Pelayanan Gereja Yang Strategis Di Indonesia
PELAYANAN
GEREJA YANG STRATEGIS DI INDONESIA
1.
Mengecap
Kebangunan Rohani
a. Internal dan eksternal
Kita harus menempatkan yang internal atau subyektif didepan karena kekristenan adalah terutama suatu hubungan dengan Tuhan dan suatu hidup yang baru. Hal ini lebih sekedar melakukan kewajiban agamawi. Sesungguhnya banyak yang akan memperdebatkan bahwa kekristenan sama sekali bukanlah sebuah agama sepaerti pemahaman yang secara umu diterima saat ini. Kekristenan adalah mengenal Tuhan, diperdamaikan dengan Dia oleh Tuhan Yesus. Alangkah indahnya kalau kita berkata “saya mengenal Tuhan”, dan kita mengenal lebih mendalam di dalam diri kita dan meningkatkan pengaruhnya dengan kegiatan yang dari Roh Kudus yang utama sepanjang waktu. Oleh karena itu bagian internal dari pekerjaan Roh Kudus harus ditampilkan terlebih dahulu. Tetapi hal itu bukan berarti hal eksternal tidak penting atau menjadi nomor dua. Panggilan kita adalah menjadi saksi dan melakukan pekerjaan-pekerjaan yang telah diperintahkan Yesus didunia ini melalui Alkitab, dan untuk itu kita membutuhkan urapan Roh Kudus agar semua yang kita kerjakan tidak menjadi sia-sia.
Bagian Dalam (Internal)
i.
Kenyataan tentang Tuhan
bagi jiwa
ii.
Kepastian yang
meyakinkan keselamatan bagi seseorang
iii.
Visi tentang kerajaan
Allah yang menguasai seluruh hidup kita
iv.
Rendah hati
v.
Suka cita yang kekal
vi.
Mencintai kebenaran
vii.
Iman yang besar
viii.
Kasih yang istimewa
untuk Tuhan dan orang lain
Bagian Luar (Eksternal)
i.
Kesatuan hati
ii.
Keberanian yang disertai
dengan kekuatan dan otoritas yang lebih besar
iii.
Penampilan yang berubah
iv.
Semangat yang
menyala-nyala
v.
Karunia rohani yang
berkelimpahan
b. Baptisan Roh
Bagi orang percaya, pekerjaan Tuhan berbeda dari lahir baru yang
oleh-Nya kita diberi kuasa untuk melayani dan dikaruniai dengan karunia rohani.
Oleh karena kesaksian dan pelayanan adalah suatu luapan dari hidup Allah
didalam hati kita, maka menurut kuasa Roh Kudus terdapat unsur dan kekuatan
yang sangat kuat. Dengan kata lain kita dapat mengetahuinya dan merasakannya
apa bila hal itu terjadi pada diri kita. Di dalam Alkitab sangat banyak
terdapat kekayaan dan kebenaran sehingga kita harus berusaha sekuat tenaga
untuk mengertinya, dan dengan rendah hati kita mempelajarinya secara teratur.
c. Waktu penyegaran
Ini adalah suatu ungkapan yang terdapat dalam Kisah Para Rasul
3:19, banyak orang Kristen merasa wajar dalam memakai hal ini. Meskipun masih
kurang dari penglaman kebangunan rohani yang dasyat yang peernah dicatat dalam
sejarah, banyak orang Kristen dan gereja telah mengalami suatu pengalaman dan
pengegaran yang luar biasa yang dari pada Tuhan.
d. Tingkat-tingkatan rohani
Pertama ada tingkat kehidupan gereja yang digambarkan dalam permulaan dari Kisah Para Rasul: kita biasanya berbicara hal itu sebagai “Kebangunan Rohani” walaupun dalam kenyataanya hal itu adalah permulaan kehidupan gereja.
Tiga Pokok Pengecapan Pembangunan Rohani yaitu
Iman, Pengharapan dan Kasih
1.
Mencintai kebenaran
Roh Kudus adalah “Roh Kebenaran” yang telah dijanjikan Yesus,
bahwa Dia (Roh Kudus) akan memimpin kita dalam seluruh kebenaran (Yoh 16:13).
Sebagai orang-orang percaya harus berpegang pada kebenaran firma Tuhan. Semua
orang memiliki roh, jadi terserah kita apakah kita mau nurut pada roh tersebut
atau tidak. Orang kudus di gerakkan oleh Roh kudus, kegerakan pertama diadakan
pemulihan kembali oleh karunia-karunia Roh, yang kedua akan membawa kebangkitan
kembali yang menekankan firma Tuhan. Semua buah dari ciri khas harus di
pelihara, melalui dorongan Roh Kudus yang dimpartasikan kepada kita sebagai
orang-orang percaya. Jadi, kita tetap bertekun membaca dan merenungkan firman
Tuhan, dan berpegang atau berharap pada janji-janji Tuhan yang telah Dia
tetapkan kepada kita sebagai orang-orang percaya. Kita tetap melayani dia dan
membawa kesaksian firman, dan didalam kemurahan-Nya kita akan melihat bahwa
firman akan mempengaruhi dunia yang terhilang serta tidak berpengharapan dan
membawa mereka dari kegelapan menuju terang.
2. Iman yang besar
Sumber utama dari iman adalah firman (Roma 10:17). Firman Tuhan itu sangat penting dan sanagt menolong kita untuk mengarahkan pada iman yang berkualitas rohani. Mukjijat terjadi karena adanya iman dan hal itu adalah pemberian Allah yang sangat indah dan berharga yang timbul dari persekutuan yang hidup dengan Tuhan Yesus dan hidup yang baru. Semua orang percaya tidak memiliki iman yang sama, setiap orang selalu mengalami masalah dan disitu terjadi kebimbangan iman kita. Keselamatan tergantung pada kesetiaan kita kepada Tuhan, ketika kita mengalami masalah disitu Tuhan menilai seberapa kuat iman yang sudah kita miliki. Kita semua mengalami pasang surut dalam tingkatan iman, dan iman yang kuat hanya datang secara perlahan-lahan ketika kita bertahan dalam menghadapi masalah tersebut, dan selalu membangun hubungan yang baik kepada-Nya.
3.
Kasih untuk Tuhan dan orang lain
Betapa menakjubkan bahwa Tuhan yang selalu bersekutu dengan kita. Tuhan sudah terlebih dulu mengasihi kita, sebagai umat kesayangan-Nya. Ketika kita mulai belajar tentang firman Allah disitu kita memahami yang namanya kasih itu. Kita sebagai manusia tidak pernah lepas dari kesalahan, ketika saudara kita bersalah kepada kita, apakah kita sudah menerima kesalahannya tersebut atau tidak, ketika kita menerima kesalahan saudara kita itu yang namanya kasih, karena Tuhan Yesus sudah mengampuni semua dosa kita dan kita juga harus mengampuni dosa saudara kita. Keberanian yang kudus adalah suatu kebangunan rohani akan kasih. Tuhan sedang melakukan penuaian yang dasyat bagi gereja-Nya, saat ini pengharapan dan kepercayaan itu dapat dikatakan sebagai “suatu kemenangan”

Posting Komentar untuk "Pelayanan Gereja Yang Strategis Di Indonesia "