Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Pengantar Dan Latar Belakang Kitab-Kitab Puisi

Puisi Ibrani

Ciri-Ciri Puisi Ibrani: Yang pertama kesejajaran persamaan adalah terdiri dari dua baris yang menyatakan dua hal yang hampir sama. Kesejajaran kiasan adalah menggambarkan kesejajaran persamaan dimana yang satu baris mengungkapkan secara harafiah dan baris kedua mengungkapkaan secara kiasan. Kedua rima, irama dan matra. rima sangat jarang ditemukan dalam puisi Alkitab. Mungkin disebabkan oleh pengetahuan tentang ilmu persajakan kuno yang berasala dari penyair Yunani dan Latin kuno. Tapi matra dan irama sering ditemukan. Ketiga pasangan kata. Para penyair Siria dan Palestina memiliki sekumpulan kata yang earti dan sebaku yang timbul berulang-ulang.

Manfaat Penelitian Puisi Untuk Penafsiran: Pertama analisis adalah suatu teks yang dimengerti sepenuhnya. Kedua mengenal gaya puisi. Ketiga aliterasi, asonansi (mengungkapkan suara yang sama atau mirip), paronomasia (permainan kata), onomatope (suatu konsep yang digambarkan). Keempat berusaha memelihara keindahan pengungkapan.

Kitab Mazmur

Nama: Dalam LXX dan bahasa Latin adalah psalmoi. Yunani “Psallo”. Artinya memetik atau mendentingkan, mula-mula digunakan untuk permainan alat musik.

Sutruktur: Setidaknya dalam 2 ribu tahun, kitab Mazmur dibagi dalam lima jilid yaitu: Mazmur 1-41, 42-72, 73-89, 90-106, 107-150. Penjelasan yang terbaik untuk pengelompokkan ini adalah bahwa dalam bagian-bagian itu merupakan tahap-tahap pengumpulan yang memakan waktu lebih dari 500 tahun. Kumpulan awal tulisan Daud (3-41), Korah (42-49), Asaf (50, 73-83). Kemudian ditambah lagi Mazmur 120-134 dan Mazmur yang mengungkapkan Haleluya yaitu 146-150.

Jenis Sastra: Setiap jilid dalam penulisan mazmur tersebut pasti memiliki tujuan dan fungsi tertentu untuk mengungkapakan setiap isi hati dan penyerahan hidup penulis kepada tuhan sepenuhnya. Dengan membandingkan setiap bentuk sastra yang baik maka semakin jelas tentang arti dan pengguanaannya.

Kitab Mazmur Dan Ibadat Di Israel

1.      Perayaan dikemah untuk memperingati peristiwa keluar dari Mesir dan perjalanan ke padang gurun dan perayaan Pondok Daun,

2.  Upacara pembubaran perjanjian, yang mungkin dulunya dirayakan di Sikhem (Yosua 24) dan perayaan Pondok Daun,

3.   Pemilihan Daud sebagai raja dan perebutan Yerusalem diperingati pada perayaan Pondok daun bersamaan dengan masuknya tabut Allah kedalam kota Suci (2 Sam. 6)

Judul-Judul Dan Istilah-Istilah Teknis: Judul dari Daud ditemukan 37 kali artinya mungkin ditulis oleh Daud. Karen adia ahli dalam bidang music ISam. 16:17-23, 18:10, II Sam 1:17-27, 3:33 dst. Judul Bani Korah ditemukan 11 kaliberhubungan dengan keturunan Lewi yang bertugas dalam rumah Allah I Taw. 6:22. Judul dari Asaf ditemukan 12 kali, dia adalah seorang penyanyinya Daud I Taw 6:39, 15:17. Mmasih banyak lagi seperti Salomo, Heman, Etan, Musa, Yedutun. Mazmur ini ditulis sebelum pembuangan, alasannya: Dikenal oelh nabi-nabi seperti nabi Amos (Am. 4:13, 5:8-9, 9:5-6), Yer. 10:12-16 dst.

Sumbangsih Pada Teologi Alkitab: Kitab ini merupakan gambaran iman yang Alkitabiah, karena yang terpenting didalamnya adalah menyatakan hubungan Tuhan dengan bangsa Israel. kitab ini adalah respon seluruh umat Allah karena karya dan penyelamatan Allah kepada umat-Nya.

Sastra Hikmat

Jenis-Jenis Satra

1.   Hikmat dalam bentuk peribahasa, ucapan singkat yang penuh arti yang menytakan ketentuan untuk mendapatkan kebahagiaan pribadi dan kesejahteraan atau yang meringkaskan pengalaman yang tajam mengenai kehidupan.

2.  Hikmat spekulatif yang bersifat perenungan atau pikran, berupa monolog, dialog atau karangan yang menyelidiki masalah tentang keberadaan kehidupan manusia.

Ruang Lingkup Sastra Hikmat Dalam Alkitab

1.  Peranan orang bijak: gerakan hikmat orang Israel tentunya dimulai dalam hidup kesukaan Karen adisitu hikmat digunakan untuk mempersiapkan setiap generasi dalam menerima tanggungjawab dalam keluarga, tanah kepemimpinan dan masyarakat.

2.   Sifat hikmat Alkitab dalam mengumpulkan ucapa-ucapan bijaksana, orang bijak dapat mengenal batas-batas budaya atau bangsa. Hikmat yang hanya dimulai dari kecerdasan dan keahlian manusia merupakan anugerah Allah Karena itu bagian dari ciptaan-Nya, tapi tanpa rasa hormat dan tunduk kepada Allah, maka hikmat akan dihancurkan oleh kecongkakan hatinya.

3.      Tulisan-tulisan hikmat dalam Alkitab yaitu: kitab Ayub, Amsal, Pengkhotbah.

Kitab Amsal

Tujuan: Adalah untuk menerapkan prinsip-prinsip iman perjanjian Israel dalam sikap dan pengalaman sehari-hari. Untuk menjelaskan dengan cermat dan tepat dan mudah diingat apa yang dimaksud dengan siap melayani Allah sepenuhnya. Untuk memperlihatkan secara tajam kontras antar akibat mencari dan menemukan hikmat dengan akibat mengejar kehidupan yang bodoh.

Isi: Pentingnya hikmat pasal 1-9, Amsal-amsal Salomo 10:1-22:16, Amsal-amsal orang bijak 22:17-24:22, perkataan-perkataan tambahan 24:23-34, Amsal-salomo kumpulan Hizkia 25-29, perkataan-perkataan anggur 30, perkataan Lemuel 31:1-9, gambaran tentang isteri yang cakap 30:10-31.

Waktu Penyusunan: Dalam 25:1, jelas bahwa kitab ini tidak diselesaikan sebelum masa raja Hizkia (kira-kira 715-686 SM), penyusunan yang akhir dilakukan pada abad ke 5 SM.

Kitab Amsal Dan Kitab Perjanjian Baru: Banyak kutipan dari Amsal ke PB seperti Amsal 3:7a dalam Roma 12:16, Amsal 3:11-12 dalam Ibrani 12:5-6 dan sebagainya.

Kitab Ayub

Nama Dan Tempat Kitab Ini Dalam Kanon: Dalam bahasa Ibrani “iyyov” artinya “dimanakah Bapaku?” Dalam Septuaginta kitab ini diletakkan sesudah Kitab Yesus bin Sirakh, Karena dianggap terjadi pada zaman bapa leluhur Israel, dan dianggaap Musa pengarangnya. Maka Alkitab Siria menempatkan kitab Ayub diantar Taurat dan kitab Yosua.

Latar Belakang: Kitab ini diselesaikan antara tahun 700 dan 600 SM. Kitab Ayub jauh melebihi koherensi uraian tentang tema kesengsaraan manusia. Dalam penyelidikan masalah mencakup banyak segi keberanian dan kejelasan monoteisme dalam pelukisan tokoh-tokoh utamanya dan dalam keindahan lirik puisinya dalam menghadapai masalah manusia yang tak dapat teratasi.

Struktur: Gaya bahasa yang digunakan seakan-akan melemparkan pertanyaan retoris, Allah sedang menghadapkan Ayub dengan keajaiban ciptaan-Nya, penerapan kuasa-Nya bersejarah dalam hidup Ayub sendiri, Allah tidak memberikan jawaban langsung pada kebimbangan  Ayub, jawaban Ayub kepada Allah adalah suatu komunikasi atau hubungan yang baru.

Kajian Sastra: Pertama keluahan dan pemulihan keadaaan dikenal sebagai jenis sastra, kedua sama denga Mazmur ratapan atau keluhan kepada Tuhan, ketiga perbantahan tentang hukum, keempatpengawasan Allah terhadap orang benar dan orang jahat, kelima perdebatan filsafat, keenam tragedi, ketujuh sejenis komedi, kedelapan perumpamaan, kesembilan jenis epik.

Sumbangsih Teologi: Jika Tuhan bertindak akan terjadi hal-hal yang mengejutkan, untuk memperbaiki penyimpangan dari manusia. Dia bisa mengijinkan setiap masalah terjadi dalam hidup seseorang, Dia akan melakukan suatu perbuatan yang ajaib untuk mempermalukan Iblis itu.

Kitab Pengkhotbah

Tempat Kitab Ini Dalam Kanon: Kitab ini digabung dengan kitab Amsal dan Kidung Agung, dan ini masih dipakai dalam Septuaginta dan dalam Alkitab bahasa Latin (Vulgata), Inggris dan Indonesia.

Penulisan: Dalam pasal 1:1, jelas bahwa dikatakan anak Daud dan diakui juga karena Salomo adalah bapa orang bijak seperti ayahnya Daud seorang pemazmur.

Tema Dan Isi: Tema: Kesia-siaan. Kata hevel dari bahasa Ibrani berate nafas, uap, tanpa wujud, kekosongan, kehampaan, kesia-siaan. segala sesuatu adalah sia-sia. Isi: takutlah akan allah dan berpeganglah pada seluruh perinta-perintah-Nya, maka engkau akan menikmat kehidupan yang diberikan Allah. 

Ciri-Ciri Sastra: Renungan: Tetapi aku menyadari bahwa ini adalah usaha menjaring angina 1:17, Amsal: siapa mencintai uang tidak akan puas dengan uang, mencintai kekayaan tidak akan puas dengan penghasilannya 5:5, pertanyaan retoris: apakah faedahnya yang diperoleh manusia dari segala uasaha yang dilakukan dengan jerih payah dibawah matahari dan keinginan hatinya 2:22, alegori: 12:1-7.

Sumbangsih Bagi Teologi Alkitab: Allah sebab Allah telah menentukan peristiwa-peristiwa dalam kehidupannya, ketidak mampannya untuk mendalami rencana Allah.

Kidung Agung

Kanonisitas: Kitab Kidung Agung ini diterima dalam pengkanonan. Seluruh dunia tidak ada nilainya jika dibandingkan kitab Kidung Agung yang diberikan kepda Israel. Semua kitab-kitab dalam Alkitab adalah kudus tapi Kidung Agung adalah kitab mahakudus.

Penulisan: Menurut tradisi kitab ini ditulis oleh Salomo (1:5, 3:7-11) dan terutama dalam 1:1. Kata lisylom artinya pada Salomo. Keahlian Salomo sebagai penulis kidung sudah dikenal dari I Raja-raja 4:32 bnd Mazmur 72 dan 127.

Sifat-Sifat Sastra: Sebenarnya Kidung Agung bukanlah kitab hikmat, karena bentuknya yang menonjol adalah puisi cinta, bukan pengajaran atau perdebatan. Kitab ini merupakan kisah kedua kekasih. Pertama penggambaran (1:9, 4:1, 6:2), kedua penggambaran diri (1:5-6, 2:1), ketiga kekaguman (1:9-11, 4:9-11), keempat kerinduan (1:2-4, 2:5-6, 8:1-4).       

Tujuan: Kitab ini suatu pelajaran, suatu perumpamaan yang luas menggambarkan keajaiban dan kekayaan cinta manusia yang merupakan pemberitaan cinta kasih Allah dan proses pernikahan yang ditetapkan oleh Allah.

Posting Komentar untuk "Pengantar Dan Latar Belakang Kitab-Kitab Puisi"