Logika Dan Filsafat: Pemikiran, Silogisme, Proposisi dan Analogi Part 2
Pemikiran
Arti pemikiran: Pikiran adalah aksi (act) yang mnyebabkan pikiran mendapatkan pengertian baru dengan perantaraan dengan hal yang sudah diketahui.
Aksioma berpikir: Aksioma adalah suatu hasil pikiran atau pernyataan yang dapat diterima sebagai kebenaran tanpa pembuktian.
Unsur-unsur pemikiran
a) Menangkap sesuatu sebagaimana adanya, artinya
menangkap sesuatu tanpa mengakui atau memungkirinya.
b) Memberikan keputusan, artinya menghubungkan
pengertian yang satu dengan yang lain.
c) Merundingkan, artinya mengambil suatu kesimpulan
Pikiran, bahasa, realitas, dan system: Pikiran dan bahasa yaitu tempat terjadinya peristiwa realitas. Realitas yang terlebih dahulu yang artinya sumber dari awal mula pemikiran. Realitas merupakan suatu proses kedatangan serta proses pemberian sedangkan berpikir suatu proses berterima kasih. Sistem adalah perangkat unsur yg secara teratur saling berkaitan sehingga membentuk suatu totalitas.
Hakikat berpikir: Berpikir yang benar-benar bukan berpikir dengan memvisualisasikan, membayangkan. Beerpikir yang tidak identikyang tidak berhenti pada aspek kuantitatif dari realitas, pada aspek utilistik instrumental dari realitas.
Prinsip-prinsip berpikir
Prinsip primer: Prinsip
ini berlaku dengan segala sesuatu yang ada termasuk logika.
·
Prinsip identitas
artinya dasar dari semua pemikiran
·
Prinsip kotradiksi
artinya perumusan negatif dari prinsip identitas
· Prinsip sekunder artinya pengkhususan
Menyusun pemikiran
(argumentasi) dalam kebenaran
1) Argumentasi adalah alasan untuk memperkuat
atau menolak suatu pendapat, pendirian, atau gagasan;
2) Kebenaran adalah sesuai dengan pernyataan dengan fakta sesuai dengan yang telah dinyatakan. Jadi, masalah kebenaran adalah masalah fakta.
Kondisi berpikir yang baik: Kondid adalah hal yangv haru ada supaya sesuatu dapat diwujudkan dan dapat terlaksana. Sedangkan berpikir yang baik yaitu: berpikir korek, benar, logis, dialektis, dan memiliki kondisi tertentu.
Kekeliruan berpikir: Hal ini merupakan kekeliruan yang disebabkan oleh pengambilan kesimpulan yang tidak sahih dengan melanggar ketentuan logika atau susunan dan pengguaan bahasa serta penekaan kata yang sengaja atau tidak.
Strategi menghindari
kekeliruan berpikir: Untuk menghindari kekeliruan relevansi, kita haru berfikir
kritis dalam setiap argument. Dan kita harus mengupayakan agar setiap kata atau
kalimat memiliki makna yang tegas dan jelas.
Induksi
Dan Deduksi
Induksi (Penalaran Induktif): Induksi adalah proses pemikiran didalam akal kita dari pengetahuan tentang kejadian atau peristiwa atau hal yang lebih konkret dan khusus untuk menyimpulkan pengetahuan yang lebih umum, “khusus -umum”.
Deduksi (Penalaran Deduktif): Deduksi adalah proses pemikiran didalam akal kita dari pengetahuan yang lebih umum untuk menyimpulkan pengetahuan yang lebih khusus atau penarikan kesimpulan dari keadaan yang umum; penyimpulan dari yg “umum-khusus”.
Silogisme
Pengertian silogisme: Silogisme adalah suatu bentuk penarikan konklusi secara deduktif tak langsung yang konklusinya ditarik dari premis yang disediakan serentak.
Ciri-ciri silogisme
I. Konklusi dalam silogisme ditarik dari dua premis
yang serentak disediakan,
II. Konklusi dari suatu silogisme tidak dapat
mempunyai sifat yang lebih umum dari pada premis-premisnya,
III. Kunklusinya benar bila dilengkapi dengan premis yang benar
Jenis-jenis silogisme
I. Silogisme kategoris artinya standar.
II. Silogisme hipotesis proposisi yang memiliki
hubungan satu sama lain saling bergantung, bertentengan dan memiliki kesamaan.
III.Dilema adalah semacam pembuktian, yang didalamnya terdiri dari dua atau lebih putusan disjungtif (keputusan berdasarkan beberapa kemungkinan kebenaran pernyataan, tetapi hanya salah satu pernyataan yang benar) untuk ditarikkesimpulan yang sama.
Proposisi
Pengertian proposisi: Proposis adalah pernyataan tentang hubungan yang terdapat diantara dua term atau pernyataan dalam bentuk kalimat yang memiliki arti penuh dan utuh.
Jenis-jenis proposis
1. Proposisi kategorik terdiri dari subyek-predikat
2. Proposisi afirmatif (positif) artinya proposisi
kategorik yang mengarfimasi atau mengiyakan adanya hubungan antar subyek dan
predikat
3. Proposisi negative artinya mengingkari adanya
hubungan subyek dan predikat
4. Proposisi universal: menggunakan pembilang
bersifat universal (umum)
5. Proposisi particular: menggunakan pembilang
bersifat universal (khusus)
6. Proposisi otomik : sederhana (hanya satu
pernyataan)
7. Proposisi asertorik : membenarkan bahwa subyek
sesuai dengan penjelasan yang dibrikan predikat
8. Proposisi apodiktik : keharusan (mesti benar)
9. Proposisi empiric : (faktual) berdasarkan
pengalaman atau pengamatan.
10. Proposisi majemuk (kompleks) mengandung lebih
dari satu pernyataan
11. Proposisi disjungtif (alternative) waktu
bersamaan, proposis tidak dapat dua-duanya benar atau salah
12. Proposisi konjungtif proposisi majemuk
menegaskan bahwa dua predikat yang dihubungkan dengan subyek pada waktu yang
sama dan tidak mungkin kedua-duanya benar
13. Proposisi kondisional (implikatif) proposisi
yang bersyarat ditunjukan oleh kata-kata
14. Proposisi komparatif proposisi majemuk yang
membandingkan dua subyek yang dihubungkan oleh suatu predikat
15. Proposisi poblematik predikatnya hanya
kemungkinan bagi subyek
16. Proposisi relasional : mengafirmasi
atau menegasi hubungan dua subyek
17. Proposisi eksponibel tidak jelas apakah
proposisi tunggal atau majemuk
18. Proposisi ekspektif subyeknya dijelaskan dengan
kata “selain” dan”kecuali”
19. Proposisi eklusif subyeknya dijelaskan dengan
kata “semata-mata”, ”hanya”,”cuma”.
20. Proposisi tanpa pembilang subyeknya tidak dijelaskan dengan kata pembilang.
Distribusi dan Term dalam proposisi: Adalah penunjukan luas cakupan atau sebaran term dari suatu subyek atau predikat dalam suatu proposisi
Pertentangan yang
terdapat dalam proposisi
I. Sub-alternasi: hubungam yang terdapat antar dua
proposisi yang mempunyai subyek
II. Kodrati: hubungam yang terdapat antar dua
proposisi universal yang mempunyai subyek dan predikat yang sama tapi beda
kualitasnya
III. Sub-kondrati: hubungan antar dua proposisi
khusus yang mempunyai subyek dan predikat yang sama tapi beda kualitasnya
IV. Kondradiktori: hubungam yang terdapat antar dua proposisi yang mempunyai subyek dan predikat yang sama tapi beda kuantitas dan kualitasnya.
Keputusan
Keputusan adalah membandingkan gagasn yang satu dengan gagsan yang lain dengan akal budi kita sendiri, serta mengetahui tentang kesesuaian dan pertentangannya. Bentuk-bentuk keputusan, (1), bentuk keputusan secara formal yaitu berkaitan dengan persetujuan yang diberikan, (2), bentuk keputusan secara material yaitu berkaitan denga nisi keputusan, (3), keputusan kategoris artinya yang memuat hanya satu subyek dan satu predikat saja, (4), keputusan hipotesis artinya predikat menerangkan sbyek dengan suatu cara bukan dengan mutlak. Hakikat keputusan adalah menyelenggarakan sitesis.
Analogi
Pengertian Analogi: Analogi dalam bahasa Indonesia adalah “kias”, Arab “gasa” artinya: mengukur atau membandingkan, Kadang juga disebut proses penalaran dari satu fenomena yang lain yang sejenis, kemudian disimpulkan bahwa apa yang terjadi pada fenomena awal dan yang lain diformulasikan dalam suatu bahasa dan batasan. Analogi berfungsi untuk sebagai cara berargumentasi.
Macam-Macam Analogi: Analogi deklratif atau induktif adalah metode untuk menjelaskian atau menegaskan sesuatu yang belum dikenal atau masih samar dengan sesuatu yang sudah dikenal atau carayang amat bermanfaat untuk menjelaskan masalah yang hendak diterangkan.
Cara Menilai:
i. Sedikit banyaknya peristiwa yang dianalogikan
ii. Sedikit banyaknya aspek-aspek yang menjadi dasar analogi
iii. Sifat analogi yang dibuat
iv. Mempertimbangkaqn ada-tidaknya unsur-unsur
v. Relevan dan tidaknya masalah yang dianalogikan
Kekeliruan Dalam Beranalogi: Masalah yang tidak memenuhu syarat atau tidak dapat diterima, meskipun sepintas sulit bagi kita menunjukan kekeliruan. Kekeliruan ini terjadi karena membuat persamaan (dalam membandigkannya) yang tidak tepat.
Argumen-Argumen Berdasarkan Analogi: Dapat dikatakan bahwa penalaran analogis merupakan penalaran yang paling fundamental dan palin umum dari semua proses rasional. penalaran analogis merupakan penalaran yang bergantung pada perbandingan contoh-contoh.
Definisi
Defenisi adalah berasal
dari bahasa latin definition artinya pembatasan. Defenisi memiliki
tugas khusus menjelaskan arti kata atau term-term. Beberapa macam definisi :
(1), defenisi stipulatif artinya menetapkan arti untuk suatu kata baru, (2),
defenisi leksikal adalah dipakai untuk melaporkan arti yang sudah dimiliki oleh
suatu kata dalam suatu bahasa, (3), defenisi yang tepat artinya bertujuan untuk
mengurang ketidakjelasan arti suatu kata, (4), defenisi teoretis adalah
menetapkan arti dengan suatu kata dengan mengusulkan suatu teori yang
memberikan suatu ciri tertentu bagi suatu entitas yang ditunjuk oleh kata itu,
(5), defenisi persuasive adalah bertujuan untuk mengerakkan sikap mendukung
atau tidak mendukung apa yang ditunjuk oleh definiendum. Teknik
menyusun defenisi terbagi dua yaitu defenisi ekstensional atau denotative
artinya menetapkan arti dari suatu kata dengan menunjukan kelas yang ditunjuk
oleh definiendum. Sedangkan defenisi intensional atau konotatif
adalah menentukan arti suatu kata dengan menunjukan kualitas atau ciri-ciri
yang terkandung dalam kata itu.

Posting Komentar untuk "Logika Dan Filsafat: Pemikiran, Silogisme, Proposisi dan Analogi Part 2"