Tafsiran Lengkap Kitab Rut Dan Implikasinya Masa Kini
Meninggalkan Kampung Halaman (Rut 1:1-7)
Betapa sederhana dan
menyegarkan hal-hal yang menjadi pusat perhatian Kitab ini: kehidupan desa,
suka-dukanya, kebajikannya yang ramah dan terutama pemusatan perhatiannya pada
tokoh-tokoh utama perhatiannya. Pada zaman itu tidak ada raja diantara orang
Israel dan setiap orang berbuat apa yang benar menurut pandangannya sendiri
(Hak.21:25). Pada zaman para hakim memerintah, ada kelaparan ditanah Israel,
dan pergilah seorang dari Betlehem Yehuda beserta isterinya dan kedua anaknya
laki-laki kedaerah Moab untuk menetap disana sebagai orang asing. Pindah rumah
bukan perkara enteng bagi setiap orang. Meskipun Elimelekh tidak perlu membawa
perkakas rumah tangga sebanyak yang dibawa orang zaman modern, namun baginya
pindah adalah keputusan yang berat baginya. Betlehem di Yehuda, kota kira-kira
8 km disebelah selatan Yerusalem sekarang. “Elimelekh berarti Allah-ku adalah
Raja”. Naomi berarti menyenagkan,cantik dan menggembirakan. Yang mengharukan
dari namanya menonjol setelah Naomi kembali dari Moab dengan Rut menantunya,
penuh kesedihan dengan pengalaman pahit yang ia rasakan dari tangan Allah. “jangan
sebutkan aku Naomi”, katanya kepada para tetangganya, “sebutkan aku Mara, sebab
Yang Maha Kuasa telah melakukan banyak yang pahit kepadaku”(1:20).
Mahlon dan Kilyon, kedua putra Naomi rupanya memiliki nama Kanaan kuno. “Mahlon” yang berarti “sakit” dan Kilyon seperti gagal, merana bahkan musnah. Orpa dan Rut adalah nama-nama Moab dan artinya tidak jelas. Putra-putra Elimelekh mengawini pemuja Kamos, dan meskipun perkawinan seperti itu tidak dilarang, bangsa Moab tidak diterima dalam jemaat yang beribadah. Dikatakan bahwa keluarga Elimelekh adlaah orang Efrata. Disatu pihak, kematian merupakan hal yang paling wajar, tetapi dipihak lain merupakan peristiwa yang paling tidak wajar. Kini Naomi tinggal diantara orang Moab yang sikapnya terhadap kematian. Betapa hancurnya hati Naomi karena tidak saja hanya kehilangan tiga orang dalam keluarganya, tetapi juga tidak ada pewaris yang akan meneruskan nama mereka dan menjamin warisannya. Tapi Naomi ingat, saluran komunikasi dengan sanak saudaranaya dikampung tetap dibuka. Pada masa sulit, iman kadang berarti menyerahkan semua kesulitan yang tak terjawab kedalam tangan Tuhan. Iman seperti itu akan selalu diperkuat dengan mengingat selalu bagaimana Allah membantu kita pada masa lalu.
Pulang Kampung (Rut
1:8-22)
Iman sejati selalu bisa
diukur dari buah kasih yang dihasilkannya, dan Rut orang Moab yang menjadi
beriman kepada Allah Naomi, tentu telah belajar dari Naomi tentang iman sejati.
Kepedulian Naomi yang penuh kasih terhadap kedua menantunya pertama terungkap
dalam doa. Demikian bagi Naomi dalam doanya untuk Rut dan Orpa. Naomi percaya
kepada Allahnya yang penuh kasih, dan menyerahkan kedua menantunya dalam
perlindungan Allahnya, dan kiranya Allah menunjukan kasih setianya dalam
kehidupan mereka. Harapan Naomi kepada kedua menantunya agar pulang ke Moab dan
bisa menikah lagi disana. Tangisan mengungkapkan kesediahan, hal itu adalah
perasaan mendua bagi Orpa dan Rut yang perlu memilih antara kasih mereka
terhadap Naomi dan harapan mereka untuk menjadi ibu dalam perkawinan kedua
mereka. Kalau Orpa menunjukan cinta kasihnya dengan mentaati keinginan Naomi agar
dia pulang dan menikah lagi, Rut menunjukan cintakasihnya dengan tetap menjadi
anak perempuan Naomi.
Kasih Karunia Dan Rasa Syukur (Rut 2:1-13)
Naomi itu mempunyai
seorang sanak suaminya, seorang yang kaya raya, dari kaum Elimalakh, namanya
Boas. Pentingnya kaitan kekeluargaan Boas pada waktunya akan jelas. Boas adalah
orang yang kaya raya, Rut pada tahap ini tidak memahami siapa Boas, memnfaatkan
sifat dan kemurahan hati yang telah ditetapkanhukum Israel yaitu yang
menyangkut panen. Rut menyadari bahwa hukum ini sangatlah murah hati, tanda
kasih karunia yang melebihi hak pribadi dalam kepemilikan benda. Kestiaan
lembut dari Rut terhadap ibu mertuanya, salah satu ciri yang menarik dalam
hubbungan yang adab dan sangat baik. Dalam kisah Rut dijelaskan kebenaran,
bahwa kasih karunia pemeliharaan Allah tidak menyisihkan keputusan manusia dan
tindakan manusia. Sebaliknya, permintaan Rut dorongan Naomi pemilihan ladang
yang dilakukan Rut tanpa mikir, dan keputusan bebas yang diambil Boas secara
bebas. Lalu datanglah Boas dari Betlehem, ia berkata kepada para
penyabit-penyabit itu: “kiranya Tuhan meyertai kamu” jawab mereka kepadanya :
”Tuah nkiranya memberkati Tuan”. Pertukaran ucapan berkat antara Boas dan para
pekerjanya sangat mirip. Lalu kata Boas kepada hambanya, dari manakah perempuan
itu, hambanya itu menjawab dia adalah seorang dari perempuan Moab, dia pulang
bersama-sama dengan Naomi dari daerah Moab. Tadi ia berkata ijinkanlah kiranya
aku memungut dan mengumpulkan jelai dari antara berkas-berkas ini dibelakang
penyabit-penyabit.
Begitulah ia datang dan
terus sibuk dari pagi dan sampai sekarang dan seketika pun ia tak
berhenti. Lalu kata Boas kepada bujangnya yang mengawasi penyabit-penyabit
itu: "Dari manakah perempuan ini?" Bujang yang mengawasi
penyabit-penyabit itu menjawab: "Dia adalah seorang perempuan Moab, dia
pulang bersama-sama dengan Naomi dari daerah Moab. Tadi ia berkata:
Izinkanlah kiranya aku memungut dan mengumpulkan jelai dari antara
berkas-berkas jelai ini di belakang penyabit-penyabit. Begitulah ia datang dan
terus sibuk dari pagi sampai sekarang dan seketika pun ia tidak
berhenti." Sesudah itu berkatalah Boas kepada Rut:
"Dengarlah dahulu, anakku! Tidak usah engkau pergi memungut jelai ke
ladang lain dan tidak usah juga engkau pergi dari sini, tetapi tetaplah dekat
pengerja-pengerjaku perempuan. Lihat saja ke ladang yang sedang disabit orang itu.
Ikutilah perempuan-perempuan itu dari belakang. Sebab aku telah memesankan
kepada pengerja-pengerja lelaki jangan mengganggu engkau. Jika engkau haus,
pergilah ke tempayan-tempayan dan minumlah air yang dicedok oleh
pengerja-pengerja itu." Lalu sujudlah Rut menyembah dengan mukanya sampai
ke tanah dan berkata kepadanya: "Mengapakah aku mendapat belas kasihan
dari padamu, sehingga tuan memperhatikan aku, padahal aku ini seorang
asing?" Boas menjawab: "Telah dikabarkan orang kepadaku
dengan lengkap segala sesuatu yang engkau lakukan kepada mertuamu sesudah
suamimu mati, dan bagaimana engkau meninggalkan ibu bapamu dan tanah
kelahiranmu serta pergi kepada suatu bangsa yang dahulu tidak engkau
kenal. TUHAN kiranya membalas perbuatanmu itu, dan kepadamu kiranya
dikaruniakan upahmu sepenuhnya oleh TUHAN, Allah Israel, yang di bawah
sayap-Nya engkau datang berlindung." Kemudian berkatalah Rut:
"Memang aku mendapat belas kasihan dari padamu, ya tuanku, sebab tuan
telah menghiburkan aku dan telah menenangkan hati hambamu ini, walaupun aku
tidak sama seperti salah seorang hamba-hambamu perempuan."
Meskipun Rut menganggap
dirinya orang asing Boas menyambut dia sebagai anggota keluarga Yahweh.
Mengapakah aku mendapat belaskasihan dari padamu?, kita tahu bagaimana Rut
bergantung pada kasih karunia. Berhadapan dengan Boas dia lagi-lagi mendapat
kasih karunia mdalam kemurahan hati Boas yang penuh kepedulian. Jelas bahwa
Boas telah mendengar tentang Naomi dan Rut di Betlehem dari negeri Moab. Dia
telah mendengar bahwa Rut memelik ima Yahweh, berita bahwa Rut adalah perempuan
Moab yang bersama-sama denga Naomi, tidak mengejutkan Boas ketika ia bertanya
kepada mandornya siapa perempuan baru yang ikut memungut jelai. Boas dengan
segera menanggapi denganmemberi perintah bahwa Rut harus diperlakukan dengan
hormat. Naomi yang kemudian, dengan jelas mengaitkan kemurahan hati Boas dengan
pemeliharaam Allah, tetapi barangkali Rut juga sudah mulai menyadari itu. Boas
melangkah lebih jauh untuk menunjukan kepeduliannya itu, kata-katanya yang
ramah dan pemberian kedudukkan sementara dalam rumah tangganya, pasti
menenagkan hati janda. Semuanya itu mungkin merupakan tanda pertama bagi Rut
bahwa jurang kepedihan yang ia jalani semenjak kematian suaminya kini sudah
menjelang akhirnya, dan itu juga semuanya tanda harapan. Ciri-ciri yang
mencolok dari Boas dan Rut sebagai orang beriman adalah penolakan keduanya
untuk menuntut hak masing-masing. Iaman yang hidup terkadang Nampak dalam
memberi dan dalam kesediaan untuk menerima dengan penuh rasa terima kasih.
Kembali ke doa Boas untuk Rut, Nampak jelas bukti kesadaran Boassebagai anggota
keluarga perjanjian dari Allah bangsa Israel, pengetahuan Boas tentang Allah
dan gambarannya tentang kasih karunia, kemudian pemahaman Boas tentang
pemahaman Rut yang lembut dan taat kepada kasih karunia seperti pengabdia Rut
kepada Naomi dan akhirnya harapan Boas bahwa Tuhan memberkati Rut lebih lanjut.
Doa Boas bagi Rut menyangkut pengalaman Rut dalam suatu hubungan yang diperkaya
oleh Allah.
Tempat Dalam Keluarga Allah (Rut 2:14-23)
Ketika sudah waktu makan, berkatalah Boas kepadanya: "Datanglah ke mari, makanlah roti ini dan celupkanlah suapmu ke dalam cuka ini." Lalu duduklah ia di sisi penyabit-penyabit itu, dan Boas mengunjukkan bertih gandum kepadanya; makanlah Rut sampai kenyang, bahkan ada sisanya. Setelah ia bangun untuk memungut pula, maka Boas memerintahkan kepada pengerja-pengerjanya: "Dari antara berkas-berkas itu pun ia boleh memungut, janganlah ia diganggu; bahkan haruslah kamu dengan sengaja menarik sedikit-sedikit dari onggokan jelai itu untuk dia dan meninggalkannya, supaya dipungutnya; janganlah berlaku kasar terhadap dia." Maka ia memungut di ladang sampai petang; lalu ia mengirik yang dipungutnya itu, dan ada kira-kira seefa jelai banyaknya. Diangkatnyalah itu, lalu masuklah ia ke kota. Ketika mertuanya melihat apa yang dipungutnya itu, dan ketika dikeluarkannya dan diberikannya kepada mertuanya sisa yang ada setelah kenyang itu, maka berkatalah mertuanya kepadanya: "Di mana engkau memungut dan di mana engkau bekerja hari ini? Diberkatilah kiranya orang yang telah memperhatikan engkau itu!" Lalu diceritakannyalah kepada mertuanya itu pada siapa ia bekerja, katanya: "Nama orang pada siapa aku bekerja hari ini ialah Boas." Sesudah itu berkatalah Naomi kepada menantunya: "Diberkatilah kiranya orang itu oleh TUHAN yang rela mengaruniakan kasih setia-Nya kepada orang-orang yang hidup dan yang mati." Lagi kata Naomi kepadanya: "Orang itu kaum kerabat kita, dialah salah seorang yang wajib menebus kita." Lalu kata Rut, perempuan Moab itu: "Lagipula ia berkata kepadaku: Tetaplah dekat pengerja-pengerjaku sampai mereka menyelesaikan seluruh penyabitan ladangku." Lalu berkatalah Naomi kepada Rut, menantunya itu: "Ya anakku, sebaiknya engkau keluar bersama-sama dengan pengerja-pengerjanya perempuan, supaya engkau jangan disusahi orang di ladang lain." Demikianlah Rut tetap dekat pada pengerja-pengerja perempuan Boas untuk memungut, sampai musim menuai jelai dan musim menuai gandum telah berakhir. Dan selama itu ia tinggal pada mertuanya. Inilah sifat Allah yang dikenal oleh Naomi, Allah memperkenalkan dirinya kepada Naomi sebagai Allah yang memberikan kasih karunia, bahkan mereka sesungguhnya tidak layak menerimanya. Sebelum ia berpegang terus pada kasih karunia ini dalam segala hal penderitaannya kehilangan orang-orang yang dikasihinya. Sekarang ia menerima kasih karunia pemeliharaan Allah melalui kemurahan hati seorang pertani yang kaya. Ada pola yang mirip dalam tulisan Rasul Paulus kepada jemaat Korintus mengenai kasih karunia. Dia mengungkapkan pembacaanya agar para pembacanya mengenal kasih karunia Allah. Percaya dalam kasih karunia mengingatkan kita, dalam hal ini mencakup kepedulian kita terhadap keadilan dalam pembagian sumber daya alam dan struktur sosial dan prioritas.
Levir Dan Goel
Sang levir atau levirate adalah pranata pernikahan kuno yang menyangkut seorang saudara ipar. Sudah banyak yang ditulis para pakar tentang maksud dan praktik levirat di Timur dekat Kuno. Pemikirannya iadalah bahwa anak yang akan dilahirkan ialah untuk kaka almarhum, yaitu Er. Dengan demikian nama Er akan berlanjut dan mungkin juga menyelamatkan harta bendanya. Selanjutnya, ada persyaratan untuk kemungkinan sang saudara dari almarhum tidak mau melakukanj tugas ini dan untuk tindakan memalukan yang harus diterima jika ia menolak. Akhirnya maksud Levir ialah sebagai sarana melestarika hidup dan nama orang yang meninggal agar nama itu tidak terhapus dari bangsa Israel, dan untuk membangun keturunan saudaranya. Tugas-tugas Levirat dalam kitab Rut terpindah dengan kerabat terdekat, siapapun dia. Itu sebabnya Naomi bergembira ketika tahu bahwa Boaslah yang membantu Rut.
Sang Goel sudah
kita lihat dalam pembahasan lebih awal mengenai cerita Rut bahwa ada perasaan
solidaritas keluarga yang kuat diantara umat Yahweh. Anggota keluarga
berkewajiban untuk mengurusi dan melindungi satu sama lain. Telah disebut bahwa
Goel adalah pelindung kerabat dekat yang dalam keadaan tertentu wajib bertindak
menjadi penebus karena dibutuhkan. Akhirnya, sang Goel bisa bertindak sebagai
wali dalam pembayaran yang wajib untuk mengganti kerugian yang disebabka
seorang kerabat. Goel adalah pranata solidaritas keluarga dan peringatan akan
tanggung jawab kolektif. Goel sama denga kerabat-penebus Israel. Fokus utama
pemanggila untuk menjadi umat perjanjian Alla, dan janji-Nya mengenai harapan
yang baru di negeri yang baru merupakan tindakan penebusan dari tanah
Mesir.
Betapa pentignya bahwa Allalah kerabat mereka penebus mereka. Dengan demikian Allah diakui sebagai Allah yang membela orang yang tertindas, yang memanggil orang-orang dari kegelapan menjadi uma-Nya. Inilah ungkapa kasi setia dan kemurahan-Nya, dan ungkapan kasih inilah yang diharapkan Naomi dan Rut dalam kebutuhan dan ketidakberdayaan mereka. Kristus Goel kita seperti boas dan Rut, terikt keluarga dengan kita mampu bersedia menebus kita, kini kita telah menjadi anggota keluarga-Nya. Dari titik ini kita bisa menyadari bahwa Naomi dan Rut adanya seorang Goel menjanjikan perlindungan, bantuan penebusan. Kalau ada Goel, seorang kerabat dekat yang terikat dengan solidaritas keluarga, pada orang ini terletak harapan mereka dan masa depan mereka. Barangkali Boas sang Goel mau menjadi orang yang melestarikan nama keluarga Elimelekh saja, dan nama menantunya juga, yaitu Rut yang telah ia cintai yang berlindung dibawah naungan sayap Allah.
Iman Aktif Dalam Kasih
(Rut 3:1-18)
Lalu Naomi, mertuanya
itu, berkata kepadanya: "Anakku, apakah tidak ada baiknya jika aku mencari
tempat perlindungan bagimu supaya engkau berbahagia? Maka sekarang,
bukankah Boas, yang pengerja-pengerjanya perempuan telah kautemani itu, adalah
sanak kita? Dia pada malam ini menampi jelai di tempat
pengirikan; maka mandilah dan beruraplah, pakailah pakaian bagusmu
dan pergilah ke tempat pengirikan itu. Tetapi janganlah engkau ketahuan kepada
orang itu, sebelum ia selesai makan dan minum. Jika ia membaringkan
diri tidur, haruslah engkau perhatikan baik-baik tempat ia berbaring; kemudian
datanglah dekat, singkapkanlah selimut dari kakinya dan berbaringlah di sana.
Maka ia akan memberitahukan kepadamu apa yang harus kaulakukan." Lalu
kata Rut kepadanya: "Segala yang engkau katakan itu akan kulakukan." Inisiatif
dalam kisah ini sekarang terletak ditangan Naomi. Yang menjadi perhatiannya
adalah kebahagiaan Rut. Apakah Naomi mengira bahwa Boas adalah kerabat terdekat
mereka? Kalau Naomi tahu tentang orang lain ini, maka desakannya kepada Rut
akan mendekati Boas, yaitu tindakan apapun yang dilakukan Boas tidak mungkin
berdasarkan atas persyaratan hukum melainkan kemauan dan kemurahan hati. Naomi
memandang kedepan dalam merencanakan agar Rut minta Boas sebagai Levirnya.
Boas adalah kerabat
dekat: wajar mereka meminta Boas membantu dan melindungi mereka. Apakah Boas
siap melakukan tugas kerabatnya. Waktu sudah siap untuk melakukan tugas kerabat
itu. Naomi mengatur langkah untuk pertemuan antar Boas dan Rut. Disini Naomi
melakukan tugasnya sebagai orang tua untuk Rut. Naomi menyiapkan Rut untuk
menjelaskan kepada Boas bahwa ia ingin dikawini Boas. Sesudah itu pergilah ia
ke tempat pengirikan dan dilakukannyalah tepat seperti yang diperintahkan
mertuanya kepadanya. Setelah Boas habis makan dan minum dan hatinya gembira,
datanglah ia untuk membaringkan diri tidur pada ujung timbunan jelai itu. Kemudian
datanglah perempuan itu dekat dengan diam-diam, disingkapkannyalah selimut dari
kaki Boas dan berbaringlah ia di situ. Pada waktu tengah malam dengan terkejut
terjagalah orang itu, lalu meraba-raba ke sekelilingnya, dan ternyata ada
seorang perempuan berbaring di sebelah kakinya. Bertanyalah ia: "Siapakah
engkau ini?" Jawabnya: "Aku Rut, hambamu: kembangkanlah kiranya
sayapmu melindungi hambamu ini, sebab engkaulah seorang kaum yang wajib menebus
kami." Boas psti mengerti permintaan Rut untuk dinikahi. Untuk melawan
pemikiran bahwa Rut melakukan sesuatu yang tidak patut, bahkan amoral, dengan
meminta pernikahan Leviral dengan car ini yang tidak layak dalam pernikahan
biasa. Sebenarnya, seperti yang akan kita temukan dalam kitab ini, ada kerabat
yang lebih berat dari pada Boas, tetapi persoalannya tidak berubah. Rut meminta
Boas sebagai Goel untuk bertindak sebagai Levir. Rut menempatkan diri dalam
kedudukan yang rawan sekali, bahwa dengan mudah bisa dimanfaatkan. Bahwa dia
melibatkan diri dalam situasi yang begitu menyakitkan merupakan heroisme
kesetiaan. Dia tidak menginginkan apa-apa untuk dirinya, hanya seoarang pewaris
untuk suaminya.
Lalu katanya:
"Diberkatilah kiranya engkau oleh TUHAN, ya anakku! Sekarang engkau
menunjukkan kasihmu lebih nyata lagi dari pada yang pertama kali itu, karena
engkau tidak mengejar-ngejar orang-orang muda, baik yang miskin maupun yang
kaya. Oleh sebab itu, anakku, janganlah takut; segala yang kaukatakan itu akan
kulakukan kepadamu; sebab setiap orang dalam kota kami tahu, bahwa engkau
seorang perempuan baik-baik. Maka sekarang, memang aku seorang kaum yang wajib
menebus, tetapi walaupun demikian masih ada lagi seorang penebus, yang lebih
dekat dari padaku. Tinggallah di sini malam ini; dan besok pagi, jika ia mau
menebus engkau, baik, biarlah ia menebus; tetapi jika ia tidak suka menebus
engkau, maka akulah yang akan menebus engkau, demi TUHAN yang hidup. Berbaring
sajalah tidur sampai pagi." Jadi berbaringlah ia tidur di sebelah kakinya
sampai pagi; lalu bangunlah ia, sebelum orang dapat kenal-mengenal, sebab kata
Boas: "Janganlah diketahui orang, bahwa seorang perempuan datang ke tempat
pengirikan." Lagi katanya: "Berikanlah selendang yang engkau pakai
itu dan tadahkanlah itu."
Lalu ditadahkannya selendang itu. Kemudian ditakarnyalah enam takar jelai ke dalam selendang itu. Sesudah itu pergilah Boas ke kota. Setelah perempuan itu sampai kepada mertuanya, berkatalah mertuanya itu: "Bagaimana, anakku?" Lalu diceritakannyalah semua yang dilakukan orang itu kepadanya, serta berkata: "Yang enam takar jelai ini diberikannya kepadaku, sebab katanya: Engkau tidak boleh pulang kepada mertuamu dengan tangan hampa." Lalu kata mertuanya itu: "Duduk sajalah menanti, anakku, sampai engkau mengetahui, bagaimana kesudahan perkara itu; sebab orang itu tidak akan berhenti, sebelum diselesaikannya perkara itu pada hari ini juga."ini mendorong Boas untuk mendoakan dan memohonkan berkat Allah bagi Rut. Menanggapi permohonan Rut, Boas menjanjikan bantuannya bahkan, ia bertindak segera setelah malam berlalu. Ada komentator yang meyakini bahwa Boas memikirkan penebusan harta bendadan memahami acuan Rut mengenai goel dalam kaitan itu. Sebab itu, menurut hukum, Boas tidak wajibh bertindak apa-apa, sehubungan dengan pernikahan Levirat. Hukum Pentateukh mengenai Goel tidak menuntun tindakan apapun dari Boas. Namun ada pengewrtian yang luas mengenai fungsi Goel dalam Pl, yang tidak membatasi tugasnya hanya memenuhi undang-undang. Ini lebih merupakan kewajiban perjanjian dan moral untuk bertindak bagi orang kerabat yang membutuhkan bantuan apapun. Dalam situasi kedua janda ini, baiklah berarsumsi bahwa inilah pandangn mereka tentang goel. Mereka tidak bisa mengharapkan apa-apa dari Boas sebagai hak mereka. Tapi merreka percaya, mereka mengandalkan belaskasihan Boas dan kemurahan hatinya. Dan kepercayaan mereka tidak sia-sia. Boas taat hukum, bagi dia hukum memberi bimbangan untuk hidup sebagai orang yang termasuk dalam keluarga perjanjian Allah.
Kasih Melebihi Hukum
(Rut 4:1-12)
Boas telah pergi ke
pintu gerbang dan duduk di sana. Kebetulan lewatlah penebus yang disebutkan
Boas itu. Lalu berkatalah Boas: "Hai saudara, datanglah dahulu ke mari,
duduklah di sini." Maka datanglah ia, lalu duduk. Kemudian dipilihnyalah
sepuluh orang dari para tua-tua kota itu, dan berkata: "Duduklah kamu di
sini." Maka duduklah mereka. Lalu berkatalah ia kepada penebus
itu: "Tanah milik kepunyaan saudara kita Elimelekh hendak dijual oleh
Naomi, yang telah pulang dari daerah Moab. Jadi pikirku: baik juga
hal itu kusampaikan kepadamu sebagai berikut: Belilah tanah itu di depan
orang-orang yang duduk di sini dan di depan para tua-tua bangsa kita. Jika
engkau mau menebusnya, tebuslah; tetapi jika engkau tidak mau menebusnya,
beritahukanlah kepadaku, supaya aku tahu, sebab tidak ada orang yang dapat
menebusnya kecuali engkau, dan sesudah engkau: aku." Lalu berkatalah ia:
"Aku akan menebusnya." Tetapi kata Boas: "Pada waktu engkau
membeli tanah itu dari tangan Naomi, engkau memperoleh Rut juga, perempuan
Moab, isteri orang yang telah mati itu, untuk menegakkan nama orang itu di atas
milik pusakanya." Lalu berkatalah penebus itu: "Jika demikian, aku
ini tidak dapat menebusnya, sebab aku akan merusakkan milik pusakaku sendiri.
Aku mengharap engkau
menebus apa yang seharusnya aku tebus, sebab aku tidak dapat menebusnya.
Beginilah kebiasaan dahulu di Israel dalam hal menebus dan menukar: setiap kali
orang hendak menguatkan sesuatu perkara, maka yang seorang menanggalkan
kasutnya sebelah dan memberikannya kepada yang lain. Demikianlah caranya orang
mensahkan perkara di Israel. Lalu penebus itu berkata kepada Boas: "Engkau
saja yang membelinya." Dan ditanggalkannyalah kasutnya. Kemudian
berkatalah Boas kepada para tua-tua dan kepada semua orang di situ:
"Kamulah pada hari ini menjadi saksi, bahwa segala milik Elimelekh dan
segala milik Kilyon dan Mahlon, aku beli dari tangan Naomi; juga
Rut, perempuan Moab itu, isteri Mahlon, aku peroleh menjadi isteriku untuk
menegakkan nama orang yang telah mati itu di atas milik pusakanya. Demikianlah
nama orang itu tidak akan lenyap dari antara saudara-saudaranya dan dari antara
warga kota. Kamulah pada hari ini menjadi saksi." Dan seluruh orang banyak
yang hadir di pintu gerbang, dan para tua-tua berkata: "Kamilah menjadi
saksi.
TUHAN kiranya membuat perempuan yang akan masuk ke rumahmu itu sama seperti Rahel dan Lea, yang keduanya telah membangunkan umat Israel. Biarlah engkau menjadi makmur di Efrata dan biarlah namamu termasyhur di Betlehem, keturunanmu kiranya menjadi seperti keturunan Peres yang dilahirkan Tamar bagi Yehuda oleh karena anak-anak yang akan diberikan TUHAN kepadamu dari perempuan muda ini!" disini Boas menunjukan kejujuran, kesantunan dan piawaiannya berdiplomasi dengan memaparkan bahwa bukan Naomi yang mempertimbangkan pernikahan Levirat. Melainkan menantunnya Rut. Sang kerabat dekat itu sangat kesulitan, dia sadar bahwa dia punya dua tanggung jawa tetapi tanggung jawab itu digabung menjadi satu. Suatu pokok keistimewaan penting muncul dalam bagian ini: Boas menikah dengan Rut. Kewajiban ini tidak selalu menyiratkan pernikahan penuh. Melalui tindakan Boas berkorban, Rut ditetapkan sebagai umat kerajaan Allah. Itulah kewajiban bagi umat Allah: orang yang sudah ditebus wajib menjadi perantara bagi orang lain untuk mendapatkan penebusan. Untuk ini orang-orang itu memberikan kesaksian mereka. Kesaksian ini disertai permohonan doa berkat dari Tuhan untuk disertai. Betapa jelasnya ini semua menggambarkan bahwa kita ini menuturkan kerohanian yang mendalam. Setiap aspek kehidupan baik dukacita Mupun sukacita semuanya dihayati dengan iman bahwa Allah ada dan Allah peduli. Tak hanya itu tapi juga tindakan manusia pada dirinya menunjukan watak kepada Allah. Semua pola manusia harus berpola atas dan pada gilirannya menunjukan bagaiman Allah menjalin hubungan dengan umat-Nya dan tinddakan-Nya menurut perjanjian-Nya.
Kita Mempunyai Sejarah
(Rut 4:13-22)
Lalu Boas mengambil Rut
dan perempuan itu menjadi isterinya dan dihampirinyalah dia. Maka atas karunia
TUHAN perempuan itu mengandung, lalu melahirkan seorang anak laki-laki. Sebab
itu perempuan-perempuan berkata kepada Naomi: "Terpujilah TUHAN, yang
telah rela menolong engkau pada hari ini dengan seorang penebus. Termasyhurlah
kiranya nama anak itu di Israel. Dan dialah yang akan menyegarkan jiwamu dan
memelihara engkau pada waktu rambutmu telah putih; sebab menantumu yang
mengasihi engkau telah melahirkannya, perempuan yang lebih berharga bagimu dari
tujuh anak laki-laki." Dan Naomi mengambil anak itu serta
meletakkannya pada pangkuannya dan dialah yang mengasuhnya. Dan
tetangga-tetangga perempuan memberi nama kepada anak itu, katanya: "Pada
Naomi telah lahir seorang anak laki-laki"; lalu mereka menyebutkan namanya
Obed. Dialah ayah Isai, ayah Daud. Inilah keturunan Peres: Peres memperanakkan
Hezron, Hezron memperanakkan Ram, Ram memperanakkan Aminadab, Aminadab
memperanakkan Nahason, Nahason memperanakkan Salmon, Salmon memperanakkan Boas,
Boas memperanakkan Obed, Obed memperanakkan Isai dan Isai memperanakkan Daud.
Kekayaan signifikan yang diberikan Allah kepada hubungan seksual fisik menuntun
kontes cinta dan kesetiaan yang meningkat dan lenggeng antara pasangan itu. Itu
sebabnya moralita Alakitab meskipun membernarkan seksualitas pada semua tingkat
perjumpaan pribadi menunda pengungkapan kasih secara fisik dan penuh dalam
hubungan seks, sam pai tersedianya konteks keterikatan cinta setia hetero
seksual yang lenggeng yaitu pernikahan.
Ini adalah hasil pembuahan dan jaringan Rahim yang telah menjadi jargon dari beberapa propaganda pendukung pengguguran. Kesaksian Alkitab sama sekali tidak meragukan. Ada banyak acuan mengenai kehidupan manusia sebelum kelahiran. Iman kita dicerminkan dalam kitab Rut. Pembuahan adalah kasih karunia Tuhan. Jika kita menghadapi insan manusia dalam pembentukan manusia dengan nasib pribadi yang ditentukan Tuhan sejak pembuahannya tanggung jawab berat dipikul oleh mereka yang memutuskan untuk mengakhiri suatu kehamilan. Penyelesaian membuat sukacita: anak laki-laki yang dilahirkan Rut juga menjadi anak Nomi dalamn keluarga Elimelekh. Doa ini meyempurnakan lingkarannya dan menyatakan sekali lagi kekuasaan dan kepedulian Allah. Kitab ini menurutkan sejarah silsilah nenek moyang raja Daud untuk menunujukan nenek moyang raja besar berjalan dihadapan Allah dan manusia dalam ketakwaan dan keyakinan dan dalam kerendahan hati dan kesucian hidup kita. Rut adalah perempuan kafir dari bangsa yang begitu memusuhu Israel, dianggap berharga menjadi ibu suku dari raja yang besar dan saleh, karena cinta kasihnya yang setia terhadp umat Israel dan kebulatan keyakinannya dalam nama Allah Israel. Silsilah sering membosankan. Namun, silsilah itu diperlukan untuk membantu kita dalam mengingatkan suatu fakta yang sangat penting yang oleh Alkitab berkata tidak boleh dilupakan. Iman kita dan hidup kita yang bersahaja juga merupakan dari kepedulian Allah yang memelihara dan penuh kasih karunia. Yesus adalah kerabat dan penebus, tetapi melaui Roh Kudus pemberi hidup Allah memimpin kami dalam seluruh kebenaran. Segala sesuatu adalah dari Engkau, yaitu Allah Israel, Allah kami yang hidup dan dari-Mu dan oleh-Mulah dan kepada-Mulah kemuliaan sampai selama-lamanya karena Kamu layak menerimanya. Haleluya, Amin!!!
Posting Komentar untuk "Tafsiran Lengkap Kitab Rut Dan Implikasinya Masa Kini"