Imago Dei: Penciptaan Manusia Dalam Rencana Allah Tritunggal
Karya penciptaan Manusia
didasarkan atas Allah Tritunggal sudah sepakat, berunding atau bermusyawarah. “(Apakah
engkau turut mendengarkan di dalam musyawarah Allah dan meraih hikmat bagi
dirimu?” Ayub 15:8). “(Berfirmanlah Allah: “baiklah Kita
menjadikan manusia menurut gambar dan rupa Kita, supaya mereka berkuasa atas
ikan-ikan di laut dan burung-burung di udara dan atas ternak dan atas seluruh
bumi dan atas segalah binatang melata yang merayap di bumi.”maka Allah
menciptakan manusia itu menurut gambar-Nya, menurut gambar Allah diciptakan-Nya
dia; laki-laki dan perempuan diciptakan-Nya mereka.” Kejadian
1:26-27)”. Kata yang berbunyi “(baiklah Kita menjadikan)” Untuk
penciptaan Manusia. Jadi Firman Tuhan juga berkata bahwa manusia tidak bisa
terselami apa yang Allah mengerjakan dari awal sampai akhir. “(Ia membuat
segalah sesuatu indah pada waktunya, bahkan Ia memberikan kekekalana dalam hati
mereka. Tetapi manusia tidak dapat menyelami pekerjaan yang dilakukan Allah
dari awal sampai akihr.”Pengkhotba 3:11)”. Maka karya penciptaan manusia,
didasarkan atas perundingan sidang atau musyawarah Allah. Walaupun semua
ciptaan Allah sampai sebelum jadinya manusia dikatakan baik, Namun ciptaan
tersebut belum lengkap bilah tanpa manusia. Manusia bukan dipikirkan-Nya
kemudian, melainkan hasil pemikiran dalam benak Allah. Setelah Allah
menciptakan manusia barulah Allah kemudian berkata bahwa apa yang Allah
kerjakaan adalah “amat baik” (Kejadian 1:31). Lebih lanjut lagi
bahwa debuh tanah yang dipakai Allah untuk membentuk manusia. Karena Allah
berkata bahwa manusia akan kembali lagi menjadi tanah, pada saat ia mati, (kej.
3:19). Allah memakai debuh tanah serta meniupkan napas hidup kedalamnya. Hal
tersebut menyebabkan manusia menjadi makhluk hidup. Begitu pulah halnya Hawa,
pertama-tama Allah mengambil tulang rusuk Adam kemudian membentuk dalam rupa
wanita. Allah menciptakan manusia menurut gambar dan rupa-Nya (Kej. 1:26-27). Dua
kata diatas dalam bahasa Ibrani adalah tselem dan Demuth (dalam Alkitab bahasa
latin diterjemahkan imago dan similitude).
a. Tselem berarti: Gambar yang dihias, suatu bentuk
dan figure yang refresentatif.
b. Demuth berarti: kesamaan tapi lebih bersifat
abstrak atau ideal.
c. Gambar artinya: Kejasmanian, akal dan
kemerdekaan manusia.
d. Rupa artinya: etika dari gambar Allah, karunia
untuk bergaul dengan Allah yang hilang pada waktu kejatuhan Manusia
Manusia itu diciptakan
menurut gambar Allah. Berikut ini ada beberapa penjelasan:
a. Pandangan
badaniah: Pandangan ini
menghubungkan rupaAllah dengan keseluruhan manusia termasuk yang materi dan
rohani. Karena pandangan ini menjadikan pulah tubuh manusia sebgian dari rupa
Allah, maka ia disebut pandangan badaniah. Manusia adalah wakil dari seluruh
keberadaanya.
b. Pandangan
nonbadaniah: rupa Allah dengan
keperibadian-Nya. Keserupaan moral, kedaulatan, kehendak dan intelek, kemampuan
bebicara, mengoganisir dan sebagainya.
c. Pandangan kombinasi: Baik lelaki dan dan perempuan diciptatakan
menurut rupa Allah. Oleh karena itu.
1.
Tubuh manusia termasuk
dalam rupa Allah.manusia adalah makhluk kesatuan yang terdiri dari badan dab
jiwa. Badanya adalah alat yang cocok untuk pernyataan diri dari jiwa untuk berhubungan
dengan Allah dan secara eskatologis cocok menjadi satu. ”tubuh rohani” (1 kor.
15:44).
2.
Diciptakan dalam rupa
Allah berarti juga menjadi makhluk hidup.
3.
Manusia bukan saja
mahkluk hidup tetapi juga adalah pribdi seperti Allah yang memiliki kecerdasan
dan kemauan yang yang memberi kemampuan untuk mengambil keputusan dalam
bedaulat atas dunia ini (Kej. 1:28).
4.
Adam bukan saja
merupakan makhluk kesatuan yang hidup cerdas, punya keputusan, tetapi juga
mampu berkomunikasi tanpa halangan dengan Allah.
Pada waktu dosa kedalam
manusia, Gambar Allah pada manusia tidaklah lenyap.seseorang bisa saja berkata
bahwa gambar itu rusak walau tidak dihapus. Pada waktu Adam memperanakan Set,
ia menjadi ayah dari seorang anak yang menurut rupa dan gambarnya (Kej. 5:3).walau
Adam secara langsung diciptakan menurut gambar Allah, anak Adam dilahirkan
menurut ganbar Adamyang tentunya masih memiliki gambar Allah walau telah
jatuh (1 Kor. 11:7). Jadi penularan sifat manusia adalah melalui keturunan
yang alami. Trikotomi Yang Popular: (Manusia
terdiri dari badan, jiwa dan roh) roh lebih ungul dari pada jiwa dan roh serta
jiwa lebih unggul daripada tubuh. Tubuh dikaitkan dengan diri sendiri, jiwa
kepada dunia, tetapi roh pada Allah. Roh dan kerohanian hendaknya dibina,
sedangkan kejiwaan dan badan hendaknya ditekan. Jiwa: Dalam pengertian yang paling mendasar, bahas Ibrani nefesy,
berarti “kehidupan”. Ia menunjukan bahwa manusia pada mulainya diciptakan
sebagai makhluk hidup (jiwa) (Kej.2:7). Jiwa juga pusat dari berbagai
pengalaman rohani dan emosi dari manusia. Tampaknya jiwa adalah focus utama
dari penebus. Roh: Roh
(ruakh dan pneuma) bersangkutan hanya pada bagian nonmateri, tak seperti jiwa
mengacupada totalitas dari seorang manusia. Manusia adalah jiwa namun manusia
itu tak dapat dikatakan sebagai roh. Ia memiliki roh. Roh berasal dari Allah
dan semua manusia memilikinya. (Bil. 22:16; Ibr. 12:9). Roh merupakan pusat
dari berbagai macam sifat, emosi dan kegiatan.diantaranya: pikiran, ingatan,
rendah hati, kesedihan, resah, cemburu, kecongkakan, dan penyelasan. Hati: Hati adalah wadah kehidupan
intelektual. Ia memperoleh pengetahuan firman, ia juga merupakan sumber pikiran
buruk, dan perbuatan buruk, ia memiliki pikiran dan maksud,ia dapat menjadi
baik. Hati merupakan wadah kehidupan emosi. Mengsihi, mengoreksi diri,
bersuka cita, keinginan, dan merasakan. Hati adalah wadah kemauan. Mencari,
dapat diubah, dapat dikerskan dapat memilih. Hati adalah wadah hidup rohani. Manusia
percaya, menghasilkan pembenaran. Orang percaya hati adalah tempat kediaman
Bapa, juga Anak,dan Roh Kudus.
Hati Nurani (Kesadaran):
Hati nurani adalah seperti seorang saksi dalam diri seseorang yang
memberitahukan bahwa orang tersebut melakukan apa yang dianggapnya benar dan
tidak melakukan apa yang dianggap tidak benar. Hati nurani orang yang belum
diselamatkan dapat menjadi penutut yang baik. Sedangakan hati nurani orang
Kristen bergerak mendorong dirinya melakukan apa yang benar, dalam berbagai
hubungan hidupnya. Pikiran: Pikiran
halnya seperti nurani, pikiran termasuk bagian pengenalan dan pengertian,
perasaan, penilaian dan pemutusan. Pikiran orang belum diselamatkan disebut
pikiran yang jatuh. Pikiran orang percaya mengambil tempat utama dalam peranan
pengembangan hidup rohaninya. Allah memakai pikiran tersebut untuk dalam
pengertianya tentang kebenaran. Daging:
Daging dengan hakikat rohani maka ia berarti dosa dan berlawanan dengan
Allah. Kemampuan tersebut dimiliki baik orang Kristen maupun bukan. Kehendak: Sebenarnya Alkitab berbicara
lebih banyak mengenai kehendak Allah daripada kemauan manusia,hanya pemaparanya
kurang sistematis. Seorang percaya bisa saja bebuat yang benar atau salah.

Posting Komentar untuk "Imago Dei: Penciptaan Manusia Dalam Rencana Allah Tritunggal"