Tempat Logika Dalam Kerangka Filsafat Part 1
Pendahuluan
Pengantar: Kata Logika atau Logis sangat akrab dengan kita, Logis dipakai dalam arti yang sama dengan masuk akal, dapat dimengerti. Untuk mempelajari apa yang sesungguhnya Logika, kita harus mempelajarinya secara literatur dan sistematis. Akan tetapi, seseorang yang telah mempelajari Logika lebih mungkin bernalar secara tepat dari pada kalau dia tidak pernah mempelajari Logika.Mengapa demikian?
1. Studi yang tepatakan logika dan
mendekatinyasebagai suatu seni dan suatu ilmu.
2. Studi logika kita membuat kajian analitis atau7
kesesatan-kesesatan atau kesalahan-kesalahan dalam penalaran.
3. Studi logika akan memberikan teknik tertentu
atau metode yang mudah diterapkan.
4. Keinsyafan akan adanya kesulitan mendorong orang memikirkan cara ia berpikir.
Apa Itu Logika: Istilah logika berasal dari kata Yunani, Logos, artinya Sabda, pikiran, ilmu.Secara etimologis, logika adalah ilmu tentang pikiran atau ilmu menalar.
Sejarah Singkat Logika: Orang secara umum diakui sebagai bapak sejarah logika adalah sang filsuf Yunani kuno bernama Aristoteles (384-322 SM).Aristoteles adalah orang pertama yang menemukan kriteria sistematis untuk menganalisis dan megefaluasi argument-argumen.Logika Aristoteles disebut logika silogistik. Setelah kematian Aristoteles, filsuf Yunani lain, Chrysippus (279-206SM), salah seorang pendiri sekola Stoa, dan mengembangkan suatu logika yang elemen-elemen fundamentalnya adalah seluruh proposis. Ia jiga memperkenalkan gagasan tentang deduksi.
Logika Di Indonesia: Studi dan pengasaan logika dipandang sebagai sokoguru pendidikan intelektual, yang merupakan hal asasi dari pendidikan manusia seutuhnya.Tetapi terdapat juga mereka yang apriorimenolak segala sesuatunya, termasuk logika, secara historis tidak berasal dari bumi Nusantara ini meskipun ditinjau secara objektif maupun secara atropologis-universal mempunya nilai universal hakiki dan penting bagi manusia umum dan bagi manusia di Indonesia.
Perbandingan Filsafat, Logika, Dan Manusia
Pengertian Dan Pembidangan Filsafat: Filsafat merupakan terjemahan dari philosophia,
dari Bahasa Yunanidan berarti cinta akan kebijaksanaan/love of wisdom (philo
artinya cinta, dan Sophia artinya kebijaksanaan). Dalam Bahasa lain, philosophy
(Inggris), philosophie (Perancis dan Belanda), filsafah (Arab), sedangkan
orangnya disebutfilsuf/filosof/philosophusyang artinya pecinta
kebijaksanaan. Menurut sejarah Socrates-lah yang pertama kali menyebut philosophus.Artidari
pecinta kebijaksanaan yaitu menunjukan kepada orang yang ingin mencaridan
mempunyai pengetahuan yang luhur atau bijaksana (sophos). Dalam cakrawala
ini, Sophia diartikan lebih luas dari pada kebijaksanaan diantaranya:
Kerajinan, Kebenaran, pengetahuan yang luas, kebajikan intelektual, pertimbangan
yang sehat, kecerdikan dalam memutuskan hal-hal yang praktis (namun inti dari
keenam arti ini adalah mencari keutamaan mental).
I. Kosmologi, yang mempesoalkan hakikat alam
semesta termasuk segala isinya kecuali manusia,
II. Antropologi, yang mempersoalkan hakikat manusia
(badan, jiwa kesadaran, kebebasan dan ketidakbebasan),
III. Teologi, yang mempesoalkan hakikat Tuhan (kebaikan,kesucian, kebenaran, keadilan dn sifat-sifat Tuhan).
Adapun proses metode
ilmiah (Abbas Hamami Mintaredja, 1997 : 23):
1. Penentuan masalah
2. Penetapan kerangka masalah : mendeskripsikan
masalah dengan lebih jelas
3. Perumusan hipotesis : usaha memberikan
penjelasan
4. Verifikasi hipotesis : usaha mengumpulkan fakta
5. Teori ilmiah : terbukti kebenarannya
Manfaat Filsafat:
1. Merasakan hidup yang lebih sadar sebagai
manusia,
2. Tidak menjadikan kita tenggelamdalam kejasmanian
saja (kurang berpikir),
3. Menyebabkan kita lebih cerdas dan tangkas,
4. Melatih kita berpandangan luas (tidak picik).
Tempat Logika Dalam Kerangka Filsafat: Filsafat adalah kegiatan intelektual yang secara kritis radikal mencoba memahami hakikat sesuatu, atau sejauh yang dapat dijangkau olehakal budi mencari sebab-sebab terdalam dari sagala sesuatu dengan segala implikasinya, berdasarkan kekuatan akal budi tanpa menggantungkan diri pada otoritas mana pun juga. Filsafat dapat dibagi dalam metafisika atau antopologi yang merenungkan hakikat hal ada, epistemologi yang merenungkan hakikat pengetahuan dan landasan pengetahuan manusia, logika merenungkan hakikat berfikir, etika merenungkan hakikat nilai dan perilaku, estetika merenungkan hakikat nilai keindahan.Secara etimologi logika adalah ilmu atau disiplin ilmiah yang mempelajari jalan pikiran yang dinyataka atau yang diungkapkan dalam bahasa.
Logika Alami Dan Logika Scientifika: Logika alami (natural, spontan, dengan naluri) telah mencukupi kebutuhan dasar bagi manusia.Logika alami tidak cukup jelas dan ekplisit untuk menjauhkan kita dari kekeliruan-kekeliruan. Tanpa logika scientifika seorang dapat dengan pasti menarik kesimpulan dan mencapai kebenaran, terutama apa bila mengenai hal yang tidak sulit.Logika scientifika mutlak dibutuhkan untuk semakin memperlemngkapi kita dalam mempertajam jiwa dan menolong kita dalam meluruskan kerja intelek kita serta mengikuti, dan memetuhi prinsip dasar yang memerintahnya dengan sadar.
Tugas Logika Bagi Manusia: Ternyata berpikir itu tidak mudah, mungkin orang salah dalam berpikir itu bukan pengetahuannya yang salah, melainkan jalan pikirannya yang tidak lurus. Rupa-rupanya ada aturan berpikir yang tidak boleh dilanggar.Tugas logika ialah memberikan penerangan bagaimana seseorang seharusnya berpikir.Tugas logika bagi manusia adalah meneropong berpikir ini dan mencoba memberi penerangan bagaimana manusia berpikir semestinya, berpikir lurus sesuai dengan harapan untuk mencapai kebenaran.
Logika Dan Ilmu Pengetahuan: Ilmu adalah suatu susnan pengetahuan secara
sistematis yang mempersoalkan bagian tertentu dari alam semesta. Dilihat dari
cara kerja ilmu adalah pengetahuan nsecara sistematis yang membicarakan bagian
alam tertentu, sedangkan Art mengajarkan kepada kita bagaimana cara
mempergunakan pengetahuan dalam pratek untuk mencapai suatu tujuan. Jika
dibanding dengan pengetahuan ilmu memiliki sifat-sifat (Partap Sing Mehra,
Jajir Burhan 1964:9-11):
I. Ilmu mempersoalkan bagian alam tertentu dan
mengadakan penyelidikan dalam batas daerah.
II. Ilmu sistematis adalah kesatuan tersusun dan
bersifat umum, sedangkan pengtahuan adalah campuran kenyataan khusus
yang terpisah-pisah dan fakta yang tak ada hubungannya sama sekali
III. Ilmu mempergunaka berbagai cara dan alat untuk mendapatkan pengetahuan tergantung pada pengamatan yang tidak metodis.
Hubungan Logika Dengan Psikologi Dan Matefisika: Psikologi terutama mempelajari perkembangan pikiran tentang pengalaman-pengalaman alat-alat indra. Dengan kata lain psikologi mempersoalkan sejarah perkembangan berpikir atau suatu proses subyektif yang berlangsung dalam jiwa. Logika tidak mempersoalkan proses semacam itu, logika adalah ilmu normatif yang mempelajari sistem berpikir valid. Metafisika adalah suatu cabang ilmu pengetahuan yangmempelajari hakekat realitas yang sebenarnya, dan dalam usahanya ia harus menkritikkannya.
Peranan Logika Bagi Ilmu: Peranan logika sebagai ilmu yaitu merumuskan aturan sebagai pemikiran yang tepat.Logika adalah cabang ilmu, tetapi jika kondisi dan tuntutan fundamentan mutlak eksitensi ilmu yang secara sistematis menyelidiki, merumuskan dan menerangkan azas-azas yang harus ditaati orang dapat berpikir dengan tepat dan lurus dan teratur.Jadi, secara etimologiakal logika berarti ilmu atau disiplin ilmiah yang mempelajari (jalan) pikiran yang dinyatakan atau yang diunkapkan dalam bahasa.
Pembagian Logika: Pengertian atau ide, term, tanda, Keputusan atau kalimat dan proposis, Penalaran, penyimpulan atau deduksi dan Induksi. Pembagian ini dibuat berdasarkan tiga kegiatan utama akal budi manusia, yaitu, mengerti, memutuskan, dan menyimpulkan.
Defenisi Logika: Secara etimologis logika adalah “logikos” dari kata “logos” dari bahasa Yunani yan artinya sesuatu yang diutarakan, suatu pertimbangan akal pikiran, kata, percakapan, atau ungkapan lewat bahasa.
Logika: Ilmu Dan Kecakapan Menalar, Berpikir Dengan Tepat Berpikir/menalar dengan kata lain ditunjukan sasaran atau bidang logika, yaitu kegiatan pikiran atau akal budi manusia. Berpikir dengan tepat, dengan ini ditunjukan seni khusus yang diperhatikan dalam logika, yaitu tepatnya pemikiran kita. Suatu proses kegiatan berpikir dalam menarik suatu kesimpulan pengetahuan disebut penalaran.
Konsep Dan Term-Term Logika: Konsep berasal dari bahasa latin “conceptus”kata benda (masculinum) dibentuk dari kata conceptum dari kata kerja (konyugasi III) concipio. Artinya mengambil dalam dirinya, menerima, mengisap, menapung, menyerap atau menangkap. Konsep adalah pedoman dari kata Yunani : idea atau eidos yang artinya penglihatan, persepsi, bentuk rupa atau gambar. Term adalah kata atu beberapa kata yang memiliki satu pengertian yang membuat konsep atau idea itu menjadi nyata.
Macam-Macam Logika
Logika Kodratiah: Manusia adalah makhluk yang berakal budi. Dengan akal budinya, manusia melakukan kegiatan berpikir dalam rangka mencari kebenaran. Dalam hal ini, logikanya berjalan menurut hukum logika yang spontan. Logika Ilmiah: logika ilmiah membantu logika kodratiah dalam memperhalus dan mempertajam pemikiran. Dengan demikian pikiran dan akal budi kita bekerja lebih tepat, teliti dan lebih mudah.
Obyek Material Dan Obyek Formal Logika
I. Obyek Material: kegiatan manusia dalam berpikir,
bukan proses berpikir
II. Obyek Formal: kegiatan akal budi untuk melakukan “penalaran” yang lurus tepat dan teratur yang terlihat lewat ungkapan pikiran yang diwujudkan dalam bahasa.
Penting Dan Manfaat Mempelajari Logika. Pentingnya mempelajari logika:
1. Menbantu mengembangkan kebiasaan berpikir secara
jelas dan kritis.
2. Membantu kita dalam disiplin
intelektual/penarikan kesimpulan.
3. Membantu kita dalam menginter pretasi secara
tepet dan fakta-fakta dalam persepsi orang lain.
4. Membantu kita dalam mendeteksi penalaran yang
salah dan tidak logis.
5. Melatih dalam teknik penentuan asumsi dan
implikasi.
6. Mencari kebenaran suatu pendapat atau pernyataan
Manusia Dan Pengetahuan: Manusia mempunyai dua macam kemampuan kognitif (kemampuan berpikir) yaitu indera dan intelek. Indera adalah kemampuan organis, secara intrinsik bergantung pada badaniah tertentu yang didalamnya indera bekerja. Intelek adalah kemampuan inorganis, kemampuan yang tidak bergantung pada badaniah.

Posting Komentar untuk "Tempat Logika Dalam Kerangka Filsafat Part 1"