Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Latar Belakang, Pengantar Dan Sejarah Penulisan Kitab Bilangan

Nama Kitab Menurut Tanakh

Tanakh (/tɑːˈnɑːx/bahasa Ibrani: תַּנַ"ךְ, diucapkan [taˈnaχ] atau [təˈnax]; juga Tenakh, Tenak, Tanach), Tanak, atau Mikra adalah kanon dari Alkitab Ibrani. Teks Ibrani tradisional tersebut dikenal sebagai Teks Masoret. Taurat (תּוֹרָה, secara harfiah berarti "pengajaran") terdiri dari lima kitab, biasanya disebut sebagai "Lima Kitab Musa". Edisi cetak dari Taurat seringkali disebut Chamisha Chumshei Torah (חמישה חומשי תורה, secara harfiah berarti "lima dari lima-bagian kitab Taurat"), dan secara tidak resmi merupakan sebuah Chumash. Dalam bahasa Ibrani, kelima kitab Taurat diidentifikasi dengan adanya incipit (kata pertama) dari setiap kitab. Nama berbahasa Inggris berasal dari nama Yunani yang diberikan kepada kitab-kita dalam Septuaginta, yang berasal dari isi tematis dari setiap kitab, sebagai berikut:

Ø  Bereshith - Kejadian — (Genesis)

Ø  Shemot - Keluaran — (Exodus)

Ø  Vayikra - Imamat — (Leviticus)

Ø  Bamidbar - Bilangan — (Numbers)

Ø  Devarim - Ulangan — (Deuteronomy)

Tanakh adalah suatu akronim dari masing-masing abjad Ibrani pertama dari ketiga pembagian tradisional Teks Masoret: Torah atau Taurat ("Ajaran", juga dikenal sebagai Lima Kitab Musa), Nevi'im ("Nabi-nabi") dan Ketuvim ("Tulisan") — menjadi Tanakh. Nama "Mikra" (מקרא), artinya "yang dibaca", adalah kata Ibrani lainnya untuk Tanakh. Kitab-kitab Tanakh diteruskan oleh setiap generasi, dan menurut tradisi para rabi juga disertai dengan suatu tradisi lisan, disebut Taurat Lisan. Ketiga bagian Tanakh yang tercermin dalam akronim "Tanakh" ditegaskan dengan baik dalam literatur dari masa para rabi. Namun selama periode tersebut. Istilah "Tanakh" tidak digunakan. Sebaliknya judul yang tepat yaitu Mikra (atau Miqra, מקרא, artinya "bacaan" atau "yang dibaca") karena teks-teks biblika dibacakan di hadapan publik. Istilah Mikra tetap digunakan dalam bahasa Ibrani sampai saat ini, bersama dengan Tanakh, untuk merujuk pada kitab suci Ibrani. Dalam bahasa Ibrani lisan modern, kedua istilah tersebut dapat saling dipertukarkan.

 

Nama Kitab Menurut Vulgata

Kitab Bilangan menurut Vulgata adalah sebuah versi awal abad ke 5 dari Alkitab dalam Bahasa Latin yang sebahagiannya adalah hasil revisi dan sebahagiannya lagi adalah hasil terjemahan Hieronimus (Jerome) atas perintah Paus Damasus I pada tahun 382. Alkitab ini disebut vulgata dari frasa versio vulgata, yakni "terjemahan untuk umum", dan ditulis dalam gaya sastra Latin yang umum pada abad ke-4 yang berbeda dengan Bahasa Latin Cicero yang lebih elegan. Vulgata merupakan perbaikan dari beberapa terjemahan yang digunakan saat itu, dan menjadi versi Alkitab definitif dan resmi dari Gereja Katolik Roma. Sebagaimana halnya Alkitab Peshitta (Alkitab Syria) yang lebih tua, Perjanjian Lama Vulgata diterjemahkan langsung dari Alkitab Masoretika (Alkitab Ibrani), bukan dari Alkitab Septuaginta (Alkitab Yunani). Pada tahun 405 Masehi, Hieronimus menyelesaikan terjemahan kitab-kitab protokanonika Perjanjian Lama dari Bahasa Ibrani, dan kitab-kitab deuterokanonika Tobit dan Yudit dari Bahasa Aram. Kitab-kitab lain dan kitab Mazmur diterjemahkan dari Bahasa Yunani. Dalam Alkitab Vulgata edisi Clementina terdapat 76 kitab, 46 kitab Perjanjian Lama, 46 kitab Perjanjian Baru, dan 3 kitab Apokripa.

 

Nama Kitab Menurut Inggris

Nama kitab ini dalam bahasa Inggris yaitu Book of Numbers yang artinya Kitab Bilangan adalah kitab keempat dalam Taurat, yang ditulis oleh Musa antara tahun 1450 dan 1400 SM, sebagaimana dikatakan: “TUHAN berfirman kepada Musa.” (Bil. 1:1). Kitab ini melanjutkan kisah Kitab Imamat. Di dalam Septuaginta, yaitu Perjanjian Lama yang diterjemahkan ke dalam bahasa Yunani, kira-kira 200 tahun sebelum Kristus, judul kitab itu adalah Bilangan (Bahasa Yunani -, Arithmoi). Mengapa disebut Kitab Bilangan? Ini karena Kitab Bilangan dimulai dan ditutup dengan daftar angka-angka, yaitu dua sensus yang dilakukan pada Bangsa Israel. Sensus yang pertama diambil pada permulaan perjalanannya, dan sensus yang kedua pada 40 tahun kemudian, sebelum masuk Tanah Perjanjian (Bil. 1:1-54 & 26:1-65). Namun sebenarnya, judul kitab ini dalam Perjanjian Lama Bahasa Ibrani adalah “Di Padang Gurun” (- bemidbar). Pokok utama kitab ini memang adalah penggembaraan Israel di padang gurun selama 40 tahun. Bandingkan Bilangan 1:1 dengan Ulangan 1:1. Kitab Bilangan menjelaskan sejarah penggembaraan itu.

 

Nama Kitab Menurut Indonesia

Kitab Bilangan menurut Indonesia adalah kitab Bilangan dalam Alkitab Ibrani dan Perjanjian Lama di Alkitab Kristen. Termasuk dalam kumpulan kitab Taurat yang disusun oleh Musa.  Berisi kisah penghitungan jumlah laskar Israel (sensus pertama). Yang dihitung dan dicatat namanya adalah semua laki-laki di Israel yang berumur 20 tahun ke atas dan yang sanggup berperang, orang demi orang, menurut kaum-kaum yang ada dalam setiap suku mereka.

 

Nama Kitab Menurut Ibrani

Kitab Bilangan dalam Bahasa Ibrani adalah Kitab Taurat (Ibrani: תּוֹרָה, Torah, "Instruksi")”Arithmoi” adalah lima kitab pertama Tanakh/Alkitab Ibrani dan bagian Perjanjian Lama di Alkitab Kristen. Dalam bahasa Yunani kumpulan 5 kitab ini disebut Pentateukh ("lima wadah" atau "lima gulungan"). Taurat adalah bagian terpenting dari kanon/kitab suci orang Yahudi.

Ø  Kelima kitab dalam Taurat dalam Bahasa Ibrani adalah:

Ø  Kitab Kejadianbahasa LatinGenesisbahasa Ibrani: beresyit (בראשית),

Ø  Kitab Keluaran, bahasa Latin: Exodus, bahasa Ibrani syemot (שמות),

Ø  Kitab Imamat, bahasa Latin: Leviticus, bahasa Ibrani wayiqra (ויקרא),

Ø  Kitab Bilangan, bahasa Latin: Numerii, bahasa Ibrani bemidbar (במדבר),

Ø  Kitab Ulangan, bahasa Latin: Deuteronomium, bahasa Ibrani debarim (דברים)


Latar Belakang Penulis

Penulis: Musa adalah penulis kitab Bilangan. Tanggal Penulisan: Kitab Bilangan ditulis antara tahun 1440 S.M. dan 1400 S.M. Tempat penulisan: Padang Gurun dan Daratan Moab. Genre Kitab (Bentuk Tulisan). Struktur karangan tidak hanya ditemukan dalam kitab atau dari gabungan beberapa besar kitab lainnya. Bahkan setiap bagian memiliki struktur tersendiri yang lebih kecil. Sering juga dalam bentuk teks mencerminkan bentuk-bentuk dan jenis-jenis sastra standar yang khas dari zaman penulisnya, bukan ciptaan yang khusus dibuat oleh sipenulis. Pelbagai Janis sastra yang berlainnan dapat berisi pelbagai Janis macam arti yang berlainnan. Para pembaca pada abad ke-20 harus membayangkan serentak beberapa lapis keaslian jika kita ingin kembali kepada situasi yang asli dimana kata-kata ini mula-mula diucapkan.

 

Tema Dan Tujuan Penulisan Kitab

Bilangan ditulis untuk mengisahkan mengapa Israel tidak langsung masuk tanah perjanjian setelah meninggalkan Gunung Sinai. Bilangan menggambarkan tuntutan Allah akan iman dari umat-Nya, balasan dan hukuman-Nya atas pemberontakan, dan bagaimana maksud-Nya yang berkelanjutan itu akhirnya diwujudkan. Kitab Bilangan mengandung makna yang universal tanpa dibatasi waktu. Di kitab ini banyak berisi catatan terkait pertempuran rohani yang dihadapi orang percaya, karena kitab Bilangan adalah buku yang mencatat pelayanan dan perjalanan umat Allah. Kitab Bilangan mencatat kejadian yang terjadi dalam rentang waktu ketika orang Israel menerima Hukum (kitab Keluaran dan kitab Imamat) hingga persiapan masuk ke Tanah Perjanjian (kitab Ulangan dan Yosua). Amanat utama Bilangan jelas: umat Allah maju terus hanya dengan mempercayai Dia dan janji-janji-Nya dan dengan menaati sabda-Nya. Sekalipun melewati padang gurun perlu untuk waktu tertentu, bukanlah maksud Allah semula bahwa ujian padang gurun diperpanjang sehingga satu angkatan orang Israel hidup dan mati di situ. Akan tetapi, perjalanan singkat dari Gunung Sinai ke Kadesy menjadi penderitaan dan hukuman selama 39 tahun karena ketidakpercayaan mereka. Sepanjang sebagian besar kitab Bilangan, "angkatan Keluaran" Israel tidak beriman, memberontak, dan tidak berterima kasih atas mukjizat-mukjizat dan pemeliharaan Allah. Umat itu mulai bersungut-sungut segera setelah meninggalkan Gunung Sinai (pasal 11; Bil 11:1-35); Miryam dan Harun menentang Musa (pasal 12; Bil 12:1-16); Israel secara keseluruhan memberontak dengan ketidakpercayaan yang membandel di Kadesy dan menolak masuk ke Kanaan (pasal 14; Bil 14:1-45); Korah dan banyak orang Lewi membangkang terhadap Musa (pasal 16; Bil 16:1-50); karena didesak sampai hilang kesabarannya oleh umat yang membangkang itu, akhirnya Musa berbuat dosa dengan meluapkan kejengkelannya (pasal 20; Bil 20:1-29); dan Israel menyembah Baal (pasal 25; Bil 25:1-18). Semua orang Israel berusia 20 tahun ke atas di Kadesy (kecuali Yoshua dan Kaleb) wafat di padang gurun. Akhirnya suatu angkatan baru orang Israel diantar hingga batas timur tanah perjanjian (pasal 26-36; Bil 26:1-36:13).

 

Tema-Tema Kunci

1.      Pemeliharaan Allah

Kita menemukan beberapa ilustrasi dalam Bilangan mengenai bagaimana Allah memenuhi kebutuhan umat-Nya. Contoh: Bil 20:1-11; 21:1-9; 27:1-11, (lihat Bil 36:1-12); Bil 27:12-23; 35:1-5; 35:6-28. Renungkanlah bagaimana cara Allah memenuhi kebutuhan umat-Nya dewasa ini.

2.      Ketidaksenangan Allah

Salah satu aspek yang menyedihkan dalam Bilangan ialah kenyataan bahwa Allah sering kali murka kepada umat-Nya. Lihat Bil 11:1-3; 11:33; 12:1-16; 14:20-23; 14:36-38; 16:31-35; 25:1-3. Apa yang diperbuat oleh umat Allah pada masa kini yang membuat Allah sedih?

3.      Keteraturan Allah

Allah adalah Allah yang teratur dan tertib. Lihat pasal Bil 1; 2; 3; 4; 26; 32 mengenai penjumlahan umat-Nya, pengaturan perkemahan suku-suku. Lihat juga Bil 7:1-19:14; pasal Bil 15; 18; 19; 28; 29 mengenai tata-cara ibadah.

4.      Pimpinan Allah

Patut dicatat bahwa, kendatipun terjadi pembangkangan yang terus menerus, Allah masih memimpin umat-Nya dalam pengembaraan mereka dengan tiang awan dan api (Bil 9:15-23). Sampai saat ini Allah masih memimpin umat-Nya: bagaimana cara Allah melakukannya?

 

Latar Belakang Kitab

Historys/Sejarah. Kitab Bilangan adalah kitab ke-4 dalam Kitab Pentateukh berdasarakan sensus orang-orang Israel. Semuanya ada dalam Kitab Bilangan dan disamping itu ada sejumlah besar tradisi lokal yang diserapnya. Agaknya Kitab Bilangan dalam bentuk akhir telah menyatukan bermacam-macam ingatan suku-suku dalam satu kesatuan cerita yang diterima oleh seluruh bangsa oleh ceritanya sendiri. Maka Kitab Bilangan adalah interpretasi bangsa Israel atas masa lalunya. Sejarah kitab bilangan ditambah berbagai bentuk cerita yang lain disekitarnya, mengetengahkan perjalanan bangsa Israel sejak saat memasuki padang belantara melalui padang gurun “Sinai” ke Transyordan menceritakan berbagai kemenangan didaerah itu dan akhirnya saat mendekati Kanaan peristiwa-peristiwa itu tidak dipandang sebagai endapan sejarah dalam arti sempit, Kitab Bilangan dibukukan sekitar tahun 550 SM.

 

Geografis. Mungkin pemahaman teologis mengenai keadaan geografis paling jelas terlihat pada saat nabi-nabi berjuang melawan Baal. Ketika Israel memasuki tanah perjanjian, mereka berhubungan dengan agama Kanaan, suatu agama pemuja alam yang berpusat pada Baal. Dalam agama Isarel ditegaskan bahwa Tuhan Allahlah yang memberi upah, minyak, air anggur dan meningkatkan jumlah ternak (band. Hos 2:8). Baal adalah ilah yang sangat “duniawi” dan pemujaan Baal mencakup pelacuran seksual untuk membujuk tanah agar mengeluarkan hasilnya. Karena itu nabi-nabi Israel menentang keras pemujaan Baal dengan keyakinan bahwa Tuhan Allahlah yang menciptakan dunia, memberi atau menahan hasil. Iklim. Keadaan geografis dan iklim biasanya menjadi bagian penting dari pemberitaan para nabi. Jika kita ingin mengerti Firman Allah sebagaimana diberitakan oleh para nabi, maka kita memerlukan pengetahuan dasar tentang keadaan geografis, karena rincian unsur-unsur geografis dan iklim menjadi bagian dari bahasa yang dipakai Allah dalam penyataan-Nya. Politis. Perkembangan nilai dan variasi politik muncul seiring dengan perubahan budaya dan peradaban manusia.Budaya. Dalam budaya poligami dan Patriarkat Ibrani, seorang laki-laki yang bersetu tubuh dengan perempuan perawan diwajibkan untuk mengambil sebagai istrinya. Agama/Kepercayaan. Selain kitab taurat agama yahudi juga mempunyai kesucian kitab Talmud dengann kta lain kitab Talmud adalah kitab suci agama yahudi penganut agama yahudi mempercayai kitab Talmud diwahyukan kepada musa secara lisan.

 

Kesimpulan Seluruh Isi Kitab

Sebagian besar peristiwa yang terjadi dalam kitab Bilangan terjadi di padang belantara, sekitar tahun kedua hingga keempat puluh, dimana bangsa Israel sedang mengembara. Dua puluh lima pasal pertama mencatat pengalaman generasi pertama Israel di padang belantara, sedangkan sisa kitab ini menceritakan pengalaman generasi kedua. Tema tentang ketaatan dan pembangkangan, diikuti dengan tema pertobatan dan berkat bisa ditemukan di kitab ini, dan secara keseluruhan dinyatakan melalui Perjanjian Lama. Tema kekudusan Allah dilanjutkan dari kitab Imamat kepada kitab Bilangan, yang mengungkapkan instruksi Allah dan persiapan umatNya untuk memasuki Tanah Perjanjian di Kanaan. Pentingnya kitab Bilangan tersirat dalam penggunaannya sebagai kutipan dalam Perjanjian Baru. Roh Kudus mengingatkan kisah dalam Bilangan dalam 1 Korintus 10:1-12. Ungkapan "semuanya ini telah menimpa mereka sebagai contoh," ketika sedang membahas dosa orang Israel dan murka Allah terhadap mereka. Dalam Roma 11:22, Paulus sedang berbicara mengenai "kemurahan Allah dan juga kekerasan-Nya". Itu merupakan rangkuman tentang pesan yang disampaikan Kitab Bilangan. Kekerasan Allah bisa dipahami dari kematian satu generasi pembangkang dalam padang belantara, mereka-mereka yang tidak pernah memasuki Tanah Perjanjian. Kemurahan Allah dapat ditemukan dalam generasi yang baru. Allah melindungi dan melengkapi kebutuhan umat ini sampai mereka mendiami tanah itu. Hal ini memperingatkan kita semua mengenai keadilan dan kasih Allah, yang selalu berdaulat secara harmonis. Syarat Allah akan kekudusan umatNya akhirnya dan dengan sempurna dipenuhi melalui Yesus Kristus, yang datang untuk menggenapi hukum bagi kita (Matius 5:17). Konsep Mesias yang dijanjikan dapat ditemukan dalam kitab ini. Kisah dalam pasal 19 tentang pengorbanan lembu betina merah "yang tidak bercela, yang tidak ada cacatnya" adalah bayangan tentang Kristus, Domba Allah yang tak bercela atau bercacat yang dikorbankan bagi dosa kita. Rupa ular perunggu yang diangkat di tiang yang membawa pemulihan jasmani (pasal 21) juga merupakan bayangan diangkatnya Kristus, di atas kayu salib, atau dalam pelayanan Firman, sehingga semua yang melihat kepadaNya dengan iman akan menerima pemulihan rohani. Dalam pasal 24, pernyataan Bileam yang keempat berbicara mengenai bintang dan tongkat kerajaan yang akan muncul dari keturunan Yakub. Ini merupakan nubuatan tentang Kristus yang dijuluki "bintang timur" dalam Wahyu 22:16, yang terkait dengan kemuliaanNya, terang, dan cahayaNya, karena terang itu berasal dari Dia. Ia juga dipanggil sebagai tongkat kerajaan, atau pemilik tongkat kerajaan, karena Ia adalah keluarga kerajaan atau Raja dari sebuah kerajaan. Dengan tongkat kerajaan, Ia akan memerintah dengan rahmat, anugerah, dan kebenaran.

 

Karakteristik Kitab

Kitab Bilangan menunjukkan sikap pemberontakan bangsa Israel kepada Allah setelah mereka dipimpin keluar dari tanah Mesir. Akibat pemberontakan mereka, bangsa Israel mengalami pembentukan karakter selama empat puluh tahun pengembaraan di padang gurun.

 

Tema Penting Kitab

Pasal/Ayat Utama. Bilangan 6:24-26, "TUHAN memberkati engkau dan melindungi engkau; TUHAN menyinari engkau dengan wajah-Nya dan memberi engkau kasih karunia; TUHAN menghadapkan wajah-Nya kepadamu dan memberi engkau damai sejahtera." Bilangan 12:6-8, "Lalu berfirmanlah Ia: 'Dengarlah firman-Ku ini. Jika di antara kamu ada seorang nabi, maka Aku, TUHAN menyatakan diri-Ku kepadanya dalam penglihatan, Aku berbicara dengan dia dalam mimpi. Bukan demikian hamba-Ku Musa, seorang yang setia dalam segenap rumah-Ku. Berhadap-hadapan Aku berbicara dengan dia, terus terang, bukan dengan teka-teki, dan ia memandang rupa TUHAN. Mengapakah kamu tidak takut mengatai hamba-Ku Musa?'" Bilangan 14:30-34, "Bahwasanya kamu ini tidak akan masuk ke negeri yang dengan mengangkat sumpah telah Kujanjikan akan Kuberi kamu diami, kecuali Kaleb bin Yefune dan Yosua bin Nun! Tentang anak-anakmu yang telah kamu katakan: Mereka akan menjadi tawanan, merekalah yang akan Kubawa masuk, supaya mereka mengenal negeri yang telah kamu hinakan itu. Tetapi mengenai kamu, bangkai-bangkaimu akan berhantaran di padang gurun ini, dan anak-anakmu akan mengembara sebagai penggembala di padang gurun empat puluh tahun lamanya dan akan menanggung akibat ketidaksetiaan, sampai bangkai-bangkaimu habis di padang gurun. Sesuai dengan jumlah hari yang kamu mengintai negeri itu, yakni empat puluh hari, satu hari dihitung satu tahun, jadi empat puluh tahun lamanya kamu harus menanggung akibat kesalahanmu, supaya kamu tahu rasanya, jika Aku berbalik dari padamu".

Tokoh. Tokoh dalam Kitab Bilangan ini cukup banyak tetapi yang paling sering disebut adalah Musa, Sudah jelas bahwa Musa banyak sekali disebut dalam kitab ini -- perhatian Musa terhadap Hobab (Bil 10:29-32); doanya di Tabera (Bil 11:10-15); reaksinya terhadap kecaman (Bil 12); imannya yang kurang (Bil 13); keprihatinannya terhadap kehormatan Allah (Bil 14:13-19); ketidakikutsertaannya masuk ke dalam Tanah Perjanjian (Bil 20:2-13). Harun juga disebut, terutama dalam hubungannya dengan pemberontakan Korah (Bil 16). Miryam, saudara perempuan Musa, juga merupakan salah seorang tokoh dalam kitab ini. Pasal Bil 12 menceritakan bagaimana ia dihukum oleh karena iri hati. Nama-nama lain yang disebut termasuk Yosua dan Kaleb, dua orang mata-mata yang berani percaya kepada Allah dan hanya mereka berdua dari generasi itu yang diizinkan masuk ke Kanaan. Kisah mengenai Bileam dan Balak juga dicatat dalam kitab itu (pasal Bil 22-24). Berikut topik utama kitab:

a.       Persiapan untuk perjalana di padang Gurun (pasal 1-10:1-10)

b.      Sejarah perjalanan dai Sinai ke tanah perjanjian (pasal 11-21 )

c.       Persiapan masuk tanah perjanjian didaratan Moab dekat Yerikho (pasal 22-36).

 

Prinsip Hidup Dan Pelayanan

Sebuah tema teologi yang dikembangkan dalam Perjanjian Baru terkait kitab Bilangan adalah bahwa dosa dan ketidakpercayaan, terutama pembangkangan, akan menuai hukuman Allah. Melalui 1 Korintus pasal 10, secara jelas dinyatakan - dan juga melalui Ibrani 3:7-4:13 menyiratkan - bahwa semua hal ini ditulis sebagai contoh bagi orang percaya untuk dicamkan dan dihindari. Kita tidak boleh "menginginkan hal-hal yang jahat" (ayat 6), atau "melakukan percabulan" (ayat 8), atau "mencobai Tuhan" (ayat 9), atau "bersungut-sungut" (ayat 10). Sama halnya ketika orang Israel harus mengembara di padang belantara selama 40 tahun karena pembangkangan mereka, demikian juga Allah membiarkan kita mengembara menjauh dariNya dan menderita kesepian dan kehilangan berkat ketika kita membangkang terhadapNya. Akan tetapi, Allah itu setia dan adil. Seperti Ia mengembalikan Israel kepada tempat selayaknya dalam hatiNya, Ia juga akan mengembalikan orang Kristen kepada berkat dan hubungan yang dekat padaNya, jika kita bertobat dan berbalik kepada Dia(1Yohanes1:9).

Posting Komentar untuk "Latar Belakang, Pengantar Dan Sejarah Penulisan Kitab Bilangan"