Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Latar Belakang, Pengantar Penulisan Dan Kanon Kitab Pentateukh

Dalam penelitian teologi, khususnya untuk studi Alkitab kita perlu memperhatikan aspek-aspek historis, teologoi dan aktualisasinya (aplikasi). Yang dimaksud dengan aspek historis ialah mengenai segala sesuatu yang berhubungan asal-usul Alkitab secara umum. Tetapi termasuk juga didalamnya hal-hal yang berhubungan dengan petanyaan, mengapa Alkitab diyakini sebagai tulisan suci yang berasal dari Allah. Sedangkan aspek teologi adalah hal-hal yang berhubungan dengan pesan-pesan teologi yang di temukan melalui studi tafsiran ataupun teologi. Pesan-pesan teologi itulah yang kemudian dipertemukan dengan konteks utama ketika Firman atau teks-teks Alkitab itu  disampaikan kepada para pendengarnya dulu. Sementara aplikasi akan dapat dilakukan setelah orang menemukan pesan-pesan teologi yang diperoleh dari studi tafsiran dan teologi, kemudian pesan-pesan itulah nanti yang dapat diaplikasikan dalam situasi atau konteks pendengar modern.

 

Pdt. Dr. Barnabas ludji, lahir di Waingapu, 17 November 1950. Alamat Kantor jln. Gadog 1, No. 36, Sindanglaya-Cipanas, Cianjur Jawa Barat. Alamat Rumah jln. Malaka II, No. 9, Rt. 07/06 Kel. Malaka Sari, Kec. Durensawit, Klender Jawa Timur. Gereja Asal yaitu Gereja Kristen Sumba. Pendidikan tinggi yaitu Sarjana Muda Teologi (S.M.Th.) di Akademik Teologi Kupang, Sarjana Teologi (S.Th.) di Sekolah Tinggi Teologi Jakarta, Magister Teologi, Program South East Asia Graduate School Of Theology Dokto Teologi (D.Th) di Sekolah Tinggi Teologi Jakarta. Pekerjaan Melayani di Gereja Kristen Sumba tahun 1977-1978, dosen pada STT Cipanas sejak tahun 1982 sampai sekarang, dosen luar biasa di STT Jakarta sejak tahun 1988 hingga sekarang, sebagai Pembina di pelayan firman di berbagai gereja di Indonesia. Jabatan Pembantu Ketua I pada STT Cipanas pada tahun 1987-991, kepala pascasarjana pada STT Cipanas pada tahun 1996 sampai sekarang. Bidang studi yaitu Perjanjian Lama. Bidang studi yang diajar Introksi atau Pengantar pada Perjanjian Lama, Hermeneutika Perjanjian Lama, Teologi Perjanjian Lama, Teologi Biblika, Arkeologi Alkitab, Yudaica, Alkitab dan Etika, Alkitab dan Ilmu-Ilmu Sosial dan lain-lain

 

Kewibawaan Alkitab

Pemahaman Yang Kurang Bisa Dipertanggung Jawabkan Tentang Kewibawaan Alkitab

a.       Pemahaman Yang Sempit Tentang Arti Pewahyuan Alkitab. Artinya orang memehami bahwa ini adalah wahyu dari Allah yang tidak pernah salah. Setiap kata dan penempatan titik, koma, serta tanda baca lainnya tidak pernah salah. Pemahaman yang demikian yang membawa konsenkuensi terhadap cara orang memahami dan memerlakukan teks Alkitab. Dan pemahaman itu juga yang membawa kepada orang pemikiran bahwa setiap kata, sepenggal ayat Alkitab mempunyai arti rohani.

b.      Kewibawaan Alkitab Yang Berhubungan Dengan kata “Suci” Yang Dikenakan Kepada Alkitab. Kata suci dikaitkan dengan pemahaman pewahyuan. Istilah itu sendiri tidak salah, karena Alkitab ini berbicara tentang perbuatan-perbuatan besar Allah demi keselamatan dunia dan isinya.

c.       Pemahaman yang menempatkan kewibawaan alkitab pada salah satu pemikiran teologi yang ada pada satu kitab atau teks alkitab tertentu. Pemahaman seperti ini mendorong orang untuk memahami seluruh teks Alkitab pada persektif tertentu. Padahal Alkitab mempunyai keanekaragaman teologi.

d.      Kewibawaan Alkitab Yang Didasarka Hubungan Antar Perjanjian Lama Dan Perjanjian Baru. Hubungan keduanya dilihat dari kedatangan Mesias (Yesus). PL menjanjikan seorang Mesias yang akan datang, PB menyatakan bahwa Mesias yang telah di janjikan itu telah datang dalam diri Yesus. Inti Alkitab adalah Yesus. PL tidak menyatakan keseluruhan atau pembaritaan kedatangan Yesus.

e.       Kewibawaan PL Secara Khusus Sering Dipertanyakan, Karena Pemberitaannya Dianggap Tidak Relavan. Peraturan, ketetapan, dan hukum banyak yang tidak relevan lagi, banyak bagian PL yang dianggap berisi atau bernada kekerasan. PL lain dari PB karena PB mengajarka kasih. Bukan dalam sejarah.

 

Kewibawaan Alkitab Berdasarkan Kerugma Yang Terkandung Didalamnya

Alkitab adalah Firman Allah. Ketika para nabi menyampaikan nubuat merka, mereka sering mengakhiri nubuat itu dengan “demikianlah Firman Allah”. Dengan demikian kewibawaan tulisan-tulisan PL itu diakui terletak pada kebenaran pesan yang terkandung dalam ucapa-ucapan itu. Berbagai pesan yang disampaikan oleh para nabi, dan para imam lainnya dalam bentuk cerita, perturan, ketetapan, hokum, nubuat, dan kata-kata hikmat dan sebagainya, semuanya itu yang disampaikan kepada mereka oleh Allah dan yang berkenan kepada Allah.

 

Kanon Perjanjian Lama

Proses pengkanonan tidak terjadi sekaligus, yang diceritakan dalam Alkitab adalah secara lisan dari generasi kegenerasi. Pada umumnya kanon ini dimengerti sebagai daftar kitab-kitab tertentu, para ahli membedakan 3 jenis kanon yaitu 1 daftar kitab yang termasuk dalam kitab suci, 2 bentuk terakhir (kanonik) dari masing masing kitab, 3 istilah suci yang dikenakan pada keseluruhan kanon. Dalam ketiga kanon tersebut member pengertian bahwa kanon itu sangat mempunyai keterkaitan erat. 

 

Perjanjian Lama Dan Konteksnya

Yang dimaksud konteks Alkita disini ialah social, budaya, politik dan keagamaan. Peristiwa politik yang dialami oleh bangsa Israel dapat kita pahami dalam buku sejarah bangsa Israel. Ketika bangsa Israel menjadi budak dimesir mereka ada dibawah politik Firaun Mesir yang menghambat perkembangan bangsa Israel. Bangsa Israel memiliki bahasa yang digunakan untuk berkomunikasi, dengan bahasa mereka itu juga berkomunikasi dengan Allah. Bahasa mereka pada saat itu adalah bahasa Ibrani. Corak keagamaan bansa di Timur di tengah kuno pada umumnya bersifat polities (kepercayaan dengan banyak Tuhan). Agama ini godaan terberat yang dihadapi oleh bangsa Israel dalam pergumulan imannya.

 

Kitab Taurat Dan Teori Sumber

Yang dimaksud dengan Kitab Taurat adalah Kitab Kejadian, Keluaran, Imamat, Bilangan, Ulangan. Kelima Kitab ini biasa dikatakan Pentateukh atau Kitab Musa. Teori sumber Yahwist (Y) ditulis dan disampaikan kepada umat dalam konteks Kerajaan Israel Raya. Masa paling mengesankan, karena keberhasilan Daud dalam menaklukan bangsa-bangsa lain di Kanaan. Yahwist terdiri dari imam-imam pada masa Daud, dan bermaksud mengembangkan relasi yang harmonis antara penduduk Israel dengan bangsa lain. Yahwist mulai ditulis pada masa penciptaan langit dan bumi. Teori sumber Elohist (E) / Allah yang berarti jauh beda dari manusia, hal itu menekankan konsep takut akan Allah yang menyebabkan manusia bersikap setia atau sama sekali tidak setia sama Allah. Kelompok imam atau teori sumber Priester (P), teori ini mengandung keteraturan yang urutan cerita (sistematika yang baik). Teori sumber Deuteronomis (D) teori ini mempunyai cirri-ciri antara lain: sangat menekankan hubungan kasih antara Allah dengan manusia dan sesama, menekankan bahwa Ibadah yang benar dan yang sah berpusat di Yerusalem.

 

PENJELASAN DAN ISI KITAB KEJADIAN

Kitab ini dibagi atas dua besar yaitu: pasal 1-11 berisi cerita sebelum mengenal cerita nenek moyang bangsa Israel, dan pasal 12-50 berisi cerita tentang kiprah para leluhur bangsa Israel.

a.  Kejadian 1-11pasal ini menceritakan tentang penciptaan langit dan bumiyang berasal dari para imam. Menurut versi ini Allah menjadikan langit dan bumi dalam waktu enam hari, Diciptakan-Nya manusia menurut gambar dan rupanya. Selanjutnya ada juga cerita manusia jatuh dalam dosa, manusia ingin juga sama dengan Allah, dengan cara yang sama manusia jatuh kedalam dosa. Dan disitu juga manusia cenderung dan sering memberontak kepada Allah, setelah itu manusia mulai banyak dan lahirlah orang-orang besar, karena manusia makin bertambah dan makin banyak dosa maka Allah memutuskan menghukum umat-Nya melalui air bah, manusia ingin berkumpul disuatu tempat dan membangun Menara Babel yang tingginya mencapai langit.

b.   Pasal 12-50 pasal ini menceritakan bagaimana Allah memanggil Abraham untuk menjadi bangsa yang besar dan menjadi berkat bagi bangsa-bangsa di bumi. Menguatkan bangsa Israel di Babel dan mendorong mereka kembali ketanah Kanaan. Dan berbagai riwayat keturunan-keturunan.

 

Penjelasan Dan Isi Kitab Keluaran

Peristiwa dalam Kitab Keluaran ini merupakan inti iman bangsa Israel. Menurut kesaksian kitab, peristiwa Kitab Keluaran merupakan keajaiban tangan Tuhan. Menurut orang Mesir, peristiwa itu hanya pelarian sekelompok budak dari Mesir. Orang Israel menumpang di Mesir selama 400 tahun dibawah pemerintahan Firaun kemungkinan bernama Ramses II, orang Israel ditindas karena dia takut akan kekuatan Israel yang semakin besar. Firaun menindas dengan berbagai cara antara lain: orang Israel dipaksa bekerja keras (rodi) untuk membangun kota perbakalan, Pitom Dan Ramses. Disamping itu juga para bidannya untuk membunuh setiap anak laki-laki yang baru lahir. Dalam kitab  ini juga bercerita tentang kelahiran Musa yang kemudian disembunyikan selama tiga bulan. Musa menjadi gembala kambing domba  Yitro selam 40 tahun, setelah itu Tuhan menyatakan diri-Nya kepada Musa di belukar duri yang menyala. Tuhan memanggil Musa untuk membebaskan bangsa Israel di Mesir. Musa keberatan karena takut orang Israel tidak percaya kepadanya. Musa mendirikan kemah suci yang diperintahkan oleh Allah, kemuliaan Tuhan memenuhi kemah tersebut.

 

Penjelasan Dan Isi Kitab Imamat

Kitab ini ditulis para imam di jaman pembuangan dan saesudahnya. Kitab ini juga ada berbagai pemahaman teologi tertentu, seperti pemahaman tentang Ibadah, pemahaman bangsa Israel jauh berbeda dengan pemahaman bangsa lain. Harumnya kurban bakaran mengundang para dewa untuk memekan persembahan yang disediakan. Para dewa akan datang seperti lalat yang mengerumuni kurban persembahan. Pemahaman tentang kekudusan Allah, (Imamat 17-26), berkata “Kuduslah kamu, sebab Aku, Aku TUHAN Allahmu kudus”. Jika manusia dituntun untuk hidup kudus berarti manusia itu dipisahkan dari yang lainnnya. Yang kudus ada dalam persekutuan Allah yang artinya cara hidupnya, sifatnya dan tingkah lakunya harus berbeda dari yang tidak hidup kudus. Untuk itu mereka semua harus memenuhi/mentaati segala ketetepan, aturan, hukum yang ada dalam Alkitab. Peraturan tentang tahun Yobel memang tidak ada dalam Kitab Perjanjian dan hukum Deoteronomis, namun tahun Yobel merupakan pengembangan dari tahun Sabat yang terdapat dalam dua kumpulan hukum terdahulu.

 

Penjelasan Dan Isi Kitab Bilangan

Kitab ini berasal dari para imam pada zaman sesudah pembuangan, kitab ini juga lanjutan dari Kitab Imamat. Yang berisi tentang cerita dan peraturan/hukum tertentu. Dan menceritakan masa bangsa Israel berada di padang gurun, semua orang Israel di hitung kecuali suku Lewi. Setiap suku mendapat tempat disekitar kemah suci karena posis kemah suci berada ditengah bangsa Israel. Bangsa Israel berangkat dari gunung Sinai dibawah pimpinan Hobab ipar Musa, orang keni. Bangsa Israel pernah menyembah Baal Peor dan melakukan jinah dengan perumpamaan-perumpamaan Moab. Oleh karena itu, mereka dihukum Tuhan.

 

Penjelasan Dan Isi Kitab Ulangan

Kitab ini kitab terakhir dari kelima Kitab Taurat, kitab inidalam Bahasa Inggris “Deuteronomy” dan Bahasa Yunani (LXX) yang artinya pengulangan. Kitab ini mengulang dengan sejajar berbagai cerita, ketetapan, hukum, dan aturan dari kitab lainnya. kasih Allah mendahului segalanya kepada umat-Nya. Allah membentuk suatu perjanjian dengan bangsa Israel, bukan karena kebaikan mereka hanya karena kasih Allah kepada umat-Nya. Kasih Allah itu sangat berinisiatif kepada umat-Nya, terlebih kepada bangsa Israel untuk melepaskan mereka dari perbudakan di Mesir.

 

Kesimpulan

Tuntutan Allah itu sempurna, Allah menciptakan langit dan bumi serta isinya dan termasuk kita sebagai manusia. Allah telah membentuk dan memberikan hukum, peraturan dan ketetapan-Nya melalui para nabi, namun kita manusia sebagai ciptaan-Nya melanggar hal tersebut. Jika kita menuruti hukum-hukum tersebut, disitu Allah tahu kalau kita sebagai ciptaan-Nya mengasihi Dia dan Dia juga mengasihi kita. Allah itu adalah penyelamat bagi kita, sebagai suatu karya tangan Tuhan, Dia menyalamatkan bangsa Israel dari perbudakan di Mesir menuju Tanah Perjanjian.

Posting Komentar untuk "Latar Belakang, Pengantar Penulisan Dan Kanon Kitab Pentateukh"