Kis.15:32). Bahkan nabi perempuan ada dalam Perjanjian Baru yaitu: Hana (Luk.2:36).

Daftar Pustaka
Benny Santoso. Yesus sebagai Imam dan Nabi. JAKARTA: Tabernacle Family,mei. 2003
Robert R Boehlke. Siapakah Yesus SebenarNya. Jakarta: BPK Gunung Mulia. 1988
A.Roy Eckardt. Menggali Ulang Yesus Sejarah Kristologi Masa Kini. Jakarta: BPK Gunung Mulia. 1996
Dr. Marulak pasaribu. Eksposisi Injil Sinoptik. Malang: Gandum Mas. 2005

Posting Komentar untuk "Penjelasan Teologis Yesus Kristus sebagai Nabi"