Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Karunia-Karunia Roh Dan Pembinaan Jemaat

 

1.      Hakekat gereja

Pada waktu menjelaskan gereja atau jemaat, para penulis perjanjian baru, sering menggunakan tubuh sebagai gambaran. Jemaat disebut Kristus. Demikian juga Kristus disebut sebagai “kepala tubuh” yaitu jemaat (kol. 1: 18). Orang Kristen diberitahu sebagai tubuh Kristus dan masing-masing adalah anggotanya. Setiap asas kekristenan yang pokok, yang diajarkan dalam Alkitab, selalu mengandung unsur campur tangan Tuhan, unsur yang melampaui segala akal manusia, rohani dan ilahi.

2.      Tujuan karunia Roh dalam jemaat

Memperkuat persekutuan jemaat, Allah tidak mau kalau jemaat-Nya terpecah. Tetapi Dia mau semuanya saling mengasihi dan memperhatikan. Meluaskan kesaksian dan pelayanan jemaat, dengan lebih jelas lagi bahwa karunia itu memperlengkapi orang yang kudus untuk pelayanan.

3.      Pembinaan Warga Gereja

Kita adalah pelayan Kristus, pesan Alkitab selalu ditunjukan kepada seseorang atau kelompok orang yang hidup pada tempat tertentu baik dalam keluarga,k masyarakat dan bangsa. Ketika Alkitab berbicara tentang mereka yang memiliki hubungan kepada Allah, mereka adalah garam dan terang dunia, warga kerajaan Surga, anak-anak terang, anak-anak siang, ladang Allah, bangunan Allah, tubuh Kristus, bangsa yang terpilih, imamat yang rajani dan bangsa yang kudus. Siapa yang harus bertanggungjawab atas ketidakmampuan manusia untuk mengenali dan menjalankan pelayanannya adalah persoalan yang lain. Masing-masing harus memikul tanggungjawab tersendiri. Ketika Alkitab mengatakan bahwa “kamu adalah pelayan Kristus” kita harus mempertimbangkan kemampuan tertentu atau bakat yang dimiliki oleh masing-masing manusia. Manusia-manusia sekarang ini mereka hanya mau manusia sepenuhnya bukan pelayan. Kita sebagai orang percaya harus ikut dalam pelayan gereja. Kata utama adalah “pelayana”, karena orang yang turt melayani. Saudara menjadi pelayan dalam gereja, menurut penyataan dari Allah kamu adalah pelayan Tuhan.

Kita dipanggil berarti bahwa Allah dengan jelas meminta kita untuk melayani Dia. Tujuan dari seluruh penyataan Allah adlah untuk menguraikan tanggapan yang tepat dan Panggilan. Oleh kasih karunia kita dipanggil, kasih karunia Tuhan bukan rencana sewenang-wenang penolakan dari manusia. Dan akhirnay panggilan itu adalah rencana Allah dan Allah memanggil kita sebagai pelayan-Nya Dia mempunyai tujuan dalam panggilan-Nya, Dia ingin manusia itu hidup dalam pelayanan. Meskipun panggilan itu untuk masing-masing orang, panggilan itu mengarah pada gereja untuk melayani Allah melalui gereja. Pelayan-pelayan Tuhan itu adlah orang-orang merdeka. Kini semua orang telah mengenakan “kuk perhambaan” , mereka memandang Kristen sebagai seperangkat peraturan. Meskipun demikian orang-orang farisi juga orang merdekia jika mereka mengetahuinya. Orang mengerti dalam hati mereka bahwa ajaran hukum taurat adalah adil. Sebenarnya mengasihi Allah itu sama dengan mengasihi sesama manusia dan tidak bisa dipisahkan. Orang yang dewasa rohani dia tahu bahwa dia dikasihi. Kabar baik dari iman kriten adalah Kritus telah menghadapi dan mengalahkan maut. Analogi itu sangat berlaku karena kemenangan akhir telah dicapai dalam kematian Kristus dan ditunjukan-Nya dalam kematian-Nya. Kita adlah pelayan Tuhan, kita dipanggil, dimerdekakan, diutus, diberi kuasa oleh Roh Kudus, dikasihi, diberi karunia dan hidup dibawah kristus.

Kita adalah pelayan Tuhan, karena itu kita harus bertanggungjawab. Manusia juga bertanggungjawab kepada Allah bukan hanya diberi kekuasaan kepada bumi. Pelayanan adalah pekerjaan yang penuh tuntutan dan pengorbanan. Dalam pelayanan selalu berkeinginan untuk memelihara yang baik dan mengurangi yang jahat. Kita adalah pelayan Tuhan karena itu kita turut menderita bersama Kristus agar menjadi hamba yang dikehendaki-Nya. Sebagai hamba  harus memikul semua beban semua umat. Sebagai pelayan Kristus adalah orang yang lemah ketika berada didunia. Pelayan juga harus disiplin, karena jika tidak diatidak bisa melihat potensi dirinya. Kristus juga disiplin seperti dalam doa, ibadah, puasa dan memberi persembahan. Kristus memberikan kesempatan bagi manusia untuk membangun kedisplinannya sendiri. Kerahasiaan sangat diperlikan dalam  pertumbuhan pribadi, manusia harus mengenal paling dalam lingkungannya, sesama. Saudara sekalian adalah pelayan kristus. Karena itu tunaikanlah pelayananmu dan jadilah manusia dewasa, teguhkanlah kehidupanmu, waspalah, bertanggungjawablah, ikutlah menanggung penderitaan dan diplin dalam rahasia. Allah telah bertindak agar manusia mencapai kedewasaan.


4.      Meningkatkan Kinerja Jemaat

a)      Menetapkan sasaran

b)      Fokus untuk belajar atau mengajar

c)      Fokus pada hal-hal yang terpenting

d)     Menekankan pengertian bukan mengahafal diluar kepala

e)      Membuat orang lain berpikir

f)       Menggunakan cara belajar yang aktif

g)      Menggunakan cara belajar yang interaktif

h)      Menggunakan kurikulum yang menghasilkanj cara belajar yang autentik (dapat dipercaya)

i)        Memperbaharui khotbah

j)        Menerima perubahan

Posting Komentar untuk "Karunia-Karunia Roh Dan Pembinaan Jemaat"